Jump to ratings and reviews
Rate this book

Hal yang Tak Kau Bawa Pergi Saat Meninggalkanku

Rate this book
Daftar Hal yang Tak Kau Bawa Pergi Saat Meninggalkanku:

No. 119: Aroma parfum di kerah baju. Aromanya hinggap tak sampai satu detik, lenyapnya butuh waktu seumur hidup.

No. 071: Kantong berisi tumpukan karcis bioskop. “Biar jadi kenang-kenangan.”

No. 029: Hasil foto-foto di photo box.

No. 015: Fotokopian catatan statistika lanjutan. Gara-gara kamu aku ngulang mulu, nih! Dasar tak tahu diuntung!

No. 009: Harapan melihat sepatumu terhenti di pintu rumah. Kau masuk dan menyalami kedua orang tuaku lalu berkata, “Om, Tante, bolehkah aku memanggilmu Papa dan Mama?”

***

Ada dua puluh delapan cerita di buku ini. Bersiaplah, mungkin saat membacanya, kamu akan terbawa berbunga-bunga. Cerita tertentu bisa juga membawa tawa sekaligus kesedihan. Atau kemungkinan terbaiknya, membuatmu mengenang sesuatu yang tidak dia bawa pergi saat meninggalkanmu.

Buku yang tepat untuk jadi tempatmu bersembunyi, saat tak ada lagi sudut yang mau menerimamu di dunia ini.

304 pages, Paperback

Published April 30, 2021

15 people are currently reading
187 people want to read

About the author

J.S. Khairen

19 books693 followers
Usahakan baca minimal 1 fiksi, dan 1 non-fiksi setiap bulan. Fiksi untuk hati, non-fiksi untuk kepala.

Ini juga pesan untuk kawan-kawan yang mencoba merintis jadi penulis. Jika ada yang menganggap karyamu baik, maka syukuri dan jangan terlalu terbang. Rekam itu di ingatan, jadikan dorongan untuk memberi dampak dan membawa pesan-pesan yang seru dan penting.

Jika rupanya ada yang tak suka, memberi kritik, saran, itu tak masalah. Beberapaa kritik malah bisa jadi pelontar yang ampuh untuk karyamu berikutnya. Lagi pula, orang sudah keluar uang untuk beli karyamu, masa mengkritik saja tidak boleh. Selama sesuatu itu karya manusia, pasti ada saja retak-retaknya.

Lain cerita jika menghina. Memang benar tak harus jadi koki untuk bisa menilai satu menu masakan itu enak atau tidak. Namun cukup jadi manusia untuk tidak menghina makanan yang barang kali tak cocok di lidahmu, kawan.

“Karya yang terbaik adalah karya yang selanjutnya.” Bisik seorang sahabat. “Tulislah sesuatu yang bahkan engkau sendiri akan tergetar apabila membacanya.” Sambung sahabat yang lain.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
27 (38%)
4 stars
21 (30%)
3 stars
19 (27%)
2 stars
3 (4%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 16 of 16 reviews
Profile Image for Elisabeth Beatrice.
161 reviews8 followers
June 20, 2022
"Apa yang dimulai dengan baik-baik, hendaknya diakhiri juga dengan baik-baik." - Pg. 29

Hal yang Tak Kau Bawa Pergi Saat Meninggalkanku juga berisi 28 cerpen dengan macam-macam kisah yang menarik.

Tidak hanya berisi kumcer, diselipkan pula beberapa lembar aktivitas yang bisa diisi sesuai dengan keadaan kalian. Lembar aktivitas ini biasanya berkaitan dengan kisah yang tertulis di cerpen tersebut. Ada juga barcode yang disediakan untuk mendengar beberapa cerpen dalam bentuk narasi cerita lewat Spotify atau Youtube.

