Jump to ratings and reviews
Rate this book

Rekayasa Buah

Rate this book
Seorang insinyur rekayasa buah berambisi merancang 1000 varian beri, dua insinyur muda berlomba mencuri perhatian seorang gadis cantik melalui rancangan-rancangan buah naga yang baru, seorang insinyur lain diteror oleh buah ceri penumbuh inspirasi yang dirancangnya sendiri, lantas ada cerita tentang betapa repotnya urusan menciptakan buah penyembuh segala penyakit, dan ada juga cerita tentang seorang bintang iklan holografis yang terobsesi menggunakan buah-buahan kosmetik. Kesepuluh dongeng futuristik di buku ini tak hanya bicara tentang betapa ajaibnya buah-buahan, tapi juga tentang betapa ajaibnya nama dan bahasa, juga tentang betapa sesuatu yang serius bisa begitu konyol dan secara bersamaan sesuatu yang konyol bisa begitu serius.

#

“Rekayasa Buah” adalah kumpulan cerpen kedua Rio Johan, penulis muda berbakat Indonesia, yang bertemakan sains fiksi dan dunia futuristik masa depan. Rio Johan sendiri telah menerbitkan beberapa buku dan meraih penghargaan bergengsi dalam dunia sastra Indonesia, salah satunya Kusala Sastra Khatulistiwa pada 2018 untuk kategori karya pertama dan kedua.

240 pages, Paperback

First published June 8, 2021

7 people are currently reading
75 people want to read

About the author

Rio Johan

25 books123 followers
Rio Johan was born in Baturaja, South Sumatra, 1990. Rio has been invited to speak at The Ubud Reader's & Writer's festival (2015), was on a sponsored residency in Berlin, Germany (2016) and has been the recipient of the 2014 Prose Book of Choice by Tempo for his short story collection, "Aksara Amananunna", and the 2018 Khatulistiwa Literary Award for his novel, "Ibu Susu".

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
7 (12%)
4 stars
27 (49%)
3 stars
17 (30%)
2 stars
4 (7%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 21 of 21 reviews
Profile Image for Daniel.
1,179 reviews852 followers
March 28, 2022
Rio Johan
Rekayasa Buah
Gramedia Pustaka Utama
240 halaman
6.9
32 reviews
July 4, 2025
Ketika aku membaca "Rekayasa Buah", aku seperti diajak menyaksikan sebuah dunia yang heboh. Ilmu pengetahuan yang akhirnya menghasilkan teknologi canggih untuk merekayasa bermacam-macam buah mengakibatkan manusia tampak saling sikut dan ingin menang sendiri. Dalam kumcer ini, Rio unjuk kebolehan dengan kemampuannya bermain-main gaya tulisan, dan menurutku malah Rio begitu liar dalam menciptakan cerpen-cerpennya. Ada cerpen yang memang secara keseluruhan menonjolkan teknik otak atik kata yang bikin otak pembaca pegal dan keblinger, ada juga cerpen yang sepertinya cocok dialihwahanakan menjadi sebuah film, misalnya cerpen berjudul"Salam Hangat dari Korporasi Hayati". Secara keseluruhan, kumcer ini akan memberikan ledakan-ledakan kepada pembaca. Entah lidah dan otak meledak karena Rio menuliskan nama-nama buah yang penuh huruf konsonan, atau meledakkan ekosistem sastra indon yang gitu-gitu aja. Ya, masih layak baca sih kumcernya. Tapi, siapkan mental dan kondisi fisik yang prima, ya, wahai pembaca yang bijaksana.
Profile Image for cindy.
1,981 reviews156 followers
July 25, 2021
Setelah gagal membaca BHPT (hyii... 💩)😅malah jadi penasaran sama buku buah2an ini. Isinya penuh kesintingan gak terukur yang bikin ngakak sambil geleng2 kepala.

