Limitless merangkum kisah manis dan pahit Nadhira Afifa dalam meraih cita-citanya. Mulai dari masa-masa terendahnya sewaktu berkuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, hingga ia bangkit dan mengantarnya pada salah satu momen terbesar dalam hidupnya--berkuliah di Harvard University, salah satu perguruan tinggi terbaik di dunia. Namun, hal itu tidak mudah.
Berbagai peran sebagai seorang anak, istri, sekaligus pelajar penuh ambisi menjadi salah satu rintangan terberatnya selama di Amerika Serikat. Belum lagi, rasa ketidakpercayaan dirinya di tengah-tengah mahasiswa brilian dari seluruh dunia, kekhawatirannya terhadap Islamophobia, hingga keinginan besarnya untuk berprestasi, menjadi beban yang harus ia pikul.
Berbekal kerja keras dan keinginan yang kuat, Nadhira membuktikan kemampuannya dan berhasil mewujudkan cita-citanya satu persatu.
Sudah lama penasaran sama ceritanya Nadhira yang sempat ramai sekali di media sosial dan bikin merinding lihat videonya menjadi valedictorian di kelulusan Harvard tahun lalu.
Nadhira bercerita secara detil, dan alurnya mengalir membuat saya merasa ada di dalam cerita tersebut. Part favorit saya waktu Nadhira pertama kali menemui kegagalan saat mendaftar ke Harvard kemudian memutuskan untuk bertugas di Lombok. Saya sangat mendapatkan insight yang sangat berkesan secara personal, tentang bagaimana Tuhan memberikan ujian dan memberikan hikmahnya kepada manusia berbagai macam pengalaman hidup yang dialami. Apa yang diinginkan dan kemudian diberikan kepada manusia diberikan di waktu yang tepat seringkali tanpa kita sadari.
Tepat sekali membaca cerita pengalaman Nadhira ini di waktu saya merasa helpless dan membutuhkan banyak insight untuk bisa semangat meraih yang saya inginkan.
Namun kenapa bintangnya hanya tiga? Ada yang tidak terjawab mengenai bagaimana Nadhira bisa meraih yang ia inginkan menurut saya belum tergambar sangat detail. Saya yang medioker ini belum melihat cerita mengenai proses yang dilalui seperti berjuang untuk GRE yang super gila untuk bisa diterima di kampus Amerika Serikat atau bagaimana cara Nadhira bisa meraih banyak hal-hal yang sangat sulit untuk tergapai bahkan ketika melihat tulisan ini melalui sudut pandang beliau. Sampai halaman terakhir saya masih bengong melihat Nadhira mendapatkan kesempatan conference, menang hackathon, dan hal-hal luar biasa lainnya.
Anyway, saya merasa ini tetap luar biasak. Senang sekali bisa berkesempatan membaca buku ini. Semoga Nadhira melihat masukan saya ini dan bisa menulis cerita selanjutnya atau mungkin cerita proses lebih detil tentang tips belajar dan berjuangnya ya☺️
This book really bought the readers over roller coaster of emotions and experiences. But, it didn't fulfill my expectations about the 'turning point' or anything else 'failure-related', as it highlighted the achievements the writer got. But, still worth to read.
Pernah mendengar istilah "don't judge a book by a cover"? Menilai sesuatu hanya dari luarnya saja. Iya saya melakukan hal tsb pada buku ini. Maaf ya mbak ira. Awalnya saya pikir buku ini hanya sebuah buku motivasi pada umumnya, ternyata saya salah besar, buku ini lebih tepatnya sebuah novel ya novel seperti karya tere liye. Novel ini menceritakan kisah hidup Nadhira Nuraini Afifa, sang lulusan Harvard. Jadi, untuk siapapun yang penasaran dengan perjalanan, lika liku kehidupan Mbak ira menuju Harvard, saya merekomendasikan buku ini.
Jujur, membaca novel ini membuat bulu kuduk saya merinding dengan segala prestasi-prestasi yang dimiliki Mbak Ira. Tidak hanya merinding, Mbak ira jg berhasil membuat saya sebagai seorang pembaca meneteskan air mata. Ada beberapa bagian dalam novel ini yang menguras lumayan emosi saya:')
Namun sayangnya dalam novel ini Mbak ira tidak menjelaskan secara detail tahapan-tahapan apa saja yang ia lalui hingga benar-benar dinyatakan lulus di Harvard University, kampus impian saya, Mbak Ira hanya memberikan gambaran umum tetapi lumayan membantu bagi teman-teman yang berencana untuk mendaftar beasiswa melalui program pemerintah, LPDP.