Cerpen yang dituliskan pun beberapa cukup relate dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
.
.
.
"Bahwa, ada kalanya memenangkan hati yang kecil, untuk memenangkan hati yang lebih besar. Kehidupan ini tak pernah salah memilih waktu, memilih tempat, dan memilih rasa." - Pg. 269

Selesai! Ini adalah kali kedua aku membaca karya kak Khairen dan kali kedua pula aku membaca kumpulan cerpen dalam satu buku. Dan ternyata aku cukup menyukainya!

Seperti kumcer sebelumnya, dalam kumcer kali ini juga berbagai macam kisah yang dituliskan sangat seru dan menarik untuk diikuti. Emosi-emosi yang bermunculan pun sangat bermacam-macam.

Dari mulai rasa kagum, sedih, sesal, kesal, semua bercampur menjadi satu. Aku pun menyelesaikan kumcer ini dalam waktu yang cukup singkat. Hanya beberapa jam saja. Harus kukatakan, kumcer-kumcer ini membawa pengalaman baru saat aku membaca juga mengulas. Menjadi tantangan tersendiri, namun sangat menyenangkan.

Beberapa judul yang cukup berkesan untukku adalah Kembalikan Hatiku yang Kau Curi, Jalan, Sampai, Pancingan, dan Daftar Hal yang Tak Kau Bawa Pergi Saat Meninggalkanku.
Profile Image for kangenaksara.
20 reviews
December 16, 2025
Membaca buku #HalyangTakKauBawaPergiSaatMeninggalkanku karya @js_khairen berasa banget ditipunya. Sarkasme-sarkasme dari penulis satu ini udah berasa dari cerita pertama. Woy yaelah baru juga cerita pertama.

Oke kita bahas buku ini. Buku kumpulan cerpen dari penulis yang saat ini lagi disukai sama anak muda ini memuat 1, 2, 3, .. 28 bab yang diakhiri dengan daftar hal paling gak guna. Tapi diantara banyak cerita dalam buku ini, aku paling sebel sama Tip untuk Tidak Pernah Dibenci Siapa Pun. Sedangkan yang paling aku suka tentu saja cerita pertama, padahal kena tipu tapi masih aja suka. Ya penipuan semacam inilah yang disukai sama pembaca.

Meskipun terbilang cukup tebal untuk buku kumpulan cerpen, ada beberapa cerita yang saling bersambung, ada pula cerita yang berdiri sendiri. Sedangkan tulisan dan temanya mirip-mirip dengan karya J.S. Khairen yang lain. Dekat dengan kritik, sarkasme, sosial, oportunis, realism, dan sesekali menggelitik.

Pengalaman menarik membaca buku ini karena buku ini berhasil aku mulai baca dan selesai di hari yang sama. Yes, tepatnya hari ini. Kebetulan menunggu adalah hal yang paling membosankan. Dengan niat terselubung untuk menunggu jadwal pembuatan surat sehat yang antriannya mengular, buku ini memang sudah ku niatkan untuk jadi teman. Yaa sedikit menormalisasi membaca buku di ruang publik lah ya. Gambaran inilah yang menjadikan buku ini sebagai salah satu bacaan page turner.

Pengalaman yang masih membekas, dan ingatan yang masih lugas, tentu saja akan lebih menarik jika langsung dibagikan kepada temans pembaca. Buat kamu pembaca pemula yang masih suka baca quote aja, buku ini bisa jadi rekomendasi menarik.
1 review
April 30, 2021
Keren Abis lanjutkan bang...
Bukumu selalu terbit tepat disaat aku ngerasain keresahan yg sama
1 review
April 30, 2021
Duuhhh yang ketinggalan hand sanitizer nih ga sengaja kebawa, balada kenalan pas pandemi 🤣🤣

Terus berkaryaaaa bang, sehat terus sekeluarga
Profile Image for Charlotte Ef.
1 review
October 26, 2022
Salah satu kumpuluan cerpen dari JS Khairen. Saya berangkat dari tidak ada ekspektasi apa-apa terhadap buku beliau. Baca karena emang lagi mau baca kumpulan cerpen, dan buku inilah yang pertama pengen saya baca dari shelf saya. Okay, let we go to the review.