Semuanya berputar pada sebuah korporasi rekayasa genetik khusus buah2an, Korporasi Hayati namanya. Di sana diceritakan tentang buah2an, peneliti2nya, dampak si buah pada dunia, serta dampak si buah pada para penciptanya. Tentu saja sambil juga menyindir dan menyentil kondisi dunia nyata.

Di antaranya ada bbrp cerpen yg kusuka:
- Buah untuk Diktaktor Terakhir di Muka Bumi: satire dagelan dunia politik yang lumayan menohok, kedua pihak sama2 kalah(?)

- Misteri Visiceri: eaaaa... buah2annya jadi AI ala2 skynet ✔

- Perihal Penamaan Buah-buahan: ini perihal menamai buah berbuah perubahan karier seseorang
Profile Image for Shandy Yeo.
134 reviews4 followers
October 22, 2023
Ini pertama kali saya membaca karya Rio Johan. Kesepuluh cerpen ini memang nyeleneh dan cukup menghibur, apalagi sampai bikin saya bolak-balik mengecek nama-nama buah dan lokasi yang asing di internet. Lumayanlah menambah pengetahuan! Semua cerita berpusar di Korporasi Hayati dan para insinyurnya, yang sebenarnya bisa saja dikembangkan menjadi sebuah novel. Namun, ternyata membaca penggalan-penggalan cerita dari semesta cerita yang sama itu cukup menarik juga.
Profile Image for Rido Arbain.
Author 6 books99 followers
January 9, 2025
Salam hangat dari Korporasi Hayati!

Sejak membaca Aksara Amananunna, kumcer debutnya, saya cukup mafhum kalau Rio Johan adalah pencerita yang unik sekaligus genius. Rekayasa Buah berisi cerita-cerita terpisah dalam satu benang merah tentang rekayasa buah (tentu saja), yang bermuara pada satu latar tempat yang disebut Korporasi Rekayasa Hayati atau disingkat Korporasi Hayati—sebuah badan usaha yang sementara eksis di negeri utopia.

Pada masa di mana hal-hal berbau sintetis dan artifisial telah lazim ditemukan, muncullah ragam buah-buahan futuristik dengan penamaan yang cukup untuk membuat lidah kita terbelingut. Harus diakui, dalam hal penamaan buah ini, Rio menempatkan rasa humornya dengan sangat merdeka; terutama ketika ia menguraikan beragam varian baru dari buah beri yang muncul di pasaran. Mulai dari tiraniberi, penistapenistaanberi, patgulipatbelahketupatberi, paragadisperawanberi, rawatjerawatberi, wasirberi, skoliosisberi, butjembubberi, tutkentubberi, gombalberi, sahabatpenyuberi, dan beri-berian lain.

“... tidak mau kehabisan kreativitas, dia serap kosakata bahasa-bahasa lain untuk karyanya, mamihlapinatapaiberi, aisukurimuberi, brustwarzenberi, dedosdopeberi, yallayallaberi, zhaghzhaghberi, mensana-in-corpore-sano-beri, amuseboucheberi, snollygosterslangwhangersnickersneeberi—” Kacau!

Ide liar Rio tentu tak hanya berhenti pada penamaan buah saja, tetapi juga pada aneka konflik yang berkisar pada produk-produk mutakhir yang dihasilkan oleh Korporasi Hayati. Misalnya, dalam cerpen “Beri-beri Berlipat Ganda”, ia menulis kisah tentang beri yang mengalami malfungsi auto-kloning sehingga beri-beri itu tak henti mereplika diri. Bayangkan bagaimana beri-beri itu meletus, berloncatan dari kantong belanjaan, dan bertebaran di jalan—membuat semua orang kerepotan dan kewalahan menghadapi invasi beri tersebut. Sampai-sampai Korporasi Hayati harus menciptakan formula anti-beri!

