When the puppet master meets the puppet master. All of you have been tricked. They don’t seek attention, praise, or love. They just want your loyalty to bring them to the top.
Elgar Birendra, sang aktor jenius yang sejak awal ditetapkan sebagai tokoh utama pria di film Estuaria. Lewat program acara Finding Estuarian, ia memiliki tugas untuk memutuskan siapa aktris yang pantas menjadi lawan mainnya.
Felli Kusuma yang ceria, Arin Putri yang dingin, serta Katyana Magani yang anggun. Ketiganya merupakan tiga aktris terkenal yang akan memperebutkan peran sebagai Grisha, sang tokoh utama wanita. Namun, hanya ada satu orang yang benar-benar berhasil mengusik Elgar. Seseorang yang diam-diam memiliki kebusukan sama seperti dirinya…
Bintang dariku seharusnya cukup sebagai acuan, tapi SUMPAH BUKU INI PERFECT BUATKU!!!
Wkwkwkwk maaf, nggak sanggup sans. Wajib ngegas. Gilaaaa, histeris banget sepanjang baca. Karakter? Cek. Plot? Cek. Gaya nulis? Cek. Chemistry? CEK!!! Parah, tiap penutupan bab juga kayak lagi digaplokin. Seheboh itu? Iya.
The Paragon Plan menceritakan tentang proses audisi aktor/aktris untuk sebuah film yang diadaptasi dari novel berjudul Esturia. Nah, audisinya ala reality show selama beberapa bulan dan disebut Finest: Finding Esturian. Pemeran utama cowoknya sudah ada, yaitu Elgar (demen banget namanya, woi!) dan PR-nya sekarang mencari lawan mainnya. Ada Arin, Felli, dan Katyana (demi apa pun namanya Katyana ini cantique bingits 😭). Dimulailah kisah pencarian pemeran utama cewek dengan banyak bumbu dan lika-liku. Tapi tenang, nggak ada cinta segi-segi di sini. Makanya aku suka banget. Kadar romantisnya tipis, tapi lengket kayak bekas kunyahan permen karet. Masa aku kejang-kejang mulu tiap si Elgar ngegombal. Kacau 🤣🤣🤣
Secara substansi, aku sama sekali nggak menemukan apa pun yang ingin kuganti. Teknis sih masih ada beberapa yang harus diperbaiki. Sementara teknik menulis penulisnya, semua jempol di bumi kukasih deh. Sekeren itu? IYA! Guys, jam terbang nggak bohong. Dari layer tiap karakter aja udah kelihatan canggihnya Kak Aranindy ini. Terus tricky loh bikin cerita di dalam cerita, tapi di sini takarannya pas. Segalanya terjadi dengan perencanaan matang. Astaga, kapan kali terakhir aku se-excited ini sama novel lokal tanpa banyak cingcong? Dan Elgar-Katyana ini goals banget 😭 dari awal aku ship mereka soooo hard. Dan memang mereka itu complementing each other. Duh, kapan bisa nemu yang kayak Elgar? Soal catat mencatat tanggal itu juga sukses bikin jegar-jeger. Menyublim aku! Ambyar!
Sangat kurekomendasikan buat kalian yang mau baca romance menggemaskan sekaligus menyenangkan.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Aduuh aduuh, sekarang pling lama baca ini. Dan untuk pertama kalinya aku sadar kalau mereka itu least fav couple bersiki, wkwwk. Klo hrus urutin 1-4, urutannya, 4-1-2-3. Wkwkwk. Terus baca ini, aku makin sayanh Sarah, huahahahaha. Dan Tasya adalah perwakilan suara hati netizen, wkwkwk. . . .
Update reading 24 April 2022
Masih suka, masih speechless, dan aku bru ngeh pilihan doi masuk semua. 😂
. . .
Aaaaaaaaaaaa seru pake banget banget.
Transisi kedua ceritanya tuh enak banget ih. Padahal kadang suka rooming kalau di satu halaman pindah2 adegan, tapi ini gabungin cerita inti TPP sama Estuaria-nya smooth banget. Terus ini tuh ya feel-nya kerasa banget. Aku bahkan bukan baca Estuaria tapi malah berkaca2 sama ceritanya. Padahal kan bukan cerita initi woooy ini, wkwkkwkw.
Terus aku pas baca ini jdi mkirin siapa aktor di Indonesia yang kyak Elgar, wkwkwk. Siapa juga yang kayak Katyana. Gila sih mereka keren. Aku jadi inget Junho yang dia tinggal di kumuh, makan pake makanan kosan buat acting di drama Just Between Lovers. Itulah actor sesungguhnya ya pasti.
