Jump to ratings and reviews
Rate this book

Lalu Tenggelam di Ujung Matamu

Rate this book
Teluk Selong yang tenang mendadak meradang ketika Gusti Suanang dan Umar Gayam saling hardik di halaman. Adam, putra Umar Gayam, dinilai tak pantas meminang Intan karena bukan keturunan bangsawan. Petang itu Umar bersumpah, akan tiba suatu masa Gusti Sunang menghamba pada orang yang ia hina.

Delapan tahun berselang, Gusti Suanang jatuh dalam koma yang berkepanjangan. Seorang ulama berkata bahwa Gusti Suanang masih tertahan ampunan orang yang ia kecewakan. Meski menampik, Intan, yang telah menikah dengan Gusti Rizal, tetap memikirkan satu nama, yakni Adam. Ia kembali berusaha mencari Adam. Nahas, ketika mereka bertemu, lelaki itu sudah tak sama. Adam telah membeku.

Di lain pihak, Adam bergumul dalam dirinya sendiri, di antara rasa kemanusiaan dan dendam, antara menerima atau membalas kekalahan.

151 pages, Paperback

4 people are currently reading
84 people want to read

About the author

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
34 (22%)
4 stars
74 (48%)
3 stars
41 (26%)
2 stars
3 (1%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 30 of 56 reviews
Profile Image for Shafira Indika.
303 reviews235 followers
November 15, 2021
'Lalu Tenggelam di Ujung Matamu' bercerita tntg hubungan dua orang, Adam dan Intan, yg tidak disetujui oleh orangtuanya Intan krn mereka beda social class. Intan ini merupakan bangsawan di daerah Kalimantan Selatan—terlihat dari kata 'Gusti' di depan namanya—sedangkan Adam ya.. tentu saja kaum proletar😅

Bermula dari penolakan ayahnya Intan ketika ayahnya Adam & Adam mengatakan hendak melamar putrinya krn gbs memenuhi mahar yg disyaratkannya. Trs saat itu ayahnya Intan ngomong sesuatu yg bikin Adam dan Ayahnya sakit hati lalu hal itu bikin Ayahnya Adam bersumpah kalo nanti Ayahnya Intan itu akan memohon2 pada golongan org2 yg selama ini dianggap 'di bawah' keluarganya—which means... rakyat jelata.

8 thn kemudian, omongan Ayahnya Adam jadi kenyataan. Ayahnya Intan koma di rumah sakit dan kata seorang ulama ada dendam & sakit hati yg menghalanginya buat pergi dgn tenang. Ya tentu saja Intan tau dendam milik siapa itu. Namun, si pemilik dendam itu rupanya msh blm bisa menyudahi dendam tsb—ya, Adam msh sakit hati & merasa dipermalukan. Ayahnya juga demikian namun ayahnya udah meninggal, jadi yg tertinggal hanya Adam dan dendam beserta sakit hati yg diwariskan oleh ayahnya dan dipupuk subur olehnya sendiri.

Anyway Intan sendiri udah nikah, and to make it worse.... dia nikah sama sahabatnya Adam🥲 & tentu saja itu membuat Adam semakin sakit hati apalagi ia menyaksikan sndiri pernikahan tsb.

Di buku ini, Adam belajar mengenai kerelaan hati—bagaimana membiarkan dendam tdk terbayar dgn tuntas, bagaimana merelakan sesuatu yg tdk pernah jd miliknya, dan bagaimana memaafkan-sebab di dim buku ini jg dikatakan bahwa mustahil manusia dpt melupakan, ia hanya bisa memaafkan (jujur lupa exact wordsnya gmn tp ya kurang lebih begini yg mau disampaikan penulis mnrtku hehe).

Gimana cara Adam bisa memaafkan &
merelakan? Apa dia bisa? Nah mnrtku itu yang ingin dipaparkan di buku ini-how he goes through it sampe akhirnya dia tiba di suatu titik dmn ia dpt memaafkan dan
merelakan apa yg terjadi 8 thn silam. Mnrtku buku ini berangkat dari moral value yg bagus-mengingat manusia adlh makhluk pendendam hehe yagaksih. Namun, kok
ratingnya segini? Hmm sekali lg ini mnrtku yaa
aku yakin perspektif org beda2, mnrtku eksekusinya krg maksimal. Entah krn ini hanya novella jd semuanya terasa diceritakan sambil lalu atau gmn ya jujur krg tau sihh cmn aku ngeliatnya gitu. Bahkan aku merasa kyk……. Krg greget aja gt aku krg bisa paham how Adam goes through it sampe dia bisa berdamai dgn kejadian 8 thn silam krn kalo diliat dari narasi2 disini, luka yg ditorehkan tu.. dalem.
What i like about this book is penggambaran latarnya mnrtku oke (mungkin krn penulisnya menceritakan daerah asalnya sendiri? Krn aku liat di biodatanya dia lahir di salah satu daerah di Kalsel), trs pembawaannya jg enak dibaca
sih mnrtku krn gaterlalu terbelit2 dan sisi uniknya adalah buku in menceritakan bagaimana masyarakat Nagara yg
memakamkan orang meninggal di rawa-rawa. Jadi jasadnya tuh kyk ditenggelemin gitu. Nah, mereka yg memakamkan kan brrt harus menyelam buat bisa memakamkan dan itu tuh mereka gamake alat menyelam samsek-yg berarti akan sangat berisiko, gmn kalo knp2? Kalo dr yg aku tangkep sih tradisi tsb (ini bsdiblg tradisi gak ya?) dilakukan krn daerah tsb didominasi oleh rawa-rawa. Bisa sih kalo mau dimakamkan di tanah spt kebanyakan tp biayanya mahal krn hrs pergi ke daerah lain gituu.

