Jump to ratings and reviews
Rate this book

Arah Musim

Rate this book
Arah Musim adalah buku ke-5 karya Kurniawan Gunadi setelah Hujan Matahari, Lautan Langit, Menentukan Arah, Bertumbuh, dan Never Ending Hijrah (kolaborasi). Arah Musim berisi kumpulan cerita.

Buku yang berkisah tentang banyak sudut pandang dalam hidup. Menampilkan banyak cuplikan adegan kehidupan yang jarang dimaknai. Melihat lebih dalam memalui perasaan-perasaan manusia. Melihat lebih jauh melalui kekhawatiran, harapan, dan ketakutan manusia.

188 pages, ebook

First published October 16, 2019

25 people are currently reading
269 people want to read

About the author

Kurniawan Gunadi

10 books349 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
130 (47%)
4 stars
105 (38%)
3 stars
31 (11%)
2 stars
8 (2%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 30 of 65 reviews
Profile Image for Kurniawan Gunadi.
Author 10 books349 followers
November 21, 2019
Hai teman-teman, sebagai orang yang menulis buku ini. Saya ingin mengucapkan terima kasih atas feedback yang teman-teman berikan melalui karya ini. Feedback dalam bentuk apapun akan saya terima dengan baik sebagai bahan belajar untuk karya-karya berikutnya. Terima kasih telah meluangkan waktu, sesuatu yang amat berharga dalam kehidupan, untuk digunakan membaca buku ini sekaligus memberikan ulasannya di goodreads. Semoga bukunya bermanfaat untukmu. Salam hangat :)
Profile Image for Yasmin Mauliddina.
13 reviews
December 26, 2019
Buku ini mengingatkan kita akan berbagai hal, tentang perbanyak bersyukur, tentang berhenti mendengarkan komentar orang lain, tentang mengejar cita-cita, tentang keluarga, tentang rencana-rencana kehidupan, yang disajikan dengan narasi yang baik dan menyentuh dengan nasihat-nasihat yang bermakna.
Terima kasih mas Gun!
Profile Image for Liliyana Halim.
310 reviews240 followers
December 16, 2019
Aku suka beberapa chapternya. Mengingatkan dan mengajaran aku jangan begini dan harus begitu. Chapter Donat paling berkesan sama Mewujudkan kata-kata 😊👍🏼👍🏼
Profile Image for Autmn Reader.
883 reviews92 followers
dnf
August 11, 2022
Baca pertama kali sampai halaman 77.

Sekrang baca kedua kali sampai halaman 29.

Udahlah, aku nggak mau bacanya krena emang udah nggak cocok ini buatku. Ini mungkin ibarat curahan hati penulis dan aku juga gk begtu tertarik sama catatan2 begini sih. Bukan jelek ya, cuman bukan selera aja.

Ini hadiah dri GA, emang hrusnya aku baca ampe abis krena gimana pun juga dah dikasih. Tpi nggak bisa ah.
Profile Image for Maynuverse.
70 reviews5 followers
November 5, 2021
Selalu suka dengan penyajian mas Gun lewat tulisan-tulisan penguat dirinya. Cara berceritanya yang mendayu-dayu membuat tulisan ini jadi tulisan "khas" punya mas Gun aja.

Tulisan mas Gun selalu menjadi cerita yang menarik dan inspiratif buat saya pribadi, gak salah kalau buku-buku mas Gun worth buat di re-read berkali-kali.

Kumpulan cerita mas Gun sarat akan pesan moral. Jarang sekali saya temui penghakiman lewat tutur katanya di dalam tiap bab yang saya baca.