Hal yang Tak Kau Bawa Pergi Setelah Meninggalkanku, 170an halaman, terdiri atas beberapa judul cerpen. Saya rasa, hampir kesemua cerpen ini berangkat dari ide yang sama 'fallin' in love'.

Ada beberapa cerpen yang menurut saya memorable, untuk mengatakan cerpennya bagus dan kalau boleh saya ingin cerpen ini ada cerita lanjutannya.

Seperti kisa Gian (kalau saya tak salah ingat), ide cerita ini cukup fresh dengan latar perang nuklir(?) atau semacam itu, what ever. Tapi karena cerita Gian di buku ini tidak hanya dari satu cerpeb, melainkan ada beberapa (3 atau lebih kalau saya tidak salah ingat). Saya sangat menikmati bagian cerita ini, sampai-sampai ketika di bagian akhir cerita ini sedikit menggantung saya ingin sekali tau lanjutannya (apa mungkin nanti bakal dilanjut jadi novel? ini bisa sedikit menarik).

Namun, ada juga cerpen yang saya rasa agak memaksakan. Seperti kisah (saya lupa, anggap saja A). Si A ini terlampau takut untuk sekadar mendekati seorang perempuan yang satu sekolahan dengannya. Singkatnya, perkara memberikan hadiah ultah ke si perempuan saja dia tak berani. Namun sebenarnya si perempuan tau dia mau memberikan hadiah, namun dia tidak mau menerimanya karena menganggap remeh pemberian si A. Lalu saat beberapa tahun kemudian, si A menghadiri pernikahan si perempuan dan... mengejutkan sekali dua mengeliminasi calon suami si perempuan. Coba? Apakah cerita semacam ini, perkara sebenarnya dia yang cemen sekali tidak berani memberikan hadiah dulu, alih-alih takut ditolak, dan di masa mendatang si A bisa-bisanya ngekill calon suami perempuan. Wth!!

Itu beberapa bagian yang bisa saya ulas. Namun keseluruhan buku ini sedikit banyak relate dengan pembaca (bisa jadi), dan saya menikmatinya hingga selesai. Namun dari buku ini tidak membuat saya ingin berhenti sampai cukup satu buku ini saja yang bakal saya baca dari karya JSK, saya tertarik akan membaca buku lainnya.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Dewi Hambali.
69 reviews12 followers
March 5, 2025
: "Bagaikan Adam dan Hawa, berjalan jauh untuk kemudian bertemu." (p.78)

❤️‍🩹
Buku ini merupakan antologi yang memuat 28 cerita pendek. Setelah aku baca, kayanya gak semua cerpen, karena ada beberapa tulisan yang pendek banget, cuma 2 halaman. Jadi disebut apa ya, prosa?

Sebagian besar cerita bertemakan tentang kehilangan dan perpisahan: kehilangan orang tua, teman seperjuangan, pasangan, hingga ambisi orang tua terhadap anaknya. Tidak. Cerita kehilangan tidak melulu sedih dan beurai air mata. Buku ini justru menampilkan sisi lainnya, membawakannya dengan ringan dan ceria. Kok bisa? Haha

Cerita yang menarik perhatianku adalah tentang seorang yang patah hati lalu berujung ke gangguan jiwa. Sedahsyat itukah patah hati? Cerita lain yang menarik adalah cerita tentang apocalypse. Menceritakan tentang penyintas yang bertahan hidup pasca terjadinya perang nuklir. Agak ngeri sih bacanya.

Namun, yang paling aku suka dari buku ini adalah judulnya. Click-bait. Termasuk buku yang aku beli karena judulnya menarik dan syahdu. Haha

Sayangnya, cerita yang cukup banyak dalam 1 buku, membuat aku kurang mendapatkan letupan emosi dan tidak terhanyut di dalamnya. Bisa dibilang nanggung. Lagi seru, eh kok udahan.