Ok, that's all. Aku gbs blg aku suka buku ini tp ya aku bukannya gasuka juga sm buku ini jd yaa netral ajaa gt. Btw aku baca di ipusnas jd kalo kalian tertarik bisa pinjem krn sepertinya gaterlalu ngantri?? Bukunya tipis (krn novella hehe) & yg dibahas jg ga berat jd kalo kalian bingung mau baca apa di ipusnas maybe u can give it a try :))
Profile Image for DEE.
254 reviews3 followers
March 15, 2022
Woww, selesai. 🥺🥺🥺 Suka suka suka suka, aku suka..

Buku ini diksinya bukan main sih cakep dan indahnya, mudah juga dimengerti meskipun banyak menggunakan istilah. *sok paham diksi dan istilah aja* 😄

4.5 / 5
Profile Image for Jess.
609 reviews141 followers
January 11, 2023
3.75/5

Alih-alih mengajari, justru Adam yang sedang belajar kini. Karena pada kenyataannya, belum apa-apa ia duluan yang diberi rasa sakit dengan karamnya harapan yang diperjuangkan. Dalam satu pejaman mata, segalanya tenggelam tak bersisa.


Buku 151 halaman yang well research dan padat tapi tetap entertaining buat dibaca. Cerita dan plotnya memang cukup simple tapi aku kagum sama penulis yang mampu menghidupkan karakter-karakternya dari plot yangsederhana ini. Walaupun masih ada beberapa tindakan karakter yang gak dijelaskan jadi terkesannya one liner tapi aku tetap suka overall flow dari buku ini.

Selain itu ada budaya dan adat istiadat Banjar yang menjadi highlight dari buku ini, membuat cerita dalam buku ini semakin ‘kaya’ dan penuh layer. Sebagai pembaca sangat menambah wawasan tapi juga menambah pandangan tentang suatu kebudayaan di daerah di Indonesia.

HIGHLY RECOMMEND!
Profile Image for Natsume Natsuki.
110 reviews22 followers
March 13, 2022
Sebenarnya, saat awal-awal baca buku ini, aku sempat bingung sama alurnya karena alurnya yang maju mundur. Namun, mulai di pertengahan buku, aku mulai paham alur ceritanya.

Buku menceritakan tentang perjalanan Adam yang ingin melupakan masa lalunya dan dendam-dendamnya terhadap Intan, sang mantan kekasih yang dipinang oleh kawan baiknya.

Kisah perjalanan Adam ini dimulai saat ia melakukan penelitian tentang pemakaman bawah air di Kalimantan. Sejak saat itu, Adam mulai belajar caranya memaafkan dan berdamai dengan masa lalunya.

Cerita ini kental dengan nuansa dan budaya suku Banjar. Karena cukup kental, aku agak kesulitan dengan beberapa istilah-istilah daerahnya.
Profile Image for Laaaaa.
208 reviews5 followers
June 18, 2022
bukunya bagus, bisa belajar budaya masyarakat Banjar. isinya bagus, tentang bagaimana seseorang pada akhirnya harus ikhlas untuk melepas. ending nya ah aku tidak terlalu suka, macam sinetron hihihihi
Profile Image for Dinira.
7 reviews
November 27, 2022
Buku berjudul Lalu Tenggelam di Ujung Matamu merupakan novel yang memuat 14 bagian cerita yang dikemas secara ringkas karena terbilang singkat untuk dibaca selama beberapa jam dalam sehari.

Fiksi di dalamnya berlatar belakang kebudayaan suku Banjar yang ada di Teluk Selong Kalimantan Selatan. Memuat kisah cinta, pertentangan kebudayaan, luka yang bergejolak bersama dendam, serta merelakan apa yang perlu ada untuk bisa dirasakan.

Buku ini menceritakan bagaimana sosok Adam dan Umar yang merasa hina sebab mereka hanya rakyat jelata. Gusti Suanang tak membiarkan Adam untuk meminang anaknya, Intan yang jelita. Hingga akhirnya dia menikahkan Intan dengan sahabat Adam yang bernama Gusti Rizal dengan kasta yang setara dengan keluarganya.

Tentu saja hal itu menciptakan luka mendalam bagi Adam dan Umar—perihal dendam yang sulit untuk dipadamkan meski waktu telah berlalu selama sewindu.

Menariknya, Adam yang telah lama merantau di Jakarta mendapatkan kehidupan mapan setelah semua kerja keras dari kecerdasan dan juga belas kasih orang di sekitarnya. Hingga suatu hari dia harus kembali ke kampung halamannya untuk melakukan penelitian tesisnya perihal kebiasaan masyarakat suku Banjar yang selalu memakamkan jenazah di dalam rawa-rawa sungai dengan kedalaman kurang lebih 5 meter dari atas permukaan. Uniknya, hanya segelintir orang yang mampu melakukan penyelaman untuk mengebumikan jenazah dengan risiko kematian saat melakukannya.

Baik Intan maupun Adam kembali dipertemukan. Intan mencari belas kasihan Adam untuk mengutarakan permohonan maaf atas sikap dan perbuatan yang dilakukannya dan keluarganya. Ternyata Adam bersikeras menolaknya. Namun secara perlahan, selama penelitiannya Adam menemukan banyak hal yang membuatnya tiba di suatu perenungan panjang.

Tidak hanya Adam, pembaca pun disambut hangat untuk turut masuk menemukan keajaiban-keajaiban dari perjalanan Adam dan tokoh-tokoh pendukung lainnya. Selain menelusuri adat dan kebudayaan dalam prosesi pemakaman, pembaca diingatkan bahwa tidak ada satupun di dunia ini yang benar-benar kita miliki sebab semua hal selalu kembali kepada Tuhan. Maka dari itu, masyarakat yang kehilangan anggota keluarganya tidak pernah menunjukkan rasa kehilangan karena secara sadar mereka meyakini bahwa anggota keluarganya berpulang pada pemilik sejatinya.

Dari serangkaian alur yang disajikan, pembaca disentil perihal segala sesuatu yang telah kita mulai harus dengan berani kita tuntaskan tanpa menunda-nundanya.

