Jump to ratings and reviews
Rate this book

Sebab Kita Semua Gila Seks

Rate this book
Kenapa kita justru lebih akrab dengan istilah oral sex, sepong, blowjob, masturbasi, atau threesome ketimbang herpes simplex atau smegma? Bisa jadi karena kita kelewat menikmati seks ketimbang memaknainya. Kita melakukan seks tetapi menabukannya.

Perbincangan perihal seks selalu dibalut dengan teks-teks kitab suci atau norma adat yang terkadang membuat kita gagal mendapatkan pengetahuan seks secara maksimal. Kita jadi lebih mengenal seks sebagai peristiwa pemuasan nafsu belaka, bukan lagi peristiwa biologis nan sakral yang tanpanya umat manusia tak mungkin melanjutkan kehidupan.

Sebaiknya kita menormalkan perbincangan mengenai seks sebagaimana pembicaraan mengenai kopi, rokok, dan obrolan-obrolan ringan lainnya. Sebab seks bukan sekadar pertemuan kelamin, melainkan juga hubungan antarmanusia yang sakral; dua tubuh menyatu, bergesekan, berpeluh, demi meraih puncak kenikmatan yang setara dengan melihat tuhan. Walaupun tidak bisa ditampik, ada saja orang yang menyamakan seks dengan pakaian—dapat diganti sesuka hati.

Sebab Kita Semua Gila Seks tidak hadir sebagai bacaan serius nan ilmiah yang memaksa pembaca mengerutkan kening. Isinya pengalaman sehari-hari dari peristiwa yang enggan kita bicarakan tetapi sejatinya pernah atau akan kita kerjakan. Tak ada yang ditutupi atau dimanipulasi. Sebab kita semua, tak peduli latar belakang atau penampilan, membutuhkan seks. Mungkin juga menggilainya.

216 pages, Paperback

Published January 1, 2021

246 people are currently reading
2375 people want to read

About the author

Ester Pandiangan

7 books50 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
165 (34%)
4 stars
177 (37%)
3 stars
69 (14%)
2 stars
23 (4%)
1 star
38 (8%)
Displaying 1 - 30 of 82 reviews
Profile Image for Hestia Istiviani.
1,043 reviews1,972 followers
April 8, 2021
Beberapa ilmuwan menganggap kalau monogami pada manusia adalah bentukan sosial, bukan sesuatu yang natural. Berbeda dengan hewan yang melakukan seks untuk reproduksi, manusia punya banyak motif untuk berhubungan seks.


Judulnya provokatif dengan desain sampul yang sama-sama membuatku penasaran. Memamgnya ini buku tentang apa sih? Sinopsisnya mengatakan bahwa perihal tidur di sana-sini tidak sekadar tentang enak saja. Ada masalah lain yang belum dibahas karena terlanjur ditutup-tutupi dengan dalih kesopanan. Alhasil, mendapatkan informasi mengenai hubungan seks seringkali didapatkan dengan cara-cara yang belum tentu valid kebenarannya.

Ester Pandiangan mencoba menuliskannya dalam bentuk esai sederhana yang kemudian ia kumpulkan dan dijadikan buku ini. Sengaja diberi judul seperti itu karena kalau tidak provokatif, barangkali orang juga tidak mau membaca (bukankah begitu?).

Buku ini dibagi menjadi 4 tema besar: Akibat Menabukan Seks, Menikmati Seks Setara, Penyakit Kelamin Mengintaimu, dan Bagaimana Laki-Laki Memburu Seks.

Sesuai dengan judul tema besarnya, masing-masing diisi oleh esai-esai tentang seks. Uniknya lagi ialah bahasa yang digunakan oleh Ester adalah bahasa yang biasa kita dengar sehari-hari. Baik itu dalam percakapan secara langsung dengan kawan di kantor atau percakapan yang kita lihat melalui dunia maya (seperti di Twitter atau di Instagram). Ester tidak pakai banyak basa-basi atau eufimisme dalam menunjukkan fenomena yang terjadi saat ini terkait seks.

Yang membuatku memberikan bintang 4 adalah keberanian Ester dalam membahas seks dari sudut pandang perempuan. Sudah tentu kita paham bagaimana masyarakat memandang perempuan yang ~fasih~ membahas seks sebagai perempuan yang "nakal" kan? Bagi Ester, mengapa perempuan dianggap demikian sedangkan laki-laki dianggap wajar? Padahal, perihal berhubungan seks seharusnya diketahui plus minusnya oleh kedua belah pihak.

Ohya, membaca kumpulan esai ini harus dengan pikiran yang terbuka dan tanggalkan dulu norma-norma. Biarkan kepala kita diisi oleh tulisan Ester, habiskan esai-esainya, baru kembali memandang kesakralan seks dengan norma dan nilai yang kita pegang. Perlu diperhatikan juga, Ester membagikan sketsa erotisnya dalam kumpulan esai ini. Pastikan bahwa kita tidak keberatan melihat sketsa-sketsa itu.
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book272 followers
April 20, 2021
Tidak semua orang mendapatkan pengetahuan tentang seks secara baik dan benar. Seharusnya pengetahuan itu didapatkan pertama kali dari orang tua. Saya sendiri termasuk yang tidak pernah mendapatkan pengetahuan soal seks dari orang tua. Bahkan persoalan menstruasi pertama saya dapatkan dari kakak saya hanya karena saya memergokinya menggunakan pembalut. Dari situ saya tahu, pembalut berfungsi menahan darah menstruasi biar ga tembus ke pakaian. Nanti setelah belajar tentang endokrinologi di bangku kuliah barulah saya paham tentang siklus menstruasi secara baik dan benar. Karena minim informasi dari orangtua, akhirnya saya mencari informasi lewat bacaan. Seandainya saja buku ini bisa saya berikan untuk diri saya di usia 13 tahun.