Buku ini benar-benar cocok dibaca kapan saja dan dalam kondisi apa saja. Mengulas tentang takdir, membaca perspektif orang lain, berbagi pengalaman tentang cinta, keluarga sampai perjuangan untuk menemukan tujuan.
Profile Image for Ajeng Windi.
11 reviews1 follower
January 20, 2020
ARAH MUSIM.
Seperti musim yang selalu berganti,isi dari buku ini juga mengingatkan manusia dengan segala perannya. Entah sebagai makhluk Tuhannya,sebagai anak,sebagai orangtua,sebagai teman dari manusia lain,bahkan sebagai orang asing di kehidupan orang lain. Kita benar2 diingatkan akan peran kebermanfaatan kita lewat judul dan musim yang berbeda di tiap halamannya. .
.
.
" Satu hal dalam hidup ini yang selalu sulit kita tahu adalah,kita diciptakan dengan peran. Kita ditempatkan di tempat terbaik sesuai potensi yang kita miliki. Jika sekarang kita kebingungan mau jadi apa,mau bagaimana,apa yang harus dilakukan,coba amati hidupmu sebelum-sebelum ini,perjalananmu yanh mengantarkanmu sampai pada titik ini.
Hidup bukanlah tentang mendengarkan orang lain sebanyak-banyaknya. Keputusan-keputusan bukan diambil dari apa kata orang." #ayomembacabuku #gerakansukabaca #read #readingtime #readingisfundamental #readerlife #happyreading #happywithreading #bookrecommendations #bookslife #bookfandom #booksfordays #bookreviews #bookstagrammer #bookstagramindonesia #booksofinstagram #bookish #bookstagram #bookishphotography #bookishindonesia #bookishlife #selfimprovement #nonfictionbook #nonfictionbookclub #nonfictionbooks #nonfiksi #arahmusim #kurniawangunadi
Profile Image for Sumayyah.
16 reviews
December 16, 2019
Karena kumpulan cerita, bacanya harus pelan-pelan karena harus ganti scene dan latar dari yang diceritakan. Banyak yang bisa dijadikan renungan dari buku ini. Sekalipun sudah dibaca habis, buku ini bisa ditengok kembali di masa mendatang untuk merefleksikan diri. Beberapa cerita ada yg harus dibaca berulang agar paham, beberapa ada yang membuat tersenyum, beberapa ada yang menyentuh hati. Overall, worth to read.
Profile Image for Glenn Vandyka.
30 reviews
March 18, 2022
"Begitu banyak orang yang berusaha menjelaskan siapa dirinya dengan kata-kata, tapi kita tidak. Kita menjelaskan diri kita dengan apa yang kita perbuat." (Hal 87)

Buku yang sepertinya berisi tulisan-tulisan curahan hati Kurniawan Gunadi, yang juga mengambil perspektif yang luas, seperti keluarga, percintaan, kegelisahan, dan juga kadang mengambil perspektif dari Ibu, Ayah, Pemuda Laki-laki, dan juga pemudi perempuan. Oh serta terdapat juga beberapa cerita pendek ber-style slice of life.

Kadang, buku ini membuat saya menyadari bahwa saya melupakan bagaimana perasaan orang tua saya. Contohnya quotes ini,
"Dulu aku selalu menjadi tempatnya bertanya untuk mencari jawaban. Mungkin, dia sekarang sudah menemukan jawaban-jawaban itu di orang lain." - Bab: Sudut Pandang Ibu (hal.183)

Dan juga memberi beberapa nasihat atau petuah tentang hidup.

Rasanya, buku ini berasal dari hati sang penulis, yaitu buku sederhana, dengan penulisan ringan tetapi puitis, sehingga dapat diserap dengan mudah oleh pembaca nya, dan juga dapat dikaitkan dengan interpretasi serta benang merah masing-masing pembaca nya.

Alhasil kita sebagai pembaca dapat memfungsikan buku ini sebagai teman curhat, atau bahkan teman yang memahami perasaan hati pembaca, karena kurang lebih masalah kita sebagai manusia mirip, yaitu krisis identitas.

Namun yang jelas, manusia memiliki proses dan pengalaman yang berbeda-beda. Mungkin sebagian dari buku ini bukan untukmu, dan mungkin sebagain buku ini sangat mewakili perasaan mu. Jadi bisa dibilang, ini adalah buku untuk orang yang butuh validasi.

Tapi hey, kadang validasi tidak buruk kok, sebagai manusia walaupun saya orang yang cukup tidak setuju dengan konsep psikoanalisis nya Freud, saya berpendapat sebagai manusia naturalnya kita butuh validasi dari hubungan interpersonal.

Buku ini juga bisa menjadi filosofis, mungkin beberapa secara tidak disengaja karena keleluasaan diksi yang membuat saya memiliki interpretasi filosofis, contohnya :
"Seseorang begitu tenang... sebab dalam hati nya ada rasa percaya. Mengapa ada keresahan, kekhawatiran, kegelisahan? Karena tiadanya percaya. Tidak ada satu hal yang pasti memang, tapi rasa percaya mampu meredakan ketidakpastian." (Hal 116)

