Jump to ratings and reviews
Rate this book

Duduk Dulu

Rate this book
Ada kalanya ketika kita harus mengejar banyak hal, kau tiba-tiba menyadari ada begitu banyak yang harus dibetulkan, yang harus diselesaikan. Alih-alih meletakkan harapan di atas segala sesuatu yang sudah terjadi, kau justru terjebak dalam berbagai ekspektasi yang makin menyiksa diri sendiri.

Tarik napas, duduk dulu. Mari kita bercerita, pelan-pelan agar napas dan harapanmu tidak terus terburu-buru.

232 pages, Paperback

Published January 29, 2021

61 people are currently reading
668 people want to read

About the author

Syahid Muhammad

10 books302 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
121 (49%)
4 stars
87 (35%)
3 stars
27 (11%)
2 stars
7 (2%)
1 star
2 (<1%)
Displaying 1 - 30 of 44 reviews
Profile Image for Alfaridzi.
109 reviews3 followers
November 23, 2021
Berisi kumpulan paragraf singkat tentang makna kehidupan, yang dikemas secara apik dan menarik. Buku yang cocok dibaca kala kita sedang rehat sejenak dari hiruk pikuk permasalahan yang ada, dibaca sembari duduk dan tidak terburu-buru.

Di dalam buku ini penulis mengingatkan pembaca agar tak lupa pada kodratnya sebagai manusia. Manusia yang tak luput dari kesalahan, penyesalan, keangkuhan, dan sikap buruk lainnya. Mengigatkan pembaca agar tak lupa pulang seraya memikul beban hidup, lantas menjadikannya teman.

Buku ini ditulis dengan bahasa yang sederhana, diksi yang ringan, sehingga pesan yang disampaikan mudah dipahami dan dimengerti oleh pembaca. Untaian kata dan kalimatnya berisi ungkapan emosi dan kata hati penulis yang juga sering dirasakan oleh orang lain. Isinya memiliki kekuatan yang dapat membius pembaca kemudian jatuh cinta dengan tulisannya.

Buku ini aku nikmati dengan baik. Walaupun dibaca pada saat tertentu saja, tetapi tak mengurangi kenikmatan dalam membacanya. Di masa sekarang ini, dimana banyak orang yang merasa tidak percaya diri dan overthinking, buku ini layak menjadi bahan bacaan. Sebab mengajak kita agar bisa berdamai dan mencintai diri sendiri.
Profile Image for MANKE.
3 reviews
December 23, 2025
Buku pertama yang selesai kubaca, dan lumayan bagus menurutku karena sangat ringan dan pesannya benar - benar menyentuh.

Mas Syahid Muhammad benar - benar punya kisah yang sangat tidak sempurna menurutku, tapi justru itu yang membuat buku ini bagus..

Buku ini punya banyak kutipan yang sangat relate dengan banyak kondisi dan ada yang sangat menamparku. Salah satu halaman favoritku adalah halaman 125.

Namun di halaman menuju akhir, mas Syahid M. mulai membagikan kisah yang lumayan nyaman untuk dibaca namun vibesnya agak sedikit berbeda dengan halaman - halaman awal dan itu sangat terlihat perbedaannya.

Tapi overall, buku ini sangat nyaman untuk dibaca dan pengalamanku membaca buku ini adalah baik, aku membacanya di Gua Maria.. Sendirian dan tenang :)

This Book Hug Me
Profile Image for Achandra.
212 reviews5 followers
December 27, 2022
Hidup menjadi manusia di masa kini, masa yg menuntut kita menjadi cepat, menuntut kita harus memiliki sesuatu di usia tertentu. Kadang sungguh melelahkan bukan, lalu ketika kita lelah dan tak punya tempat untuk bersandar, satu-satunya hal yg ramai hanya isi kepala. Dan buku ini hadir sebagai pengingat untuk ‘Duduk Dulu’ dan Jangan Lupa Menjadi Manusia.

Buku dengan judul menenangkan ini menjadi buku kedua yg aku baca dari karya ka @iidmhd setelah ‘Kamu Gak Sendiri’. Jujur saja buku ini lebih memiliki banyak insight buatku dibanding buku pertama. Meskipun hanya sekumpulan esai pendek, tetapi banyak kalimat yg menenangkan. Buku ini akan banyak membahas sedih, cemas, ekspektasi dan kegagalan, luka, juga kesepian.

