Jump to ratings and reviews
Rate this book

Paraban Tuah

Rate this book
Dalam cerita-cerita empuk ini Elok Teja Suminar melukiskan persoalan perempuan-perempuan Madura: keresahan dan harapan mereka yang ingin mendapat kesempatan menyampaikan pemikiran, keinginan, dan menjadi teman diskusi yang sebanding dalam setiap pengambilan keputusan dalam keluarga.

Pada sudut pandang yang lebih luas, Elok memotret konflik personal manusia-Madura dengan tradisi, agama, serta bentuk relasi sosial lain yang melingkupinya, sehingga dalam benak pembaca muncul gambaran betapa semrawutnya temali yang mengikat tubuh manusia, dan kemerdekaan diri terasa amat musykil bahkan sebatas sebagai sebuah kata. Pergulatan-pergulatan yang dikisahkan dalam buku ini adalah pergulatan setiap manusia.

122 pages

Published March 1, 2021

2 people are currently reading
13 people want to read

About the author

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
4 (28%)
4 stars
6 (42%)
3 stars
4 (28%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 7 of 7 reviews
Profile Image for Clavis Horti.
125 reviews1 follower
March 28, 2024
Buku Paraban Tuah karya Elok Teja Suminar adalah sebuah sajian kebijaksanaan yang merangkum kehidupan perempuan-perempuan Madura dalam sebelas cerita penuh warna. Dengan sari kata yang mempesona, Elok Teja Suminar menyidik rasa gelisah dan kegerunan jiwa tokoh-tokoh yang terperangkap dalam belenggu tradisi dan kaidah yang berakar dalam adat istiadat. Mereka berdiri di hadapan gelombang, ingin meraih ruang yang setara untuk memancarkan gagasan dan kehendak mereka. Akan tetapi, seperti angin yang menghantam layar di tengah lautan, berbagai halangan dan rintangan menghambat langkah-langkah mereka menuju kemerdekaan. Dari reruntuhan tradisi hingga aturan-aturan sosial yang menakutkan, menjebak para tokoh dalam labirin yang rumit dan tidak berujung.



Setelah merenung di antara lembar-lembar kisah yang membelit hati, gambaran tentang kehidupan manusia pun terbentuk, melintasi kompleksitas dan ketidakpastian. Liku dan jurang yang dalam membentuk panggung perjuangan, di mana tokoh-tokoh di dalamnya terhempas dalam arus yang mencekik, menghadapi tantangan yang berliku, melalui koridor gelap yang tak berujung.

Dalam buku ini, penderitaan perempuan-perempuan yang kerap kali menjadi korban dari jerat-jerat masyarakat dijelaskan secara detail. Mereka terperangkap dalam peran-peran yang tercipta, terkurung tanpa suara atau hak untuk mengukir takdir sendiri. Kisah-kisah ini, dengan berani, membongkar kedalaman rahasia yang menyelimuti kehidupan perempuan Madura, mengungkapkan kepedihan yang terpendam di balik tabir.

Namun di antara semua cerita, satu kisah yang mencuri perhatian saya adalah “Kambing”. Dengan penuh kekuatan dan kejutan, kisah ini merentangkan tragedi yang tak terlupakan, memotret penderitaan yang meresap dalam hati. Dengan tiap helai kata yang terjalin, “Kambing” berhasil menarik saya ke dalam dunianya yang gelap namun memikat.

Dengan demikian, Paraban Tuah karya Elok Teja Suminar bukan hanya sekadar sekumpulan cerita, melainkan sebuah jendela yang terbuka luas untuk memahami dan merasakan nuansa kaya dari kehidupan di Madura. Cocok bagi mereka yang haus akan kisah-kisah perjuangan perempuan yang memikat dengan aroma khas Madura yang kental, buku ini akan memenuhi dahaga akan petualangan jiwa yang mendalam dan penuh warna.
Profile Image for Yuliana Martha Tresia.
66 reviews19 followers
May 5, 2022
Paraban Tuah, dalam bahasa Madura berarti “Perawan Tua”—menjadi judul yang pas dan menarik untuk mewakili tema yang ingin diangkat penulis dalam buku ini: persoalan-persoalan perempuan Madura. Berlatar belakang asal Madura, sebagai perempuan Madura, penulis mencoba mengkritisi satu-persatu persoalan itu melalui cerita-cerita pendeknya.

Cerita pendek “Paraban Tuah” (Perawan Tua) misalkan, mencoba meletakkan posisi perempuan yang tidak menikah, dilangkahi adik-adiknya untuk menikah lebih dulu, dalam keluarga dan relasinya dengan ibu yang mengharuskannya menikah. Di tengah masyarakat yang berorientasi pada keluarga (tradisional) dan pernikahan, kerap kali perempuan yang tidak menikah dilabeli perawan tua, lalu dianggap beban keluarga—cerita pendek ini menuturkan sisi lain, sisi sebaliknya.