Kesimpulannya, ini adalah buku untuk kalian yang butuh bantuan terhadap krisis yang kalian lalui. Buku ini dapat menjadi teman kalian, atau tulisan-tulisan yang mewakili isi hati kalian. Buku ini membuat perasaan kita menjadi kata-kata yang menenangkan, serta menyejukan. Membuat kita merasa tervalidasi karenanya.
Profile Image for Nuryanti Dewi  Jayanti.
12 reviews4 followers
January 19, 2020
Buku yang ditulis dengan hati pasti akan sampai ke hati para pembacanya juga, dan salah satunya buku Arah Musim. Sama dengan karya-karya Mas Gun sebelumnya, buku ini memberikan sudut pandang harapan dan nasihat orang tua terhadap anaknya, nasihat terhadap laki-lakibdan perempuan ketika dalam masa penantian dan nasihat akan segala keresahan dan kekhawatiran lainnya mengenai cita-cita.
Awalnya agak bingung dengan tokoh wulan, ibu, mamah dan ayah, karena bab penceritaan tokoh yang melompat-lompat. Namun setelah di dibaca dua kali akhirnya paham akan keterkaitan tokoh satu sama lain dan pandangan masing" tokoh yang ditulis dengan sangat baik.
Buku ini sangat bagus dibaca karena penuh makna dan mengajak pembacanya untuk bertumbuh.

"Hal-hal yang berharga dalam hidup kita memang tidak pernah diukur dengan cara sistematis. Hidup kita jauh lebih berharga dari hitung-hitungan untung dan rugi. Ada yang jauh lebih bernilai dan berharga, yaitu Keberkahan" (p.123)

Terimakasih Mas Gun, ditunggu karya-karya positif selanjutnya..
3 reviews
January 10, 2020
Berbeda sesuai ekspektasi ku, tapi dalam artian positif. buku yang mengalir penuh dengan perenungan yang panjang. tidak bisa dibaca sehari karena setiap lembar membuat saya menghela nafas. buku yang nyaman dibaca di perjalanan sambil memandang jendela keluar, melihat langit dan menikmati angin yang menerpa wajah. suka! menginspirasi!
Profile Image for evelynetj.
6 reviews
June 8, 2021
Cerpen yang dituliskan cukup banyak yang relate dengan hidup kita.
Bisa juga sebagai pengingat untuk kita dalam menjalani kehidupan.
Banyak hal yang bisa diambil/dikutip dari buku ini.
Tetapi ada juga cerpen yang agak sulit dimengerti maknanya, sehingga harus dibaca beberapa kali baru bisa memahami maksud dari cerita tersebut.
Profile Image for NUR HIDAYAH ABDUL HAMID (aya_booskboutique).
89 reviews7 followers
May 4, 2020
Sama seperti karya penulis sebelum ini. Hujan Matahari, Lautan Langit, Bertumbuh dan Menentukan Arah. Ia adalah tulisan seorang laki-laki yang matang dalam mengamati kehidupan. Ia adalah pesan dan pemerhatian penulis kepada apa yang berlaku dalam hidupnya juga orang-orang sekelilingnya.

Kali ini temanya seputar kebahagiaan, perjuangan, menerima masa silam, harapan, syukur dan banyak persoalan-persoalan kehidupan.

Sangat berkait dan dekat dengan jiwa-jiwa muda yang sedang mencari sisi-sisi berbeza untuk memandang masa lalu dan masa depannya.

Macam biasa rasa nak highlight satu buku dek kerana ayat-ayatnya yang disusun penuh teliti dan membekas. Juga banyak hal-hal yang selama ini bermain difikiranku, diamati dan disimpulkan kemudian dicatatkan oleh penulis dalam buku ini.

Banyak sangat quote menarik nak kongsi tapi tak boleh pilih. Haha. So kawan-kawan kena baca sendiri. 😂

Terakhir, kata penulis. "Sesuatu yang menjadikanmu berbeda, itu menjadikanmu amat berharga".

Selamat menemui diri kalian lewat tulisan penulis ini. Selamat melewati musim yang silih berganti.
Profile Image for Alya Putri.
77 reviews140 followers
December 31, 2020
Singkatnya banget, buku ini kaya ngajakin kita merenungi kembali apa arti kebahagiaan, perjuangan, rasa cinta, sampai penerimaan diri. Rasanya masa-masa pandemi ini jadi punya banyak waktu buat merenungi kembali apa yang sebenarnya ingin kita cari. Dan merasa ada temennya ketika baca buku ini.