Makasih sebesar besarnya saya ucapkan buat kak Nadhira karena berkat buku ini saya yang hampir putus asa sama perjalanan hidup saya yang telat di bandingkan teman teman saya dan mimpi mimpi saya yang ketinggian, saya jadi bisa bangkit lagi dan sadar kalo telat itu bukanlah sebuah maslah besar asal ada kemauan, usaha dan doa di setiap langkahnya. Saya juga sadar kalau sebenernya gaada mimpi yang ga mungkin. Makasih juga buat kata kata penyemangat dari mama kak Nadhira buat kak Nadhira yang ga bisa saya dapetin dari orang orang di sekitar saya yang sampai saat ini jadi hal utama yang saya ingat kalo saya pengen nyerah lagi. Jujur saya ga pernah punya idola selama hidup saya da kak Nadhira berhasil ngebuat saya mengidolakan seseorang di hidup ini. Sayang ada sedikit hal yang di kasih tau kak Nadhira dalam buku ini tapi ga sempet kak Nadhira ceritain lebih lanjut seperti perjalanan kak Nadhira kuliah sebulan di Jepang, cerita kak Nadhira dalam tes GRE nya dll yang ngebuat saya penasaran bangettt. Tapi ga apa apa saya tetep sukaaaa <3<3<3<3<3
Rasanya ini buku yang paling ngangenin setiap berhenti baca, selalu penasaran sama halaman-halaman selanjutnya. Omong-omong buku ini cocok banget buat anak kuliahan apalagi tahun akhir.
Inspiratif sekali, dari cara penulisan kak nadhira keliatan kak nadhira emang pinter banget—dan setelah buku ini ditutup, kita semua tau pinter kak nadhira beralasan banget; gigih, totalitas, dan dekat dengan keluarga. Gak terlepas peran mama kak nadhira dan pasha sebagai supporter hidupnya berpengaruh besar dalam hidupnya; dibalik kisah keren kak nadhira, ada orang-orang ini yang juga gak pernah hilang gigihnya untuk mendukung kak nadhira.
Mungkin cerita romance kak nadhira cuman 7-10% dari buku karna isinya lebih banyak ke karir kak nadhira, tapi kutipan yang gak kalah lucu di buku ini: “Bosen, nih, Pash, di kampus.” “Tapi, kan, kita ke Mesir.” “Kamu dari tadi aku telepon nggak angkat-angkat” “Tapi, kan, kita ke Mesir.”
Kebangun jam 11 malam laper makan dulu terus ga bisa tidur lg mulai baca tau2 udh subuh aja.
Sebenenya I can't relate soalnya setuju bgt klo jalannya mba nadhira mulus unlike my experiences towards my dream uuuuuh berliku2 meskipun mimpi aku ga sebesar mba nadhira.
Suka bgt kata2 nasehat mamahnya "yg menghalangi kita dr mimpi kita adalahfikiran kita sendiri", banyak meneteskan air mata karena betapa so sweet nya org tua mba nadhira dan jd bikin kangen bunda, disini part yg paling relate pas lg ngejar mimpi bikin ortu seneng lah yg jdi reward terbesar.
Setuju sama review yg lain step2 perjuangan kurang bgt diceritain nya apa karena takut kepanjangan ya ? Tapi itu yg paling aku nanti karena banyak disingkat makanya perjalanan keliatan makin mulus.
Meneteskan air mata pas cerita soal ortu dan soal jewish yg bantuin anter ke mushola 😭😭😭😭😭 so sweet Ya Allah
Baca buku Kak Nadhira serasa lagi baca novel fiksi hahaha tapi keren banget sih kok bisa ka Nadhira cerita se detail itu ya dan masing inget. Bukunya seru, sebagai yang baca bener-bener merasa mengalir gitu aja ikut dalam alurnya. Cerita hidupnya bener-bener lengkap, dari keluarga, temen bahkan kisah cinta kak Nadhira diceritain di buku ini. Btw setelah baca buku ini selalu kepikiran "Beruntung banget kayanya jadi kak Nadhira, punya keluarga harmonis yang selalu mendukung apa yang kak Nadhira lakukan, kisah cinta yang cukup mulus, temen-temen yang baik, dari segi finansial pun sepertinya lebih dari cukup" beruntungnya kamu kak:'). Yang kurang dari buku ini cuma satu, ga ada foto nya padahal banyak banget tempat yang Kak Nadhira kunjungi dan ceritain, saya rasa itu hal yang cocok buat menyisipkan foto-foto biar bukunya lebih hidup lagi, jadi kita ga terbayang-bayang sendiri 😅
• Positive Vibes! • Layout-nya enak dibaca • Gaya penulisannya kayak diceritain langsung. Aku ngerasa nonton dokumenter dalam bentuk verbal. Nah, istilah apalagi deh ini. • Inspiratif banget. Kak Nadhira ini bukan cuma pinter, minat belajar dan mencari pengalamannya tinggi banget. • Diselingi cerita love life. Slight aja tapi lucu. • Goosebumps all the time! Kak Nadhira juga menyertakan teks e-mail waktu diterima di Harvard dan lolos di Columbia dan menang ini itu. Ikutan bangga. • Atmosfernya hangat. Aku suka waktu Kak Nadhira nyeritain tentang keluarga, terutama Mamanya. Deket dan suportif banget. • Harus baca banget buat kalian yang pengen dapet inspirasi dan penasaran rasanya kuliah di luar.