Lantas dengan segala pegumulan batin, Adam pun menemukan makna bahwa kali ini dia harus merentangkan kelapangan hatinya untuk bisa memaafkan segala lebam yang terpendam. Dia mengampuni segala salah yang diperbuat oleh keluarga Gusti Suanang terutama Intan—yang secara sadar menerima karma atas hancurnya hubungan dengan Gusti Rizal, usaha yang hancur berantakan, dan kelegaan yang ia dapatkan usai Adam menobatkan pengampunan.

Masing-masing dari tokoh paham bahwa semua yang mereka alami dan perbuat selama di bumi selalu dituai oleh peran sebab dan akibat. Bahwa dari luka yang menganga akan ada bahagia yang juga mengikutinya.

***

Dari buku Lalu Tenggelam di Ujung Matamu, pembaca menemukan banyak keberanian atas segala pembelajaran yang diperoleh dari buku tersebut. Alurnya yang tidak bertele-tele tersaji secara apik dan menyenangkan, tampilan bukunya menarik perhatian, dan jujur saja ada banyak tangisan yang memburai sepanjang kalimat yang berhasil diselesaikan. Sehingga pembaca jadi lebih leluasa untuk ambil langkah perihal memaafkan, merelakan semua kesalahan, dan makin sadar tentang perbedaan, juga tentang waktu yang tidak bisa dibiarkan mengalir tanpa upaya perbaikan.
Profile Image for farah.
60 reviews3 followers
January 27, 2024
pada dasarnya ini cerita tentang cinta terhalang kasta yang pada akhirnya membuat salah satu dari mereka menelan luka pahit. menurut aku diksi yang digunakan sangat cantik, namun sayang entah mengapa aku kurang merasakan emosi ketika membaca buku ini.

akan tetapi pesan yang disampaikan sukses memberi peringatan untuk jangan sekali-kalinya merendahkan seseorang, karena barangkali seseorang itulah yang pada akhirnya kita butuhkan di masa mendatang.
Profile Image for fara.
280 reviews42 followers
June 14, 2024
"Kami orang Nagara terbiasa tidak pernah benar-benar memiliki sesuatu. Rumah yang kita duduki ini misalnya, tidak ada sertifikat hak milik karena berdiri di atas air rawa. Maka sesayang apa pun pada rumah ini, suatu saat kami mesti ikhlas melepas entah hanyut karena banjir ataupun diambil pemerintah daerah. Begitu juga dengan sanak keluarga. Ketika mereka meninggal, sejak awal kami tahu, suatu saat mungkin saja hanya bisa diziarahi lewat doa sebab jasadnya hanyut. Sebenarnya, tidak ada yang dilepaskan kalau kita mau menyadari bahwa tidak ada yang benar-benar kita punyai." (halaman 103).

Saya suka dengan pesan yang hendak disampaikan novela ini. Tentang memaafkan, melepaskan, mengikhlaskan. Bahwa hidup dibersamai dendam menjadi sesuatu yang membawa kekosongan sejauh mana pun kaki berletih-letih melangkah. Lalu Tenggelam di Ujung Matamu mengangkat profil Suku Banjar dengan budaya Kalimantan Selatan tepatnya di Desa Nagara, Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Di sana, masih terdapat cara mengantar jenazah ke liang lahat dengan dipeti dan dimakamkan di bawah air. Hal tersebut lantaran di desa tersebut sebagian besar areanya merupakan rawa.

Ceritanya sebenarnya sederhana dan cenderung klise. Saya malah teringat gaya sinetron yang khas dan beberapa kali gaya bahasanya yang identik dengan warna drama keluarga. Tentang perbedaan kelas yang membuat kandas cinta Adam dan Intan. Ayah mereka, Umar Gayam dan Gusti Suanang saling memaki karena Adam yang bukan keturunan bangsawan dinilai nggak pantas menjadi pendamping Intan. Pertengkaran itu bermuara pada sumpah Umar Gayam yang menegaskan akan tiba suatu masa Gusti Suanang menghamba pada orang yang ia hina. Kehidupan terus berjalan dan tiba pada masa di mana Intan pada akhirnya mengemis permohonan maaf pada Adam sebab ayahnya yang sakit tak kunjung menjemput ajalnya dengan tenang.

Adam diceritakan sebagai sosok yang keras kepala, tetapi saya dapat memahami dan bersimpati pada karakternya mengingat luka yang ditorehkan keluarga Intan padanya di masa silam bukanlah sesuatu yang sederhana. Saya mafhum karena toh pada akhirnya ia belajar di beberapa bagian bab terakhir. Ia juga progresif dan selalu mau menerima tantangan serta bertanggung jawab atas pilihannya. Dalam beberapa kondisi dalam novel, saya satu suara dengan Adam, seperti yang satu ini, "... Agama tidak menyulitkan penganutnya, manusia saja yang senang sekali merumitkan segala sesuatunya demi pandangan manusia lain." (halaman 73).

