Di antara semua buku puisinya yang sudah saya baca, ini adalah buku yang paling saya favoritkan.
Dua buku puisinya yang berbahasa inggris memang menggunakan kata-kata yang sederhana dengan ilustrasi yang menarik, tapi kata-kata yang digunakan dalam buku yang katanya bukan puisi ini--hanya sebuah buku catatan--lebih sederhana. Tidak ada yang disembunyikan dari kata-katanya, begitu terbuka hingga maknanya jauh lebih mudah dipahami.
Ilustrasi dalam buku ini memang sedikit, tidak seperti di dua buku puisi sebelumnya yang sudah saya baca, kali ini hanya ada beberapa halaman yang hanya diisi ilustrasi tanpa tulisan, karena kebanyakan halamannya selalu ada goresan kata-kata menarik yang sederhana.
Seperti judulnya, buku ini memberikan kesan bahwa ini adalah kumpulan surat untuk seorang 'kamu' di masa depan. Tentang perasaan yang terpendam, tentang harapan-harapan akan dirimu, dan tentang 'kita' yang seringkali masih menjadi tanda tanya.
Di sini juga tidak lupa ada beberapa catatan yang menggambarkan patah hati, seperti 3 buku sebelumnya yang sudah saya baca.