Semua berawal ketika Sarah Ranzley, seorang penulis muda, bercerita kepada seorang pria mengenai pengalamannya yang pernah berada di antara dua dunia; dunia sadar dan alam bawah sadar. Cerita berawal satu tahun yang lalu ketika Sarah hendak menerbitkan karya perdananya. Ia baru saja pulang dari pertemuannya dengan editor dan malam itu, ia jatuh pingsan tanpa sebab di apartemennya. Ia terbangun di sebuah kamar asing. Seorang lelaki berambut pirang kecokelatan yang mengaku bernama Aiden lalu muncul. Aiden bercerita bahwa ia tak sengaja menemukan Sarah tak sadarkan diri pada malam hari di sebuah gang dan ia meminta maaf telah lancang membawa gadis itu ke rumahnya karena khawatir sesuatu yang lebih buruk terjadi. Setelah sarapan dan mengucapkan rasa terima kasih, Sarah bergegas pergi dari rumah Aiden untuk pulang. Namun, yang ia temui justru mengejutkan. Ia tidak bisa pulang karena ia bukan berada di dunia tempatnya berasal.
Pertama-tama, aku dapat novel ini karena menang giveaway di Twitter. Dan rasanya seneng banget dong. Genrenya pun menarik dan kayaknya masih jarang novel lokal yang angkat genre ini (fantasi-petualangan). Jadi, diceritakan bahwa Sarah, seorang penulis (si tokoh utama) semacam masuk ke dunia lain gitu. Nah, di sana dia bertemu banyak orang yang tidak lain adalah para karakter dari salah satu cerita yang dia tulis. Singkat kata, petualangan dimulai sewaktu salah satu karakter buatan dia tuh nggak terima sama si Sarah ini, gara-gara takdirnya dibikin jelek. . . . Kesan pertama waktu baca buku ini adalah ... membosankan, tapi terburu-buru. Jadi, ada beberapa part nggak penting yang nggak mendukung isi cerita. Tapi di sisi lain, part pentingnya malah cepet banget gitu loh, tiba-tiba begini, tahu-tahu begitu. Dan banyak scene yang diulang-ulang, misal si tokoh utama cerita sesuatu sama tokoh lain, nanti dia cerita hal itu lagi ke tokoh-tokoh lainnya. Terus di lain kesempatan, mereka flashback momen-momen tsb yang sebenarnya nggak perlu.
Untuk gaya bahasanya khas terjemahan banget, bahkan sekilas lebih formal dan kaku. Jadi, feelnya kurang dapet. Dengan setting London plus negara fiktif Carvauvel, aku nggak dapat bayangan sama sekali soal KAYAK APA SIH LONDON SAMA CARVAUVEL ITU.
Terus si Sarah nggak bisa dibilang sebagai tokoh yang lovable, ya. Di bagian awal, dia cukup labil (tipe-tipe orang yang merendah untuk meroket gitu). Sebagai penulis, dia bilang novelnya jelek, tapi pas diterima editor senangnya minta ampun. Terus pas di depan temannya lagi, dia bilang novel tsb bahkan nggak bisa disebut sebagai sebuah KARYA. Hemm. Untungnya, menjelang pertengahan nggak begitu lagi kok (perkembangan karakter-karakternya kelihatan, itu poin plusnya). Justru, tokoh-tokoh lain semacam Aiden dkk malah lebih menonjol dan mudah disukai. Mereka mendominasi cerita dengan kemampuan ajaib masing-masing. Bahkan karakternya lebih hidup, mungkin sengaja kali ya ... mengingat mereka kan "tokoh novel" buatan si penulis.
Meski nggak bisa merasakan sisi deg-degan-nya buku ini, tapi tetep enak dibaca kok. Dan ... ya, endingnya ternyata begitu, pemecahan masalahnya pun se-sederhana itu (aku mikirnya kejauhan, mengingat seperti apa buku fantasi biasanya kan—penuh plot twist dan kompleks). Buku ini lebih cocok dibaca untuk mengisi waktu luang, karena temanya ternyata ringan, jadi bukan jenis buku yang bikin kita mikir.
Satu lagi, kovernya cantik banget. Kesannya dark, tapi tetep berwarna.