Ada beberapa bagian yang aku suka dalam buku ini, seperti adalah berbicara soal perjuangan dan masalah yang tak kunjung usai. Ini kutipannya ya:

"Berkata ia pun berjuang, padahal ia diam di tempat. Membiarkan orang lain bersusah payah melakukan sesuatu untuknya." (hal.15)

"Semua kekhawatiran itu ternyata tidak selesai begitu saja." (hal. 22)

Dan sebenernya, banyak lagi sih yang bisa jadi kutipan soalnya setiap kata yang ditulis dalam buku ini tuh kaya bikin, "lah iya juga ya." Dan ternyata semua orang merasakan kebingungan, salah persepsi, sampe ngerasa krisis dengan diri sendiri, ya itu kaya normal banget gitu.

Oke, kurasa ceritanya cukup, supaya kamu bisa baca juga buku ini ya!
Profile Image for Nur Izzati.
60 reviews1 follower
May 3, 2020
Sebab tulisan MasGun sentiasa berbicara tentang hidup. Belum lagi bicaranya tentang hubungan anak gadis dan juga ayah. Tanpa sedar , ada air menitik, meski ringkas tulisannya.

Tapi tersentak juga dengan sebuah tulisan tentang cinta seorang ibu kepada anak yg di dalam kandungan. Cinta yg membuat seorang ibu yang juga wanita yg mungkin punya cita yang tinggi setinggi langit, tapi ditundukkan sedikit demi sedikit, demi meletakkan ia di ruang realiti, dan mengorbankan hampir segalanya demi sebuah cinta.

Terikir, bagaimana ya kita nanti? Sanggupkah?
Profile Image for Nur Rokhmani.
256 reviews6 followers
February 20, 2022
🍃Arah Musim🍂
✍ @kurniawan_gunadi
📚 185 halaman
🔖@bentangpustaka

"Tidak ada keputusan besar yang mudah untuk diambil. Segala ketidakbahagiaan kita saat ini mungkin disebabkan oleh ketidakmampuan kita untuk bersyukur atas hal-hal yang bisa dengan mudah kita dapatkan."—kumpulan cuplikan.

🍃Arah Musim adalah buku yang berisi kisah inspiratif pembangun jiwa. Setiap arahny, yang terdiri dari 6 arah musim, diawali dengan sebuah kisah bersambung yang mewakili setiap fase kehidupan. Ketika kita mulai tumbuh, menghadapi jalan bercabang, mengalami kegundahan, mengambil keputusan, hingga akhirnya menerima dan untuk selanjutnya bisa menikmati.

🍃Aku membaca buku ini setelah menyelesaikan buku beliau yang lain, Bising, dan aku mulai mengenali tulisan ini sebagai milik Pak Gun seorang. Gaya berceritanya khas, seperti cerita seorang Ayah yang sedang mengamati tumbuh kembang anaknya, seperti kakak laki-laki yang menemani adiknya, juga seseorang terhadap sahabatnya. Kadang kala juga aku mendapati tulisan yang bernada berbeda, seperti seorang pengamat hidup atas apa yang terjadi dalam hidup dirinya maupun orang-orang di sekitarnya.

🍃Membaca buku ini, seolah diingatkan terus tentang laku hidup kita. Apa yang sebaiknya, apa yang tidak sebaiknya, apa yang besar, apa yang kecil, apa yang harus diperjuangkan, apa yang harus dilepaskan, apa yang hanya bisa diingat, apa yang bisa diberi penerimaan. Membaca buku ini, kita akan diajak mengolah rasa, mengolah pikir, dan mengolah kebijaksanaan.

🌱Aku suka sekali kisah tentang Adzan, Rani, Mas Dani, dan si kecil Wulan. Kisah itu betul-betul menjadi penggalan yang kunantikan setiap lembaran arah musim kubuka. Mengajarkan tentang mempersiapkan kebaikan dengan kebaikan, tanggung jawab, penerimaan, keikhlasan, dan rasa cinta yang lebih besar.

🥀Jujur, aku sampai nangis ketika Adzan masih terus mengajak Rani meluruskan niat dan melihat kebaikan dari apa yang ada dihadapannya.

"Bismillah, semuanya akan baik-baik saja. Sudah menjadi garis takdirnya. Kita akan berada dalam kebaikan kita masing-masing. Tenangkan diri, dan bersiap hati."