“Dream high, because our only limit is our minds”, an important value of life doctor Nadhira’s mom always told her, the reason she could be the person she is now.
Limitless menceritakan perjalanan dr. @nadhiraafifa yg membawanya menjadi representasi Indonesia di salah satu universitas terbaik Dunia, Harvard. Tapi siapa sangka perjalanan itu diawali dari kegagalannya di bangku kuliah, saat Ia dinyatakan tidak dapat wisuda tepat waktu krn tidak lulus di modul kardiologi.
Bangkit dari kejadian cukup traumatis itu pada akhirnya menjadi lompatan yg membawanya terbang lebih tinggi lagi. Tentu tidak semudah kelihatannya, she thru a lot, sama seperti manusia pada umumnya Ia pernah jatuh, pernah merasa pesimis dan insecure, bahkan pernah diremehkan.
Ada banyak hal yg aku suka dari buku ini, tapi yg menjadi highlight paling penting adalah dr. Nadhira memiliki prinsip hidup yang teguh, diantaranya adalah Konsisten dan Persisten.
Melalui buku ini kita mengetahui bahwa Ia sangat konsisten meraih mimpinya, let me tell u some examples—mengerjakan 600 soal UKMPPD setiap hari, menyiapkan 100 soal wawancara LPDP, menyiapkan personal statement dgn puluhan revisi selama 1 tahun even sebelum pendaftaran Harvard dibuka. She’s a definition of hard-work! so, here we learn, great person isn’t born, they shaped.
I really recommend this book to everyone, buku ini sangat membuka wawasan kita, ini merupakan salah satu buku self-improvement terbaik yg pernah kubaca.
Seperti judulnya, buku ini benyak mengajarkan untuk tidak memberi limit (batas) terhadap mimpi-mimpi yang kita punya. Limitless berisi perjuangam dr. Nadhira Afifa dalam melanjutkan studi di Harvard University. Baik perjuangan dari segi akademik yang meliputi persiapan berkas beasiswa, maupun persiapan secara mental. Awalnya kak Nadhira cukup takut untuk study abroad karna hijab yang ia kenakan dan ketakutannya terhadap Islamophobia. Namun, ternyata banyak yang menyambut baik kak Nadhira bahkan ia terpilih menjadi perwakilan angkatan untuk speech saat graduation. To be honest, she is so inspiring. Hal yang membuat aku tertarik untuk membeli bahkan mengikuti pre-order buku ini adalah karena kak Nadhira mengambil jurusan yang sama seperti saya yaitu Kesehatan Masyarakat.
Limitless Oke, this book makes me want to study abroad so much! I love this book. I just finished it in three days because I got this firm and that “I will never give up on my dreams” spirit selain menceritakan kisah ka Nadhira mengejar mimpi, di buku ini juga menceritakan mengenai life lessons seperti “pentingnya bersyukur ” “jangan merasa paling menderita disaat ditimpa masalah” dan masih banyak lagi, di buku motivasi ini juga disinggung sedikit mengenai love life ka Nadhira yang sangat diimpikan most of the people! Ka Pasha yang sangat support terhadap ka Nadhira dan tidak menghalangi ka nadhira untuk bermimpi bahkan tidak merasa insecure( is a dream right to have a long-life partner like that?!). This book made me realize how much knowledge I still didn’t know (ofc humans need to learn every day). Ka Nadhira, thank you for creating this book! I can’t wait for my “almost adulting” to come to my hands hihi
Saya termasuk pembaca yang ingin tahu bagaimana Nadhira bisa lolos ke Harvard School of Public Health. Karena yang kita tahu, nggak mudah untuk tembus salah satu Universitas terbaik di dunia ini. Saya menikmati buku ini dan menemukan jawaban bahwa peran keluarga dan teman terdekat sangatlah penting bagi kesuksesan seseorang.