Quote favorit: Orang paling riang dan sering tersenyum terkadang adalah yang paling menderita. — hlm. 111
Banyak dialog, narasi, juga informasi yang repetitif sampai aku pembaca pun seringkali berpikir, "Loh, dia kan udah ngomongin ini tadi?" Ada juga beberapa dialog yang menurutku tidak perlu dan rasanya cuma jadi sekadar pengisi. Oh iya, gaya bahasanya. Aku sampai mengira ini terjemahan dari bahasa inggris karena ada beberapa dialog yang sepertinya diterjemahkan secara literal ke bahasa indonesia, seperti:
Konteks: Aiden merespon kaget terhadap Damore yang ingin pulang walaupun keadaan masih terhitung gawat "Permisi?" Aiden menyipitkan mata.* *yang kutangkap ini adalah terjemahan dari excuse me? tapi ketika diterjemahkan secara literal maksudnya jadi tidak tersampaikan, apalagi yang kurang familiar dengan penggunaan ungkapan tsb. dalam bahasa aslinya.
Konteks: Mereka sedang berencana bagaimana cara untuk membuat Sarah pingsan. "Bagaimana kita akan membuat Nona Ikal ini lewat?" Tanya Aiden.** **JUJUR aku gak paham maksudnya dan kenapa Cesar sampai merespon marah terhadap dialog Aiden tersebut. Akan lebih baik jika sekiranya memakai ungkapan gaul atau informal dalam bahasa asing ketila diterjemahkan ke bahasa indonesia harus disesuaikan juga dengan kultur dan tata bahasa indonesia yang ada supaya maksud dari penulis tetap tersampaikan.
Untuk alurnya sendiri cukup cepat dan tegas. Timeline-nya dibuat sepadat mungkin, hampir setiap kejadian setiap hari ikut dibahas walau sebetulnya ada beberapa yang tidak perlu dan agak di luar jalan cerita. Pengembangan ceritanya menurutku masih kagok dan pada beberapa bagian yang semestinya jadi klimaks, malah tidak seperti yang diharapkan.
Karakter yang ada di buku ini menurutku hampir semuanya dangkal, kecuali Aiden, bahkan Sarah itu sendiri. Aku pribadi kurang suka dengan Sarah, karakter utamanya. Dia somehow egois untuk ukuran orang yang jadi pendatang di dunia lain. Ketika orang lain sampai rela membahayakan nyawa untuknya, yang dia pikirkan hanya dirinya sendiri & bagaimana caranya untuk kembali ke dunia nyata. Like girl, are you for real tho?
Tidak menyangka ini akan jadi fiksi fantasi, world building-nya masih kurang solid dan kurang meyakinkan bahkan pada beberapa bagian membingungkan.
Overall, aku hanya bisa kasih buku ini bintang 2/5
First to say, ini merupakan novel yang benar-benar menemani hariku yang mencoba untuk bangkit dari keterpurukan dalam menulis.
Aku tidak akan menceritakan bagaimana aku menemukan buku ini, namun yang menarik aku untuk membeli buku ini karena covernya yang cantik dan judulnya yang bikin penasaran.
Bahasa yang digunakan disini terasa seperti bahasa dengan premis to the point. maksudku seperti, susunan kata-katanya seperti bukan penulis Indonesia.
Well, kadang memang terkesan kaku dan kadang ada yang perlu kubaca berulang. Tapi itu tidak menutup betapa serunya novel ini. Aku sangat enjoy bacanya karena masih masuk dalam kategori genre yang kusuka serta ringan menurutku--aku terhayut pada mereka.
Untuk penokohan menurutku udah tersusun dan rapi kok. Tapi aku kadang gemes banget sama Sarah yang terasa emosinya narik turun. tapi siapa sih yang tidak gitu jika mengalami hal yang sama kayak Sarah?
terus satu lagi. Entah mengapa toko Villian yang garang banget di awal , malah terselesaikan dengan begitu saja? aku personal ga masalah kok karena aku terhayut dengan ceritanya, tapi kayak cepat banget!
alur, pemilihan kata dan gaya yang digunakan penulis sangat aku suka. ini buku pertama yang kubaca sampai habis. dan visual gambar disini nge bantu banget. Terus yang aku kaget juga ternyata buku ini berasal dari Platform menulis.
