(Buku lain yang dipinjam dari Perpustakaan Jakarta)
Buku ini berisi esai singkat, kontemplasi penulis terhadap kehidupan dan hal-hal yang terjadi di sekitarnya. Beberapa terasa relate, menghibur, dan memvalidasi; membuat kita merasa dipuk-puk. Beberapa kurang relate juga mungkin karena ada perbedaan kultur juga di Korea dan Indonesia. It's Okay to Cry juga menjadi pengingat bahwa sebagai manusia kita perlu menyisihkan waktu untuk diri sendiri, memperhatikan dan menyayangi diri kita sebaik-baiknya.
ไม่ค่อยประทับใจเท่าที่คิดว่าตัวเองจะชอบ เล่มนี้ไม่ค่อยทัชใจ ไม่ค่อยปลอบประโลมความรู้สึกมากนัก เหมือนผู้เขียนมาบ่นๆ ชีวิตเสียมากกว่า ว่าที่ผ่านมาเขาต้องพบเจออะไรมาบ้าง และผู้แปลก็แปลงงๆ สับสนๆ ในหลายจุด จากงานเขียนของ twoego รู้สึกชอบเล่ม to every me who I remember มากกว่า
baru pertama kali baca buku self-improvement ala korea gini, buku ini ditujukan utk orang-orang yg sedang bersedih, dan menurutku sangat realistis dan gak cuma sekadar jual kata-kata indah penyemangat, melainkan mendeskripsikan bagaimana memaknai kesedihan itu sendiri.