Berbeda lagi dengan cerpen “Misteri Visiceri” yang mengisahkan tentang seorang insinyur rekayasa buah yang merancang satu buah-buahan baru yang dinamai visiceri, alias ceri inspirasi. Sampai pada akhirnya varian buah itu bisa melakukan otorekayasa dan ingin merebut dominasi manusia di muka bumi. Bahkan saking visionernya, visiceri itu ingin merancang tentara buah-buahan untuk menguasai manusia.

Sementara itu, dalam “Farmapomokologi” kita diajak berkenalan dengan Profesor Pompom Pomum, seorang pakar farmapomokologi—bidang keilmuan yang digabungkan dari disiplin ilmiah farmakologi, pomologi, dan rekayasa hayati. Profesor itu menciptakan buah penyembuh yang diberi nama omninasea (saya asumsikan berasal dari kata omni- dan panasea) yang justru mendapatkan perlawanan dari industri kesehatan secara keseluruhan.

Semesta yang dibangun Rio Johan di sini seolah-olah mengaburkan batas antara utopia dan distopia. Cerita-cerita yang ia tulis mungkin terasa begitu absurd bagi sebagian orang, tapi dalam kacamata filsafat (cailah) ini jelas sebuah kritik terhadap modernisasi dan kapitalisme. Hal ini tergambar jelas dari posisi para insinyur rekayasa buah, yang mana secerdas-cerdasnya mereka, tetap harus tunduk terhadap Dewan Utama Korporasi selaku kelas borjuis. Lantas siapa lagi yang mengalami dampak kerugian atas praktik rekayasa buah ini kalau bukan kaum proletariat.

Akhir kata..., atas nama beri-berian dan buah-buahan sintesis lainnya, dengan ini saya berjanji akan membaca varian lain dari buku-buku karangan Rio Johan.
Profile Image for Ryan.
Author 2 books17 followers
April 7, 2025
Awalnya kukira ini cerpen yg ceritanya bener bener terpisah satu sama lain, tapi aku salah. Meski kumpulan cerita tapi kesepuluh cerpen ini masih terhubung dengan Korporasi Hayati, semacam company di bidang rekayasa buah, sesuai judulnya. Cerita futuristik yg tidak biasa, unik tapi menarik. Salut sama Rio Johan yg bisa bikin cerita seunik dan semenarik buku ini.
Profile Image for Happy Dwi Wardhana.
244 reviews39 followers
April 1, 2024
Disarankan untuk tidak membaca kumcer ini dengan mata telanjang, maksudku, membaca begitu saja secara denotatif. Hasilnya akan berupa racauan tentang nama buah-buahan yang ada di dunia mungkin dan dunia tak-mungkin. Berani taruhan, kau akan menutup buku di halaman kesepuluh.


Gunakanlah kacamata filsafat untuk  membacanya. Alhasil, kau akan menemukan kejeniusan Rio Johan meramu cerita dengan metafora buah sebagai kritik-kritik filosofis. Sebutlah kritik terhadap kapitalisme, kecerdasan buatan, positivisme, komunisme, nama diri, dan lainnya. Ini menjawab rasa penasaranku kenapa buku ini masuk nominasi penghargaan sastra. Ya, sepantas itu.