🌻Ah, begitu indah sebuah penjagaan. Begitu indah sebuah penerimaan.
#bookreview #bookrecommendations
Profile Image for Ferdania Prasasti.
11 reviews
March 7, 2021
Buku dengan total 188 halaman ini berhasil membuatku belajar memahami, bahwa apa yang terjadi dalam hidup kita adalah hal-hal terbaik yang bisa kita dapatkan. Buku ini terdiri dari kumpulan tulisan pendek dan digabung dalam sub bab berbeda dari Arah Musim 1 sampai 6 yang sarat makna. Buku ini juga mampu membuat diri ini sesekali menghela nafas panjang, mengangguk, menitikkan air mata, bahkan menutup bukunya sejenak sebab emosi yang berhasil tersalurkan.

Hidup dengan perjalan yang sangat panjang ini ternyata terdiri dari berbagai musim yang silih berganti. Ada kalanya kita bahagia, bersedih, tertekan, dan pada akhirnya mampu menerima dan melewati tiap musimnya.

Berikut kalimat favoritku di dalam buku Arah Musim :
“Ternyata seperti ini rasanya, ikhlas tanpa mengharapkan apa pun selain kepada Tuhan. Mengembalikan pemahaman bahwa semua berawal dan berakhir kepada Tuhan. Dan, keyakinan bahwa Tuhan tahu segala hal yang terbaik dan yang paling rahasia.." (halaman 36)

"Kita tidak harus dikenal banyak orang untuk bisa menjadi lebih bermanfaat, untuk memiliki nilai lebih sebagai manusia. Kita hanya perlu menjadi orang baik, berbuat baik, membantu banyak orang, berkata lemah lembut terhadap semua makhluk, bekerja dengan ikhlas, berbakti kepada orangtua, berbuat baik kepada tetangga, menyayangi anak-anak, dan semua kebaikan lain yang bisa kita lakukan…" (halaman 68)

"Beberapa dari kita terpaksa belajar di tengah perjalanan. Dan, itu lebih sulit daripada kita belajar sebagai persiapan di awal. Dalam hidup ini, ada banyak hal yang sebenarnya bisa dipersiapkan dengan lebih baik dan lebih matang. Sehingga, di perjalanan nanti kita bisa lebih siap dengan segala tantangannya." (halaman 93)
Profile Image for Tia Raihana.
37 reviews7 followers
February 21, 2022
Buku ini merupakan novel yang menceritakan tentang sosok wanita tangguh yang bernama Rani. Ia telah mengorbankan banyak hal semenjak kakak kandungnya meninggal dunia. Mulai dari cita-cita bahkan cinta.

Melalui sosok Rani, kita akan mendapatkan banyak pelajaran tentang kehidupan. Satu hal dalam hidup yang sering kali kita gagal pahami adalah kita diciptakan dengan peran. Apapun peran yang diberikan Nya itulah yang terbaik untuk kita dan tentunya sudah sesuai dengan potensi yang kita miliki.

Pembahasan dalam buku ini sangat berbobot dan mudah dipahami. Menariknya, penulis tidak hanya menampilkan alur cerita saja tetapi juga menyelipkan deskripsi berupa nasihat yang membuat pembaca tertampar.

Terutama buat kamu yang sedang berada dalam fase quarter life crisis bakalan dapat banget feelnya. Selain itu juga bisa menjadi bahan refleksi diri.

Bagian yang aku suka tentang takdir.
"Takdir selalu bertindak baik. Kita hanya belum memahami apa-apa yang sedang terjadi. Kita baru bisa memahami kejadian selepas ia melewati waktu..." (hal 160).

Adapun insight yg aku dapat dalam buku ini adalah apa yg telah ditakdirkan Nya adalah yang terbaik untuk kita. Terkadang kita kecewa dan tidak menerima padahal kita tidak tahu ada hal buruk apa yg menimpa jika tetap memaksa kehendak kita.Tetap berprasangka baik, bersyukur dan berserah diri pada Nya.

Bersyukur lah bagi yang bisa dan berani membuat pilihan sebab di luar sana ada banyak orang yang bahkan tidak berani untuk membuat pilihan bagi dirinya sendiri.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Mutia Senja.
75 reviews9 followers
October 2, 2023
Seorang gadis yang kehilangan ayahnya, membuatku bertanya, siapa dia? Apakah dia akan menjadi tokoh utama dalam "novel" ini?

Ternyata dugaanku salah. Arah Musim 2 diawali dengan cerita seorang anak yang ditinggal ibunya di usia 4 bulan. Bab "Kebahagiaan" hal 39-41 menegaskan kalau buku ini punya banyak subjek. Bisa laki-laki, bisa juga perempuan. Tiap bab-nya pun ditulis sangat acak. Aku tidak membacanya sebagai sebuah keteraturan layaknya novel. Maka kamu juga bisa baca buku ini lompat lompat. Nggak harus runtut.