Buku ini diberi label 21+. Memang jika ditilik dari isinya, pembaca haruslah berpikiran terbuka dan tidak menghakimi. Apalagi penulis banyak menceritakan pengalaman pribadinya. Tapi saya banyak belajar dari buku ini. Satu yang membuat saya takjub adalah pembahasan soal darah menstruasi yang dianggap kotor. Lalu ada tentang bersetubuh dengan makhluk halus. Whoaaa...

Seriously ini bacaan bagus
Profile Image for Agung Wicaksono.
1,095 reviews17 followers
May 27, 2021
Untuk membaca ini, bagi kita yang masih menabukan seks, sebaiknya kita lepaskan dulu pikiran tersebut supaya buku ini bisa dibaca secara santai tapi tetap menambah pengetahuan kita tentang seks dan segala hal yang berhubungan dengan itu. Selain itu, penulisannya memakai gaya bahasa sehari-hari, membuat buku ini mudah dicerna.

Bagi saya sendiri, pembahasan mengenai seks memang cukup tabu di kalangan keluarga; sehingga ketika beranjak dewasa, saya sendiri yang harus pintar mencari informasi mengenai hal tersebut. Namun, jika suatu hari nanti saya diberikan kesempatan menjadi orang tua, saya berharap bisa menormalkan pembahasan seks kepada si anak supaya ia tidak mencari informasi di luar yang dikhawatirkan malah membuatnya salah jalan.

Lebih lanjut, di buku ini berisi tulisan-tulisan berdasarkan pengalaman si penulis dan orang-orang terdekatnya. Salah satu contohnya saja adalah pembahasan tentang orang-orang yang mencari kenikmatan seks melalui aplikasi kencan. Tak jarang, orang tersebut mengabaikan proteksi atau hal-hal yang berkaitan dengan kebersihan dan kesehatan. Ia tidak peduli tentang riwayat kesehatan lawan mainnya, sehingga cuek saja dan tetap melanjutkan aktivitas seksual. Sebab, jika kita abai dengan masalah tersebut, dikhawatirkan kenikmatan sesaat malah membawa petaka seumur hidup, seperti terkena IMS (Infeksi Menular Seksual). Dengan begitu, pengetahuan mengenai hubungan intim dan organ seksual serta cara-cara yang baik dan sehat dalam melakukannya memang sangat diperlukan bagi kita.
Profile Image for Ila..
71 reviews7 followers
July 30, 2021
"Sebelum Anda memutuskan kalau perasaan itu adalah cinta, coba dulu masturbasi, jangan jangan Anda hanya sedang sange."

Buku ini ngebahas kehidupan seksual penulis dan orang-orang disekitarnya. Baca buku ini berasa lagi nongkrong di kofisop sama temen deket dan ngobrolin soal seks. Pembaca seakan diajak ikut 'mendengarkan' cerita Ester dari yang seru sampe bikin tepok jidat dan geleng geleng kepala.

Buku ini cocok buat kalian yang sudah sexually active, soalnya bakal relate banget sama berbagai esai di buku ini. Mulai dari mitos mitos soal alat kelamin, seks yang aman hingga manipulasi untuk mendapat seks. Semua disampaikan Ester dengan bahasa yang 'kekinian', dan ga bakal nemu istilah-istilah rumit disini. Bakal ada sisipan sketsa erotis dari penulis sendiri, jadi kalo bisa jangan baca di tempat umum.

Daripada menghakimi, aku suka gimana Ester mengajak pembaca untuk ikut mempertanyakan sebuah fenomena. Bikin orang yang awalnya chill jadi ikut mikir deh, kira kira keputusan di masa lalu itu udah bener apa belum ya.

Ps. Buku ini gak disarankan untuk kalian yang gampang ketrigger atau kesinggung, baik cowo cewe, kalian semua bakal di'sentil' sama Ester.
Profile Image for Ais Fahira.
50 reviews1 follower
May 16, 2022
"Ngomongin ngewe, ntar diewe nangis,"
Mungkin saya bakal dikatain begitu kalau lagi bercanda atau membicarakan ngewe. Anehnya cuma perempuan yang dilontari pernyataan semacam itu, seakan bercanda dan ngomongin seks cuma hak laki-laki. Tidak adil!

Di tengah ketidakadilan ini, Ester Pandiangan, malah berani bikin buku seputar ngewe. Nyali yang luar biasa! Membaca buku ini berasa diajak bercerita pengalaman seputar seks di kehidupan sehari-hari. Bukan cuma membahas pengalaman seks, Kak Ester juga memberi berbagi tips dan informasi berbasis riset soal edukasi seks. Dan tentunya disampaikan dengan bahasa sehari-hari, rasanya seperti lagi ngobrol dengan teman sendiri, tentunya dari sudut pandang perempuan.