Tokoh-tokoh lainnya punya porsi masing-masing tanpa distorsi yang berarti, terutama Grace yang menjadi pelabuhan hati Adam selepas masa lalunya dengan Intan. Pas dan nggak dilebih-lebihkan. Beberapa kali saya berdecak kenapa novela ini bisa sangat padat tetapi kompleks di sisi lain padahal bahasan utamanya sangat sempit dan biasa saja. Sepertinya memang penulisnya yang piawai merangkai kata menjadi kalimat yang indah (diksinya mengingatkan saya pada gaya penulis-penulis angkatan lama). Sayangnya beberapa tanda pisah untuk menjelaskan arti beberapa istilah daerah yang nggak disunting dengan rapi bikin saya sakit mata dan merasa risih berkali-kali. Sejujurnya, cukup mengganggu. Biasa lah, mengingat citra penerbitnya yang terkenal teledor dalam hal suntingan.
Profile Image for Theresia.
108 reviews5 followers
July 4, 2022
LALU TENGGELAM DI UJUNG MATAMU
“Sekiranya hati adalah perahu, dendam tak ubahnya rayap yang menggerogoti dalam senyap”
Novela ini menceritakan bagaimana derajat/kasta seseorang bisa mengubah mimpi yang dirajut oleh dua insan. Intan yang berdarah bangsawan tidak direstui oleh ayahnya untuk dipinang Adam, yang berasal dari kasta rendahan. Ditulis oleh seorang dara asli Kalimantan Selatan, di buku ini kamu bisa menemukan budaya yang sangat kental. Buku ini membawa kita tur fiksi melihat kehidupan masyarakat di sana dan bahasa daerahnya.
“Bilamana kita pernah saling memiliki, selalu ada yang tertinggal lebih lama dari bersama. Sesuatu yang kusebut cinta, tapi bagimu tak lebih dari cerita lama.”
Alur maju mundur yang diterapkan penulis cukup baik, hanya kurang jelas pembeda flashbacknya karena tidak ada pembeda font yang membantu.
Tokoh utamanya adalah Intan dan Adam, ada orangtua mereka, Rizal suami Intan, Grace dan Randi. Emosi setiap tokoh tercermin dengan baik melalui gestur dan dialog. Bahasa yang digunakan cukup baku dan sedikit melayu.
Aku sangat penasaran kenapa judulnya LALU TENGGELAM DI UJUNG MATAMU. Ending bukunya tidak sesuai ekspektasi saat membaca judul dan melihat covernya.
“ Tak ada orang yang bisa benar-benar melupakan, terlebih sesuatu yang pernah melekat dalam hati. Hanya ada satu cara untuk bisa menerima segala manis dan pahit, yakni memaafkan.”
Konflik yang terasa dari awal cerita tidak menjadi klimaks yang aku harapkan di akhir. Meski penyelesaian konfliknya mulus tapi sedikit gamang dan kurang rasa.
Buku ini cocok dibaca untuk kamu yang mencari novela tipis dan kamu yang penasaran akan kehidupan budaya masyarakat Kalimatan Selatan. juga mengajarkan kita untuk merelakan yang bukan takdir kita.
“Adakah yang lebih menyakitkan daripada pernah menggenggam, lalu harus melepaskan tanpa sempat mempersiapkan?”
Dari buku ini aku mengetahui suatu budaya yang cukup membuat tercengang. Menguburkan dengan cara menenggelamkan dibawah rawa? Apakah kamu sudah pernah mendengar tentang itu?
Profile Image for Edward.
45 reviews
March 12, 2025
Astaga, ini buku novela yang menurutku perlu direkomendasikan untuk dibaca karena benar-benar bagus. Ceritanya bagus walaupun alurnya sempat dibuat bingung karena menggunakan alur cerita campuran. Tak hanya sekadar fiksi yang disajikan dalam cerita ini, tapi ada unsur kebudayaan juga yaitu adat suku banjar mulai dari proses pernikahan, kehidupan suku banjar dan juga pemakaman di dalam air.

Salah satu hal yang menarik bagiku dalam budaya suku banjar adalah proses pemakaman di dalam air karena hal ini sungguh unik bahkan tokoh utama dalam cerita ini saja mendapatkan tugas untuk melakukan penelitian terhadap proses pemakaman di dalam air. Melalui cerita ini, kita juga semakin mengenal wilayah di provinsi Kalimantan Selatan seperti Martapura, Teluk Selong dan desa Nagara yang lokasinya berada di luar kota Banjarmasin. Wilayah tersebut benaran ada loh, bukan rekayasa. Diriku juga baru tahu transportasi bernama kelotok dan jukung itu berbeda. Tak hanya itu saja, diceritakan juga tentang Putri Junjung Buih yang dikenal sebagai cerita rakyat melalui dialog Amang Jamhari dan tokoh utama yaitu Adam.

Omong-omong, diksi dalam buku ini juga bagus. Selain itu, plot cerita dalam buku ini juga menarik. Diriku takjub sama kehidupan Adam yang mempunyai luka perasaan yang cukup dalam. Dikala luka tersebut hampir sembuh malah terbuka lagi hingga lebar dan akhirnya Adam pun bergumul dalam dirinya sendiri. Dari cerita ini, diriku mempelajari proses Adam bergumul dalam dirinya sendiri diantara rasa kemanusiaan dan dendam. Berkat proses pemakaman di dalam air, perkataan uwak badrun dan setelah melihat kehidupan masyarakat itulah akhirnya Adam mampu memaafkan sosok yang selama ini membuat dia dendam. Sekian, ulasan kali ini. Semoga bermanfaat.
Profile Image for yunda..
66 reviews2 followers
June 23, 2022
Premisnya cukup sederhana: tentang kisah cinta Adam dan Intan yang tidak direstui karena perbedaan kasta sosial. Intan dari keluarga bangsawan, Adam dari keluarga jelata. Sudah kentara siapa yang tidak merestui, bukan?

Perjalanan mereka dibalut dengan beberapa konflik yang menurutku terbilang umum, seperti masalah tesis Adam yang membuatnya harus pulang ke Teluk Selong, masalah rumah tangga Intan, serta kematian anggota keluarga mereka. Tak lupa, unsur budaya dan adat Banjar, Kalimantan Selatan juga turut membantu membangun suasana cerita, seperti masalah jodoh (orang bangsawan harus bersanding dengan sesama bangsawan), adat pernikahan, kebiasaan mendatangi orang pintar untuk meminta solusi, hingga tradisi memakamkan orang meninggal dengan cara ditenggelamkan.