Pesan yang aku dapat setelah baca buku ini, kehilangan seseorang atau sesuatu pasti berat, karena banyak hal tertinggal yang justru memunculkan kembali kenangan-kenangan kebersamaan. Tapi, cara menyikapinya tentu ada di tangan kita, mau terpuruk, atau bangkit?

❤️‍🩹
Hal yang Tak Kau Bawa Pergi Saat Meninggalkanku • J.S. Khairen • 2021 • Bukune • 291 hlm.
⭐️ 3,8/5
1 review
June 22, 2021
Sepatu pendakian itu, kau tinggal saja di kakiku. Seolah kau berniat kita kembali bertemu. Tapi segaris senyummu saja aku tak mampu mengingatnya. Lalu, bagaimana cara kita akan bertemu kembali? Sungguh, hal ini mengusikku.

Aku menjadi tau, banyak hal yang tak dibawanya pergi saat meninggalkanku setelah membaca buku ini. Hemmmm
Profile Image for Tangerine.
29 reviews
March 26, 2022
Dari judulnya sudah bisa ditebak setiap ceritanya akan berakhir seperti apa. Tapi tetap saja saat baca di pertengahan cerita, ada harapan bakal plot twist, dan ternyata gk sesuai harapan😂. It's interesting book but not my cup of tea. Namun saya menikmati membaca buku ini
Profile Image for Febriani Kurnia.
1 review
June 21, 2021
Keren banget, bacaan di waktu santai cocok nih. Beberapa cerita seakan menampar dan inspiratif sekale bg JS
This entire review has been hidden because of spoilers.
6 reviews
January 15, 2025
Its light novel that could accompany when you felt blue.
Profile Image for Yusnitta Zullfi.
14 reviews
September 2, 2025
No. 009: Harapan melihat sepatumu terhenti di pintu rumah. Kau masuk dan menyalami kedua orang tuaku lalu berkata, “Om, Tante, bolehkah aku memanggilmu Papa dan Mama?”
Profile Image for Noonanoni.
6 reviews
January 18, 2026
"Apa yang dimulai dengan baik, hendaknya diakhiri juga dengan baik-baik."
Antrean, h. 25

Percobaan pertama membaca buku J.S. Khairen dan langsung kapok.
Kunamai buku ini sebagai buku bingung. Bagaimana tidak, ketika melihat sampul belakang buku ini, ia masuk ke kategori novel. Kejutannya ada di dalam, ternyata 28 sub judul di dalamnya tidak saling berhubungan. Bila ingin dimasukkan ke kategori cerpen, pun format penulisan cerita di dalamnya tidak mencukupi ciri-ciri dari sebuah cerpen.

Sama seperti buku-buku lain yang kupinang, aku membeli buku ini karena judul dan sampul yang cantik dan emosional. Tidak disangka ternyata ketika dibaca, aku benar-benar dibuat emosional (in a bad way). Sepanjang cerita, aku menemukan banyak kesalahan penulisan, misalnya saltik di halaman 175 dan 177. Selain itu, terdapat kesalahan penggunaan tanda baca. Aku menemukan kesalahan di halaman 123, tanda hubung di halaman tersebut seharusnya diubah menjadi tanda pisah. Selanjutnya, pada halaman 237 terdapat kosakata yang belum ditemukan di KBBI, sehingga membuat pembaca harus memperkirakan sendiri maknanya.

Selain hal-hal tersebut, terdapat satu kesalahan yang menurutku sangat fatal karena dapat mengubah maksud ceritanya. Ayo kita buka halaman 43. Begini kutipannya:
Yoma tak bergeming. Baginya, lubang di hati ini sudah terlalu besar. Hanya Berlian yang bisa menempatinya.
Di dalam pemahamanku, penulis ingin menyampaikan bahwa tokoh Yoma diam saja. Namun, ternyata diksi yang digunakan telah keliru. Seharusnya penulis cukup menggunakan kata "bergeming" agar kalimatnya logis.