Senang sekali bisa ditemani ngobrol soal seks dengan sesama perempuan. Sebab di lingkungan saya masih banyak perempuan yang enggan membicarakan seks karena takut dianggap perempuan nakal. Duh, banyak betul ya tuntutan perempuan.
Profile Image for Marina.
2,042 reviews361 followers
January 1, 2022
** Books 79 - 2021 **

Buku ini untuk menyelesaikan Tsundoku Books Challenge 2021

3,8 dari 5 bintang!


Ketika melihat judul dan cover dari bukunya aku udah tertarik duluan. Masih jarang penulis indonesia perempuan yang mengangkat isu tabu seperti ini. Isu mengenai seks masih dianggap sensitif apalagi kalau diangkat oleh perempuan.

Saya salut membaca tulisan-tulisan mbak Ester yang berani mengupas tentang hal ini. Membaca buku ini kayak kita lagi disuguhkan pengetahuan seks dengan teman sebaya karena bahasanya juga ringan. Hal-hal yang tadinya saya tidak ketahui menjadi mendapat perspektif baru mengenai seks ini.

Keren euy mbak Ester berani mengangkat isu ini di Indonesia apalagi di kita masih dianggap perempuan yang lebih mengetahui tentang pengetahuan seks masih dicap sebagai perempuan "nakal" :'(
Profile Image for Nabilrkm.
2 reviews1 follower
November 12, 2025
“Pengetahuan seks yang benar membuat seseorang lebih bertanggung jawab dan tahu risiko hubungan seks itu sendiri. Dan lagi-lagi, orang tua adalah sosok yang paling tepat memperkenalkan dan memberikan informasi mengenai seks kepada anak-anak”

Selepas baca buku ini, saya jadi haus akan ilmu. Banyak buku-buku yang harus dibaca dengan berbagai sudut pandang dan latar belakang. Dengan begitu akan lebih bertanggung jawab.

34 reviews4 followers
May 16, 2021
Saat ini seks- dalam pandangan mainstream hanya dipandang sebagai aktivas pemuas, funny, tabu dalam hukum agama, dan hal lainnya. Orang yang mengakui sudah teredukasi seks masih saja salah pemahaman terhadap seks. Norma agama, norma masyarakat, konstruk patriarkhi seakan masih menjadi sekat tebal dalam memahami seks. Padahal tidak hanya itu, ada isu seks yang lebih penting yaitu dalam pandangan kesehatan, mitos dan stigma alat reproduksi yang kesemuanya selalu berkaitan dengan gender. Kesetaraaan gender tidak akan selesai tanpa pemahaman yang utuh atas seks.
Buku ini buku bagus, tidak terlalu ilmiah tapi sumbernya bisa dilacak di buku² sains & jurnal ilmiah lainnya. Disajikan dengan renyah ringan dengan fenomena seks dkk dalam keseharian.
Profile Image for Laaaaa.
208 reviews5 followers
January 12, 2022
bahasanya ringan, berasa kita lagi ngomongin tentang seks sama temen sendiri. mungkin kita serig malu2 kalo ngomongin seks, risih, dan sebagainya. di buku ini malah dijelaskan secara vulgar, ya karena emang kita juga mesti tau istilah2 tersebut.

buku ini juga berisi motif/modus orang-orang dalam hubungan seks. mulai dari yang cari gratisan, cari yang besar, cari yang enak lah pokoknya.

btw kalo diliat dari cover yaa, uhhh provokatif banget. apalagi gambarnya. hahahaha
Profile Image for Mourina Putri.
61 reviews25 followers
July 29, 2021
Ya, namanya juga buku, nggak semua pemikiran penulis cocok dengan kita. Menurut saya pribadi, buku ini lebih ke bagaimana perjalanan seksual penulis, tapi cukup edukatif juga, banyak kalimat-kalimat yang saya sukai hingga saya garis bawahi dengan pensil, salah satunya,
"Bagi saya baik laki-laki dan perempuan yang sedang jatuh cinta bisa sama-sama bodoh. Demi cinta kita melakukan hal-hal yang tidak masuk akal. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dr. Helen Fisher dari Rutgers University mengenai jatuh cinta dilihat dari kacamata science, dikatakan kalau cinta, gairah seksual dapat mematikan wilayah di otak kita yang mengatur pemikiran kritis dan perilaku rasional (korteks prefrontal). Sederhananya cinta memang membuat kita bodoh."
Profile Image for Salma Feb.
106 reviews1 follower
December 11, 2022
Aku suka gimana penulis mengambil banyak referensi dari media populer kaya How I Meet Your Mother atau Midsommar. Tapi ide-idenya sendiri biasa aja, nothing groundbreaking, tipe-tipe diskursus yang bisa gampang ditemuin di twitter. Malah ada beberapa bagian yang repetitif, mungkin karena ini formatnya kumpulan esai sih.
Profile Image for Haifa Chairania.
158 reviews7 followers
March 5, 2024
"Kalau cewek dan cowok pegangan tangan, nanti bisa hamil lho." Ini adalah hal pernah kupercayai waktu SD. Mengingat itu, aku jadi pengen ngakak sampai semaput.