Buku yg akan memberikanmu pengingat bahwa kamu adalah manusia biasa, yg bisa merasakan lelah, kecewa, sedih, bingung, dan tentu saja tak pernah luput dr kesalahan dan kegagalan. Tak apa, tak usah terburu-buru untuk mengejar sesuatu. Duduklah sejenak, berdamailah dengan pikiranmu, kenallah dirimu, jadikan dirimu sebagai teman terbaikmu.

Kak Iid, menjadi salah satu penulis paling jujur menurutku. Dengan berkomunikasi dgn pembacanya kak Iid menjadi lebih jujur dan terbuka tentang dirinya. Dan ternyata, memberikan efek domino kepada pembacanya, si pembaca jg akan lebih jujur dan mengenal dirinya sendiri. Dan banyak kalimatnya yg mampu meredakan isi kepala yg selalu ramai.

Jika kau memegang buku ini, duduklah dulu, istirahatlah sambil menikmati setiap kalimatnya, berikan dirimu jarak pada rumitnya dunia.
Profile Image for Edfitri Muflihatusyawal.
13 reviews
January 20, 2025
Padat nan berisi, begitulah buku ini. Diawali dan diakhiri dengan mengajak pembaca berterima kasih kepada diri sendiri. Dari prolog dan epilognya saja mengajarkan betapa setiap kita adalah berharga bahkan dari hal terkecilnya. Bentuk tulisan naratifnya sukses membawa pembaca menyelami isi pikiran dan perasaan penulis. Topik yang diangkat amat beragam, dari relasi, kesehatan mental, keluarga, hingga karir. Karena tak ada penanda bab di buku ini, cukup nyaman untuk membuka halaman per halamannya secara random.

Saking banyaknya bagian yang berkesan bagiku, berikut bagian yang paling-paling aku suka dari buku yang satu ini.
"Jadi, terima kasih, sudah berusaha, sudah mencoba. Ya, ayo tepuk tangan untuk kita semua yang keras kepala berjuang. Yang masih mau bangkit setelah jatuh. Yang bersusah payah sembuh, atau sekadar baik-baik saja. Yang masih mau percaya pada diri sendiri, meski kadang kesalahan terulang dalam bentuk yang berbeda. Tepuk tangan, untuk kita, yang menjadi bantuan ketika justru kita sedang membutuhkan bantuan.
Peluk dirimu, dan berterima kasihlah. Bertepuk tangan, mari rayakan keinginan, untuk hidup. Karena keinginan itu, memerlukan perjuangan yang lama, sebuah pekerjaan seumur hidup.
Tepuk tangan, untuk kita."

Ya, itu adalah bagian akhir dari buku ini. Betapa banyak hal yang telah kita lalui dan tengah kita hadapi dalam hidup. Melalui buku ini, penluis banyak mengingatkan kita untuk sering berterima kasih kepada diri sendiri. Itu pula yang menurutku menjadi amat penting dalam menikmati perjalanan hidup, rasa-rasanya keberadaan kita sangat dianggap oleh diri sendiri sehingga semakin semangat untuk menikmati perjalanan hidup.

#noteed
Profile Image for Azfa.
295 reviews2 followers
October 19, 2021
[Jangan sampai terbiasa dengar kata orang jadi lupa caranya mendengar diri sendiri] ~hlm. 196

Ayo ngaku siapa yang lebih terbiasa dan lebih banyak mendengarkan perkataan orang lain dari pada mendengarkan diri sendiri? Mari #Dudukdulu sini, kita istirahat sejenak menikmati setiap lembaran sambil merenungkannya.

Sejak melihat covernya, sebenarnya aku sudah sangat tertarik, ditambah penambahan kalimat pada judul 'jangan lupa jadi manusia', makin dibuatlah diriku penasaran, memangnya lupa jadi manusia itu yang bagaimana? 🐣

Nah, melalui buku ini, penulis mengajak pembaca untuk berkomunikasi kepada diri sendiri, mengenal diri dengan lebih jujur dan terbuka. Belajar menerima atas setiap emosi yang dirasa terutama emosi negatif, bahwa tidak apa-apa jika merasa diri sedih, kecewa, terluka, gagal dan perasaan tidak enak lainnya. Belajar menerjemahkan isi diri, lantas kemudian belajar meletakkan harapan dengan tepat atas setiap hal-hal yang datang mengejutkan yang pada akhirnya mengajarkan pembaca untuk tumbuh bersama menjadi manusia.