Selanjutnya, ayo kita buka halaman 188. Begini kutipannya:
Namun tidak, ternyata aku mendapat nilai A-. Ini adalah nilai A- terbaik yang pernah aku dapat. Bahkan rasanya jauh lebih baik saat menerima nilai A++++ dari mata kuliah lain.
Sudah tahu kurangnya? betul, kalimat ketiga pada kutipan tersebut membutuhkan konjungsi perbandingan agar kalimatnya juga tidak ambigu.

Sebenarnya masih ada beberapa kekeliruan penulisan. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa buku J.S. Khairen yang sudah melalui 3 kali pencetakan ulang ini memuat tema-tema yang unik dan dikemas dengan gaya cerita yang nyentrik. Di samping itu, aku sangat menyukai kata-kata mutiara yang penulis gunakan untuk membuka cerita pada setiap bab. Tidak heran sebetulnya, karena penulis memang dikenal sangat piawai dalam membuat kalimat-kalimat pendek yang indah dan sarat makna.
Buku ini juga memiliki keunikan lain, yakni terdapat halaman yang bisa pembaca tulis sendiri. Kamu bisa temukan di halaman 268 hingga 270. Hal ini membuat pembaca juga memiliki ruang untuk bercerita.

Kalau kamu bukan tipe orang yang menilai kata atau kalimat dalam sebuah cerita dan kamu adalah penyuka keunikan, buku ini mungkin akan cocok denganmu. Kalau kamu termasuk orang yang (berpotensi) menghakimi, hindari baca buku ini karena ia akan berpotensi masuk dnf list.
Profile Image for Sagara.
74 reviews
December 11, 2023
Mungkin akan banyak kesalahan yang aku temui sepanjang perjalanan, tapi tak apa. Tanpa kesalahan, mana bisa aku jadi pribadi yang hebat?.

Buku ini judul dan isi menipu, memang begitu menurutku dan saya kira penulisnya pun tidak akan menolak mengatakan hal yang sama karna saat saya melihat di online store milik penulisnya buku dipaketkan dengan buku lain dengan judul Rinduku sederas hujan di sore itu dengan nama paket menipu, karena saat kita membaca di tiap chapter dalam buku maka kamu akan dibawa ke universe berbeda di tiap chapternya, ini bukan novel fantasi yang membawa ke dunia-dunia yang berbeda tapi tiap chapter memiliki cerita dan sensasi tersendiri dalam membacanya. Ada juga chapter yang memiliki hubungan cerita yang sama dengan buku terbitan lain dari penulis yang sama yang kisah seorang mahasiswa yang diberikan tugas oleh dosennya untuk keluar negeri tanpa biaya orang tua ke negara yang berbeda tiap mahasiswa dan bukan negara Asean dan kutipan di atas terdapat dalam chapter itu, saya membayangkan sendiri betapa pusingnya saya jika jadi mahasiswa oleh profesor itu namun bukan itu inti ceritanya tapi tentang negosiasi dengan orang tua, mungkin kamu bisa baca sendiri.

Buku ini adalah E-book atau buku digital yang saya beli secara legal di Google Playbooks waktu itu promo 17 Agustus dengan harga 17rb/buku pada tahun 2021 lalu di saat yang sama saya juga check out buku lain yang saya sebut judulnya di paragraf di atas. Kalau dipikir-pikir saya agak lama juga bisa selesaikan buku ini karena ada banyak faktor yang membuat saya lama bisa selesaikan untuk baca buku ini, selain itu buku satunya saya belum baca dan mungkin dalam waktu dekat saya berencana akan selesaikan juga.
Profile Image for Kansha Hasri  Ainun.
53 reviews1 follower
September 24, 2023
Ini isinya kumpulan cerita, ada yg bagus, ada yg biasa, ada yg bguss pake bangetttt.

Semoga cerita yg bguss pake bangetttt bakal dibikin versi panjangnya.

Terus ada bagian yg bikin salting, ada yg menegangkan, ada yg ngeselin bikin gregetan sm tokohnya, macem2 deh sensasinya.

Menurutku buku ini cocok dan rekomen buat yang nyari bacaan ringan
Displaying 1 - 16 of 16 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.