Selama ini, pengetahuanku tentang seks hanya berasal dari pelajaran biologi, candaan mesum orang sekitar, atau aksi sembunyi-sembunyi melihat konten 18+ di cerita fiksi dan film. Sekarang pun aku masih condong mengartikan seks sebagai sesuatu yang ‘saru’.

Tapi kenapa ya kok bisa begitu?

Merujuk pada bab pertama dari buku ini, persepsi lingkungan yang memandang seks sebagai hal tabu adalah akar permasalahannya. Sering kan kita dengar? Ngomongin seks itu gak etis, menyalahi nilai agama dan norma sosial. Orangtua maupun lingkungan yang memilih bungkam justru membuat anak-anak (yang cuma modal kepo) akhirnya mencari tahu sendiri dengan cara yang kurang mendidik. Imbasnya, setelah tumbuh dewasa, kita malah lebih familier dengan definisi seks yang "kotor", ketimbang pengetahuan tentang seks secara sehat & tepat.

Buku ini bisa dibilang lumayan eksplisit & provokatif; dari judul, cover, isi, sampai ilustrasi di dalamnya. FYI, aku gak berani baca ini di sembarang tempat, soalnya takut dipelototin orang wkwkwk.

Meski demikian, aku mengakui bahwa ini adalah buku yang edukatif. Bukan cuma bahas "seks doang", penulis juga menyoroti betapa hubungan yang sehat dan saling mengasihi justru lebih penting daripada kepuasan memenuhi hasrat seksual belaka. Setiap esai membawa kita menyelam lebih dalam tentang kompleksnya manusia dengan segala permasalahan seksualitas mereka–yang alih-alih dicap jorok, mungkin bisa mulai kita anggap sebagai hal manusiawi.

Banyak esai mengambil sudut pandang perempuan. Aku pribadi merasa buku ini cukup sarat dengan unsur feminisme. Salah satu pembahasan yang bikin aku tergelitik adalah masyarakat mengidentikkan pria dengan hal-hal berbau seksual, bahkan menormalisasi tindakan mereka yang sudah tergolong menyimpang. Namun saat perempuan berperilaku serupa, mereka malah dipandang lebih buruk atau ... amit-amit, disebut murahan. Meminjam salah satu kalimat pada buku ini, "Padahal perilaku keduanya kurang lebih sama, yang membedakan hanya jenis kelamin." Hmmmm.

Menggabungkan pengalaman penulis, gaya bercerita blakblakan, dan selipan refrensi ilmiah dengan porsi pas, membuat kumpulan esai ini tergolongan ringan untuk dibaca–tapi aku juga gak menutup diri bahwa beberapa bagian terkesan 'gila', persis seperti judulnya. Aku menyarankan kalian untuk meninjau kembali keseluruhan buku ini secara kritis.

Terlepas dari semua itu, Sebab Kita Semua Gila Seks bisa menjadi bacaan agar kita melihat seks selayaknya topik umum yang memang harus dipelajari & dipahami secara terbuka.
Profile Image for Devina Yuliarni.
56 reviews2 followers
November 27, 2024
Pembicaraan seputar seks yang begitu ditabukan masyarakat Indonesia berani dibicarakan dengan gamblang oleh Ester Pandiangan 👍👍👍

Sampai masyarakat Indonesia lupa bahwa pembicaraan seputar edukasi seks dan praktik seks yang aman lebih penting daripada pembicaraan seputar gosip perselingkuhan, pengalaman ena ena dan “jajan” di luar nikah 👀

Menyentil stigma patriarki dan juga judgment yang begitu luar biasa terhadap perempuan dan seks membuat saya “tertampar” kenyataan bahwa masyarakat kita masih menabukan beberapa hal:
1. Perempuan yang membicarakan seks
2. Perempuan menginginkan seks
3. Praktik seks yang sehat dan konsekuensi praktik seks yang tdk sehat

Semoga ke depannya makin banyak buku yang berani mengangkat issue seks di Indonesia🔥
Profile Image for Dion Yulianto.
Author 24 books196 followers
December 4, 2022
Buku kumpulan esai-esai terkait seks (mungkin bukan esai sih, lebih mirip penulis berbagi pandangan terkait kehidupan seksualnya. Beberapa pandangannya memang agak "berani" jadi tidak semua harus disetujui dari buku ini. Pilih dan pilah kudu diterapkan saat membaca buku-buku seperti ini. Agak kaget pas nemu sejumlah ilustrasi yang lumayan "vulgar" .
Profile Image for Vanda Kemala.
233 reviews69 followers
July 30, 2021
Ester Pandiangan berhasil merobohkan tembok tabu seorang perempuan dalam membahas hal yang dianggap biasa bagi laki-laki (bahkan sering dijadikan bahan candaan), yaitu seks. Ester melintasi batas tentang penilaian perempuan yang membahas seks itu dianggap tidak tahu malu, jauh dari adab kesopanan, dan "murahan".

Disarankan untuk membuka pikiran seluas-luasnya sebelum membaca buku ini dan melihat #eroticasketch di dalamnya.

Dear Ester, you did a great job.
Profile Image for intan prw.
51 reviews
May 29, 2021
"Seks itu apa sih?"
"Cara melakukan seks itu gimana?"
"Seks yang sama-sama mendapatkan kenikmatan, gimana caranya?"