Tapi sayangnya, saya merasa part di HOW nya (again, bagaimana bisa tembus HSPH) terasa kurang. Kalau ada foto2nya untuk menjelaskan cerita saat tour ke kampus atau saat pembelajaran pasti akan lebih cool! "Yang membatasi mimpi kita, terkadang adalah pikiran kita sendiri."
Buku ini benar-benar mengajarkan pembaca untuk punya mimpi setinggi-tingginya. Tidak ada yang tidak mungkin kalau kita punya strategi dan bekerja keras. Jangan hiraukan orang lain yang menganggap remeh mimpimu hanya karena kamu menjadi "beda" dari orang pada umumnya. Dalam perjalanannya pasti ada banyak rintangan, yang penting adalah bagaimana kita menyikapinya. Serta yang terpenting menurutku adalah poin-poin kekeluargaan yang benar-benar penulis tunjukkan di buku ini. Salut untuk Kak Nadhira. Terimakasih sudah banyak menginsiprasi :)
From my perspective, i've learned a lot from the story that written by Kak Ira. She's an adorable woman who's concerned in medical/public school issues. How she's pursue her master degree in Harvard was really a fascinating story.
Through the ups and down of learning process. She has been approving that the most important thing is to always keep strugling and ain't afraid for taking any chance. A deep message deliberately sent from page to page. A recommend book to read! 🌟
Self-improvement book yang pembawaannya bener-bener santai kayak baca novel remaja karena bahasanya yang super ringan. Bukunya tidak terkesan menggurui, she brought me to the story like I was there with her padahal belum pernah ketemu LOL. But one thing she should explain more, tentang perjuangannya bisa dapat apa yang dia inginkam gak terlalu dijelasin. But I’d still give 5 stars to this book and maybe I want to re-read hmm.
Dalam buku ini, aku dapat banyak informasi baru yang sebelumnya belum pernah aku dapatkan. Walaupun buku ini termasuk kategori autobiografi tentang perjalanan Kak Nadhira mengejar mimpi-mimpinya, tapi banyak banget moral value, trivia tentang Harvard, dan banyak hal lain yang bisa membuat berpikir lagi tentang dunia dari perspektif orang lain.
I'm so glad, finally I can read this book.
Sangat aku rekomendasikan untuk temen-temen yang butuh motivasi untuk mengejar mimpi-mimpi besar kalian.
Gaya penulisannya sederhana, mudah di pahami. Perjalanan akademis penulis cukup tergambar, namun memang tidak mendetail. Pada beberapa chapter, cerita seperti dibuat menggantung, sehingga saya merasa memiliki beberapa pertanyaan tentang chapter tersebut. But overall, buku yang cukup ringan untuk dibaca sambil beristirahat.
Kisah yang menarik, bisa menjadi rujukan dalam untuk orang-orang yang memperjuangkan mimpinya. Hal yang masih gantung selama aku membaca ini mungkin bisa dikisahkan lebih detail dengan narasi yang tepat bagaimana sang penulis menggapai semua hal hebat itu dengan tentu perjalanan yang tidak mudah, dan aku juga tak bisa menggubris bahwa priviliage juga menentukan jalannya kisah ini.
Inspring bgt. Walaupun aku masih merasa kurang karena beberapa part ga dijelasin secara detail, tapi tetap berasa bangganya meskipun aku ga kenal kak nadhira secara personal. Bayangin diri sendiri ada diposisi itu juga membuatku merinding sendiri. Pengen banget ikutin perjalanan kak nadhira yang luar biasa iniii
Perjuangan ka Nadhira lulusan harvard yangg berhasil ngasih speech waktu graduation dari gimana struggle kuliah FK dan kegagalan yang ternyata membawa 'celah' sampe internship juga tiba-tiba kepikiran kuliah di Harvard.
Pembawaan ceritanya ringan dan ga kaku, jadi termotivasi <3
another great autobiography books by one of Indonesian author as well as medical doctor, i love the way she explained her ups and downs through this book, but i think the whole narration of the book was kinda being rushed (?) so while reading it, i felt like i was running
This entire review has been hidden because of spoilers.
In terms of writing, lebih suka tulisan Nadhira daripada gitasav. In terms of content, lebih banyak pelajaran hidup dari rentang kisah daripada ini. At least untuk aku yang gapunya privilege sebanyak Nadhira.
Baca ceritanya nadhira membuat saya kangen masa kuliah. Kuliah, nugas, ngemol :)) Suka sekali dengan dua value penting yang ditunjukkan di sini, komitmen dan konsisten.