Tradisi pemakaman inilah yang paling meninggalkan kesan bagi saya. Selain karena mendapat pengetahuan baru, saya sekaligus belajar betapa pentingnya keikhlasan dan kesadaran bahwa sesungguhnya manusia ini tidak memiliki apa-apa. Saya yakin, orang-orang yang masih menjalankan tradisi ini adalah pribadi yang lebih kuat dan tabah. Mereka sudah terlatih ikhlas bahkan sejak kerabatnya menghembuskan nafas terakhir; satu hal yang menurut saya sulit untuk dilakukan orang-orang yang masih bisa berziarah ke makam kala rindu. Memang benar agaknya, mengikhlaskan untuk melepaskan akan jauh lebih sulit bagi orang yang sudah merasa memiliki.

"Siapa yang bisa merasa kehilangan kalau memiliki saja tidak pernah?" - hlm. 103
Profile Image for leiah jo.
76 reviews1 follower
February 3, 2023
menurutku, buku ini mengangkat tema yg sama dgn buku Perempuan yang Menangis Kepada Bulan Hitam. tentang adat istiadat dan kepercayaan masyarakat.
Lalu Tenggelam di Ujung Matamu adalah buku 151 halaman, yg bercerita tentang Adam dan ayahnya yg dipermalukan oleh Gusti Suanang.
menurut Gusti, Adam pria yg berasal dari keluarga biasa tidak pantas meminang anaknya yg berasal dari keluarga keturunan raja.
aku jatuh cinta sama penulisan buku ini yang lugas tapi penuh arti, plotnya memang cukup simple tapi penulis berhasil membuat setiap karakternya unik dan tergambar dengan kuat membuat ku sangat menikmati proses membaca buku ini.
plot maju-mundur dalam buku ini, membuat cerita ini semakin menarik karena aku jadi mengerti alasan atas setiap tindakan yang dilakukan tiap karakter.
ada banyak unsur budaya yg disajikan penulis dalam buku ini, salah satunya mengenai Upacara Kematian masyarakat Suku Banjar, dimana mayat dimakamkan di dalam air rawa karna luas lautan yg lebih besar daripada daratan tapi juga merupakan adat yg sudah ada turun temurun.
cara penulis menuliskan dan menyisipkan adat dan kebudayaan ke dalam buku ini, membuat setiap scenenya menjadi lebih bermakna dan ‘kaya’.
buku ini sangat aku rekomendasikan buat kalian yg ingin nyari bacaan ringan tapi tetap berisi, ada sub-plot romance dan kurang dari 200 halaman. Lalu Tenggelam di Ujung Matamu bisa dibaca dan diakses gratis di aplikasi Ipusnas, manteman. 🥰
Profile Image for Laven.
347 reviews14 followers
January 3, 2024
"Lidah yang telah mengecap pahit akan lebih sering menahan diri dalam menelan. Apalagi hati yang pernah disuguhi pahitnya pengkhianatan, tentu tidak mudah untuk menaruh kepercayaan terlebih pada bualan, semanis apa pun diucapkan. ..."

4.5 ⭐

Teluk Selong mendadak meradang ketika Gusti Suanang dan Umar Gayam saling hardik di halaman. Adam, putra Umar Gayam, dinilai tak pantas meminang Intan karena bukan keturunan bangsawan. Petang itu Umar bersumpah, akan tiba suatu masa Gusti Sunang menghamba pada orang yang ia hina. Delapan tahun berselang, Gusti Suanang jatuh dalam koma yang berkepanjangan. Seorang guru berkata bahwa Gusti Suanang masih tertahan ampunan orang yang ia kecewakan.

Awal membaca buku ini aku langsung teringat dengan buku Tenggelamnya Kapal Van der wWjck, semua bermula dari kisah cinta yang kandas karena beda kasta. Dari buku yang punya cover 'seragam' sama buku ini, mungkin sejauh ini Lalu Tenggelam di Ujung Matamu jadi salah satu favoritku. Berbeda dengan 3 buku yang aku baca sebelumnya, buku ini enggak menimbulkan rasa berat di hatiku. Semua rasa berat seakan ikut tenggelam dalam pemakaman di Nagara.

Aku selalu menyukai buku dengan latar di luar Jawa, mengenal adat dan budaya baru, kehidupan baru, dan istilah-istilah baru. Membaca buku ini seakan menarikku menjadi sosok ketiga yang bersama Adam melakukan penelitian di Nagara, bersama Adam belajar untuk ikhlas tanpa menaruh dendam dan juga belajar untuk merelakan sesuatu.
Profile Image for Hafizhah Nurdini.
41 reviews1 follower
September 29, 2023
Sebuah petuah purba pernah berkata "Hati manusia adalah rawa. Kedalamannya tak mudah dibaca. Sebab ia adalah genangan rahasia yang tiada seorang pun dapat benar-benar menyelami hingga bagian paling dasar."

Intan dan Adam tidak bisa melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang serius karena mereka dianggap tidak setara. Gusti Suanang, ayah Intan, masih berpikiran bahwa keturunan darah biru seperti mereka tidaklah pantas dengan orang biasa seperti Adam. Tidak hanya penolakan, Gusti Suanang juga mengucap hardikan pada Adam dan Umar Gayam, ayahnya.

Umar Gayam pun merasa geram karena perkara keturunan raja dan jelata bukanlah hal yang pantas dijadikan bahan hinaan.
"Kau ingat, Gusti Suanang, matahari paling terik sekalipun ada saatnya ditutupi awan mendung. Hari ini kau bertepuk dada karena keturunan raja. Suatu saat bisa jadi kau yang menghamba pada kaum jaba!"

⭐4 🤩👏 Menarik banget!!! Di dalam buku yang terbilang tipis dan bisa dibaca sekali duduk ini isinya sangat menonjolkan budaya dan tradisi Banjar. Dari rangkaian pernikahan adat sampai bagaimana pemakaman dalam air di Nagara, Kalimantan Selatan.