Pertanyaan-pertanyaan yang seperti di atas, seharusnya bukan menjadi sesuatu yang tabu, seharusnya sih ya, tetapi, berhubung nggak dapat edukasi dari orang tua, maupun dari sekolah, ya lumayan sulit memperoleh informasinya.

Nggak bisa dipungkiri, di sekolah memang dikasih tahu oleh guru biologi, akan tetapi, hanya pelajaran seperti pada umumnya aja. Nggak mendetail seperti di buku ini, alasannya karena memang belum waktunya tahu, ya semestinya sih nggak gitu.

Nggak menyalahkan juga, tapi lebih ke kita tuh sebagai anak ataupun murid berhak tahu, karena kalau udah dikasih tahu bisa lebih hati-hati, cuma ya mungkin belum dapat privilej aja di zaman itu.

Buku ini detail banget, aku suka dengan cara penulis bercerita, udah gitu dengan bahasa yang blak-blakan, serta dilengkapi pula dengan jurnal-jurnal penelitian.

"Sebaik-baik edukasi seks memang harus dilakukan oleh orang tua, tentu dengan cara yang benar. Orang tua harus membangun percakapan terbuka dan jujur dengan anak-anak tentang seks, terutama memandang perkembangan seksual sebagai bagian normal dari tumbuh-kembang anak sebagai manusia seutuhnya. Diskusi tentang seks juga harus menjadi proses yang berkelanjutan, bukan pembicaraan satu kali, ditutup-tutupi, atau malah disembunyikan dalam ayat-ayat suci agama." -Sebab Kita Semua Gila Seks
Profile Image for Dyan Eka.
290 reviews12 followers
April 25, 2021
Sebelum membaca, mari kita singkirkan terlebih dahulu asumsi mesum karena tampilan cover dan judul buku yang terkesan vulgar. Karena nyatanya, kedua hal tersebut menurut saya ngga lebih dari penarik minat orang untuk kepo dan kemudian memutuskan membaca buku ini.

Selama saya baca buku ini, saya dibuat heran dengan banyaknya pengalaman 'absurd' yang dialami penulis dan orang terdekatnya. Lucu. Dan nyatanya hal-hal yang dianggap tabu banget itu memang sangat lekat dengan kehidupan manusia.

Ada beragam topik yang dibahas secara ringan tapi cukup menambah self awarness. Mulai dari kenapa sex edu harus diajarkan sedari dini secara bertahap, hingga how to detect a guy yang mokondo wkwkwk.

Saya sangat menikmati banget baca buku ini. Apalagi beberapa istilah yang ditulis menggunakan istilah sehari-hari, jadi makin nge-feel bacanya.

Sayangnya, ada satu bab cerita yang bias banget tentang perempuan yang memilih untuk menjadi ibu rumah tangga saja dibanding memilih menjadi ibu rumah tangga dan perempuan karir. Menurut saya nih, penulis terlalu menilai negatif untuk profesi yang sebatas ibu rumah tangga.

But overall, I really enjoy read this book. Good job, author!!

Profile Image for fitris s.
60 reviews
August 15, 2021
Buku ini cukup bisa saya anggap sebagai pengantar 'sex education' berhubung sebelumnya belum pernah membaca buku yang berkaitan dengan topik tersebu. Ester berhasil untuk menyajikan tulisan bagaimana seks bisa diamati dari dua sisi. Selama ini, seks adalah suatu isu yang tabu di masyarakat dan bahkan bisa dianggap 'cabul' jika seseorang, khususnya perempuan, memiliki ilmu pengetahun yang banyak berkaitan dengan seks. Buku ini justru memberikan sudut pandang lain bahwa seks tidak hanya tentang 'kenikmatan semata', terdapat risiko-risiko lain yang jika tidak melakukannya dengan aman. Saya rasa, bagi yang menginginkan bacaan ringan untuk mengetahui pendidikan tentang seks, saya merekomendasikan buku ini untuk kalian beli.

Kebetulan waktu itu beli buku karena udah termasuk bundle di tokopedianya mo*jok dan memang worth to read juga.
Profile Image for Siraa.
260 reviews3 followers
August 1, 2021
Seks merupakan bahasan yang sangat penting namun sering di"Tabu"kan mengakibatkan banyaknya kejadian "kecelakaan" akibat ketidaktahuan. Buku ini menjabarkan fenomena itu dengan lengkap dan masih pada tahapan sederhana. Dimulai dari pengetahuan tentang seduction, intercourse, sampai "Kisah malam pertama" (what to do and what to do then).