Kamu bakal menemukan nistalgia, "Cara Melengkapi Rumah", cerita spiritual, misal dalam "Dini Hari", atau pertanyaan yang tidak disertai jawaban diceritakan dalam "Tak Kunjung Selesai", obrolan sehari-hari dalam "Kebahagiaan", dan masih banyak cerita yang ditulis seperti menulis buku catatan: apa yang ditemui, itulah yang dicatat.

Secara keseluruhan, buku ini sederhana. Tapi jangan harap kamu akan mendapatkan cerita yang utuh dan panjang. Karena buku ini berisi kumpulan cerita dari berbagai sudut pandang penulis. Acak dan tak terbatas. Nggak ada tema tertentu. Kebebasan dalam bercerita inilah yang jadi poin plus bagi penulis. Ia bisa menulis tentang apa dan siapa saja.

Ya, lagi-lagi Kurniawan Gunadi mencatat sebuah perjalanan, seperti buku-bukunya yang lain. Kita boleh meniru kebebasan menulisnya untuk mengabadikan cerita kita sendiri. ♡
Profile Image for Fanandi Ratriansyah.
48 reviews3 followers
March 22, 2020
Ketika membaca buku ini, rasanya seperti membaca buku-buku Ahmad Rifa’i Rifan, namun dikemas dengan bahasa yang puitis. Nuansa Islam cukup kental di sini.

Ada banyak sekali hal-hal sederhana di dalam hidup yang kerap terlewatkan begitu saja. Buku ini hadir sebagai pengingat hal-hal yang terlupakan seperti itu.

Sebenarnya bahasanya enak untuk dicerna. Hanya saja, buku ini berbeda dari bayangan Penulis ketika membelinya sehingga menimbulkan sedikit kekecewaan. Harusnya di belakang buku ditulis sebagai kumpulan cerpen, bukan novel.

Walaupun begitu, Penulis tetap memiliki bagian favorit. Yang pertama berjudul Tidak Mengenalmu yang membahas tentang sikap nge-judge orang lain dan Sudut Pandang Ibu yang membuat Penulis teringat kepada ibu.

Buku ini Penulis rekomendasikan untuk semua kalangan yang mendambakan bacaan ringan namun memotivasi. Rasanya, buku ini akan cocok dibaca untuk usia remaja yang akan beranjak dewasa.


Selengkapnya: https://whathefan.com/buku/setelah-me...
Profile Image for Aidi Aik.
48 reviews1 follower
November 25, 2020
Arah Musim membahas tentang perjalanan hidup dengan banyak sudut pandang. Menyajikan banyak adegan kehidupan yang bisa kita ambil makna dari kehidupan itu sendiri dan hikmahnya.
.
Buku yang bisa merefleksikan diri. Melihat lebih jauh tentang kehidupan melalui perasaan-perasaan kita. Tentang kekhawatiran, ketakutan, keresahan, harapan, dan kejujuran. Membaca buku ini sepertinya harus dalam keadaan rileks dan pelan-pelan, agar lebih dapat feel'nya dalam membaca di setiap bagian ceritanya.
.
Ketika kita membaca buku ini, kita diajarkan melihat bagaimana seseorang memandang atau melihat sebuah kehidupan.
.
Kita sering memahami bahwa apa yang terjadi dalam hidup kita adalah hal-hal terbaik yang bisa kita dapatkan.
Kita sering salah memahami maksud-maksud tersembunyi yang Tuhan hadirkan dalam semua rentetan kejadian hidup yang amat berharga.
Tuhan ingin mengajarkan kita sesuatu. Sesuatu yang sering kita tolak kehadirannya. Sesuatu yang barangkali menjadi doa-doa kita selama ini.
Tapi, kita tidak cukup sabar untuk melewati perjalanan ini, melewati musim-musim yang silih berganti.
Profile Image for Lisa Nahar.
124 reviews
December 26, 2020
Saya selalu suka dengan pilihan dan susunan kata serta gaya berbahasa Kurniawan Gunadi dalam bercerita. Dia mampu membikin takjub tidak saja dengan kemampuannya menemukan ide dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga bagaimana ia mengemasnya menjadi sebuah tulisan yang begitu anggun. 

Tulisan-tulisan Kurniawan Gunadi tidaklah terlalu puitis. Kata-katanya cenderung sederhana, tetapi terasa sekali bahwa ia menuliskannya dari hati. Sehingga tulisan-tulisannya punya cukup pesona untuk tidak saja menyegarkan benak, tetapi juga hati.