Ada banyak sekali tulisan yang kusukai pada buku ini, terutama yang berjudul Tidak apa-apa dan Tumbuhan. Ada juga kalimat yang begitu menohok untukku seperti kalimat 'Apa yang kau cintai dari dirimu sendiri?' membuatku terdiam lama tanpa satu katapun yang dapat diucapkan untuk menjawabnya, membuatku sadar betapa aku belum mengenal diriku sendiri. Hmm, it's okay, aku hanya perlu belajar dan berusaha mengenal diriku dengan lebih baik lagi kan :)) yah jadi curhat😅

Sangat #recommended deh untuk dibaca oleh siapa saja 🌻

#jejak_sibuku
Profile Image for Aulia Triutami.
54 reviews3 followers
August 25, 2021
Review buku

Duduk dulu (236 hlmn)
Penulis: Syahid Muhammad
Penerbit: Gradien Mediatama, 2021

20/30
"Rasa kurang dalam diri ada, untuk jadi dorongan belajar, memperbaiki, dan tumbuh. Bukan hanya untuk mengasihani diri."

Seperti judulnya, saat kamu membaca buku ini ia akan menjadi teman untuk duduk sebentar, istirahat dari rumitnya dunia. Memahami serta merenungi banyak hal yang dirasa nggak baik-baik saja, ternyata gapapa untuk di gapapa-in.

Kamu juga akan diajak untuk menikmati segala hal dalam hidup. Baik itu saat sedih maupun senang, yang enak maupun yang enggak enak. Dan juga diajak untuk menerima segala rasa yang ada.

Aku selalu suka dengan cara berpikirnya Bang Iid. Setiap tulisannya mampu meredakan isi kepala yang selalu ribut, tapi enggak tahu apa yang sedang diributkan. 😅

Kalau kamu baca buku ini jangan terburu-buru ya, pelan-pelan aja. Nikmati dan renungi. Maka kamu akan dibuat sedih, tertawa, bingung dan ber-oooh ria.

Efeknya setelah baca buku ini jadi berasa tentram. Benar-benar teman duduk yang selalu mengingatkan bahwa kita manusia dengan segala kewajaran tingkah laku yang kita lakukan. Selain itu banyak juga quoteable yang menusuk namun menyadarkan diri. :))

#oneweekonebook #owob #limaalinea #1bulan1buku #menjadiarketipe #ara🦁
8 reviews
July 5, 2022
*Banyak andai buat kita merasa kehilangan, padahal jadi milik saja tidak pernah.*

Satu kalimat yang menyadarkan diri, untuk *duduk dulu* sebentar.

Buku ini adalah buku pertama karya
Syahid Muhammad yang aku baca. Sudah lama sekali ada di wishlist dan pengen banget baca. And here we are.

Penulis bercerita tentang *self improvement* dengan cara menjadi diri sendiri dan menerima setiap rasa yang hadir dalam hidup kita. Menerima bukan berarti kita berpura-pura bahagia ketika bersedih, menerima ialah merasakan setiap rasa yang hadir saat itu. Penulis menuliskan setiap pengalaman tentang diri untuk tak lupa menjadi manusia dengan banyak rasa yang kadang sedih, kadang bahagia, kadang punya masalah, kadang mendapat rejeki yang tak terduga, kadang takut dan gelisah. Semuanya disampaikan dengan gaya bahasa santai, to the point dan mudah dipahami.

*"Berbahagia, tak melulu meriah dan penuh semangat. Ia bisa berupa ketenangan karena melepas apa yang tidak bisa kau ubah, apa yang sedang tidak bisa kau usahakan dan kau gapai; menerima dan memaknai apa yang sudah cukup....."*
Profile Image for Dhyta.
2 reviews
September 30, 2021
Mari duduk dulu, sudahi overthinking jangan lupa jadi manusia :)
Buku ini membahas tentang berbagai permasalahan yg ada dalam jiwa manusia, seperti sedih, cemas, ekspektasi, luka, amarah hingga kesepian. Terdapat kata-kata yg menenangkan, berusaha menjadi kuat juga mengingatkan untuk tidak lupa berterima kasih pada diri sendiri.
Buku ini terdapat gambar lucu dan quote, salah satu favorit saya adalah "Kita dan isi bumi terkoneksi. Menyembuhkan diri, berarti menyembuhkan isi bumi. Begitupun saat melukai orang lain, berarti melukai isi bumi, berarti melukai diri sendiri." 💙
Dan yg terakhir saya suka sekali dg cara penulis yg selalu mengarahkan kita untuk selalu kembali dan mengingat Tuhan 🥰
Terima kasih @iidmhd 😊
Profile Image for Hasliza Rajab.
175 reviews8 followers
January 13, 2023
Dalam menghadapi dunia yang serba pantas, kita seolah-olah memecut akan segala hal. Dari kehidupan, peekrjaan, cita-cita dan seumpamanya.

