🎤 Boyband (Your Dream is Yours) || Felis Linanda || Penerbit Grasindo || 241 Hlm || Cetakan Pertama, Februari 2021 🕺🏻
⚠️Trigger Warning : Plagiat Karya, Perkelahian, Kecanduan Narkoba, Penyebaran Aib ⚠️
"Impianmu adalah impianmu dan tidak ada seorang pun yang bisa merampasnya." - Dufei (Hal. 22).
Q : Apa kalian pernah bermimpi menjadi seorang manager artis atau idol?
Aku pribadi pernah berkeinginan untuk menjadi manager seorang artis. Dipikiranku saat itu, menjadi manager seorang artis atau idol itu enak karena bisa tau jadwal artis atau idol yang kita asuh, bisa berinteraksi dengan artis atau idol. Yang dibayangin yang bagus-bagus aja. Padahal setiap pekerjaan selalu punya risiko dan keuntungan. Setelah lulus dari bangku SMK aku baru paham kalau risiko dan tanggung jawab menjadi manager seorang artis atau idol itu sangat besar.
Setelah kemarin aku diajak Kak Felis jalan-jalan ke Bali dan Singapura, kali ini aku diajak untuk jalan-jalan ke Taipei. Ini bukan kali pertama aku baca novel atau buku yang setting tempatnya di China atau Taipei, tapi baru kali ini aku dibuat enjoy ketika membacanya. Beberapa tempat yang digunakan untuk latar tempat di beberapa scene dalam novel ini dideskripsikan dengan detail, membuatku seperti berada langsung di lokasi.
Novel Boyband merupakan Pemenang The Writer's Show 2020 yang diselenggarakan oleh GWP. Novel ini berkisah tentang perjuangan Teddy Zhong Dufei, pria kelahiran Indonesia yang menetap di Taipei menjadi manager boyband. Berbagai konflik terus menerpa Dufei dan boyband yang ia asuh, baik ketika masih belum debut dan ketika mereka di tengah kesuksesan. Sanggupkah Dufei dan boyband asuhannya melewati semua cobaan yang ada? Kalau penasaran bisa langsung baca novelnya!
Konflik dan semua yang ada dalam novel boyband ini terasa begitu familiar dan kupahami karena aku seorang fans dari beberapa boyband Korea Selatan. Menurutku dunia entertainment baik Korea Selatan, China, Taipei, dan Jepang sangat keras dibandingkan dengan Indonesia. Di sana kalau ada artis atau idol membuat skandal bisa dipastikan karirnya akan hancur, beda dengan di negara kita. Mereka yang sudah debut sudah pasti melewati masa trainee yang tidak mudah dan kualitas bakat mereka sudah tidak perlu diragukan lagi di bidang masing-masing.
Novel boyband ini tidak hanya fokus membahas boy/girlband, tapi juga fokus ke pekerjaan seorang manager idol atau boy/girlband. Kak Felis dengan begitu detail menjabarkan bagaimana pekerjaan seorang manager boy/girlband, sehingga aku semakin paham jobdesk mereka. Aku suka dengan cara Kak Felis menghadirkan konflik demi konflik dalam novel ini. Konflik-konflik dalam novel ini benar-benar related dengan kehidupan di dunia entertainment di China, Korsel dan Jepang. Dari pemecatan salah satu member karena scandal perkelahian, plagiat karya, sampai kisah asmara di antara member boy/girlgrup serta staff di agensi.
Alurnya yang sat set sat set dan penggunaan POV orang ketiga serbatahu sangat cocok untuk novel ini. Membuatku sebagai pembaca tidak merasa bosan karena meski alurnya sat set sat set, tapi semuanya masih realistis dan pas. Sudut pandangnya yang dipakai pun membuatku mengetahui sesuatu yang terjadi dalam novel ini dari pandangan setiap tokoh, membuatku lebih paham dengan apa saja yang terjadi dan ikut merasakan apa yang dirasakan setiap tokoh. Novel ini ditulis dengan gaya buku terjemahan, tapi tidak ada kesan kaku ketika aku membaca kisah Dufei, dkk. Bahkan, aku merasa narasinya sangat enak dan mudah dipahami.
