Benarkah aku mulai menyukaimu? Atau mungkin sudah sejak dulu rasa itu berdenyut dalam nadiku?
Ratusan kali muncul pertanyaan itu dibenakku. Namun, ribuan kali bibir ini membeku seolah enggan mengaku. Sungguh, memikirkanmu membuat tidur malamku sepi tanpa mimpi.
Segampang itu kau mengucap rindu. Lalu, lupakah kau atas perlakuanmu dulu? Sebaliknya, segalanya masih terekam jelas dalam ingatanku. Sungguh tak mudah bagiku berdiri tegak didepanmu, mempercayaimu.
Sudah, menjauh saja dariku. Seperti dulu. Aku yakin Tuhan berada dipihakku, menyiapkan seseorang yang bersedia menemani hari indahku, dan itu bukan kamu. Ahhh ... semoga aku tak keliru.