Jump to ratings and reviews
Rate this book

Sunyi adalah Minuman Keras

Rate this book
Ia tiada lain ingatan.
Tiada lain ingatan
yang tidak pernah berhasil dilemparkannya
keluar dari dirinya sebab manusia
pada akhirnya adalah ingatan belaka


Sunyi Adalah Minuman Keras adalah novel karya Maestro Sapardi Djoko Damono yang tak selesai ditulisnya pada Maret 2020. Berkisah tentang bagaimana dunia yang hiruk pikuk, baik yang maya maupun nyata, dapat menjadi lahan yang subur bagi ketenaran seseorang, sekaligus tempat tumbuhnya kesepian dan rasa kehilangan.

69 pages, Paperback

Published June 18, 2021

10 people are currently reading
101 people want to read

About the author

Sapardi Djoko Damono

124 books1,596 followers
Riwayat hidup
Masa mudanya dihabiskan di Surakarta. Pada masa ini ia sudah menulis sejumlah karya yang dikirimkan ke majalah-majalah. Kesukaannya menulis ini berkembang saat ia menempuh kuliah di bidang bahasa Inggris di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Sejak tahun 1974 ia mengajar di Fakultas Sastra (sekarang Fakultas Ilmu Budaya) Universitas Indonesia, namun kini telah pensiun. Ia pernah menjadi dekan di sana dan juga menjadi guru besar. Pada masa tersebut ia juga menjadi redaktur pada majalah "Horison", "Basis", dan "Kalam".

Sapardi Djoko Damono banyak menerima penghargaan. Pada tahun 1986 SDD mendapatkan anugerah SEA Write Award. Ia juga penerima penghargaan Achmad Bakrie pada tahun 2003. Ia adalah salah seorang pendiri Yayasan Lontar.

Karya-karya
Sajak-sajak SDD, begitu ia sering dijuluki, telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Sampai sekarang telah ada delapan kumpulan puisinya yang diterbitkan. Ia tidak saja menulis puisi, tetapi juga menerjemahkan berbagai karya asing, menulis esei, serta menulis sejumlah kolom/artikel di surat kabar, termasuk kolom sepak bola.

Beberapa puisinya sangat populer dan banyak orang yang mengenalinya, seperti Aku Ingin (sering kali dituliskan bait pertamanya pada undangan perkawinan), Hujan Bulan Juni, Pada Suatu Hari Nanti, Akulah si Telaga, dan Berjalan ke Barat di Waktu Pagi Hari. Kepopuleran puisi-puisi ini sebagian disebabkan musikalisasi terhadapnya. Yang terkenal terutama adalah oleh Reda Gaudiamo dan Tatyana (tergabung dalam duet "Dua Ibu"). Ananda Sukarlan pada tahun 2007 juga melakukan interpretasi atas beberapa karya SDD.

Berikut adalah karya-karya SDD (berupa kumpulan puisi), serta beberapa esei.

Kumpulan Puisi/Prosa

* "Duka-Mu Abadi", Bandung (1969)
* "Lelaki Tua dan Laut" (1973; terjemahan karya Ernest Hemingway)
* "Mata Pisau" (1974)
* "Sepilihan Sajak George Seferis" (1975; terjemahan karya George Seferis)
* "Puisi Klasik Cina" (1976; terjemahan)
* "Lirik Klasik Parsi" (1977; terjemahan)
* "Dongeng-dongeng Asia untuk Anak-anak" (1982, Pustaka Jaya)
* "Perahu Kertas" (1983)
* "Sihir Hujan" (1984; mendapat penghargaan Puisi Putera II di Malaysia)
* "Water Color Poems" (1986; translated by J.H. McGlynn)
* "Suddenly the night: the poetry of Sapardi Djoko Damono" (1988; translated by J.H. McGlynn)
* "Afrika yang Resah (1988; terjemahan)
* "Mendorong Jack Kuntikunti: Sepilihan Sajak dari Australia" (1991; antologi sajak Australia, dikerjakan bersama R:F: Brissenden dan David Broks)
* "Hujan Bulan Juni" (1994)
* "Black Magic Rain" (translated by Harry G Aveling)
* "Arloji" (1998)
* "Ayat-ayat Api" (2000)
* "Pengarang Telah Mati" (2001; kumpulan cerpen)
* "Mata Jendela" (2002)
* "Ada Berita Apa hari ini, Den Sastro?" (2002)
* "Membunuh Orang Gila" (2003; kumpulan cerpen)
* "Nona Koelit Koetjing :Antologi cerita pendek Indonesia periode awal (1870an - 1910an)" (2005; salah seorang penyusun)
* "Mantra Orang Jawa" (2005; puitisasi mantera tradisional Jawa dalam bahasa Indonesia)