Memilih pasangan yang setara atau seperti dalam cerita ini yang sama-sama memiliki gelar bangsawan menurutku masih bisa dimaklumi, tapi hal ini tidak bisa dijadikan alasan untuk meremehkan mereka yang tidak termasuk di kategori tersebut. Banyak keturunan Gusti (khususnya di Kalimantan) yang aku kenal tidaklah melihat gelar ini sebagai prioritas dalam mencari pasangan, bahkan ada pula yang lebih memilih menyembunyikan gelar mereka.

Penulisannya bagus dan enak dibaca, ceritanya mengalir dan mudah dipahami, bukan cerita yang berat juga, jadi buku ini cocok dibaca kalau kalian mau ngisi sedikit waktu luang, aku baca buku ini pas lagi istirahat di kampus nunggu jadwal mata kuliah selanjutnya 😆
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Andita.
309 reviews3 followers
June 23, 2023
"Lidah yang mengecap pahit akan lebih sering menahan diri dalam menelan. Apalagi hati yang pernah disuguhi pahitnya penghianatan, tentu tidak mudah untuk menaruh kepercayaan." - Bab. 6

Melihat kisah Adam, betapa marah dan sakit hati ketika melihat seseorang yang dicintai tidak menjadi takdirnya. Pertama aku melihat kisah ini cukup menyedihkan, melihat seseorang kembali pasrah karena keadaan ekonomi dan kasta dalam masyarakat sosial.

Kedua, melihat sudut pandang kematian dan prosesi penguburan budaya Kalimantan Selatan serta semua filosofi di baliknya. Ada yang sama dari kehilangan cinta dan kematian, keduanya sama-sama sebuah kehilangan, tapi tidak semua kehilangan membawa duka yang hebat.

Semua perasaan valid dalam setiap proses melepaskan. Melihat orang berjuang untuk melepaskan selalu menjadi hal tersulit untuk disaksian, karena rasa sayang yang tulus dalam setiap kehadiran setara dengan apa yang akan dilepaskan.

"Tidak ada orang yang benar-benar melupakan, terlebih sesuatu yang pernah melekat dalam hati. Hanya ada satu cara untuk bisa menerima segala manis dan pahit, yakni memaafkan." - Bab. 13
Profile Image for Dennisa .
160 reviews
December 23, 2023
Bukan hanya sekedar kisah cinta Adam dan intan yang terhalang restu karena perbedaan kasta sosial.
Bukunya ngga tebel tapi cukup berkesan. Banyak pesan moral yang disampaikan dalam buku ini.

Dari novela ini kita akan belajar memaafkan masa lalu, mengiklaskan orang yang dicintai, berdamai dengan diri sendiri dan membuka hati untuk orang baru.


buku ini juga membahas prosesi pernikahan adat Banjar Kalimantan Selatan dimana setiap prosesinya memiliki makna dan filosofi mendalam dan juga tentang tradisi pemakaman dibawah rawa di Nagara.


❝Sebenarnya, tidak ada yang dilepaskan kalau kita mau menyadari bahwa tidak ada yang benar-benar kita punyai.❞ —hal. 103

❝Tidak ada orang yang benar-benar melupakan, terlebih sesuatu yang pernah melekat dalam hati. Hanya ada satu cara untuk bisa menerima segala manis dan pahit, yakni memaafkan.❞
—hal. 137


❝Dendam itu seperti rayap, ia menggerogoti papan secara perlahan. Kalau dibiarkan bisa membuat kapal karam. Satu-satunya cara memulihkan kapal yang rusak adalah menggantinya dengan papan yang baru. Karena hanya kapal yang telah pulih yang bisa mengarungi sungai dengan tenang dan ringan. Hati juga begitu.❞—hal. 105
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Nourman Yafet Goro.
99 reviews7 followers
April 27, 2023
Lalu Tenggelam di Ujung Matamu bercerita tentang kasih tak sampai antara Adam dan Intan dikarenakan perbedaan latar belakang mereka. Hal ini membuat Adam menaruh dendam pada keluarga Intan. Berlatarkan Kalimantan Selatan sebagai latar tempat, novel ini banyak mengangkat tema kerelaan yang disangkutpautkan dengan mitos/legenda daerah Kalimantan. Sebuah tema yang menurut saya sangat fresh, mengingat saya sendiri jarang membaca buku-buku yang berlatarkan kebudayaan selain Jawa. Saya suka bagaimana penulis tetap bisa mengkritisi kebudayaan yang (terkadang) menyusahkan masyarakatnya, namun bisa sekaligus menghargai apa yang ditinggalkan nenek moyang kita.

“Lalu rencana kalian?”
“Mau tidak mau mencari pinjaman, Dam.”
“Jangan, Pul. Kalian tidak harus sepakat dengan permintaan itu kalau sebatas ingin memuaskan mertua-mu,” tentang Adam membersitkan tersinggung pada Hasna.
“Apa salahnya mengikuti mau orang tua, Kak? Kan tidak melanggar agama juga,” sela Hasna tajam.
..
..
..
..
“Tidak ada yang salah selama tidak membuat sengsara!” sahut Adam dingin.
Profile Image for Nike Andaru.
1,644 reviews111 followers
May 19, 2022
45 - 2022

Kali pertama membaca karya Miranda Seftiana dan... suka!

Saya selalu suka jika mendapati cerita dengan latar budaya daerah di Indonesia. Kali ini tentang Kalimantan Selatan, Banjarmasin dan Nagara dengan pemakaman di air yang menarik banget buat saya.

Cerita Adam dan Intan ini membungkus kehidupan Nagara dengan sukses. Walaupun ini novela yang jumlah halamannya tak sampai 200, tapi ceritanya enak dan asyik sekali dibaca, dinikmati dan mengesankan.

Soal memaafkan memang gak pernah mudah. Hidup dengan rasa sakit hati, tidak mampu mendapatkan yang kita inginkan pun sesuatu yang menyedihkan rasanya. Itu terasa sekali dari cerita Adam. Saya rasa kalo dibuat film ini ceritanya menarik apalagi setting tempatnya, lebih bagus lagi jika disoroti dengan serius soal pemakaman di rawa yang dilakukan.

