Aksa dan Fau merahasiakan “status” pernikahan, sehingga tidak ada yang tahu bahwa mereka adalah pasangan suami istri di usia muda. Tapi ternyata, tidak mudah menjalani backstreet di kampus.
Tika, mahasiswi paling cantik, secara terang-terangan menyukai Aksa. Selain itu, Tariq, asisten dosen yang terkenal di kampus juga jatuh cinta pada Fau. Gara-gara itu, Aksa dan Fau harus mengubah strategi mereka...
Bab-bab awal agak membosankan dan dari kelebatan petunjuk, apakah konfliknya akan mudah ditebak? Entahlah, yang pasti untuk sekarang nggak bisa lanjutin ini. Enggak untuk akhir-akhir ini. Alasan font dan layout yang rapat juga, sih, agak bikin mood turun.
Mungkin bakalan dilanjut lagi saat sudah ada mood.
Aksa dan Fau menikah selepas SMA. Keduanya dijodohkan oleh orang tua mereka. Selepas SMA, keduanya kuliah di jurusan yang sama. Aksa dan Fau sepakat merahasiakan status mereka di kampus. Demi menjaga rahasia, setiap kali ke kampus, Fau diturunkan di halte depan kampus.
Menjaga rahasia ini beresiko. Seperti ketika Fau ditaksir oleh senior yang bernama Atariq. Aksa hanya bisa memandang dengan geram dari kejauhan. Begitu juga ketika Tika,cewek tercantik di kampus mendekati Aksa, Fau hanya bisa menelan kecemburuan.
Alur cerita novel ini sangat lambat. Apalagi hanya seputar bagaimana Fau dan Aksa menjaga rahasia status mereka. Saya menunggu-nunggu ada romantisme suami istri antara Fau dan Aksa, tapi sampai halaman terakhir keduanya kayak saling menjaga diri tidak menyentuh zona itu. Ceritanya terlalu sopan untuk settingan karakter suami dan istri..hehe.
Pernah membayangkan punya pasangan 1 kampus denganmu? Bahkan 1 kelas denganmu?
Kalau aku sih jelas bisa membayangkan karena pak suami sekarang itu teman sekelas di kampusku dulu 😁 nah, bedanya dengan Same Campus With Wife nih, hubungan Aksa dan Fau ini sudah berstatus suami-istri. Ya, mereka menikah muda karena dijodohkan.
Mereka pun kebetulan mengambil jurusan yang sama dan selalu berada dalam mata kuliah yang sama. Seru ya? Apalagi tipikal Aksa itu cowok cerdas yang siap membantu Fau untuk mempelajari mata kuliah yang sulit untuk dipahami.
Namun, mereka ini merahasiakan status pernikahan keduanya di kampus. Disinilah semua bermula. Mereka sudah saling sepakat untuk menjaga jarak. Hingga akhirnya, mereka pun didekati oleh lawan jenis yang membuat hubungan mereka semakin memanas 😁
Baca kisah Aksa dan Fau ini bikin senyum-senyum sendiri. Ringan banget. Apalagi gaya menulis Kak Farah yang mengalir, membuatku tak membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan kisah Aksa dan Fau.
Kehadiran lawan jenis yang tampak tertarik dengan keduanya membuat hubungan mereka semakin menarik untuk diikuti. Suka banget dengan perkembangan hubungan Fau dan Aksa. Apalagi Fau ini lucu banget 😁 interaksi dan chemistry keduanya pun terbangun dengan baik. Suka saja walau masih muda tapi mereka cukup dewasa dalam membina hubungan pernikahan keduanya, walau sering salah paham. Salut ih sama Aksa yang bisa menahan diri terhadap Fau 🤣
Selain kisah romansa dan persahabatan, yang kusuka Kak Farah menyelipkan cukup banyak detail teknik sipil disini, lumayan nambah pengetahuan baru 😁 walaupun memang tidak ada kisah yang mengejutkan, aku tetap menikmati kisah mereka. Jenis bacaan yang bisa dinikmati kapanpun dan bisa dibaca sekali duduk.
