Cerita berfokus pada sekelompok siswa SMA yang menggunakan aplikasi kencan bernama "Alternate" untuk menemukan teman dan pasangan. Namun, lebih dari sekadar mencari pasangan romantis, aplikasi ini menjadi cerminan dari pencarian identitas dan penerimaan diri di antara tekanan sosial yang mereka hadapi. Karakter-karakter dalam novel ini digambarkan dengan mendalam, masing-masing memiliki masalah pribadi yang mencerminkan kompleksitas remaja modern. Persahabatan, cinta, impian, kepercayaan diri, hubungan keluarga.
Walaupun judulnya Alternate, aku merasa fokus ceritanya tidak di situ. Saat membaca buku ini aku agak bingung dengan alurnya, lambat dan sedikit bertele-tela, dan aku berkesimpulan mungkin yang dimaksud 'Alternate' di sini adalah arti katanya; bergantian, bergiliran—artinya alurnya bergilir sesuai dengan POV ketiga karakter utama di buku ini: Iruru, Nazu, Naoshi.
Salah satu kekuatan utama novel ini adalah bagaimana Kato menyoroti kontras antara kehidupan nyata dan kehidupan virtual. Remaja dalam novel ini sering merasa lebih bebas mengekspresikan diri di dunia maya, tetapi pada saat yang sama, mereka terjebak dalam standar sosial yang tidak realistis dan ekspektasi yang diciptakan oleh teknologi. Misalkan Nazu yang terlalu terpaku pada standar aplikasi Alternate, atau tuntutan temannya yang menganggap bahwa masa SMA sangat merugi jika tidak punya pacar.
Dari novel ini juga, kita bisa belajar untuk berhati-hati 'memberi makan' informasi di akun media sosial yang kita miliki. Lagi, gunakan SNS secara bijak!
Yang ingin aku acungin jempol adalah terjemahannya. さすがPenerbit Haru. Sangat mudah dipahami, kata demi kata terjalin dengan baik dan mengalir. Walaupun aku ada ketemu satu typo, yang seharusnya teflon ditulis telfon (adegan One Portion). Atau mungkin aku yang salah tangkap.