Meskipun terkesan menjual "Your body your Authority" dan "Feminism" di lingkup seksual, isi buku ini masih nyaman dibaca. Tidak terlalu luas namun cukup. Membahas segala macam alat kontrasepsi, safe sex, ONS, FWB, FuckBoy juga resiko Freesex alias kumpul kebo dalam IMS seperti Herpes, HIV, Klamida, Raja Singa atau Sifilis dsb. Buku ini sangat wajib baca.
Profile Image for moonotoon.
11 reviews
September 10, 2022
Menyenangkan, membingungkan dan menakutkan.
-
Ada konsekuensi yang menjamur akibat edukasi seks yang tabu di negara Ini. Namun jika berjalan sebaliknya, apakah keberadaan edukasi seks benar-benar bisa memberikan ruang pada kesagnean yang tidak tertampung?
-
Ternyata bukan itu. Edukasi seks gak sesempit membahas kesagnean dan bagaimana menuntaskannya. Ester menuliskan pengalaman dan cerita orang di sekitarnnya yang menjadi framing kecil (yang mungkin justru mewakili hal layak umum) akan seks di Indonesia.
-
Soal stigma gender, eksplorasi hubungan seksual beserta konsekuensi nya dan juga dialektika intimasi seks. Dari studi Ester terhadap jurnal ilmiah dan juga pengalamannya sendiri, Ia bercerita secara harafiah dengan dialog tongkrongan.
-
Ada kritisi Ester terhadap pemahaman orang-orang yang ia temui, yang mengaku bahwa ketakutan akan hubungan seksual secara bebas hanya berkutat pada kehamilan di luar nikah, namun tidak memperhitungkan konsekuensi lainnya. Penyakit seks menular.
-
Mengacu pada fenomena ONS dan FWB yang semakin hari semakin terbuka dibicarakan. Seks diobral secara mudah dan melupakan konteks emosi dibaliknya. Namun untuk kasus ini,tentu kembali kepada keputusan masing-masing. Yang dititik beratkan oleh Ester adalah fenomena manipulatif untuk mendapat kesempatan ranjang tersebut. “Aktvitas Seks seharusnya merupakan transaksi personal yang dilakukan atas persetujuan bersama, tanpa manipulasi.” (Page. 197).
-
Berselang-seling antara kritisi perilaku seks di Indonesia, Ester juga memberikan dialektika seks intim yang menyenangkan. Tentu dengan tanggung jawab dan pemahaman yang mendukung.
-
Tentu ada satu-dua pemikiran yang tidak sepaham dengan Ester. Tapi gue lebih banyak belajar dari framing seks yang diceritakan.
-
Namun, lepas membaca, gue juga belum bisa menyimpulkan. Apakah lebih baik membiarkan seks tetap menjadi bahasan tabu dan dibicarakan secara diam-diam? atau justru sebaliknya, demi majunya pemikiran kita semua sebagai mahluk yang gila seks?.
Profile Image for Fiqhi Fauzi.
Author 1 book
September 29, 2024
Sebab Kita Semua Gila Seks

"Kenapa kita justru akrab dengan istilah oral sex, sepong, blowjob, mssturbasi, atau threesome ketimbang herpes simplex atau smegma? Bisa jadi karena kita kelewat menikmati seks ketimbang memaknainya. Kita melakukan seks tetapi menabukannya." Berikut adalah salah satu paragraf dari sinopsis buku ini.

Oh ya, aku menemukan buku ini di kamar rekan kerjaku. Karena penasaran dan bukunya tergolong tipis, kupinjam untuk kubaca.

Sebelum baca buku ini, sebaiknya kita memang harus melepaskan pikiran dari norma dan ajaran keyakinan kita. Karena beberapa isi cerita menceritakan perihal pengalaman seks yang tentu sangat bertentangan dengan norma ketimuran ataupun agama. Saranku, kita memang harus lebih terbuka pikiran untuk menerima pemikiran penulis. Setelah itu baru menilainya.

Buku ini terdiri dari 4 bagian judul besar, yaitu:
1. Akibat menabukan seks
2. Menikmati seks setara
3. Penyakit kelamin mengintaimu
4. Bagaimana laki-laki memburu seks

Setiap bagian tersebut terdiri beberapa esai-esai tentang seks yang berisi pemikiran dan cerita pengalaman penulis. Seperti pada bagian pertama, menceritakan bagaimana dulu orangtuanya memberikan pantangan jika bertanya terkait seks. Atau hanya sekedar kata jangan tapi tanpa penjelasan sehingga berdampak pada beliau saat dewasa. Aku yakin sebagian masyarakat kita juga begitu. Bahkan ketika kecil kita dilarang untuk menyebut alat kelamin kita dengan nama sebenarnya. Selalu pakai istilah pelesetan. Pada akhirnya anak gak mengenal dan belajar sendiri dari orang lain atau internet.

Jika dilihat dari sampulnya memang judulnya propokatif ditambah ilustrasi gambar, yang buat orang jadi kepengen baca atau malah makin gak mau baca. Namun, tulisannya membuat kita makin memahami dan terbuka bahwa kita memang benar-benar manusia yang hidup di dalam bagian alam dan seks merupakan bagian darinya, yang harus butuh ilmu dalam prakteknya.
Profile Image for Dilif Sanjev.
10 reviews1 follower
June 6, 2025
MEMAKNAI SEKS

“Pengalaman itu mahal harganya, untuk mendapatkannya secara gratis, belajarlah dari pengalaman orang lain.”

BEGITU JUGA DENGAN PENGALAMAN SEKS. Saya melihat buku ini nangkring di paket buku Mojok bulan ini. Tanpa basa-basi, saya memesannya dengan alasan macam-macam; mulai dari penasaran sampai ingin merasakan sensasi ‘uhuy’ ketika baca buku.

Sebab Kita Semua Gila Seks merupakan buku yang ditulis oleh mbak Ester Pandiangan; ini merupakan tulisan-tulisan beliau mengenai seks (terutama pengalaman-pengalamannya dan teman-temannya). Bukan sebuah buku macam jurnal ilmiah yang punya bahasa berat, buku ini disajikan dengan sangat ringan dan menyentuh kehidupan sehari-hari.