Oke, lanjut ke cerita ini. Beda sama dua cowok sebelumnya yang enggak banyak nyekil, Elgar ini nyekil mulu tolooooong, wkwkwk. Tapi enggak chessy, tetep manis dan bkin senyum2. Hahahahaha.
Terus scene Katyana yang ngerem diri di kamar. SUMPAH ITU MERINDING BANGET OY!! Gila ya cuy totalitasnya no kaleng2.
Udahlah segitu aja, otakku masih spanneg. Hahahahaha
Jujur aja pas baca seri ketiga Broadcasting Series ini aku punya ekspektasi yang tinggi karena rating dan review-nya pada bagus-bagus. Udah gitu blurb-nya juga bikin penasaran banget!
Tapi setelah 3 hari berturut-turut baca seri BS ini, aku nggak menemukan sesuatu yang istimewa. Plotnya oke. Novel/film Estuaria sebagai pendukung cerita juga bikin penasaran. Tapi ada terlalu banyak tokoh (aku sampe baca scanning di beberapa bagian karena agak boring), meski yang menonjol tetap tokoh-tokoh utamanya.
Terus yang buat aku merasa nggak ada yang istimewa, mulai dari The Supernumerary Project, The Antagonist Program sampai The Paragon Plan ini, tokoh utamanya hampir mirip. Ini subyektif banget sih memang. Tapi dari buku pertama sampai ketiga, pendekatan male lead-nya nggak ada yang baru. Mereka sama-sama pria idaman yang tampak susah diraih tapi ternyata semudah itu suka sama female lead. Ini soal selera aja sih ya. Pas baca TSP aku masih kesengsem sama Aydan yang ngejar-ngejar Rayne karena di matanya cewek itu berbeda. Terus di TAP Galen juga sama, pandangannya ke Elora berubah total karena ternyata cewek itu berbeda dari yang dia kira. Lalu di TPP, ada Elgar yang menyadari bahwa Katyana juga beda dengan image yang selama ini ditampilkannya. Ketiganya jatuh cinta pada female lead dan mendukung mereka dengan cara sendiri. Chemistry mereka memang oke, but that’s all, nothing new.
Setelah baca ketiga bukunya dalam waktu yang berdekatan, ada semacam rasa hambar yang aku rasakan ketika mengikuti kisah mereka, terutama di bagian romance-nya. Tapi eksekusinya tetap harus diacungi jempol. Meski udah ketebak banget alurnya kaya gimana, eksekusinya itulah yang penting. Penulis berhasil bikin pembaca penasaran gimana dia mengeksekusi masing-masing ceritanya. Apalagi di TPP ini kerasa banget karakter tokoh-tokohnya kuat, audisi dan akting mereka bukan sekadar tempelan semata. Kita bisa mengenal mereka dan bagaimana mereka begitu serius mengejar impian.
Ini murni penilaian pribadi ya, no offense. Aku suka seri ini, pas banget buatku yang lagi butuh bacaan ringan. Nggak mengecewakan, tapi nggak terlalu special juga. But I won’t think twice to read another book from this author!
This entire review has been hidden because of spoilers.
This is such an interesting story. Jujur the two mcs are not my fav kind of characters if they are alive as a real person, karena mereka adalah orang-orang yang cenderung punya dua personality atau seakan-akan memakai topeng, well its normal if you are an artist tho, but still…
Tapi dari buku ini aku belajar ternyata ada orang-orang seperti itu dan gak semuanya punya maksud buruk. Cara berpikir mereka yang strategist dan cepat beradaptasi adalah dua dari sekian banyak sifat yang aku suka. Dari cerita ini aku belajar pemikiran dan approach manusia yang sepenuhnya berbeda dari caraku, tapi goalsnya sama.
Melihat masalah dari berbagai sudut pandang adalah hal yang sangat aku syukuri dapat ku pelajari dari membaca. Especially, membaca buku buku ini.
I cried so much when Katyana lock herself in the bedroom trying to feel how to be Girsha. It truly breaks my heart into pieces.
Plot yang matang dan eksekusi yang tepat dari Aranindy membuat ceritanya semakin hidup and I’m falling completely into it.
