Jump to ratings and reviews
Rate this book

Janji Sepasang Kekasih Dari Dinasti Ming

Rate this book
JANJI SEPASANG KEKASIH dari Dinasti Ming adalah kisah Wang-yue dan Ying-ying yang terlibat dalam perang perebutan tahta di istana Kekaisaran Ming. Ying-ying tewas secara tragis dalam peristiwa tersebut dan Wang-yue yang patah hati berkelana ke Semarang bersama armada Zheng-he alias Sam Poh Kong.

Tujuh abad kemudian Julian dan Erika, dua perempuan fabulous; yang memiliki tujuh "C" yang didambakan setiap wanita modern: character, career, cantik, cerdas, charming, charisma dan chic bertemu.

Keduanya bukan perempuan homoseksual namun saling "jatuh cinta" pada pandangan pertama. Keduanya berusaha melawan perasaan cinta mereka dan memutuskan untuk berpisah. Tetapi takdir menghendaki keduanya untuk memenuhi janji sehidup-semati yang telah diikrarkan Wang-yue dan Ying-ying 7 abad yang lalu.

Mungkinkah Julian dan Erika memenuhi janji sepasang kekasih (Wang-yue dan Ying-ying) dari dinati Ming pada kehidupp mereka di abad ke 21 ini?

486 pages, Paperback

Published June 1, 2008

Loading...
Loading...

About the author

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
1 (20%)
4 stars
3 (60%)
3 stars
1 (20%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 4 of 4 reviews
Profile Image for Dea Aprilia.
87 reviews4 followers
April 23, 2026
Wah akhirnya kelar juga baca ini. Aku lagi di gramed sale terus tau2 ada buku ini pas baca sinopsisnya langsung aja aku beli, dan ini buku pertama yang kubaca!


Mungkin khazanah perbukuanku masih dikit karena baru tau ada novel romansa 'lesbi' ini pernah terbit. Dan kaget ternyata penulisnya juga pernah nerbitin buku soal lesbian. Iya sih ini sekitar tahun 2008 dulu masih bebas banget yang kayak gini.


Baca setiap halamannya bikin semangat dan bertanya-tanya apa yang bakal terjadi walau dialognya gengges khas tahun 2008.


Ceritanya soal reinkarnasi sepasang kekasih waktu zaman dinasti ming. Tapi sayang yang menjadi laki-laki (Wang-yue) harus reinkarnasi di tubuh perempuan. Sebuah pertemuan yang menurutku keren dan gak dipaksakan. Karena cerita berlatar kerusuhan tahun 1998.


Bahas yang bagusnya dulu deh. Suka banget sama karakter perempuannya yang keren, badass, wanita karir yang dipuja-puja kaum Adam. Paling suka waktu baca pas mereka kerja tuh. Novel yang realistis nyeritain gimana dunia kerja walau kayaknya tokoh tokoh ini hampir semuanya diisi orang-orang kaya yang sehari bisa lima kali bolak-balik naik pesawat.


Ada beberapa adegan romansa antara dua tokoh perempuan ini yang bikin senyam senyum. Tapi ada juga yang bikin jengkel karena sifat plin plan tokohnya. Tapi yang paling mencolok dari buku ini alurnya lambat banget, maksudnya lambat itu terlalu bertele-tele nyeritain perasaan si tokoh utama yang patah hati. Berlarut-larut tau-tau udah empat tahun kemudian wkwkwk. Terus menurutku, aku kurang kena kenapa Julian dan Erika ini bisa jatuh cinta terlepas dari mereka ngerasa akrab dan jatuh pandangan pertama. Apa ya maksudnya kenapa gak diceritain lebih detail waktu mereka sebelum reinkarnasi, waktu masih dalam wujud laki-laki dan perempuan. Cuma dijelasin sekeping-sekeping doang gitu, yang bikin aku sedikit heran kenapa mereka jadi sebucin itu. Tapi yaudah lah aku suka banget sama buku ini terlepas dari kekurangannya!


Gara-gara aku baca serius buku ini semalam aku mimpiin mereka berdua 😭 beneran kebawa suasana! Tapi aku 'agak' cukup puas. Karena coba halaman tentang perasaan menderita itu disingkat terus diganti lebih dalam soal tokoh-tokoh cina mungkin akan lebih masuk. Tapi sumpah kereeeen dan aku sukaaaa banget. Aku nobatkan buku ini menjadi buku terfavorit setelah The Summer Hikaru Died.


Bakal aku baca ulang lagi!
57 reviews1 follower
September 8, 2024
Janji Sepasang Kekasih dari Dinasti Ming
Ernest J.K. Wen

Ya, tak ada alasan lain, novel ini memang menceritakan tentang sepasang lesbian. Menariknya kedua tokoh lesbian tersebut—Erika & Julian Wong, menanyakan mengapa mereka bisa saling suka. Sebab, jika dilihat dari kebiasaan mereka sebelum mereka bertemu, orientasi seksual mereka normal, straight.