Lewat tulisan-tulisannya pula saya tidak saja belajar bagaimana menemukan ide menulis dari hal-hal sederhana dalam hidup, tetapi juga bagaimana mengemasnya menjadi sebuah tulisan yang terlihat anggun, indah, dan 'mahal'.

Saya beri bintang 4 karena ada beberapa tulisan yang menurut saya cenderung terasa membosankan. Ritmenya terlalu panjang untuk sebuah pesan yang sebenarnya amatlah pendek. 

Tetapi buku ini menjadi salah satu favorit sekaligus media saya untuk belajar bertumbuh dalam kemampuan menulis dan berbahasa.
Profile Image for Erika.
120 reviews2 followers
February 27, 2021
Buku pertama di bulan februari, baca selama sebelas hari sebab mood baca yang semriwing tidak jelas.

Seperti tulisan-tulisan Mas Gun sebelumnya, meski jika dibandingkan dengan buku bising buku ini berisi hal-hal yang tak seberat bising. Justru karena itu isinya kaya nampar diriku yang masih labil ini. Selama baca buku ini sudah dipastikan mata mendadak jadi bawang bukan hanya karena berisi hal-hal sedih tapi juga karena related sama kehidupanku saat ini.

Ada nyempil satu cerita fiksi yang tidak ditulis berurutan, lompat-lompat di selingi beberapa tulisan penuh perenungan. Cerita yang tentu tak biasa meski ada unsur romance yang gak melulu soal memperjuangkan perasaan malah sebaliknya.

"Keberanian kita untuk memutuskan segala rantai ketidakjelasan dalam hidup ini adalah sebuah penjelasan sederhana bagi siapa pun yang ingin lepas dari keresahan. Keresahan, kekhawatiran, dan ketakutan itu bukanlah lahir dari asumsi-asumsi, dari ketidakpastian."(56)

#bukuarahmusim #kuniawangunadi #bentangpustaka #erikabookreview #befobookreview #pecandubuku #sejammembaca
Profile Image for Hasnidar.
35 reviews1 follower
May 21, 2024
Arah Musim, Kurniawan Gunadi.

'Aku hanya belum menemukan cara untuk bisa mengenalmu. Boleh beri sedikit waktu? Kerana barangkali, bukan hari ini.

Aku hanya belum menemukan cara untuk memnuhi setiap kriteriamu. Barangkali kamu mengizinkanku untuk mempelajarinya? Kerana, ada hal-hal yang bisa aku usahakan untuk memenuhinya.

Aku hanya belum menemukan caranya. Termasuk menemukan cara agar sabar tidak aku ukur dengan batasan waktu.'

Saya membenarkan diri hanyut dalam bahasa puitis dan romantis Kurniawan Gunadi. Ini bacaan pertama untuk buku beliau. Tidak terlalu galau seperti buku healing zaman sekarang. Masih bearable. Juga, beliau banyak berputar konflik dalaman institusi keluarga. Romantisnya tidak hanya seputar kepada sepasang pasangan. Tetapi juga kepada keluarga.

Membaca ini, saya mengenang lagu Nanti Kita Seperti ini dendangan Batas Senja. Begitulah saya mendefinasikan naskah ini secara keseluruhan.
Profile Image for Rizky Arya.
126 reviews2 followers
January 15, 2022
Secara garis besar, novel ini mengangkat dinamika kehidupan keluarga, tapi eksplorasi dari Mas Gun luar biasa. Pembaca disuguhkan cerita yang cukup kompleks tentang roda kehidupan mulai dari kehamilan, kelahiran hingga kematian. Bagian favoritku, ketika si tokoh utama sedang dalam masa-masa Quarter Life Crisis. Ia dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit berikut dengan asumsi-asumsi yang muncul, justru semakin membautnya rumit. Kemudian ia mulai sadar bahwa hidup tidak mungkin hanya berisi senang dan mudah, pasti ada masanya sedih dan sulit. Untuk itu kita diingatkan agar dalam menjalani kehidupan, perlu ruang untuk memaknai kesedihan, kegagalan dan kekecewaan.