Secara singkat, semua cerita berkisar pada Korporasi Hayati dan para insinyurnya. Para insinyur ini, meskipun pandai merekayasa buah yang banyak jenisnya tetap tunduk pada Dewan Utama Korporasi dengan segala tuturnya yang harus diamini. Tak asing ya? Tentu, karena kita semua adalah insinyur itu. Sepintar-pintarnya dirimu, seberbakat apapun, selepas kau mendapat gelar insinyur, yang katanya tanda telah berpikir kritis, tetap sujud pada... Korporasi.
Profile Image for Ical Digidoy.
37 reviews1 follower
November 22, 2024
ini buku rio johan yang pertama kubaca.
1. cukup page turning,
2. topik futuristik yg diangkat soal buah2an juga menarik
Profile Image for Cikal Annisa.
55 reviews
March 8, 2025
Suka banget sama semua kumpulan ceritanya, apalagi yg tentang buah Naga. Bagus banget seperti dongeng semua ceritanya mengajak pembaca untuk berkhaya, suatu hal yang orang dewasa sudah jarang lakukan.
Profile Image for Muhammad.
695 reviews2 followers
December 15, 2025
Would better and raised emotioned. Ahlussunnah wal jama'ah.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Bangkit Aruna.
5 reviews1 follower
July 4, 2024
Biar kumulai dengan ini: hal yang paling merepotkan ketika membaca buku ini adalah mengeja nama-nama buah rekaan dan kosakata ilmiah kreasi Rio Johan (siapalah pula yang mampu mengeja dengan lancar "arketurgalotipe" atau "citrusmaximucumansiummuisnamucumixamsurtic" untuk pertama kali). Rasanya seperti sedang membaca jurnal ilmiah yang tidak aku mengerti kebahasaannya. Omong-omong, ini bukan masalah 😅.

Secara umum, buku ini membawakanku sudut pandang baru perihal reka-me-reka fiksi. Aku menemukan ide–bahwa satu tema/objek bisa membawakan dan menjadi representasi banyak rupa atau tema cerita.

Meski mengangkat konsep umum perihal "futurisme" dan "utopia", buku ini tidak monoton, tidak seperti "futurisme" yang pernah aku bayangkan sebelumnya. Tema dan gaya ceritanya segar, berserat, dan–berair 😉.

Aku rasa banyak cerita dalam buku ini yang menyinggung masalah politik dan strategi dewasa ini, meski ada juga cerita yang memberi gambaran kehidupan yang sangat sederhana (seperti dalam cerita terakhir dengan judul "Salam Hangat dari Korporasi Hayati").

Favoritku, satu cerita berjudul "Farmapomokologi"–yang aku representasikan sebagai "ilmu tentang bagaimana dunia berputar berulang-ulang, seperti roda atau cakra manggilingan". Luar biasa.

Salam hangat, dari Korporasi Hayati.
Profile Image for Truly.
2,764 reviews13 followers
December 28, 2022
Ketika dirawat beberapa hari lalu, saya memilih buku sebagai teman menghabiskan waktu.
Buku ini dipilih karena saya yakin, buku ini mampu meningkatkan imun saya dengan isinya yang menghibur.

Semprul tenan!
Saya tak berhenti tertawa membaca buku ini. Benar kan naik imun saya.
Masalahnya kebanyakan tertawa berakibat badan yang lemas akibat diare menjadi kian lemas.

Reviu lengkap nanti yak kalau udah agak kuat.
Intinya buku yang luar biasah!
-------------------------
Sebuah kisah yang membuat buah tak sekedar sebagai makanan pencuci mulut semata. Namun naik level melibatkan intrik politik, perebutan kekuasaan, mata-mata, percintaan, dan masih banyak hal lain. Bahkan dunia bersatu untuk menghadapi buah yang ternyata memakan korban lebih dari 6.000 jiwa, dimana 25% membutuhkan perawatan intensif dan meninggal.

https://trulyrudiono.blogspot.com/202...
Profile Image for Haryadi Yansyah.
Author 14 books63 followers
March 11, 2025
Saya jadi teringat salah satu dongeng Majalah Bobo. Ceritanya, ada putri kesayangan raja. Ia anak manja yang semua keinginannya harus dituruti. Jika bikin ia menangis, maka raja akan marah. Satu hari, putri ini minta dibuatkan perhiasan dari... embun.

Iya, embun.

Jelas permintaan ini memusingkan pihak istana. Mereka berusaha membawa batu permata lainnya, tapi sang putri tetap menolak dan hanya mau perhiasan dengan embun sebagai ornamennya. Saat situasi sudah mentok dan pihak istana khawatir akan dihukum, seorang penasehat istana muncul dan memberikan solusi.