Cerita cintanya sangat nyata, gak lebay, budayanya diceritakan dengan apik dan endingnya pun ciamik. Saya suka!
Profile Image for Ayudisa Bestari.
53 reviews1 follower
October 7, 2024
Buku yang menceritakan tentang kisah Adam dan Intan yang saling mencintai tetapi terhalang oleh restu orang tua karna perbedaan kasta. Selain permasalahan percintaan antara Adam dan Intan, buku ini juga menceritakan tentang tradisi-tradisi serta sejarah dari Kalimantan Selatan.

Alur ceritanya menurutku sangat sederhana, tetapi tidak membosankan. Aku juga suka sekali sama penulisannya, karna walaupun dibuku ini beberapa kali terselipkan bahasa daerah Banjar, tetapi tetap nyaman untuk dibaca bagi aku yang bukan orang asli daerah sana.

Dari buku ini kita dapat beberapa pengetahuan baru tentang tradisi Banjar, seperti acara Tasmiah dan Batapung Tawar saat kelahiran anak sampai proses pemakaman di dalam air. Selain itu juga terdapat beberapa ilmu psikologi, salah satu nya tentang "Altruisme". Buku ini juga banyak pesan yang disampaikan, mulai dari bagaimana kita harus menjaga lisan dan perbuatan, sampai belajar untuk melepaskan, memaafkan serta mengikhlaskan.
Profile Image for R. Baby  Hermanto.
39 reviews2 followers
April 5, 2022
Benar-benar bacaan sekali duduk yg menghibur.

Bercerita tentang proses memaafkan dan kerelaan dari seorang kekasih yang terlalu lama memendam luka hati. Hingga akhirnya keduanya dipertemukan kembali. Adam dan Intan, akankah Adam mampu merelakan dan memaafkan Intan sekeluarga?

Berlatar belakang kebudayaan Banjar, buku ini sangat lekat dengan segala tradisi dan adat Banjar. Menambah pengetahuan kita tentang kebudayaan Banjar.

Awal membaca jujur agak bingung dengan gaya bahasanya, mungkin ini menggunakan logat Banjar, makanya ketika membacanya terasa sedikit berpantun. Buku ini ditulis dengan narasi yg puitis. Alurnya termasuk sat set sat set dengan flashback, tapi tidak bikin bingung dan mudah dimengerti ceritanya, mungkin saya perlu pembiasaan diawal saja untuk gaya bahasanya. Cukup menghibur dalam sekali duduk ketika kebosanan diatas kereta (saya membacanya ketika dalam perjalanan).
Profile Image for Bunga Mawar.
1,356 reviews43 followers
May 20, 2022
Saya baca buku ini selepas lihat mbak Nike juga baru kelar baca. Bagusnya, gak tebal juga, cepat selesai. Cocok untuk mengejar target tantangan baca, yeaaay :)

Ide cerita tentang cinta sepasang sejoli yang tidak direstui karena perbedaan kelas sosial, di tahun 2000-an ini masih berlaku di banyak daerah, walau mungkin sudah tidak sedramatis zaman Zainudin dan Hayati. Yang unik dalam cerita ini adalah latarnya, yaitu budaya masyarakay Banjar di Kalimantan Selatan, wa bil khusus yang baru saya tahu adalah tradisi pemakaman di dasar rawa.

Kalau mood bagus, saya akan tulis lebih jauh. Sekarang saya selesaikan dulu dengan pendapat saya bahwa dua romansa Adam. tokoh utama buku ini cukup kering. Satu asmara lama yang sulit diikhlaskan, dan satu asmara baru yang gak tau asal usulnya tapi jadi penutup kisah yang terburu-buru.
Profile Image for Astala.
100 reviews
September 29, 2022
Lalu Tenggelam di Ujung Matamu
⭐4,3

Novela yang mengalir waktu aku baca. Pembahasan mengenai tradisi di daerah banjar dan nagara secara ringkas yang dibungkus dengan kisah romansa tokohnya membuat novela ini ringan dan enjoy aja waktu dibaca.

Banyak nilai² yang disiratkan juga dalam ceritanya, novela ini juga cukup sarat memasukkan unsur islam. Ending dari ceritanya membuatku puas, dan paragraf terakhir di akhir cerita benar² membuatku sangaaaat gemas dengan Adam.

Namun menurutku dalam cerita Lalu Tenggelam di Matamu di beberapa bagian aku merasa alurnya terlalu cepat, tetapi tidak mengurangi kenyamanan dalam membacanya.

Selebihnya, ini novela ringan yang dibungkus dengan apik yang benar² bisa dihabiskan sekali duduk. Oiyaa, ini alurnya maju-mundur tapi menurutku masih smooth perpindahan antara masa silam dan masa yang sedang terjadi...
Profile Image for Aira Zakirah.
173 reviews8 followers
June 28, 2024
Saya suka dengan unsur adat budaya yang disoroti dalam cerita. Pun, saya tertarik membaca novel ini karena Kalimantan Selatan menjadi latar. Lalu prosesi pemakaman di bawah air yang diangkat tentu semakin membuat saya tertarik. Sebagai pembaca yang belum pernah menginjakkan kaki di Kalsel, tepatnya di Nagara—saya mendapat gambaran, meski belum terasa mendetail, tentang tradisi pemakaman dalam air oleh masyarakat setempat karena kurangnya daratan. Sempat Googling karena kepo.

Sedikit kecewa karena novel ini masih ada beberapa typo yang jujur sangat mengganggu, juga soal ending (maaf, ini soal seleraku saja) yang rasanya terlalu sinetron—sama seperti beberapa dialognya yang membuatku mengernyit, terlalu dramatis.