Kita selama ini akrab dengan istilah sepong, threesome, atau coli tetapi jarang sekali menyinggung pasal herpes simplex, smegma, atau seks kasual. Buku ini mengupas semua itu!

Sebelum membaca Sebab Kita Semua Gila Seks, saya belum bisa memaknai hubungan bada antar ‘dua orang’ ini. Ternyata, seks tidak sekadar tentang pemuasan nafsu atau suatu cara manusia untuk melanggengkan keturunan, banyak hal menarik di baliknya.

Buku ini punya rating 21+, saya yang masih 19 merasa sedikit berdosa ketika membacanya. Well, selama saya enggak s*nge berat atau berbuat macam-macam selepasnya, tidak ada yang salah, bukan?

Oh, ya ... buku ini mengandung banyak sekali kata vulgar. ;
Profile Image for Aldilia Wyasti.
23 reviews
January 5, 2023
Sebagai seorang yg kuper, saya jarang mengeskplor tema seks, kecuali terkait medis. Profesi saya sebagai bidan membuat saya harus "terlihat ahli" didepan pasien2 saya. Tapi kenyataannya ya teoritis saja. Setelah menikah barulah berani mengeskplor tema ini lebih dalam dan practical. Bukan sekedar textbook anatomi fisiologi

Buku ini memberikan insight tentang "keanehan sex" ( karena saya kuper jd berasa aneh), padahal tema seks sudah secair itu, seliar apapun fantasi seks seseorang. Termasuk seks saat menstruasi.

Saya jg suka bagaimana ester memberi edukasi terkait IMS dengan bahasa yg ringan tapi ngena! Teringat salah satu pasien saya, IRT, datang ke puskesmas dengan kondisi vagina seperi jengger ayam. Karena suaminya suka njajan. Si ibu yg ga tau apa2 cuman bisa kesakitan dan nelongso, ikut menuai perbuatan suaminya yg suka sembarangan jajan. Ada lagi IRT, kenak HIV saat hamil, dan baru tau suaminya suka jajan. Dia cuman bisa nangis selama sesi Antenatal Care sambil bilang "salahku opo mbak". Saya rasa hal2 macam ini memang perlu diangkat. Sex education is a must. Tentu pembelajarannya berdasarkan perkembangan usia anak2 kita. Dan orang tua wajib tahu, wajib berlajar menyampaikannya.
Profile Image for Nina Mutiara.
11 reviews
January 13, 2022
Sebab kita semua gila seks adalah buku tentang seks yang pertama kali aku baca. Agak ngeri-ngeri sedep saat membacanya. Karena narasi yang disampaikan penulis sangat frontal tanpa ada yang di tutup-tutupi. Terlepas dari itu buku ini secara gamlang menjelaskan pentingnya pendidikan seks sejak dini. Kurangnya pengetahuan tentang seks akan cenderung mengakibatkan sesorang hanya sebatas memuaskan diri tanpa mengetahui keamanan dan kesehatan dibalik tindakannya.

Buku ini melawan ketabuan dalam memperbincangkan seks. Kisah-kisah yang di sampaikan penulis juga sangat relate dengan kehidupan sehari-hari. Esai-esainya tidak hanya sebatas opini penulis, tapi juga diperkuat dengan artikel, film, dan hasil penelitian orang lain. Tetapi bahasa yang digunakan sangatlah ringan dan santai sehingga mudah untuk dipahami.

Aku merasa buku ini sangat rekomended untuk dibaca, karena setiap orang harus mengerti bagaiamana seks seharusnya dimaknai. Sebab kita semua pasti pernah dan akan melakukannya.

* Buku ini hanya diperuntukkan bagi usia 21+ sebab di dalamnya terdapat gambar-gambar erotis yang katanya dapat menodai kesucian mata.
This entire review has been hidden because of spoilers.
10 reviews
March 1, 2022
Buku yang sangat deksriptif, dekat dengan kehidupan sehari-hari, dan hal-hal yang berkaitan dengan bahan pemikiran kita sebagai makhluk berpenis dan bervagina.

Tahun 2020 membeli buku ini dan saya baca kembali lagi sehari sebelum saya bersama kak Ester @esterpandiangan sharing di webinar yang diadakan oleh teman-teman Jaringan Perempuan Sumba soal keperawanan.

Mengapa saya merekomendasikan buku ini?
Bahasanya ringan dan membuat kita tidak sadar sudah membacanya hingga halaman terakhir. Saya juga bilang ke teman, waktu membaca buku ini saya seperti sedang menikmati percakapan antara ka Ester dan teman-temannya bahkan kadang seperti terperangkap di dalam pikirannya.

Tidak ada manipulasi, karangan, atau bentuk tipuan lainnya di dalam buku ini. Mungkin, beberapa hal di dalam buku ini pernah juga kamu alami atau temui. Oh yah, ka Ester juga mengutip dari beberapa buku yang bisa kamu cari juga.