Karya pertama yang aku baca dari penulis Aranindy. Suka. Waktu dipertengahan aku udah nebak novel ini akan jadi favorit baruku. Nggak cuma tulisan yang bikin nagih, pengen terus baca, plot yang dibuat meski bukan hal yang baru tapi penulis berhasil bikin tokoh yang likeable dari pertama sampai ending. Jadi, mau baca seri broadcasting lainnya
Ahhh Elgar and his subtle help to Katyana is everythinggg! He is a very professional actor and for once, Aranindy's less emotional male lead (so far). Aku suka bagaimana Aranindy mengupas casting to film in competition format. I feel like her writing style is growing compared to her previous books. Aku suka bagaimana Katyana build the character of Gisha dengan method actingnya yang dijelaskan secara menarik oleh penulis. Jadi kita gak cuma melihat karakter utama dari buku ini tapi juga karakter dari film Estuarian.
Ah sejauh ini Elgar dan Katyana menjadi favoritku (padahal aku pikir Elora dan Galen akan bertahan) bagaimana dengan buku selanjutnya? Jadi penasaran hahahaa.
Akhirnya bisa membaca novel BS#3 ini via GD. Masih bertema Reality Show, tapi yang satu ini jelas berbeda.
Sarah, produser The Chosen One (baca The Supernumerary Project) ditunjuk kembali untuk menampilkan sebuah acara reality show. Dengan kesuksesan Sang Ratu Pilihan (baca The Antagonist Program) di Soma TV, Sarah harus berpikir keras menyajikan hal yang baru dan berbeda. Sarah kemudian mengajak sahabatnya, Gisel penulis Estuaria, novel laris yang akan diadaptasi menjadi film. Sarah dan tim membuat acara Finding Estuarians atau Finest, audisi mencari pemeran film Estuarians.
Elgar, salah satu juri sekaligus pemeran utama pria, akan memilih satu dari tiga aktris untuk memerankan Grisha, pemeran utama wanita. Ketiga aktris itu akan dikarantina selama empat bulan bersama finalis pemeran pendukung lainnya. Dari ketiga calon pemeran Grisha, Katyana mendapatkan perhatian khusus dari Elgar. Di layar kaca dan media sosial Katyana dikenal sebagai aktris berhati malaikat. Tapi di balik semua itu, Katyana adalah seorang puppet master. Hal itu mengejutkan Elgar, dan membuatnya penasaran untuk mengenal Katyana lebih jauh.
Aranindy selalu memberikan kejutan pada setiap sajian di Broadcasting Series. Dalam acara Finest ini, bukan hanya menampilkan proses audisi semata, tapi ada intrik persaingan antara sesama pemerannya. Saya suka dengan karakter Katyana yang bukan saja berusaha mempertahankan image-nya sedemikian rupa, tapi juga karena dia mau lebih banyak belajar. Bagian paling menyentuh adalah ketika Katyana dengan totalitasnya berusaha memahami karakter Grisha yang notabene adalah seorang gadis buta. Sementara itu Elgar, tokoh pria yang nyaris sempurna, bisa dibuat berkali-kali terkejut karena pertahanannya ditembus oleh Katyana. Tapi Elgar tetap berusaha tampil sebagai seorang profesional.
Biasanya saya bakal sering bingung kalau dalam sebuah novel ada banyak sekali tokohnya. Tapi anehnya, tidak berlaku dengan Broadcasting Series karya Aranindy ini. Saya malah merasakan sensasi menonton alih-alih membaca. Dan kemampuan Aranindy menghidupkan setiap karakter mulai dari tokoh utama sampai kepada tokoh pendukung itu patut diacungi jempol. Belum lagi analisis-analisis yang kadang membuat saya berdecak kagum.
Ohya, selain diproduksi oleh Soma TV, ada benang merah lain yang menghubungkan antara BS#3 dengan dua buku sebelumnya. Ternyata Aydan dan Elora adalah sahabat dekat Katyana. Masih ada 1 orang lagi dalam lingkaran persahabatan mereka yaitu Felix. Kalau Sarah sudah pegang 2 acara reality show, harusnya Yuni, produser SRP juga dikasih kesempatan lagi ya... Semoga series ini masih ada lanjutannya.
"Puppet master kalau lagi beraksi serem abis. Seriously, I don't want to be your enemy." —Katyana, pg. 386
Pantes belum reviu dengan benar buat buku ini, even kali kedua dibaca pun kesannya nggak berubah.
Soma TV menghadirkan program baru dengan konsep docusoap, Finding Estuarian; mencari para pemain film alihwahana dari novel best seller, Estuaria, melalui audisi. Gisel, sang penulis novel, sejak awal telah memutuskan Elgar sebagai karakter pria utama dan mengikutsertakannya dalam pemilihan sebagai juri. Tugas Elgar selain menilai para karakter pendukung juga harus mencari pasangannya, seseorang yang akan berperan sebagai Grisha.