Secara keseluruhan, kamu mencari kisah romansa dan drama rumah tangga yang ringan, novel ini bisa menjadi pilihan bacaanmu ya. Yakin kamu bakal terhibur dengan kisah Fau dan Aksa
Tipikal buku yang sangat sangai. Hampir gaada konflik yang serius menurutku. Jadi bisa dibilang bikin... Bosen;(.
Padahal temanya udah bagis menurut aku. Tinggal konfliknya aja dibikin lebih greget. Jadi kaya yaudah.. yang ditemui di novel ini cuman kaya kehidupan sehari2 yang gak begitu menarik..
Aksa dan Fau pengantin baru, yang menurutku harusnya masih pada labil gmna gtu ya.. tapi ini kaya tiap ada konflik bisa selesai secepat itu. Kaya kurang relate sama pengantin baru pada umumnya wkwk. Terus cara pengungkapan perasaan masing2 juga kaya kurang puas aja gtu.. wkwk aku sampai bingung gimana jelasinnya.
Nyaris dnf, tapi dilanjut sampai tamat karena penasaran akan bagaimana cerita tentang pasangan yang nikah muda-Aksa dan Fau ini menjalani hari-hari rahasia mereka sebagai suami istri saat kuliah berbarengan.
Ceritanya sih ringan banget, seputar kuliah, kampus, dan kehidupan pasutri muda. Tadinya saya kira akan ada kerikil-kerikil yang bikin seru, ternyata hanya berkisar cemburu dan konflik antar teman yang salah duga. Bagi yang suka dengan gaya dan alur cerita seperti ini, tentu menikmati. Sebaliknya, bagi yang berekspektasi lebih dari cerita ini tentu rada kecewa. Ide cerita menarik, cuma kurang dieksplor. Kendati begitu, ada keseruan tersendiri ketika harus kucing-kucingan dari kejaran dan keingintahuan teman kampus.
Hanya kegiatan perkuliahan jurusan teknik sipil yang menurut saya yang jadi daya tarik dari novel ini.
Ceritanya ringan, menarik dan nggak bikin ribet saat dibaca. Cerita tentang pernikahan yang dijodohkan, Fau dan Aksa yang berasal dari keluarga berada dan hampir nggak punya kekurangan (kayaknya ini agak nggak mungkin di kehidupan nyata). Konfliknya juga nggak berat dan cukup menghibur.
Novel yang nggak ada konfliknya sama sekali, maksudnya nggak ada konflik memucak gitu. Alurnya cenderung lambat, mungkin sejenis novel slow burn gitu ya, karena di beberapa part terasa sedikit membosankan. Tapi, setiap Aksa romantis sama Fau, atau sebaliknya, aduh rasanya kayak mau meleleh wkwk
Baca ini sebagai selingan buku lainnya, karena nemu di Gramedia Digital. Sekilas kayaknya bukunya ringan dan konfliknya sederhana, jadi kupikir nggak ada salahnya.
Sebenarnya nggak meleset sih, memang konfliknya ringan aja dan 300an halaman ini pun hanya muter-muter di kehidupan 2 tokoh utamanya ketika berusaha menutupi fakta pernikahan mereka selama di kampus, padahal mereka sekelas.
Tokoh antagonisnya juga standar novel-novel roman remaja lainnya. Ada cewek primadona kampus yang naksir tokoh cowok, dan kakak kelas ganteng naksir tokoh cewek.
Aku nggak menemukan sesuatu yang greget karena menurutku semuanya datar-datar aja. Atau mungkin saking ringannya, aku merasa ini datar aja.
Kehidupan pernikahannya pun nggak diceritakan dengan greget, terlalu 'biasa' untuk hubungan pernikahan yang kayaknya keduanya sama-sama fine aja alias nggak menentang pernikahan tersebut.