What do you think?
Rate this book


151 pages, Paperback
Alih-alih mengajari, justru Adam yang sedang belajar kini. Karena pada kenyataannya, belum apa-apa ia duluan yang diberi rasa sakit dengan karamnya harapan yang diperjuangkan. Dalam satu pejaman mata, segalanya tenggelam tak bersisa.
"Lidah yang telah mengecap pahit akan lebih sering menahan diri dalam menelan. Apalagi hati yang pernah disuguhi pahitnya pengkhianatan, tentu tidak mudah untuk menaruh kepercayaan terlebih pada bualan, semanis apa pun diucapkan. ..."