Buku ini bikin capek—in a good way. Pertama, dua karakter utamanya punya layer yang dari awal nggak bisa dilihat gitu aja. Image mereka di depan kamera (dan di depan banyak orang) jelas berbeda dengan karakter aslinya. Yah, awalnya aku sempat ngira kalau Katyana itu aktris yang anggun dan dewasa (secara harfiah dia juga yg paling tua dari 3 kandidat Grisha), tapi ingat lagi sebutan "puppet master" di sini. Karakter lain pun begitu, layer-nya dibuka satu per satu. Jadi yang awalnya udah curiga atau posthink bisa aja nggak begitu akhirnya.
Kedua, masih soal capek adalah faktor switch peran. Bayangin, buku ini sendiri udah fiksi, tapi pembaca dibuat memahami karakter yang dimainkan karakter fiksi. Otaknya mikir dua kali lebih keras, lol. Kalau dua buku sebelumnya bisa agak santai dan dibaca cepat, buku ini jelas punya perlakuan berbeda. Harus pelan2 supaya nggak ketuker yang di narasi barusan pemikiran Katyana atau Grisha? Berasa punya 2 FL.
Ketiga, plotnya bagiku halus, nggak ada yang bikin senewen atau masuk kategori nggak-dimasukin-nggak-masalah. Padat gitulah. Kalo masalah page turner udah jelas banget dari awal dibikin penasaran karena konsep acaranya beda dengan TSP atau TAP yang formatnya semacam survival gitu. Yang ini berasa kayak lihat para kontestan latihan akting aja.
Keempat, porsi romansa, komedi, dan lain-lainnya pas. Emang kadang suka gemes sama Elgar. Berulang kali batin, "Diem nggak lo!" saking gregetnya aaaaa. Puas banget ini jiwa fangirl-ku. 😭
Udah lah, makin panjang nanti malah makin ngaco ini reviu. Buku ini jelas sangat direkomendasikan. Wajib dibaca sekali seumur hidup.
Actual 4.5⭐ Buku ini FLAWLESS! Dibanding 2 buku sebelumnya, buku ini jauh lebih intens, full of twist, konflik2nya lebih seru, dan gaya penulisannya lebih matang. Tapi entah kenapa gue engga bisa memasukkan ini ke dalam list favorit gue atau 5⭐, i just can't and don't know exactly why 😄
Lewat buku ini gue banyak mendapatkan pengetahuan2 tentang dunia akting. Penulis betul2 mampu mendeskripsikan semua adegan dengan baik, khususnya adegan2 di tiap "show time", yg mana mereka diberi tantangan untuk memerankan peran masing2 di dalam buku Estuaria.
Kontes atau perlombaan selalu menjadi my top 1 favorit trope! Dan semua buku di series ini mengusung trope yg sama, yaitu kontes. Itulah yg menjadi faktor utama gue sangat menikmati semua buku di series ini, atau series ini menempati sesuatu yg spesial dan berkesan buat gue pribadi.
❝Bukan cuma kamu yang suka menganalisis, Katyana. When you're busy paying attention to other things, I'm here to watch over you.❞
Setelah sukses dengan The Chosen One dan Sang Ratu Pilihan, Soma TV mengambil gebrakan baru dalam reality show selanjutnya. Finding Estuarian (Finest) akan meliput proses pemilihan cast Estuaria movie—film dengan budget tinggi yang diangkat dari novel berjudul sama. Audisi dibuka untuk mereka yang ingin terlibat, termasuk untuk posisi tokoh utama wanita.
Di saat penulis novel Estuaria sejak awal menetapkan Elgar sebagai Vino yang merupakan tokoh utama pria, perebutan posisi untuk memerankan Grisha sebagai lawan mainnya berlangsung kompetitif serta tak luput dari drama yang semakin disukai oleh penonton.
***
Lagi-lagi, membaca The Broadcasting Series benar-benar seperti sedang menyaksikan reality show yang rela kuikuti saat masih sedang on going. Euforianya berasa banget!
Yang bikin makin "seru", selain talent-nya yang emang udah ambisius, didukung pula sama tim produksi yang hobi evil editing. Bisa banget nyenengin dan giring penonton buat berempati ke salah satu talent dan ngendongkrak di popularity votes—bahkan ketika skill mereka kalah dibanding yang lain. Rasa-rasanya kayak lagi nonton survival show Mnet 😂
Beda sama dua buku pendahulunya yang konsepnya nyari pendamping hidup, output The Paragon Plan ini adalah terpilihnya pemeran untuk film Estuaria, makanya butuh orang-orang profesional yang punya skill akting mampuni. Sepanjang cerita kita diperlihatkan gimana upaya masing-masing tokoh untuk mendapatkan peran yang mereka dambakan. Interpretasi yang berbeda dari masing-masing tokoh dalam menghidupan karakter dan adegan jadi poin menarik, apalagi ketika lihat sudut pandang Katyana tiap berusaha menganalisis karakter Grisha. Keren deh Aranindy gambarin kondisinya.