Overall, senang bisa menyelesaikan novel tipis ini sehari saja, terdesak rasa penasaran, bagaiamana penyelesaian konfliknya.
8 reviews3 followers
December 27, 2021
ceritanya di buku ini cukup simple. tentang adam dan bagaimana dia merelakan, mengikhlaskan, dan berdamai. buku ini berangkat dari adam dan dendamnya, i think.

dia mencoba berdamai sama masa lalunya lewat banyak hal yang dia jalani. berawal dari dendam kemudian mengikhlaskan. tapi menurutku agak kurang di beberapa bagian. meskipun ada juga hal-hal yang aku suka, kaya aspek kebudayaannya. tapi eksplor karakter adam sendiri stagnan, padahal dia digambarkan dari awal sampe akhir seperti itu. aku gatau juga apa karena ini novela, jadi alurnya cepet, banget. antara 1 kejadian ke kejadian lain sat set sat set.

dan, diksi yang dipakai. entah kenapa aku agak ngerasa 'canggung' sama diksinya. dan ini bikin beberapa part agak gak nyaman juga
Profile Image for Pillow.
12 reviews2 followers
January 1, 2022
"Lalu Tenggelam di Ujung Matamu"
Buku digital pertama yang dibaca sampai habis, dapat rekomendasi dari salah satu booktwt. Saat membaca cerita tsb, merasakan perasaan rindu, amarah, kecewa. Wah, campur aduk rasanya.

Sangat direkomendasikan, ceritanya yang ringan, kebudayaan Banjar yang diceritakan juga sangat menarik, ingin membuat saya berkunjung ke Nagara dan mengenal lebih jauh kebudayaan Banjar. Pesan moral yang disampaikan sampai membuat tertohok.

Buku ini juga punya halaman kurang dari 200, jadi bagi yang mau membaca buku dengan cepat (sekali duduk), bisa baca ini.

Bisa dibaca di iPusnas dengan gratis.
Profile Image for Maudi.
29 reviews24 followers
August 30, 2022
Buku dari penerbit basa-basi ke-sekian yang aku baca nih. Membawa kisah tentang memaafkan dan merelakan. Kisah percintaan yang harus kandas terhalang perbedaan kasta sosial. Istilahnya di sini “Pantang babangsa bawarang wan jaba.” (pantang bangsawan bersanding dengan jelata).

Di buku ini juga jadi tau tradisi budaya Kalimantan Selatan. Bonus beberapa kata bahasa Banjar.

Aku suka diksi yang dipakai sama penulis di sini. Jadi ngerasa kayak wahh kalimat yang harusnya bisa dibikin sederhana tuh bisa dianalogikan kayak gini juga lho. Bacanya jadi gak bosen👏🏻 Cuma di beberapa bagian aku ngerasa ada yang scenenya berasa kayak nonton ftv azab 🥲 Tapi masih bisa dimaafkan sama permainan diksinyaaa!
Profile Image for Silvia Okta.
97 reviews
March 7, 2023
Lalu Tenggelam di Ujung Matamu menceritakan soal kisah cinta Adam dan Intan yang terhalang restu orang tua karena dianggap ada perbedaan kasta antara keduanya. Cukup klise, namun setelah dibaca lebih jauh cerita keduanya tidak seserhana itu. Terdapat adat dan tradisi yang cukup kental yang melingkupi kehidupan keduanya. Banyak hal baru yang aku ketahui setelah membaca buku ini, khususnya terkait adat dan tradisi Banjar, Kalimantan Selatan. Beberapa tradisi yang disebut di buku ini diantaranya tradisi pernikahan, tradisi Tasmiah & Tepung Tawar, prosesi pemakaman dengan cara ditenggelamkan. Selain itu pada buku ini juga menyinggung sedikit ilmu psikologi. Bacaan ringan yang insightful.
Profile Image for dinda.
126 reviews
September 18, 2021
awalnya agak berat baca ini, karena tidak terbiasa sama bahasanya (aneh, padahal orang indonesia). tapi semakin sering membalik halaman, semakin terbiasa dan malah makin menikmati, tau-tau sudah sampai halaman terakhir. lalu akhirnya menulis review seperti ini.

novela ini mengajarkan banyak hal. tentang patah hati, melepas dendam, memaafkan, juga tentang budaya Indonesia yang baru aku tahu setelah membaca ini. halamannya yang kurang dari 200 bisa dijadikan alasan untuk memulai baca buku ini sebagai selingan.

kuberi nilai 4.5/5.
Profile Image for qila.
56 reviews
July 22, 2022
Cerita singkat yang sarat akan makna merelakan, memaafkan, dan berdamai dgn masa lalu, serta menghapus dendam yang kepalang menggerogoti hati begitu lama. Sepasang insan yang harus rela takdirnya tidak bisa bersama. Intan yang terpaksa hidup dgn seseorang yang ia pikir akan membawa hidup mereka menjadi mapan, dan Adam yang bertabah-tabah berjuang untuk dirinya sendiri bahkan sampai tdk bisa pulang sewaktu ayahnya dikebumikan karena ia sedang kesusahan.

Novela singkat yang not so favorite for me, tapi pesan di dalamnya terserap dengan baik olehku.
Profile Image for Ariel Seraphino.
Author 1 book52 followers
November 4, 2022
Cerita tentang maaf yang menggantung menyebabkan tertundanya ajal menjemput ini tidak hanya dibungkus dengan drama tentang berpisahnya seorang laki-laki dari kekasihnya tetapi juga kental dengan budaya Bugis tentang bagaimana menguburkan jenazah dalam rawa-rawa yang menjadi tradisi hingga petuah-petuah khas di sana. Belum ditambah pertentang kelas yang masih kental dianut antra bangsa bangsawan dan kelas jelata. Akhir ceritanyanya menyejukkan dan membuat lega. Kekurangannya mungkin hanya kurang banyak saja. Hehe.
Displaying 1 - 30 of 56 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.