Coba deh baca buku ini dan Akibat Menabukan Seks juga. Plus baca juga C*bul dan (Tidak Semua) Seks itu Jorok karyanya Hendri Yulius. Bakalan jadi 1 paket komplit buat asupan otak.
Profile Image for Prima Dewi.
50 reviews
December 21, 2023
Esai mengenai Sex dan pengalaman sex penulis yang disuguhkan ringan dan bersahabat.

Ini kali pertama saya membaca buku tentang sex dengan bahasa yg eksplisit dan tidak tabu. Saya suka membaca pengalaman yang dituturkan penulis maupun pengalaman kenalan-kenalannya. Menambah pengetahuan Saya mengenai dunia seks di luaran sana yang tidak saya ketahui, serta memberikan kewaspadaan baru ketika suatu hari bertemu orang yang hendak Saya kencani. Atau orang-orang yang hanya mau seks semalam saja.

Sayangnya, penelitian yang dicantumkan rasanya hanya menjadi tembelan fakta yang kurang kuat buat Saya. Setelah semburan opini dan pengalaman tiba-tiba muncul sepotong dua potong hasil penelitian. Tapi itu karena saya tidak baca blurb di belakang buku tersebut di mana buku Sebab Kita Semua Suka Seks merupakan esai ringan yang memang tidak banyak membahas sisi ilmiahnya.

Buku sekali duduk mengenai seks yang wajib dibaca oleh kalangan muda. Mungkin akan Saya rekomendasikan ke adik ketika usianya sudah 21+.
Profile Image for Putu Winda.
303 reviews2 followers
August 3, 2021
Saya beli buku ini karena judulnya sangat provokatif.
Isinya juga tidak mengecewakan .

Rupa-rupa hal yang berkaitan dengan urusan perkelaminan.

Mulai dari pentingnya pelajaran seksual dari orang tua terhadap anaknya secara terbuka dan benar. Bukan mitos dan bukan semata-mata urusan agama.

Tentang ketimpangan penilaian seksual terhadap laki-laki dan wanita. Laki-laki tidur dengan banyak wanita dipandang hebat dan gagah, wanita tidur dengan banyak lelaki dianggap murahan 🙄

Tentang hubungan ranjang yang sehat dan penyakit kelamin menular. Yang membenarkan keyakinan sy kalau bercinta sembarangan itu bahaya! Jangankan ngewe, jajan cilok sembarangan aja bahaya!

Termasuk tentang ukuran!
Yg lebih insecure ttg ukurannya adalah lelaki itu sendiri! Kita para wanita jauh lebih santai. Tapi kalau urusan sange sama aja.

Well, sangat menarik utk dibaca.
Bahasa ngepop membuat buku ini akan selesai dalam sekali duduk.
Profile Image for Nathania.
140 reviews3 followers
October 5, 2025
"Mirisnya, ketika dunia memberikan banyak tuntutan kepada perempuan, kriteria yang sama tidak dibebankan kepada laki-laki."

Saat pertama kali melihat buku ini, aku merasa judul maupun sampul buku ini luar biasa berani. Akhirnya punya kesempatan untuk membaca bukunya dan aku suka sekali dengan isinya! Aku suka bagaimana Kak Ester memadukan pengalaman nyata (baik kisahnya maupun kisah orang lain) dan diselipkan beberapa pembahasan yang ia temukan di jurnal penelitian, tidak terlalu ilmiah tapi juga bukan berarti isinya dibuat-buat.

Buku ini tidak lebih dari 300 halaman dan dibagi menjadi 4 bagian, esai-esai yang ada di dalamnya begitu menarik dibaca karena penuturan Kak Ester yang santai tapi tetap membawa keseriusan dalam berbagai topik mengenai edukasi seksual. Mungkin aku akan mencoba untuk membaca karya lainnya dari Kak Ester!
Profile Image for Syakirina utami.
26 reviews1 follower
January 14, 2022
Buku ini berisi pengalaman pribadi dari si penulis. Penulis mengumpulkan berbagai peristiwa yang dia temui. Hal yang saya pelajari setelah membaca buku ini, saya memahami tentang seks berdasarkan peristiwa peristiwa yang dicatat penulis. Ternyata persoalan seks berkaitan dengan banyak hal. Bukan hanya persoalan pertemuan vagina dan penis saja, melainkan juga hal lain yang juga penting dibicarakan. Penulis juga menambahkan beberapa referensinya dalam proses penulisan buku ini sehingga saya sebagai pembaca dapat menelusuri dan mempelajari lebih jauh lagi terkait seks dan hal-hal lain.

Secara keseluruhan, buku ini asyik dan informatif, terutama bagi yang belum pernah mempajari dan memahami soal seks.
4 reviews
February 1, 2026
Ester memberikan edukasi soal seks. Seks yang menjadi hak setiap manusia, masih dipandang tabu. Lewat wawasan serta pengalamannya dalam seks, ester membagikan edukasi seks, bagaimana masyarakat memandang laki-laki dan perempuan lewat seks, pandangan soal alat kelamin, proses pencegahan IMS (Infeksi Menular Seksual), dan masih banyak hal lain. yang sebaiknya dibaca.

hal yang saya refleksikan setelah membaca buku ini adalah bahwa seks adalah hak setiap individu, maka pilihan terhadap seks tidak boleh dijudg asal bertanggung jawab, dilakukan atas asas suka sama suka (consen) tanpa adanya manipulasi.
Displaying 1 - 30 of 82 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.