Beberapa hari sebelum Julian bertemu dengan Erika, ia membeli sebuah guci di tempat koleksi barang-barang antik. Dari sekian banyaknya barang antik yang terpajang, Julian hanya terpaku pada guci tersebut. Sehari setelah membeli guci itu, sebuah mimpi buruk meneror tidurnya. Mimpi itu nyaris seperti tayangan film action yang mengisahkan peperangan zaman dinasti. Julian datang ke tempat terapi mimpi. Ya, setelah mendapat nasihat dari ahli terapi, ia yakin guci itu penyebabnya. Julian tidak lagi bermimpi buruk setelah melakukan berbagai macam terapi. Namun, meskipun indah, mimpinya tetap saja absurd. Ia bermimpi sedang bercinta dengan sesama perempuan. Perempuan yang kemudian ia ketahui bernama Erika!

Novel ini tidak hanya mengisahkan tentang percintaan sepasang lesbian. Ernest J.K. wen juga menyusupkan bumbu-bumbu sejarah etnis tionghoa di Indonesia. Seperti yang kita ketahui, negeri kita merupakan negeri percampuran budaya, ada berbagai etnis, suku, dan budaya yang hidup berdampingan. Pada novel ini, tokoh laksamana Ceng Ho sempat dibahas. Ya, memang tepat mencantumkan tokoh tersebut jika kita bicara sejarah etnis tionghoa di Indonesia. Dia merupakan orang yang sangat berpengaruh dalam fenomena alkuturasi di Indonesia. Ceng Ho merupakan seorang diplomat sekaligus penjelajah asal tiongkok. Ia datang ke nusantara dengan tujuan mengamankan orang-orang Cina yang berada di luar Cina. Dengan ribuan awak kapalnya, Ceng Ho rupanya tidak hanya berhasil mengamankan pelancong-pelancong dari negerinya, tapi juga berhasil menyebarkan budaya-budaya Cina.
Sayang sekali, novel-novel seperti ini kurang tersorot di khalayak luas.
Profile Image for Truly.
2,813 reviews13 followers
May 9, 2024
Menemukan buku ini pas acara buka gudang G. Jelas tergoda karena kombinasi huruf hanzi di tengah.

Membaca blur yang ada jelas tergoda. Langsung cek di GRI ternyata lumayan juga ratingnya.

Beberapa catatan:

1. Ada Peristiwa 98 dalam buku ini namun hanya sekilas sekedar untuk menunjukkan alasan kenapa Erika harus berada di Singapora agak lama;
2. Nama tokoh yang dibuat penulis-Julian, sempat membuat saya terkecoh. Padahal di blur sudah diterangkan bahwa Julian adalah wanita. Entah mengapa ketika membaca kisah ini, saya selalu merasa ia adalah laki-laki. Mungkinkan karena tak sadar ingatan nama Julian mengarahkan saya pada tokoh di Lima Sekawan, dan anak seorang sahabat yang bernama Julian dan berjenis kelamin laki-laki;
3.a Cinta memang unik. Efek rekarnasi Ying-ying dan Wang-yue menjadikan Erika dan Julian sepasang kekasih, walau semula mereka bukan seperti itu. Julian bahkan memiliki kekasih pria;
3.b. Bagaimana keluarga Julian menerima hubungan keduanya bisa menjadi topik yang mengundang banyak komentar. Semoga penulis siap menghadapinya;
5. Keputusan Julian bersedia menikah dengan Kent demi memenuhi keinginan ibu Kent, walau ia sesungguhnya galau, justru berakibat buruk padanya. Bahkan ia kehilangan 1/2 harta dan tempat tinggal. Pesan moral, berbuat baik sangat dianjurkan dan perlu, tapi pertimbangkan baik-baik dampaknya bagi diri:
6. Beberapa tokoh pendamping sepertinya terlalu banyak disajikan sehingga kisah melebar;
7. Bagian Epilog dibuat dengan apik. Seru!
8. Pembaca tidak hanya mendapat hiburan dari membaca buku ini, tapi mendapat tambahan pengetahuan tentang Kekaisaran Ming dan kisah Armada Zheng-he;
9 Bagian tentang guci, membuat saya teringat pada film Myth;
10. Saat acara di G Matraman, saya sempat merekomendasikan buku ini. Lumayan. ada 2 orang yang langsung membeli, ketika saya pulang, beberapa masih mendiskusikan untuk membeli atau tidak ^_^.

Karena tidak ada point 0,5 jadi dari 3,5 kita bulatkan 4 saja.

Sekian he he he
10 reviews
December 28, 2025
salah satu buku lagi yang kubaca yang akan mengubah persepsi ku terhadap janji itu sendiri. bahkan janji beberapa abad harus tetap dipenuhi bagaimana pun ceritanya
Displaying 1 - 4 of 4 reviews