Tahukah kalian buah paling berharga di seluruh muka Bumi? Jawabannya adalah: Apel Emas. Apel Emas adalah mahkota seluruh buah. Raja dari raja segala jenis buah. Bentuknya seperti apel biasa, tapi warnanya emas. Sebutir apel emas tidak hanya mengenyangkan, tapi juga menyembuhkan penyakit apa pun yang diderita manusia. Dan jika orang yang memakannya tidak sedang sakit, mengunyah apel emas akan memberikan rasa bahagia, damai, serta tenteram. Tapi Apel Emas tidak sembarang tumbuh. Dia adalah hasil perjuangan sekelompok manusia yang yang amat menyayangi hutan, sungai, dan danau. Tidak merusaknya. Apakah kau juga mau menikmati Apel Emas? Jika demikian, mari kita sayangi lingkungan sekitar.
"Jangan mau jadi kritikus buku, tapi TIDAK pernah menulis buku."
"1000 komentar yang kita buat di dunia maya, tidak akan membuat kita naik pangkat menjadi penulis buku. Mulailah menulis buku, jangan habiskan waktu jadi komentator, mulailah jadi pelaku."
Dulu, Lembah Bukhara adalah tempat yang asri. Bumi menyediakan segala yang dimilikinya untuk manusia. Pepohonan untuk dinding dan atap rumah-rumah; bibit jagung, gandum, dan padi sebagai sumber pangan; serta hewan ternak dari hutan dan ikan dari sungai. Tidak hanya itu, bahkan Bumi membiarkan manusia mengeruk tanahnya untuk diambil minyak dan emas sampai tetes dan titik terakhirnya.
Tak bersisa, Lembah Bukhara yang kini berubah menjadi padang pasir yang tandus--karena kerakusan manusia yang tidak pernah merasa cukup, mulai ditinggalkan manusia. Bumi pun bersedih menyadari apa yang terjadi. Mampukah kehadiran seorang Alim Khan memberi perubahan pada Lembah Bukhara yang kering?
Ini adalah pengalaman pertamaku membaca karya Tere Liye. Di luar dugaanku, buku anak-anak ini tidak sekadar dongeng pengantar tidur. Buku ini sarat pesan tentang pemeliharaan dan pelestarian lingkungan.
Aku acungi jempol untuk penulis yang berhasil menyodorkan pesan penting berbalut dongeng anak. Dengan cara seperti ini, pesan akan mudah merasuk ke dalam pikiran anak-anak tanpa terkesan menggurui.
Buku ilustrasi penuh warna ini sungguh memanjakan mata. Ilustrasinya pun mampu mendukung seluruh cerita. Ah, buku ini berhasil membuatku penasaran akan buku anak karya Tere Liye lainnya. Bagi kalian, para orang tua, kurekomendasikan buku ini untuk disodorkan kepada anak-anak.
--
This entire review has been hidden because of spoilers.
Tahukah kalian apa buah paling berharga di seluruh muka bumi? Jawabannya adalah: Apel Emas. Buah misterius yang hanya tumbuh di Lembah Bukhara. . Blurb: Apel emas. Buah enak dan menyembuhkan yang tumbuh di Lembah Bukhara. Tapi, apel emas ini dapat tumbuh melalui perjuangan sekelompok manusia yang mencintai dan menjaga hutan, sungai, dan danau dengan tidak merusaknya. Tapi, seenak dan sebaik apa apel emas itu? Apa kalian ingin menikmatinya? Kalau iya, bisakah kalian menjadi manusia yang mau menyayangi dan menjaga lingkungan? . . . 🍏 Apel Emas menjadi buku anak-anak yg menambah daftar buku bacaan anak-anak yg mengilustrasikan keadaan bumi melalui kisah apel emas dan lembah Bukhara yg misterius.
🍏 Salah satu poin yg saya sadari dari kisah Apel Emas ini adalah sosok Bumi yg hadir di setiap perubahan keadaan lingkungan yg tergerus hijaunya krn ketidakpuasan manusia untuk 'mengambil' apa yg ada di bumi tanpa merasa cukup. Segelintir orang yg masih berupaya mengembalikan keadaan lingkungan pun turut memengaruhi tindakan Bumi.