"Tuan putri, kami akan membuatkan satu perhiasan indah dari embun sebagaimana yang dimau. Namun, kami meminta tuan putri memilih langsung embun mana yang paling disuka."

Jadilah, keesokan paginya si penasehat, si putri dan petugas istana menuju kebun. Tepat ketika suasananya masih berkabut dan embun banyak menempel di tanaman.

"Nah silakan tuan putri memilih," ujar penasehat.

Lalu sang putri mencoba menyentuh satu demi satu embun yang ia suka. Tapi herannya, tiap kali disentuh, embunnya akan pecah dan mencair hingga sang putri kemudian menyerah dan mengerti bahwa permintaannya tidak mungkin dapat diwujudkan.

Eh ini mau bahas Rekayasa Buah kok malah ceritain dongeng Bobo haha, maafkan. Soalnya, saat baca cerpen pertama di buku ini yang judulnya "Selit-Belit Buah Prombom" ada persamaan yang kemudian jadi mengingatkan saya terhadap dongeng-yang-judulnya-saya-lupa itu.

Bedanya, di cerpen "Selit-Belit Buah Prombom" dikisahkan ada seorang raja yang sangat menyukai buah prombom dan ia mewajibkan buah itu hadir di setiap makan malamnya. Masalahnya, buah prombom ini memiliki kulit yang sedemikian tebal.

"Kalaulah ada yang sudi membuat daftar sepuluh buah-buahan yang paling merepotkan untuk dimakan, saya pikir buah prombom ini wajib masuk daftar paling atas; pasalnya kulitnya yang keras dan tebal bisa membuat tukang jagal mana pun yang tertantang untuk menjajal segera sebal dan menyerah setelah lusinan kali mengayun dan menebas beliung. Begitulah kira-kira." Hal.1

Hanya seorang pemuda bernama Karolus yang berhasil mengupas kulit badak prombom. Betapa senangnya raja walau tak lama ia kembali murka saat Karolus tangannya terluka akibat terkena anak panah nyasar sehingga Karolus tak mampu lagi mengupas kulit prombom.

Berbagai macam cara dilakukan agar keinginan raja makan buah prombom terpenuhi setiap hari, dari meminta Karolus melatih pemuda-pemuda lain agar punya kemampuan sama sepertinya, hingga berusaha merekayasa buah ini, menelitinya, menanam kembali namun dengan kulit yang lebih lunak dan dapat dibuka dengan mudah.

Berhasilkah semua pihak istana melakukannya agar raja dapat menikmati prombom setiap hari?

* * *

Baru di cerita pendek pertama saja saya udah langsung kepikiran, "gila juga idenya." Lalu, di cerpen-cerpen lain, kisah tentang segala macam buah pun diceritakan. Di cerita kedua "Naga-naga Buah Naga" berkisah tentang Joni Fulan, salah satu insinyur muda rekayasa buah di Korporasi Hayati yang jatuh cinta dengan Luna-Duma dan berusaha mendapatkan hati Luna-Duma dengan menghujaninya segala macam buah eksotik hasil karyanya.

Sayangnya, semuanya gagal, padahal semua buah yang ia ciptakan adalah buah-buah dengan kualitas terbaik. Luna-Duma baru menunjukkan ketertarikan terhadap Joni Fulan, saat Joni Fulan membawa sebuah buah baru dengan narasi khusus tentang asal mula buah itu yang ia dapatkan dari.... seekor naga.

"....dari tubuh naga yang sudah terbaring tanpa nyawa itu, darah mengalir, mengalir, mengalir, membasahi lembah, menyerap masuk ke dalam pori-pori tanahnya, dan merembesi akar-akar pohon pepaya yang tumbuh di sekitar. Pohon-pohon pepaya itulah yang kemudian berubah menjadi sejenis tanaman baru yang kemudian menghasilkan buah dracapaya ini." Hal.22.