Aku juga suka chemistry Elgar dan Katyana. Elgar beneran mengamalkan prinsip keluarga Birendra—talk less do more. Terus nggak bisa dipungkiri cara mereka bersikap memancarkan sisi aktor dan aktris yang sudah punya pengalaman dan jam terbang tinggi. Tahu momen seperti apa yang bakal "menjual", tapi tetap tegas terhadap ruang yang mereka anggap privat.
Rasanya juga begitu dimanjakan dengan cameo singkat dari pasangan buku The Supernumerary Project dan The Antagonist Program!
Do i really really like this book? Yesss Kali ini agak beda. Masih sama-sama di antara orang2 kaya, tapi kali ini artis terkenal. Ceritanya casting mereka dibikin jadi reality show. Agak gimana sih, karena menurut saya kok jadi nge-spoil cerita filmnya bahkan sebelum diproduksi. Karena mereka emang ada bagian yg dibikin ga ada skenario film, tapi intepretasi cast-nya sendiri. Mungkin skenarionya sendiri akan berubah, but still, i think the actors and actresses' interpretation is already great.
But... Karena fokus ceritanya bukan di filmnya melainkan kedua tokoh utama kita sekaligus pemeran utama filmnya, otomatis menurut saya sih ga spoil the movie, justru perlu di spoiled filmnya biar ceritanya makin dramatis.
Setelah baca buku ke-3 ini, jadi sadar klo ML kita smua bucin ya dan FL kita semua ga geer dan dikejar2 sama ML kita wkwk.
Masih pengen banget ada interaksi antara Kat dan Galih, mengingat bagaimana Galih sesuai kriteria keindahan Kat, biar bikin Elgar makin mendidih karena dicoret sama Kat wkwkwkwk
Kak Aranindy ini bener-bener well written sekali ceritanya. Kemudian, gaya berceritanya walau plot driven tetap enak dan ngalir aja dibacanya. Terus world building ala reality shownya sungguh relatable dan memberi insight baru bahwa kita tuh jangan telan mentah-mentah tentang apa yg terjadi di situ.
Untuk chemistry Elgar-Katyana juga walau kurang banyak, setidaknya bagus dan believeable. Aku juga seneng Kak Ara di sini nunjukkin banget betapa smart dan liciknya si Katyana ini. Beneran main cantik buset banget dah ini cewek, mana layernya ditunjukkan perlahan pula. Jadi, pembaca pun paham dengan apa yg akan ditunjukkan Katyana. Terus aku acungi jempol buat transisi novel dalam novelnya, halus banget.
Well suatu karya tuh nggak ada yg sempurna, walau Elgar di sini karakterisasinya lebih bagus dibanding buku sebelumnya. Namun, sayang banget aku belum menemukan ciri khas dan lapisannya sedalam Katyana. Risiko cerita plot driven ya begini gaes, harus ada salah satu perkembangan karakter yg dianakduakan. Malah kru-krunya Finest yg menurutku masih terasa lapisan karakternya hem.
Still, ini masih sangat worth untuk dibaca. Aku menunggu karya Kak Aranindy yg lain ya.
Broadcasting series ga pernah gagal dan ceritanya selalu fresh, padahal dalam environment yang sama! Vibe buku ini tuh ngingetin aku sama vibe Aidoru no Sekai ni Yoroshiku di mana para pemerannya memiliki berbagai macam karakter dan tokoh utamanya selalu cerdas dan bisa melihat sesuatu dari sudut pandang lain yang unik serta memukau.
INI FRESH BANGETTT! Di banding 2 buku (Antagonist Program dan Supernumerary) Kak Aranindy yang aku baca sebelumnya, ini bener-bener paling make sense dan bikin surprise sama everysingle page sih. Kek bener2 ada mikirnya gituu. SUKA BANGET POKOKNYAAAA
SELESAI!! DAN GUE SUKA BANGETTT!!! INI BENER BENER SERU BANGET BANGET!!! SUMPAH BUKU INI KEREN BANGET!!! 😭😭😭😭😭
maaf kalo nge gas banget, tapi gue nulis review ini bener bener langsung setelah selesai baca The Paragon Plan yang bener bener bikin gue histeris sepanjang baca karena SEBAGUS ITU.