Satu hal yang aku suka (atau aku nggak lihat) adalah buku ini tidak mencantumkan logo platformnya di sampul, karena maaf aku nemu beberapa buku yang menggunakan logo itu tapi isinya beneran sampai bikin aku tidak bisa lanjutin.
akhir kata, selamat author. you make my day better!
I'm actually so in looooove with the story. Ceritanya itu beneran memanjakan setiap orang yang pingin jadi penulis, deh.
Bagaimana tidak? Kisahnya tentang Sarah, seorang penulis yang masuk ke dalam dunia imajinasinya dan bertemu dengan para karakter ciptaannya di Carvauvel Town. Para karakter dari berbagai bukunya yang berbeda tinggal di kota yang sama. Tapi anehnya dalam dunia itu ada juga karakter-karakter yang tidak dia ciptakan. Misalnya Caesar, Sang Malaikat Pengawas. Benar-benar bikin penasaran.
Cerita jadi menegangkan waktu si penulis dan rekan-rekannya dikejar-kejar oleh Bruce, seorang tokoh yang dendam gara-gara istrinya dimatikan dalam plot. Wuaduh!
Baca ini bikin jadi berandai-andai gimana kalau aku bisa masuk ke Dunia Harukaze, ceritaku yang belum sempat kutuliskan. Huuhuhuhuhu T-T
Sesungguhnya aku ingin sekali bisa memberinya bintang empat atau bahkan lima. Tapi ada beberapa hal yang membuatku bertanya-tanya. Kenapa bisa ada karakter seperti Caesar yang nggak dia ciptakan? Itu nggak terjawab. Hanya dijelaskan dugaan bahwa Caesar ada karena menjadi bagian dari masa lalu Johaan, sang Malaikat Pelindung. Dan Sarah akhirnya jadi keidean untuk menulis tentang Caesar.
Selain itu aku ngerasa penyelesaiannya... nggelethek alias ternyata hanya begitu saja. Kejar-kejaran antara kelompok Sarah dan Bruce serta anak buahnya ini lama banget loh. Udah mati-matian gitu. Tapi setelah berhadapan Bruce bisa langsung ditenangkan dengan talk no jutsu? Uuuuughh. Enggak puas.
Lalu katanya Sarah harus dibuat pingsan agar bisa kembali ke dunianya. Ini kok... enggak?
Tapi terlepas dari berbagai ganjalan di atas, besar kemungkinan aku akan membaca buku ini lagi di masa depan untuk memanjakan kembali imajinasiku. Then who knows? Mungkin aku bisa mendeteksi bagian mana saja yang terlewat olehku.
Novel ini punya banyak potensi, tapi sayangnya masih kurang development. Salah satu hal yang benar-benar mengurangi kenikmatan membaca adalah worldbuilding yang tidak terlalu jelas. Carvauvel ini negara seperti apa? Berupa kerajaan, kota modern, atau pedesaan? Andaikata Carvauvel lebih digambarkan, mungkin cerita ini akan lebih mengesankan. Cerita fantasi-petualangan rasanya kurang sedap jika worldbuilding-nya kurang.
Kemudian, beberapa bagian dalam cerita terasa bertele-tele dan kurang penting. Beberapa tokoh juga kurang dikembangkan karena semua sepertinya penulis lebih fokus kepada karakter Sarah dan Aiden. Anehnya, selepas dari kekurangan yang ada di novel ini, saya merasa ingin terus membaca sampai selesai. Penyusunan dan penggunaan kata di cerita ini memang agak kaku dan terasa seperti terjemahan langsung, tetapi tetap ringan untuk dibaca.
Bintang tiga untuk cerita ini karena saya salut kepada penulis. Untuk kedepannya, semoga penulis tetap terus semangat berkarya \( ̄︶ ̄*\)).
Overall aku suka. Unik aja isi bukunya. Tentang penulis yang ketemu sama karakternya di dunia lain gitu. Dunia yang cuman ada di kepalanya. Ketemu sama karakter favortnya, Aiden Chrase dan mengalami perjalanan menarik bersama.