Begitulah gambaran cerpen-cerpen yang ada di buku Rekayasa Buah ini. Saya sih baru baca satu buku Rio -Ibu Susu, dan ketika baca Rekayasa Buah ini ya sangat terasa Rio Johan-nya. Secara ide memang liar dan nyeleneh in good way. Walau, keliaran ini kadang gak mudah juga ditangkap dengan nalarku sebagai pembaca yang terbatas.

Sebagai penulis, Rio juga jago memunculkan istilah-istilah baru yang ia bikin sendiri untuk kepentingan ceritanya. Contohnya di cerpen "Beri-beri Berlipat Ganda", Rio menciptakan begitu banyak varian buah beri yang baru.

"Maka varian baru beri-berian pun bermunculan di pasaran: tiraniberi, tiranoberi, cendalah-lucah beri, jambanjemboberi, gembulberi, gantungberi, kentutkaputberi...." hal.51.

Bahkan, jika mau, sepertinya Rio mampu menuliskan 5-6 lembar penuh halaman buku dengan nama-nama varian baru buah beri. Jujur, saya berada di tengah kegamangan. Di satu sisi saya merasa ini unik, namun di sisi lain tercetus juga di kepala saya, "buat apa sih bikin beginian?" dan ya, formula seperti ini juga sudah ada sejak di buku Ibu Susu.

Sekali lagi, gak semua cerpennya mampu saya cerna dengan baik. Bahkan jujur ada bagian-bagian yang saya skip, misalnya bagian abstrak pada cerpen "Misteri Viciseri" atau bagian tabel istilah/tabel kata di cerpen "Perihal Penamaan Buah-buahan", bukan saya abaikan sepenuhnya, tapi sebagai pembaca, saya merasa semua bagian itu gak perlu saya lahap sampai habis. Dan, rasa-rasanya, konteks cerita secara keseluruhan masih bisa saya tangkap -eh jadi kontradiksi ya dengan omongan saya sendiri sebelumnya yang bilang kalau sebagian cerpennya susah saya tangkap haha, maafkan si pembaca yang satu ini.

Ada satu buku -lebih tepatnya novelet, Rio Johan yang penasaran ingin saya baca, yakni Karavansara. Nah, jika dibandingkan antara Ibu Susu dan Rekayasa Buah, sepertinya saya lebih suka baca tulisan Rio yang panjang berbentuk novel.

Di Karavansara (saya tertarik karena pernah mampir ke sebuah Karavanserai di Turki), akan ngerasain karya Rio dalam bentuk lain, cerpen bukan, novel tapi lebih pendek. Again, namanya juga novelet. Oh ya, saya juga penasaran kalau Rio Johan dikasih kesempatan nulis skenario film, bakalan keren karena saya tahu bukan saja pelahap buku, Rio juga penonton film yang keren.

Skor 7,5/10
Profile Image for Iin Farliani.
Author 6 books5 followers
September 20, 2023
Usai membaca seluruh cerpen di buku ini rasanya saya akan memandang ulang "buah-buahan" dengan cara yang berbeda. Mengapa? Tak pernah terbayangkan sebelumnya buah-buahan dapat menjadi pintu masuk ke dunia fiksi sains yang dipenuhi rangkaian peristiwa ajaib. Rupanya kata “ajaib” yang biasa dilekatkan untuk ‘sesuatu yang tak masuk akal namun terjadi’ juga membawa makna serupa ketika ia berada dalam kerangka: terwujudnya seluruh kemajuan yang mungkin bisa dicapai dalam bidang sains. Ia setara dengan makna “keajaiban” yang selama ini diamini tak masuk akal itu. Apalagi bila ia berada dalam semesta cerita yang meyakinkan. Siapa sangka buah-buahan lokal seperti salak, nanas, blewah, manggis, semangka, terabadikan dalam sebuah coretan ngasal insinyur pemabuk. Coretan ngasal yang menjadi sumber penemuannya hingga berakhir sebagai produk andalan Korporasi Hayati justru ketika sang insinyur sudah dipecat dari perusahaan global tersebut [“Peta Buah-Buahan”]. Tak mengira buah naga bisa menjadi bahan eksperimen dua insinyur gila untuk menciptakan produk hibrida yang kemudian melahirkan dongeng-dongeng kreatif ‘asal mula varian buah naga’ demi memikat wanita pujaan [“Naga-naga Buah Naga]. Ada buah varian ceri yang menginvasi insinyur penemunya sendiri hingga membuat sang insinyur bunuh diri [cerpen “Misteri Visiceri”].