Tidak salah! Namun juga tiada salahnya jika kiranya kita berhenti sejenak, berfikir dan merenung ke dalam diri.

Apa yang dikejar?
Apa yang didambakan?
Adakah larian ini tiada henti?
Adakah ini perlumbaan yang tiada penghujung?

Penulis mengajak kita untuk berehat, dan berhenti supaya kita ada masa dan ruang untuk bermuhasabah, refleksi diri, terima dan akui kelemahan diri.

Akui bahawa ada masanya kita tidak ok, kita juga da emosi negatif yang perlu kita raikan...supaya pada akhirnya, kita boleh memupuk emosi positif yang perlu kita raih.

Berehatlah, dan duduk sebentar. Hakikatnya dunia ini hanya persinggahan!
Profile Image for cozyreading.
50 reviews11 followers
June 7, 2023
4,5/5⭐️
kalau nanti aku reread di kondisi yang butuh bacaan ini dan aku bisa ngefeel sampe nangis, aku akan tambahin rate nya!!✨

udah baca nonfiksi pertama ka iid yang judul kamu gak sendiri, dan aku suka!! pas baca ini aku juga sukaaaaaa.. walaupun aku lagi gak di kondisi yang ngerasa cape bgt, tapi tulisan ka iid membantu aku buat bersihin sisa2 residu dalam hati dan pikiran aku, dari suatu pengalaman yang udah berlalu dan sangat melelahkan pada waktu itu.

dibuku ini ka iid kayak ngajak kita untuk terkoneksi kembali sama diri kita sendiri, sesuai judulnya.. kita disuruh berhenti dulu sebentar, duduk dulu, istirahat dulu, sadari dulu apa2 yang kita pikirin..

bentar, aku minum es jagung dulu.. tar aku lanjutin lagi review nya ya! Heheheheh
Profile Image for Syarifah Ardhana.
31 reviews
February 10, 2024
Buku self-improvement pertama yang aku baca tuntas walau dalam waktu yang cukup lama. Banyak mendapat kutipan dan pelajaran yang tidak hanya opini pribadi penulis tapi juga based on science (research). Duduk Dulu berhasil mengajarkanku menjadi manusia yang utuh, tidak terbelenggu dengan masa lalu, fokus dengan yang terjadi saat ini, dan menjadi fleksibel (tidak terlalu mencemaskan, namun tetap mempersiapkan) untuk masa depan. Beberapa rasa sakit yang awalnya selalu aku sangkal, divalidasi oleh penulis bahwa, "Tidak ada yang terlalu perasa atau terlalu santai. Kita memiliki cinta dan luka masing-masing yang punya sejarahnya sendiri"
Profile Image for Qory Anindya.
36 reviews5 followers
December 5, 2024
Beli buku ini pas pertama terbit (PO di 2021) dan udah dibaca sebagian. Entah kenapa saat itu belum merasa ‘klik’ dengan bukunya.

Lalu 3 tahun kemudian, di 2024, mulai tergerak untuk baca buku ini lagi dan merasa cocok dengan buku ini.

Mungkin takdir, buku ini hadir di saat yang tepat. Di saat aku memang butuh untuk duduk dulu, dari segala hal yang berjalan cepat di sekitarku. Duniaku di 2021 dan 2024 jelas sangat berbeda, dan aku bersyukur pernah beli buku ini.

Salah satu kutipan favoritku, “Berbahagia, tidak melulu meriah dan penuh semangat, Ia bisa berupa ketenangan karena melepas apa yang sedang tidak bisa kau ubah, apa yang sedang tidak bisa kau usahakan dan gapai; menerima dan memaknai apa yang sudah cukup untuk mendapatkan efek berbahagia karena menerima kekecewaan yang ada; menjadi positif.”