Next: https://kepinganarya.blogspot.com/202...
Profile Image for Atiqah Azaman.
8 reviews
April 12, 2020
mengandungi 6 bab utama masing2 membawa kita melalui kisah sederhana namun sarat makna. hal2 kecil yang sering kita lewati tetapi sangat bererti. tulisannya dekat sekali dengan kehidupan seharian, tentang keluarga, ayah ibu, diri sendiri dan cara mengikhlaskan hidup. supaya sabar melewati perjalanan, musim2 yang silih berganti, menikmati setiap prosesnya. kedekatan penulis pada sang Pencipta mempengaruhi gaya tulisannya tanpa tergesa, perlahan tapi pasti. keseluruhan bab sangat2 menyentuh hati tapi paling suka bab donat 🍩 dan menjadi lebih baik.

sukar mencari cela pada tulisannya maka 5⭐/5 untuk buku ini. highly recommended!
Profile Image for Monik Juita.
6 reviews3 followers
July 12, 2020
Tema d kumpulan cerita pada novel ini terasa seperti musim yg silih berganti. Karena tiap chapter ny berisikan perjalan-perjalan hidup, dari awal kehidupan sampai ke sebuah penerimaan diri.
Membaca novel ini serasa membawa kita ke perjalanan selama setahun, dimana dalam setahun itu musim silih berganti. Tapi di sini di umpamakan ke dalam kehidupan, dimana akhir dari musim tersebut adalah bentuk diri yang bisa mengikhlaskan, bisa bersyukur dan bisa menerima.
Baca novel ini harus pelan-pelan, karena setiap chapter ny memiliki makna yg dalam..
Kadang ada chapter yg menyentuh hati,.yang kembali membuka hati dan pikiran ini.
Profile Image for Arya Dp.
59 reviews
March 10, 2021
Moral yang gemuk terkandung dalam buku kecil ini.

Kita dibawa hanyut dalam setiap cerita di awal Bab buku ini, kita ditampar berkali-kali oleh setiap chapter di buku ini, kita dipaksa berperan sebagai anak perempuan di beberapa chapter, kita dipaksa berperan sebagai anak laki-laki di beberapa bagian, kita dipaksa berperan sebagai seorang Ibu di beberapa potongan cerita, kita dipaksa berperan sebagai seorang Ayah di beberapa waktu. Hingga sebenarnya, kita dipaksa menulusuri diri kita setiap membaca kata demi kata buku ini.

Pikiran sangat penuh ketika selesai membaca buku ini dalam waktu kurang dari 24 jam.
Profile Image for Siti Salha.
78 reviews8 followers
June 13, 2021
Sebuah catatan-catatan perjalanan masa, himpunan pengalaman dan kenangan, sama seperti buku-buku tulisan Kurniawan Gunadi yang lain. Aku fikir, tentu penulis mempunyai pembaca tegar yang ramai disebabkan tulisannya yang indah dan puitis.

Ini adalah pembacaan pertama aku untuk karya Mas Gun. Mungkin, jiwa aku tak berapa sesuai membaca catatan-catatan begini. Dulu, beli buku ni sebab tertarik dengan kulit hadapan buku, gambar daun. Tak dinafikan kulit hadapan buku-buku Mas Gun semuanya cantik dan kemas.

Ternanti-nanti kalau suatu hari penulis akan terbitkan karya fiksyen pula.
Profile Image for Razin Zainal.
11 reviews
December 31, 2022
Membacanya serasa sedang membaca perjalanan hidup sendiri. Fasa yang aku alami sama, fasa transisi kehidupan daripada fasa belajar kepada fasa bekerja. Tetapi, yang membuatkan aku berbeda ialah aku masih terhenti di pertengahan. Tidak bergerak ke fasa seterusnya kerana masih bekum mendapat peluang kerja di mana mana.

Membaca antologi kisah mengenai perhubungan, sangat meragut hati yang rapuh ini. Adakah ada wanita yang ingin menerima lelaki yang tidak punya apa-apa ini. Tiada kereta mahupun uang apakan lagi pekerjaan tetap.

Moga Tuhan terus bimbing ke arah yang sepatutnya, Ameen.
Profile Image for Mei.
1 review
September 27, 2021
Udah dari awal suka sama karya mas gun. Tiap buku mulai dari hujan matahari sampai arah musim ini semua karyanya relatable sama diri sendiri. Di buku arah musim, mas gun lebih banyak menuliskan tentang bagaimana perjalanan hidup seseorang, tantangan apa saja yang akan dihadapi, dan bagaimana hal-hal yang terjadi dalam kehidupan bisa dijadikan sebuah pelajaran bagi diri sendiri. Recommended pokoknya
Displaying 1 - 30 of 65 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.