Setelah sekian lama menyelami reviu demi reviu bertebaran sana-sini, akhirnya berkesempatan icip series ini juga. Ternyata bisa langsung dibaca tanpa perlu dimulai dari yang pertama, karena yang kupunya hanya volume 7 ini.
Sebagai perkenalan, Zenitendo adalah sebuah toko yang bisa mengabulkan keinginan pembelinya. Ajaibnya, toko ini dapat muncul di mana saja, khususnya di gang-gang sempit. Aturan menarik lainnya, pembeli hanya diperkenankan untuk membeli satu jajanan maksimal per transaksi. Metode pembayarannya menggunakan uang koin cetakan lawas—yang belum dapat aku pahami kenapa ini penting untuk di-mention.
Suatu hari, Beniko—pemilik Zenitendo—mendapatkan tantangan dari rivalnya, Yodomi—pemilik Tatarimedo—melalui Kaido. Mereka mesti battle jajanan mereka, mempertarungkan penjualan siapa yang lebih digemari. Ternyata, jajanan buatan Tatarimedo punya efek negatif terhadap pemakainya.
Sebut saja Pir Ramah-Tamah, yang menyihir konsumernya berbuat baik, ramah, dan bersikap menyenangkan terhadap semua orang yang ditemui. Hal tersebut memang memberikan kesan positif. Namun, siapa yang menyangka “terlalu ramah” justru bisa mencelakai diri?
Zenitendo 7–maupun volume lainnya—cocok dibaca oleh siapa saja. Sifatnya menghibur, sekaligus mengingatkan akan keinginan-keinginan manusia beranekaragam yang tak ada habisnya. Bagus juga dijadikan sebagai bacaan untuk instropeksi diri.