Terima kasih Mas Iid atas tulisannya yang hangat dan seperti rumah.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for ami ☆ ⁺‧₊˚ ୭.
156 reviews18 followers
August 7, 2021
bingung. buku ini bener-bener bikin menerima diri sendiri. buku ini juga enggak bikin mas iid jadi orang yang paling bener, karena di beberapa tulisannya, mas iid sendiri yang nulis sifat buruk manusia. buku ini buatku sembuh, buatku selamat dari pikiran buruk yang udah lama tinggal. butuh waktu lama buat habisinnya, tapi itu karena aku yang merasa buku ini enggak patut diselesain cepet-cepet. kayak buat paham semuanya, lagi-lagi kayak yang mas iid bilang, kita enggak perlu buru-buru. dari awal sampai halaman terakhir, enggak tahu udah nangis berapa kali
Profile Image for Bib.
21 reviews
December 18, 2022
Buku jenis self improvment yang sedikit banyaknya membantu saat butuh sandaran.

Bahasanya mudah dipahami dan pembawaanya yang seru sertam relate sama kehidupan yang ga jarang sering terjadi. Disini kita diajak buat lebih mengenal tentang diri kita lebih dalam. Kita diajak buat berterus terang kalo memang lagi ga baik-baik aja. Jangan egois sama diri sendiri dan ikutin apa yang diri mau bukan orang lain mau terhadap diri kita.
Profile Image for Afifah.
12 reviews1 follower
February 4, 2022
Buku ini mengajarkan aku untuk tidak tergesa gesa, mengambil waktu sejenak untuk lebih memikirkan diri sendiri, dan apa yang terbaik untuk aku.
Rasanya, tidak akan pernah cukup membandingkan hidup kita dengan orang lain.
Apalagi, jangan jangan kita merasa tersakiti berkali kali orleh orang lain, padahal orang lain menyakiti sekali, kita yang berkali kali tersakiti oleh diri kita sendiri.
Profile Image for papermiwnt.
74 reviews2 followers
February 11, 2023
"mungkin yang kita inginkan bukan berbahagia, tapi merasa tidak apa-apa ketika tidak dapat berbahagia."

it was a romantic read for those who seek for acceptance and a simply warm hug.. it's okay to feel lonely and bad sometimes, your emotions are valid, and you;re not alone <3
Profile Image for Nanadhoi.
438 reviews45 followers
March 2, 2024
Rating sebenar : 4.1/5.0 ⭐️


Saya kategorikan buku ini sebagai bacaan untuk ‘bertumbuh’. Tentang berdamai dengan segala emosi dan kejadian lalu. Saya suka perkaitan yang disampaikan penulis tentang proses melepaskan dan bagaimana kita dapat belajar proses tersebut daripada tumbuhan.💛
Profile Image for Wan.
12 reviews
April 1, 2024
"Sesederhana belajar bilang tidak mau saat memang tidak mau, bilang tidak bisa saat tidak bisa. Hidup terlalu pendek penuhi ingin orang terus. Bisa juga tegas saat diri tidak lagi dihargai, dan berhenti merasa tidak penting."
Profile Image for Melinda Sintawati.
18 reviews
December 1, 2025
banyak hal dari buku ini yang seharusnya tidak perlu ditulis karena bertele-tele. buku yg bisa dibaca dalam sekali duduk menurutku ini terlalu tebal dengan isinya yang membahas sesuatu yang berulang-ulang.
Profile Image for Luz.
1,027 reviews13 followers
September 15, 2021
novel ini recommended bagi kalangan mereka yang butuh teman cerita hanya dengan membacanya.
Profile Image for Riza.
169 reviews7 followers
December 29, 2021
Buku self improvement yg kurasa enak dibaca ketika overthinking.
Profile Image for Kalysta Fellatami.
48 reviews84 followers
March 12, 2022
“Beberapa yg sayang memang tidak selalu ada ketika kita sdg berjuang. Diantaranya hanya datang untuk kasih ruang berkembang. Dekalan tak melulu dtg dari dekat, ada juga yg bisik-busi lewat doa”
2 reviews
June 22, 2022
Benar-benar kita harus duduk dlu, membaca buku ini, bisa membuat pola pikir kita terbuka..
1 review
August 5, 2022
Tulisan paragraf pendek yang menenangkan. Benar-benar membuat ingat bahwa manusia butuh 'duduk,dulu.'
1 review
November 15, 2022
Good
This entire review has been hidden because of spoilers.
Displaying 1 - 30 of 44 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.