Membaca novel ini berhasil membuatku terharu, kagum, bangga dan juga kesal karena ulah beberapa tokoh. Tokoh dalam novel ini terbilang lumayan banyak, tapi mereka punya ciri khas masing-masing yang membuat karakter mereka kuat. Aku suka dengan perkembangan para tokoh inti dalam novel ini. Tokoh yang kusuka jelas saja Dufei. Dia ini tipe tokoh yang mudah disukai, bagaimana tidak? kebaikan hati, perhatian, kesetian, dan pengorbanannya membuatku kagum sama dia.
Para tokoh inti dan pendukung dalam novel boyband tidak hanya diciptakan dengan kelebihan saja, mereka tentu saja memiliki kekurangan masing-masing yang membuat mereka terasa nyata. Tokoh yang kubenci jelas si plagiat karya dan penyebar aib, serasa pengen banget kusiram mukanya pakai air yang dicampur tanah saking gregetnya. Aku suka dengan interaksi yang terbangun di antara Dufei dan anak asuhnya karena bisa dijadikan contoh oleh pembaca bagaimana memperlakukan seseorang, bagaimana mengayomi orang yang bekerja dengan kita.
Sama dengan cara memunculkan konfliknya, Kak Felis juga dengan halusnya menyelesaikan setiap konflik yang ada. Jadi, ketika ending benar-benar tidak ada perasaan yang mengganjal dan bertanya-tanya. Semua masalah clear dan membuatku sebagai pembaca lega sekali.
Dari novel ini, aku ikut berkenalan dengan para ahli di bidangnya, seperti John si ahli menata rambut, Chen Laoshi si guru vokal dan Junhao si ahli koreografi. Meski tidak begitu dalam dibahas dalam novel ini, tapi mereka bertiga dan keahliannya cukup membuat pembaca berkenalan dengan pekerjaan baru serta mendapatkan ilmu pengetahuan baru.
Tidak hanya membuatku kenal dan paham dengan keahlian serta beberapa pekerjaan yang berkaitan dengan dunia entertainment khususnya di dunia tarik suara, aku juga mendapat ilmu baru tentang arti warna, jenis bunga dengan karakter seseorang, tentang metode menghafal koreografi, dan juga tentang promosi atau branding suatu produk atau keahlian.
Novel boyband ini juga punya begitu banyak pesan moral yang disampaikan dengan bahasa yang tidak menggurui, aku belajar banyak hal dari novel ini, aku belajar untuk tidak mudah menyerah dengan impianku, belajar untuk tidak plagiat atau mencuri karya orang lain, belajar untuk berani mengakui kesalahan, belajar bertanggung jawab, belajar memahami dan menurunkan egois tentang aturan yang ada kalau aturan tersebut juga bisa berubah demi kebaikan bersama, belajar untuk berhati-hati dalam berbicara terutama hal yang sangat rahasia, belajar menahan amarah, belajar untuk legowo dengan keputusan yang ada, belajar terbuka dan tidak malu untuk terus berlatih, belajar untuk mengungkapkan isi hati, belajar untuk mendukung impian anak selama impiannya masih hal yang positif dan tidak memaksakan keinginan kita yang bisa saja membuat anak stress dan terpaksa, serta masih banyak lagi moral value lainnya yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Aku suka dengan cover novel ini karena begitu menggambarkan judul serta isi novelnya. Bahkan, layout novel ini juga nggak kalah menarik dan cantik, membuatku semakin enjoy ketika membaca novel ini. Kak Felis juga tidak lupa menyelipkan beberapa Bahasa China yang familiar di dengar oleh pecinta Drachin (Drama China) dan juga diberi footnote agar orang yang tidak familiar dengan Bahasa China jadi mengerti.
Jujur ketika membaca kisah Dufei, dkk, sebentar-sebentar aku merasa seperti terlibat langsung atau menjadi salah satu tokohnya dan beberapa detik berikutnya merasa seperti menonton drama yang mengisahkan tentang boy/girlband dengan managrnya. Nggak hanya itu, aku dibuat ngiler ketika ada scene tokoh dalam novel ini sedang makan hot pot, rasanya aku juga ingin makan hot pot dan jadi teringat dengan Renjun member NCT yang lahir di Jilin (Tiongkok) karena dia gemar sekali makan hot pot.
Aku rekomendasikan novel boyband ini untuk kalian yang ingin mengenal dunia boy/girlband, buat kalian yang ingin tau seluk beluk di dunia agensi atau dunia entertainment, buat kalian yang suka baca novel yang membahas boy/girlband, buat kalian yang seorang fangirl atau fanboy, buat yang suka baca novel dengan gaya terjemahan, tapi narasinya tidak kaku.