🍏 Buku anak-anak yg menyajikan kisah yg bermakna bagi pengetahuan anak-anak tentang pentingnya menjaga bumi. Meski demikian, saya pribadi merasa kehadiran apel emas dan misteri lenbah Bukhara ini masih terasa cukup tipis sehingga cerita banyak berfokus pada isu perubahan lingkungan. Selain itu, untuk bacaan anak-anak, menurut saya pribadi, panjang kalimatnya sepertiny masih cukup panjang. :(
🍏 Keseluruhan buku Apel Emas ini berhasil memberikan deskripsi tentang lingkungan dan dampak kerusakan lingkungan bagi kehidupan. Selain itu, setiap halamannya dicetak berwarna, ilustrasinya bagus, dan hard cover juga dengn ukuran buku cenderung lebih besar dibanding beberapa buku anak-anak HC🤭 Bagi pembaca usia dewasa yg menyukai atau butuh menambah referensi buku anak-anak untuk ponakan atau mungkin anaknya, buku ini sepertinya cocok tuk dibaca😊🙏
Secara garis besar, buku ini cerita tentang gimana lingkungan dan kenyamanan yg dikasih sama bumi, lama-lama ancur gara-gara keserakahan manusia. Trus, gara-gara ancur itu, ada suatu generasi yang berusaha keras memperbaiki bumi. Intinya gituu
❤️Di buku ini, aku suka banget ceritanya. Beneran diceritain proses kerusakan karena keserakahan. Trus diceritain juga susahnya proses perbaikinnya lagi, dan gimana generasi ini dengan semangat akhirnya bisa balikin lagi.
❤️Walaupun idealis, tapi aku suka karena pesan yang bisa diambil banyak, mulai dari keserakahan menyengsarakan sampe terus semangat buat dapetin hasil. Oh dan bukan cuma ituu, narasi tentang jagain bumi juga oke banget buat diceritain ke anak-anak
❤️Ilustratornya masih sama kayak buku sebelumnya, Indra Bayu. Kusukaak gambarnya!
Tentang manusia dan keserakahannya yang menghancurkan bumi. Sungguh jleb bacanya. Ilustrasinya lagi-lagi keren! Nama lembahnya unik, typical Tere Liye yang jago banget ngeracik nama untuk karakter dan setting lokasi ceritanya, seperti di seri Bumi.
Apel emas jadi sebenernya ada gak?
Jawabnya: ada dong... di lembah Bukhara.
Di mana lembah Bukhara itu?
Hanya pecinta bumi yang tahu letaknya. Ssstt, kalau kalian menemukannya, jangan kasih tau orang lain ya, supaya gak ada freeport lainnya di sana.
Menarik. Pemilihan kata dan alur khas Bang Tere. Meskipun begitu, tidak seperti tiga buku sebelumnya, menurut saya Apel Emas ini mungkin belum bisa dicerna oleh anak PAUD_TK. Namun buku ini sangat baik menjadi literasi anak2 kelas 4-5 SD. Memberikan gambaran serta menanamkan akhlak yang baik dengan menjaga lingkungan.
Sindiran untuk perilaku manusia yang menurut aku emang pas banget ya. Cocok banget untuk dibacakan kepada anak-anak agar pesan-pesan dari buku ini bisa ditanamkan dalam diri anak-anak sejak awal. Penyampaian cerita sederhana, namun tetap memikat. Buku pertama Tere Liye yang aku baca ini, sekali duduk selesai, hanya 72 halaman yang penuh dengan ilustrasi-ilustrasi yang cantik banget karya Indra Bayu.
Ngomongin soal ilustrasi, sayang banget nama ilustratornya ga dicantumkan di sampul buku berdampingan dengan nama penulis. Padahal menurut aku ilustrasi-ilustrasi karya beliau inilah yang jadi daya tarik utama buku ini, ya namanya aja buku ilustrasi/ buku bergambar. Aku suka sekali dengan ilustrasi-ilustrasinya. Mantap.
Side story from another novel. I know that it just imagination but the will and force to save the world is really really heavy. I hope every human have an ethic to control and manage the world building
Ceritanya bagus ditambah ilustrasi yang menarik. Pesan yang ingin disampaikan penulis juga tersampaikan dengan baik. Hanya saja ada beberapa kata yang masih sulit dicerna oleh anak-anak.
Bukunya tidak tebal, dalam sekali duduk langsung habis, tapi maknanya sangat mendalam. Cocok banget dibaca oleh adik-adik, anak-anak kecil usia 5 tahun ke atas, bahkan para orang tua untuk membacakan cerita dalam buku ini kepada anak-anak