Beberapa cerita lain dalam buku ini yang berkesan untuk saya: cerita pendek “Mitun” mengisahkan kekerasan seksual incest yang mematahkan hati, cerita pendek “Semut” mengisahkan perempuan yang mengalami phobia semut—ide ceritanya buat saya menarik sekali, cerita pendek “Sarung Emak” mengisahkan perempuan yang menyikapi pilihan suaminya untuk berpoligami dengan berani, dan cerita pendek “Orok” mengisahkan perempuan yang menghanyutkan bayinya di sungai (tetapi cerita ini tak sesederhana kelihatannya—sebagaimana berita di media terkait kasus sejenis yang seringkali ditanggapi masyarakat dengan stigma dan sederhana, padahal tak sesederhana itu).

Buku ini juga membuat saya sebagai pembaca yang benar-benar awam ini bisa berkenalan sedikit dengan budaya Madura. Bagi saya, buku ini menjadi bacaan yang menarik di 2022 ini.
Profile Image for Khalisha.
48 reviews1 follower
June 10, 2025
Pas baca rasanya sakit hati bgt ya, karena cerita-ceritanya sangat mirip dengan yang sering terjadi pada perempuan di sekitarku. Tentang hamil di luar nikah, perceraian, sekolah, poligami, dan masalah perempuan Madura lainnya.

Karena penulisnya dari Bangkalan dan bahasa Madura itu perkabupaten biasanya beda kan. Nah ada tuh beberapa kata yang aku gak ngerti, tapi gak masalah sih karena udah ada catatannya! bisa ngebantu buat gak bingung pas baca!!
Profile Image for Nugie.
59 reviews2 followers
August 2, 2024
Sebelas cerpen berlatar belakang Madura. Berkaitan dengan bagaimana adat, tradisi, serta agama dan relasi sosial masyarakat Madura, disusun oleh penulis Madura.

Saya merasa beberapa cerpen dengan tokoh utama perempuan menjadi semacam media kampanye untuk menyuarakan Gender Equity ..sesuatu yang masih jadi persoalan di tengah budaya kita yang cenderung patriarki.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Risca.
15 reviews2 followers
April 5, 2021
Paraban Tuah artinya Perawan Tua.

Buku ini bagus banget. Mengangkat tradisi Madura. Terdiri dari sebelas kumpulan cerita. Perempuan yang seringkali hanya dipandang sebagai objek seksual. Ada juga yang tidak menikah, malahan dihina sama emaknya.
Profile Image for covinsky.
28 reviews1 follower
March 17, 2022
"Tak pantas aku menangis untuk sesuatu yang jelas bukan kesalahanku"

Ringan, sederhana, dan mengena
Profile Image for Nawala Patra.
74 reviews8 followers
January 27, 2023
Paraban Tuah adalah buku kumpulan cerita pendek paling berkesan yang saya baca di awal tahun 2023. Penulis, Elok, sebagai perempuan Madura mengangkat hakikat perempuan dengan berbagai tema yang menarik. Buku ini menggambarkan kehidupan di tengah-tengah masyarakat, lekat dengan etnologis, kental dengan tradisi dan kultur pada perempuan Madura.

Highlight buku ini adalah perempuan. Perempuan memiliki kekuatan yang besar dalam kehidupan, namun sayangnya tidak memiliki banyak kesempatan; mendapatkan hak, mengembangkan dirinya, sampai tidak memiliki hak penuh atas tubuhnya sendiri. Perempuan hidup sebagai objek yang dapat diperlakukan seenaknya, mirisnya itulah perempuan "baik" yang dipersepsikan. Persepsi inilah yang menghilangkan hak-hak perempuan untuk mendapatkan kesetaraan di mata masyarakat dalam aspek pendidikan hingga aspek ekonomi. Perempuan seperti dijadikan sebagai "bawahan" dan bukan "partner" kehidupan karena ego dan stigma masyarakat. Kendati demikian, buku ini juga mengajarkan "seni mencintai dan memperlakukan seseorang", termasuk perempuan.

Dan tentu saja, bagian cerita paling berkesan dan pion utama buku ini adalah "Paraban Tuah" yang berarti perawan tua dalam bahasa Indonesia. Ada kutipan yang menggetarkan hati saya, bahwa tidak ada anak yang dilahirkan bermandi kesialan. Tidak ada. Menurut saya, bagian cerita ini harus dibaca oleh semua orang, terutama perempuan. Perempuan harus menyadari bahwa mereka akan selalu memiliki value seperti power and strength meski tinggal dalam kehidupan yang keras dan tidak memiliki keadilan.

Buku ini terdiri dari 11 cerita pendek dengan diksi yang sederhana dan cukup akrab di telinga. Tak hanya itu, plot twist dan beberapa adegan yang cukup mind-blowing cukup membuat saya terkesan meski ada beberapa cerita yang memiliki open-ending sehingga saya dibuat menerka-nerka.
Displaying 1 - 7 of 7 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.