Bicara kebaya berarti bicara mengenai nilai yang terkandung di dalamnya, bicara mengenai karakter, juga cerita di setiap detailnya. Kebaya adalah identitas yang kita sepakati dimiliki oleh setiap daerah di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, sejak zaman dahulu kala.
Hari ini, kebaya memiliki wajah yang berbeda-beda. Ia tidak lagi dipandang kuno dan ketinggalan zaman. Kebaya adalah cerminan sikap dan integritas. Kebaya adalah pancaran sinar kebersihan hati manusia. Atas segala riset, pengalaman, dan perasaannya mengenai kebaya, Didiet Maulana mengubahnya menjadi buku. Hasilnya adalah sebuah buku yang mengulas kebaya secara holistik dan diharapkan dapat menjadi pedoman serta inspirasi bagi masyarakat tentang kebaya.
Astri Apriyani is Indonesia scriptwriter, travel writer, blogger, poet, and fiction writer who often talks about culture, art, human/ people, and most of it, about her journey or traveling experience.
She began her writing career by becoming a journalist for seven years in a few different magazines. She continued to write after that by becoming a passionate freelance scriptwriter, copywriter, blogger, travel writer, and also fiction writer.
She was the winner of Sayembara Tulis Nusantara 2012 created by Nulisbuku.com, PlotPoint, and Ministry of Tourism Republic of Indonesia, and one of the Emerging Writer at Ubud Writers and Readers Festival 2013.
Until today, she already published four books with other author, and one solo book.
- Belukar Kisah, Bianglala Rasa (Antologi Sajak) - Jarak Menghidupkan Hasrat (Antologi Cerpen) - Ibu Nusantara, Ayah Semesta (Antologi Sajak) - Through Darkness to Light: A Bilingual Anthology of Indonesian Writing (Antologi Karya Penulis UWRF 2013)
- Kita adalah Sekumpulan Patah Hati yang Memilih Matahari (Buku Solo, Kumpulan Sajak)
Ketika kami membereskan lemari pakaian almarhumah eyang putri dari pihak mama, ternyata tak terkira jumlah kebaya yang beliau miliki. Beberapa malah masih berupa bahan lengkap dengan bon pembelian. Ada juga yang sudah diambil dari penjahit (nota pembayaran terselip) namun sekian puluh tahun tak sempat digunakan.
Sayangnya, ukuran kebaya-kebaya tersebut tidak muat untuk saya, akhirnya kami bagikan pada siapa saja yang mau. Termasuk mbak OB di kantor saya yang butuh kebaya untuk Hari Kartini. Motif dan modelnya masih sesuai dengan kondisi saat ini.
Mereka senang mendapatkan sesuatu yang dibutuhkan, kami senang karena kebaya-kebaya tersebut berguna bagi orang lain.
Ketika buku ini muncul, jelas tergoda untuk memiliki. Namun mengetahui harganya yang lumayan, langsung mundur teratur. Sebenarnya harga tersebut sangat wajar, mengingat isinya penuh aneka gambar berwarna.
Begitu menemukan satu di acara Buka Gudang Gramed, langsung beli tanpa pikir panjang. Lebih baik menyesal membeli daripada menyesal tidak membeli, begitu menurut Hukum Kekekalan Timbunan.
Kebaya jelas bukan sekedar pakaian tradisional semata, namun merupakan representatif kearifan lokal budaya kita.
Buku ini memberikan segala informasi terkait kebaya yang perlu diketahui oleh masyarakat umum. hal-hal sepele yang bisa luput dari perhatian mata namun ternyata bermakna besar.
Wajib dibaca oleh para wanita Indonesia dan pemerhati busana.
Bicara kebaya berarti bicara mengenai nilai yang terkandung di dalamnya, bicara mengenai karakter, juga cerita di setiap detailnya. Kebaya adalah identitas yang kita sepakati dimiliki oleh setiap daerah di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, sejak zaman dahulu kala.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Kebaya adalah busana yang dari dulu hingga saat ini masih sering digunakan oleh para perempuan Indonesia. Penggunaan kebaya saat ini tidak terbatas suku dan budaya tertentu saja. Hal ini dikemas apik dalam buku ini.