Honestly, aku suka banget dynamic Sarah dan Aiden. Gimana Aiden lindungin Sarah 24/7 eventho Sarah udah menulis takdirnya sebegitu buruk. Aku juga kurang sreg dengan adanya 'Aiden' yang lain. Tapi this whole book memang isinya Sarah Aiden with onether Sarah's character. Jadi lumayan seneng karena cerita Sarah dan Aiden yang lain ini tidak membajak isi buku.
Walaupun ada Aiden yang lain, aku sangat bisa membedakan Aiden Chrase dengan Aiden yang lain itu secara personal dan visual. Eventho penulis sengaja menulis banyak kesamaan antara Aiden Chrase dan Aiden yang lain ini.
Sarah, I think Aiden isn't your character favorite anymore, I'm also love Aiden Chrase so much.
The good part is menurutku buku ini menarik, milih buku ini buat dibaca karena baca sinopsisnya yg kalau dilihat lihat menarik. Dia pergi ke "dunia" yang berbeda secara tiba-tiba. akhirnya memutuskan untuk baca seluruh ceritanya untuk tau kenapa dan apa sih yang sebenarnya terjadi. Terus aku juga suka karena ada ilustrasinya, memvisualisasikan para karakter.
Kurangnya dari buku ini adalah pendeskripsian tentang bagaimana sih suasana + worldbuilding nya kurang, penyelesaian dari masalah si character dengan character lain juga tiba-tiba di selesai gitu aja. Buku ini sih kurang bgt di pendeskripsiannya:(
Agak kecewa karena alur ceritanya datar dan karakter yang ditonjolkan sampai di akhir cerita bisa dibilang tidak ada. Hanya Sarah si penulis novel best seller Lunatic's Darling dan mengalami cetak ulang empat kali yang menjadi tokoh dominan. Tokoh selebihnya hanya pelengkap-karena mereka memang karakter rekaan sang pengarang saja.
Pengembangan cerita pun terkesan ngambang padahal sebagai fiksi fantasi idenya lumayan oke. Meskipun agak kaku dalam penyampaian dan mirip cerita terjemahan, novel ini tetap saya baca sampai tamat karena penasaran endingnya.
Satu-satunya yang menjadi daya tarik novel ini jujur hanya di sampul buku yang terkesan gelap, misterius, penuh mistis dan seakan menjanjikan petualangan seru.
Suka banget sama novel ini, Aku yang dasarnya ngga terlalu suka fantasi dibuat penasaran sama novel ini. Ceritanya kayaknya khayalan semua author deh bisa masuk kedalam dunia yang dibuatnya hahaha. Suka banget sama karakter Aiden haha andai di dunia nyata ada manusia kayak dia. Dan suka banget sama cerita-cerita yang dibuat sama sarah, author ngga ada kepikiran kah membuat ceritanya lebih detail hehehehe. Intinya suka bannget sama novel ini keren banget kak raniaa ditunggu karya-karya selanjutnyaaa.
Actual 2.5⭐ Sayang banget, bagi gue buku ini punya potensia untuk jadi lebih lebih baik lagi. Dari blurbnya udah promising, tapi eksekusinya.. well well, not that worst sih, gue menikmati setengah jalan dari ceritanya. Bagian2 di mana Sarah yg tiba2 muncul dan beradaptasi di dunia fantasi dari buku yg dia ciptakan. Sampai kemudian alur jadi lebih banyak action dan kejar2an, yg menurut gue dragging and boring.
Gue juga engga paham transisi Aiden fantasi dan Aiden real? Mungkin karna gue dengerin by audiobook jadi engga jelas penandanya, mungkin.
Menceritakan kejadian unik yang dialami tokoh utama, Sarah Ranzley yang merupakan seorang penulis, di suatu malam, Sarah pingsan dan tiba-tiba masuk ke dalam dunia imajinasinya sendiri! Ia bertemu dengan tokoh-tokoh yang ia ciptakan bahkan mengalami perjalanan yang menyenangkan, para tokoh imajinasinya pun membantu Sarah untuk kembali ke dunia nyata. Buku ini punya ending yang menyedihkan sekaligus menyenangkan!!
Menurutku alur ceritanya sederhana, walaupun bukunya lumayan tebal tapi lumayanlah untuk refreshing dan baca santai.