Dari mulai karakter? OKE BANGET. plot? GAK USAH DITANYA. gaya nulis? ENAK BANGET. chemistry??? 100!!!! GAK USAH DIRAGUKAN OKE BANGET. dan gue bakal bahas ini satu satu karena menurut gue HARUS.
secara ide cerita aja, The Paragon Plan ini udah menarik banget karena gak banyak novel yang ngangkat tema broadcasting dengan ngambil konsep survival show untuk nyari kandidat pemeran sebuah film. jadi, ini jelas jelas menarik banget.
yang paling patut diacungi jempol adalah, transisi dari cerita inti The Paragon Plan ketika masuk ke cerita Eustuaria itu SMOOTH PARAH! sama sekali nggak bikin bingung dan gak merusak jalan cerita. bisa bisanya Aranindy bikin cerita di dalam cerita dan sama sekali gak tumpang tindih. padahal kan gue lagi baca novel The Paragon Plan bukan Eustuaria, tapi gue bener bener ngerasa kayak lagi baca dua cerita novel di waktu yang bersamaan. lagi-lagi, hal ini sama sekali NGGAK mengganggu konsen gue tapi justru menambah nilai plus dari novel The Paragon Plan ini. kalo bisa, gue mau ngasih seluruh jempol di bumi buat Aranindy 👍👍👍👍👍
untuk gaya penulisan, kayaknya sama sekali gak ada yang perlu dibahas deh, karena gue se enjoy itu bacanya. untuk typo pun kayaknya gak ada deh. and of course, dialog antara setiap tokoh itu enak banget dibaca dan bikin gue sebagai pembaca ngerasa seolah olah jadi mereka, masuk ke dalam cerita sebagai karakter.
dan untuk karakter, gue harus kasih standing applause buat Aranindy karena berhasil membuat karakter sekeren ini dan bisa nge eksekusinya dengan sangat baik. dari mulai karakter support role, itu bener bener sempurna gak ada cacat. semua support role dikasih peran penting dan gak ada yang cuma sekedar lewat atau numpang. tokoh Tasya, Evelyn, itu gue amaze banget sih sama mereka. walaupun disini Tasya bukan tokoh yang jadi bagian dari kandidat Eustuaria, tapi karakter dia membekas banget di kepala gue. Evelyn apalagi. dia keren banget woy! waktu dia tiba-tiba langsung berubah jadi Jihan pas khawatir sama Kat, gila sih disitu gue merinding banget.
bahkan untuk peran yang cuma dapet bagian dikit aja tuh menurut gue sangat berpengaruh dan dialog mereka tuh bukan yang ‘nyampah’ atau terkesan gak perlu. kayak karakter Chaesarya, Erick, dan Leta yang cuma muncul sebentar aja itu dapet peran dan dialog yang bikin gue lupa kalo mereka cuma support role dan mereka punya peran penting di dalem novel ini.
dan buat pemeran utama, Kat dan Elgar, WOW. gue bener bener harus standing applause, kalo bisa, gue mau ngasih sepuluh jempol buat karakter mereka karena PERFECT. untuk Elgar, walaupun aslinya watak dia dingin, ketus, tapi ini sama sekali gak membuat karakter Elgar jadi buruk, justru di mata gue cowok ini sangat teramat PROFESSIONAL dan GREEN FLAG. kata kata manisnya itu lohhhh gak sekedar kata kata doang, tapi juga dibuktiin sama sikapnya yang GENTLE. bener bener talk less do more 😭👍👍 jujur aja gue nulis bagian Elgar ini masih deg degan dan pengen jerit saking cintanya sama karakter Elgar. PLEASE DEH NAMBAH LAGI LIST COWO FIKSI GUE 😭❤️❤️
dan buat karakter Katyana, SHE’S PERFECT. tipikal cewe alpha, dominant, girl boss, tapi gak mau dia tunjukin di depan publik karena menurut dia netizen lebih suka karakter cewe elegan berhati malaikat tipikal cewe cewe idaman masa kini. apalagi di bagian Katyana yang mutusin buat ngurung diri di kamar buat mendalami karakter sebagai Grisha, ITU KEREN BANGET WOY!!! gue merinding mampus. apalagi pas dia berhasil masuk ke karakter Grisha, GUE NANGIS. hati gue beneran ikut sesek. astagaa gue gak tau lagi gimana harus mengungkapkan kekaguman dan kecintaan gue sama karakter Katyana ini.