Bila dilihat secara keseluruhan ada dua tokoh utama dalam buku ini yaitu Korporasi Hayati dan Insinyur. Menariknya bisa dikatakan cuma ada satu cerpen yang memusatkan Korporasi Hayati sebagai pemeran utama dari peristiwa yang terjadi sebab ia berkali-kali muncul untuk melakukan klarifikasi yang lebih tampak sebagai upaya “cuci tangan” dari kekacauan yang ditimbulkan [“Buah untuk Diktator Terakhir di Muka Bumi]. Ini seperti bayangan “kekuasaan” yang sering timbul di benak kita bahwa letak mereka sangat jauh dan tak tersentuh. Meski jauh dan tak tersentuh, tapi mereka yang berkuasa selalu punya jalan yang terbentang lebar demi bisa menancapkan taring-taring kekuasaannya.

Berbeda dengan cerita tokoh utama insinyur, bisa saya katakan ada enam cerpen yang memusatkan diri pada kehidupan insinyur; cara pandang mereka, obsesinya, sisi eksentriknya, hingga yang bersifat emosional dan personal. Cerpen-cerpen itu ialah: “Naga-naga Buah Naga”, “Beri-beri Berlipat Ganda”; “Misteri Visiceri”; “Perihal Penamaan Buah-buahan”; “Peta Buah-buahan”; “Bertemu Seorang Pakar Rekayasa Buah”. Sisanya adalah cerpen yang beririsan dengan Korporasi Hayati dan Insinyur: “Selit-Belit Buah Prombom”; “Farmapomokologi”.

Dalam cerpen-cerpen yang berpusat pada insinyur lebih banyak kita dapati “efek” dari karya-karya penemuan mereka. Bisa kita lihat juga secara tersirat melalui susunan cerpen-cerpen dalam buku ini. Cerpen-cerpen yang disusun di awal seperti perwujudan keinginan "bermain-main" dari segi cerita maupun bentuknya. Namun semakin menjelang pertengahan, nuansanya cerpen semakin memilukan, ruwet, filosofis, dan terutama berhasil menghadirkan sebentuk rasa kesepian dalam dunia yang penuh dengan kemajuan teknologi. Kemudian ditutup oleh cerpen yang berisi kematian [“Salam Hangat dari Korporasi Hayati” ]. Peletakan cerpen “Salam Hangat dari Korporasi Hayati” sebagai penutup merupakan pilihan yang sangat tepat. Selain karena berisi “masa tua” dan “kematian” yang menyiratkan akhir sebuah siklus, dua tokoh utamanya bisa kita katakan merupakan “orang luar”; tak termasuk bagian dari Insinyur maupun Korporasi Hayati. Sang laki-laki tua adalah buruh pabrik, sementara sang gadis adalah model iklan. Meskipun ia model iklan Korporasi Hayati, namun secara spektrum cerita ia tak terlibat mendalam dengan perusahaan global tersebut.