Novel ini bersifat adiktif menurutku kaya gamau berhenti gitu, genre ini menurutku lebih ke adventure, sarah si penulis yang masuk kedalam dunia imajinasi dirinya sendiri. Babnya pun sedikit-sedikit halamannya, jadi mengurangi bosan disaat membaca. Menurut ku ini bukunya bagus namun terkadang terlalu "ngolor" alias bertele tele dalam babnya.
the first transmigration-novel i’ve read. aku suka bahasa penulis yang menurutku jelas dan enggak bertele-tele. karakternya dituliskan secara jelas, ada ilustrasi lucu (poin yg kusuka). beberapa part ada yang masih butuh penjelasan menurutku dan mengap bisa begitu apalagi waktu klimaks, kayak “oh? just like that?”. my fav ch is Cesar, oh my i love how gentle he is
This entire review has been hidden because of spoilers.
as a teenager, aku suka bukunya HAHAHA i mean memenuhi ekspetasi aku sebagai remaja yang labil. mungkin ada kekurangannya, tapi gatau kenapa setiap baca aku suka setiap kata-katanya, adegan kejar-kejaran dan bahkan semuanya terasa terjadi di kepala aku so yeahh mungkin memang ada kekurangan tp menurutku banyak aspek yang sesuai sama apa yang aku suka pas baca buku ini <33
interesting and unique premise, but my expectation didn't meet the execution. There are too many repetitions and the habits of people here are rolling their eyes. The cover is cool, reminds me of Alice in Wonderland.
Through His World menceritakan tentang Sarah selaku penulis cerita2 fantasi yang somehow masuk ke salah satu dunia buatannya dari novelnya, pertanyaannya adalah gimana cara Sarah kembali ke dunia nyata?
Kalo baca dari blurbnya sih menarik, dan bikin pembaca berekspektasi bakal ada pertarungan yg wow dan/atau alur yg intens, and I think it supposed to be a mix of fantasy and adventure novel—tapi nyatanya ga kayak gt.
Di w malah kurang bgt ketegangannya; bahkan banyak bagian yg w baca cepet2 karna yaa bosen. Menurut w, sayangnya novel ini banyak bagian yg ga penting kayak dialog2 antar tokoh yg ga penting2 amat, detail yg repetitif, world building yg kurang, kualitas dan kuantitas part intense yg jomplang sama interaksi antar tokoh. Hal2 tsb membuat tense novelnya kurang dan malah sempet gada kejadian yg gimana2 bgt padahal udah sekitar stengah dari bukunya.
Dan bahasanya jg somehow kurang ngalir. Ada beberapa frasa yg biasanya didengar/diucapkan dlm bhsa Inggris, tpi malah ditulis bahasa Indonesianya plus ditulis dengan metode translasi literal jdi kedengerannya aneh.
Even though, there are some parts that I enjoyed, tapi lebih banyak ga enjoy-nya. So, overall, this book needs more development.
Awal-awal cerita, rasanya aku kayak enggak mau naruh buku ini sebentar aja karena menarik banget. Awalnya aku suka gaya bahasanya yang kayak terjemahan banget.
Tapi makin ketengah buku, rasanya makin bosen. Aku enggak dapet sama world-buildingnya, dan bener-bener gabisa ngebayangin gimana bentukan kotanya. Menurutku juga rasanya kayak sepi for no reason, karena imajinasiku ngebayangin yang hidup di kota itu cuma mereka-mereka aja. Terus I feel deskripsinya kebanyakan tentang kegiatan mereka (makan, ngelukis, ngobrol, dll) like nothing happened
Masih banyak plot hole dan pertanyaan yang ganjal kayak kenapa dia bisa disana? faktornya apa? kenapa? itu yang aku cari-cari dari awal buku tapi jawabannya kurang buat aku puas. dan cara menyelesaikan masalahnya juga menurutku kayak "gini aja?"
However, menurutku buku ini masih bagus dan worth it buat yang mau nyoba baca buku fantasi karena tergolong ringan dan gak berat-berat banget. Plus aku suka ilustrasi didalemnya dan juga cover bukunya. So overall 3,2 stars!