terakhir soal chemistry, UDAH DEH UDAH GUE MAU NGASIH NILAI 100 JUGA KAYAKNYA KURANG. semua karakter punya chemistry yang patut di acungi jempol karena gak ada yang flop. APALAGI BUAT PEMERAN UTAMA, WAH GILA BANGET BROO pdkt an mereka alusssss bangett 😭😭😭😭 Elgar-Katyana ini goals bangett 😭 ya Tuhan ini gue excited bangetttt nulis mereka!! Elgar ini bahaya banget sumpah jantung gue di buat porak poranda sama dia, apalagi perihal catat mencatat tanggal. GILAAA!!!! terus di bagian akhirnya Elgar masuk ke kamar Katyana pas lagi ngurung diri dan bilang, “Even if you don’t really need me, I’ll do whatever it takes to stand beside you.” -Elgar(hal. 343) wah kacau disitu gue langsung ngereog, meleleh, melebur, menyublim 😭😭😭 dimana yaa bisa dapet cowo kayak Elgar?????
dan buat Aranindy sebagai penulis, you’re really did a great job! and that’s why i rated 5/5 ⭐️ beserta dengan jempol sebumi dan standing applause for The Paragon Plan.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Akhirnya saya baca novel hampir 400-an halaman dengan sekali duduk lagi. Ceritanya ngalir banget masih sama kayak buku-buku sebelumnya, khas kak Aranindy.
Buku ini masih mengusung tema yang nggak jauh-jauh dari program televisi, tapi beda dengan sebelumnya yang lebih ke arah perjodohan, reality show di cerita ini lebih ke audisi dan itu yang bikin seru sih (walaupun ujung-ujungnya tetap ada cinta lokasi juga haha).
Cuma emang aura ketegangan dan kompetisi di buku ini kurang intens tapi saya suka soalnya less drama. Dan buat chemistry Elgar dan Katyana dapet banget, sebenernya ini yang saya cari di buku sebelumnya, couple yang nggak terlalu bucin tapi tetep bikin senyum-senyum.
Terus untuk penggambaran audisi dan acting mereka itu keren sih apalagi effort-nya Katyana buat mendalami peran Grisha, keren banget asli.
Mungkin ada beberapa miss kayak karakter pendukung di sini kurang menonjol dibanding buku sebelumnya karna di sini karakter utamanya terlalu ditonjolkan, dan ceritanya lebih serius. Terus I expected more buat plot-nya karna jujur sedikit bosan alurnya selalu predictable di dua buku sebelumnya dan ternyata di sini juga sama, but it's okay. Saya berharap untuk buku selanjutnya ada yang berbeda sih misalnya couple utama nggak nyatu atau hal lain yang lebih nggak ketebak gitu hehe.
Anyways, saya bakalan tunggu karya kak Aranindy selanjutnya!
Katyana-Elgar berhasil menempati posisi nomor satu couple tergemes versiku di Broadcasting Series!
aku beneran puas baca seri yang ini. baik Katyana maupun Elgar, keduanya sama-sama digambarkan dengan kuat: couple yang “bermuka dua” di depan media demi mempertahankan citra mereka. ditambah, dynamics mereka berdua gemes banget! karakter Katyana bener-bener digambarkan secara realistis, perjalanannya selama ikut casting Finest bener-bener digambarin struggle dan ups and downs yang dialamin, ngga dibikin beruntung mulu mentang-mentang tokoh utama. Elgar juga, jenius dan manipulatif (in a good way), alias bisa banget manfaatin situasi!
karakter-karakter pendukung lainnya juga beneran punya personality yang menonjol jadi gampang buat dihafal, ga cuma numpang lewat aja. seperti biasa, kayanya di setiap series ini pasti ada aja satu karakter nyebelin yang ternyata muka dua. di buku ini untuk pertama kalinya aku sebel banget sama crew Finest yang mementingkan drama >>> realita.
buku ini juga membuka pandangan aku tentang betapa susahnya berkecimpung di dunia perfilman. bener-bener perjuangan seorang aktor untuk mendalami karakternya itu sama sekali gabisa dipandang remeh. salut sama Katyana yang punya banyak perspektif terhadap karakter yang dia mainkan, jadi ngga asal terima jadi aja. Elgar juga keren banget karena bisa cepet beradaptasi dengan siapapun lawan mainnya. you guys are really meant to each other!
yang bikin aku suka banget sama buku ini tuh penggambaran karakter katyana ketika dia lagi mendalami peran grisha. merinding. approaching dia sebagai seorang aktris ke karakter yg dia perankan cakep banget! totalitas.
sebenernya formula tulisan buku ini persis dengan buku pertama dan kedua, character development-nya juga mirip banget, tapi karena ide variety show-nya masih fresh dan gaya penulisannya ngalir banget (si female lead ini cerdas banget gaya berpikirnya), pengalaman membacaku jadi seru. semacam angin segar ketika udah kebanyakan baca office romance berlatar scbd xD
Review pertamaku di GR. Sangat-sangat suka dengan cerita ini. 2 tokoh utamanya punya karakterisasi yang kuat. Kayaknya aku belum pernah baca Chicklit atau Romance yang konsepnya unik seperti The Paragon Plan.