Saya bisa bayangkan betapa tak mudah menyusun cerpen-cerpen di buku ini sebab tak hanya isi ceritanya yang segar namun juga "bentuk" setiap cerpen yang berbeda-beda. Isi dan bentuk menjadi kesatuan. Bentuk penceritaannya menghasilkan pengalaman membaca yang mengasyikkan. Banyak ragam teknik bercerita yang bisa pembaca pelajari dari sini. Tiga cerpen yang menjadi favorit saya ada: “Misteri Visiceri”; “Perihal Penamaan Buah-buahan”; “Bertemu Seorang Pakar Rekayasa Buah”. Banyak aspek yang bisa ditilik untuk melakukan pembacaan lanjutan terhadap cerpen-cerpen di buku ini.

Akhirnya, satu kata untuk buku ini: Jenius!
Profile Image for Satvika.
582 reviews43 followers
August 23, 2023
3,5 stars

Bisa disebut novel tapi bisa juga disebut kumpulan cerita karena memuat semacam kisah para bio engineering di Korporasi Rekayasa Hayati.

Sebagai engineer saya merasa relate bgt dgn kasus dan dilema si engineer di cerita pertama, tapi sayang ending cerita kurang nendang.

Selanjutnya kita akan diajak menengok kisah kegilaan dan sifat nyentrik para peneliti, tema dana riset, kepentingan politik yang menyeret2 para ilmuwan, kejenuhan menghadapi riset dan perang eksistensi antar profesi.

Di buku ini kita diajak melihat bahwa setiap bidang keilmuan memiliki tantangan dan perangnya sendiri2 dan di buku ini kita sedikit banyak diajak mengintip dunia rekayasa genetika tumbuh2an dan bidang2 keilmuan di sekitarnya.

Ada 10 cerita di buku ini dan 3 cerita terakhir adalah favorit saya.

Overall okelah, walaupun gaya penulisannya masih agak kaku tapi tema ceritanya menarik.
Profile Image for Anton.
157 reviews10 followers
December 29, 2023
Buku yang tak selesai aku baca karena tak bisa aku pahami jalan ceritanya.
Profile Image for AMELIA SITORESMI.
10 reviews3 followers
April 22, 2025
membaca buku ini dalam angkutan umum, saat ngakak spontan dilihat orang-orang 😂😂😂
Profile Image for Yosafat Prasetya.
42 reviews
March 28, 2025
Kalo dilihat, reaksi pembaca ke kumpulan cerpen ini cukup divisif ya. Ada yang kurang suka karena terasa terlalu "sok iye," seolah ingin terlihat pintar dalam bermain kata, atau dianggap terlalu mengada-ada. Aku bisa memahami kritik tersebut.

Tapi aku pribadi justru nikmatin banget! Menarik sekali bagaimana hanya dari topik sederhana tentang "buah," yang bernaung di bawah payung besar Korporasi Hayati beserta para insinyurnya, buku ini mampu menghadirkan eksplorasi cerita yang begitu kaya dan luas. Aku sepakat dengan blurb-nya—buku ini konyol (banget!), tapi jika dibaca dengan perspektif filosofis atau teori sosial-ekonomi, ada keseriusan yang diselipkan dengan cerdik dalam narasinya yang ringan dan menghibur.
Profile Image for Muhamad Tegar Pratama Putra.
46 reviews1 follower
October 22, 2025
Alkisah di masa depan berdirilah Korporasi Rekayasa Hayati yang kapitalis karena mengeskploitasi para penelitinya sampai merekayasa beragam varietas buah-buahan yang menjadi komoditas utama mereka. Ini adalah kisah-kisah yang semuanya berhubungan dengan hikayat perusahaan besar ini. Dalam kumcer Rekayasa Buah ini, layaknya novel Ibu Susu, Rio Johan kembali membeberkan banyak detil yang terkadang terasa menjemukan, meski ide ceritanya unik dan terasa segar. Beberapa cerpen terasa getir dan jenaka, meski beberapa terasa kurang berkesan. Cerpen terakhir, Salam Hangat Dari Korporasi Hayati, menutup kumcer ini dengan kisah yang menampar fantasi dengan realita pahit yang masuk akal.
Displaying 1 - 21 of 21 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.