Pembaca akan menemukan dua cerita di sini yang pertama cerita tentang para aktor yang sedang bersaing dalam audisi dan keseharian mereka, yang kedua adalah cerita tentang Grisha-Vino karakter fiksi dalam novel Best seller berjudul Estuaria yang akan diadaptasi ke layar lebar.
Pergantian cerita dari novel The Paragon Plan ke Novel Estuaria berjalan mulus, nggak ada tabrakan atau terkesan membingungkan. Ini buat aku berdecak kagum. Eksekusinya matang
Aku udah baca 3 seri Broadcasting Series, dan TPP ini yang paling aku suka. Aku nggak pernah kepikiran akan seseru ini membaca cerita yang fokusnya ke pembahasan akting. Banyak misteri dan teka-teki dalam naskah atau cerita Estuaria yang harus dipecahkan oleh aktor-aktrisnya. (Cara mereka menganalisis naskah cem detektif-detektif gitu, seru sih)
Romancenya juga manis sekali, baca ini bawaannya senyum-senyum terus. Nggak yang tiba-tiba langsung cinta gitu, ditunjukkan dari awal pertemuan mereka sampai akhirnya saling suka. Satu lagi yang aku suka, meski ini buku genre romance tapi konfliknya lebih ke perjuangan karakternya untuk meraih mimpi. Pekerjaan mereka sebagai aktor-aktris nggak cuma sekedar tempelan, bener-bener ditunjukkan kerja keras gimana mereka ngelewatin audisi dan karantina.
Cuma butuh satu kali duduk buat namatin ceritanya. Puas banget.
Aku selalu suka ide-ide penulis dalam broadcasting series ini. Dan bisa dibilang #3 ini adalah favoritku. Lebih intens. Penyampaian emosinya dapet banget. Apalagi waktu Kat ngurung diri selama seminggu itu loh, WOW. Tegangnya juga berasa banget. Aku bahkan sampai nutup bagian bawah halaman pas baca biar matanya gak jelalatan dan gak sengaja liat pemenangnya siapa.
Dan satu hal yang bikin aku frustasi adalah AKU JADI KEPINGIN BANGET BACA NOVEL ESTUARIA 😭 pingin baca kisahnya Vino-Griesha
Ini pertama kali aku kasih review buku. Sebelumnya, aku nemu buku ini karena ada rekomendasi dari base twitter yg bilang kalo series broadcasting ini seru untuk diikuti. Ini buku kedua yang aku baca, yang pertama The Antagonist Program, terus ini The Paragon Plan. Contrary to almost the majority of the reviews here, the book is boring. Agak ngerasa aneh karena orang2 bilang bagus, tapi aku sendiri harus ingat kalo membaca adalah pengalaman personal masing2. Dan aku ngerasa waktu baca buku ini yang harusnya enjoyable berasa torture.. sampai bingung mau kasih tiga atau dua bintang. Tokoh-tokoh di buku ini kayak punya mata batin yang tiba2 tau karakter masing-masing padahal belum kenal banget, jadinya aneh. Meskipun mereka aktor, tapi apa iya bisa sampai paham karakter orang seperti itu tanpa komunikasi. Mirip cenayang. Terus mereka tiba-tiba jadi kayak dislike satu sama lain kek apa sihhh maksudnyaa, yang satu tiba-tiba jatuh cinta out of nowhere. Chemistrynya nggak berasa dan alur mereka saling suka jadi nggak natural, aka maksa. Tapi ya okay dikasih tiga bintang karena penggambaran waktu actingnya menarik dan intense.
Imma be honest, that this was the least favorite out of 3 book I've read (this series) I haven't read the last one yet
I just feel like it's hard to engaged with the story and it's kinda boring the most time, it is however getting interesting after 300 pages, which was sad because the entire story only consist of 400 pages and if I have to wait until 300 pages to see a better plot then yea, no
The main lead, though they're not identical he seems like one dimensional character, similiar to the previous 2, it seems like the ML(s) are amidst different giving the same vibe like they're just one dimensional
I enjoy cringe stuff and romantic line, but in here it's kinda forced or misplaced, like the bond between the two main couple aren't there yet for the line to be put out, it feels like scattered in every pages