Musikalisasi Puisi

Musikalisasi puisi karya SDD sebetulnya bukan karyanya sendiri, tetapi ia terlibat di dalamnya.

* Album "Hujan Bulan Juni" (1990) dari duet Reda dan Ari Malibu.
* Album "Hujan Dalam Komposisi" (1996) dari duet Reda dan Ari.
* Album "Gadis Kecil" dari duet Dua Ibu
* Album "Becoming Dew" (2007) dari duet Reda dan Ari Malibu
* satu lagu dari "Soundtrack Cinta dalam Sepotong Roti", berjudul Aku Ingin, diambil dari sajaknya dengan judul sama, digarap bersama Dwiki Dharmawan dan AGS Arya Dwipayana, dibawakan oleh Ratna Octaviani.

Ananda Sukarlan pada Tahun Baru 2008 juga mengadakan konser kantata "Ars Amatoria" yang berisi interpretasinya atas puisi-puisi SDD.

Buku

* "Sastra Lisan Indonesia" (1983), ditulis bersama Subagio Sastrowardoyo dan A. Kasim Achmad. Seri Bunga Rampai Sastra ASEAN.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
31 (26%)
4 stars
45 (38%)
3 stars
33 (28%)
2 stars
7 (5%)
1 star
1 (<1%)
Displaying 1 - 17 of 17 reviews
Profile Image for San.
15 reviews16 followers
August 16, 2021
Selamat jalan, Pak Sapardi!

Sayang sekali ini menjadi karya terakhir beliau, yang beliau tulis bahkan ketika sedang sakit. Hampir setahun lalu, tepatnya 19 Juli 2020, beliau berpulang. Semoga Allah berikan rahmatNya untuk beliau, aamiin.

Kisah yang ada pada novela ini untuk saya pribadi sedikit agak membingungkan pada mulanya, namun ketika sudah berada di penghujung sepertinya kita mulai bisa sedikit berasumsi bahwa kisah-kisah yang kita baca adalah potongan kisah Rara, atau beberapa nasehat yang dituliskan dalam bentuk cerita untuk Rara oleh si Bapak. Yang manapun itu menurut saya terserah kita mengartikan, karena bagi beliau sendiri semua orang bebas mengartikan tulisan beliau menjadi apapun.
"Ini bukan fatwa meski bebas saja kamu membacanya sebagai apapun" hal. 22

Dari segi moral, cukup kental terasa pesan beliau mengenai hiruk pikuk dunia nyata dan maya mengikis habis tenaga, membuat segalanya berisik hingga pekak di kepala, sedang "sunyi" menjadi minuman keras tempat pelarian kita dari segala penilaian dan tuntutan orang lain. Mungkin begitu. Barangkali begitu.

My Rating : 4.5/5



******

Penilaian pribadi: novela ini terkesan seperti ditulis oleh Pak Sapardi untuk (mungkin) sahabatnya yang juga penulis muda, yang belakangan sebelum penghujung usianya menjadi cukup dekat dengan beliau. Barangkali semacam surat cinta yang beliau tuliskan untuknya, agar ingat jalan pulang, agar mengerti bahwa cinta beda keimanan itu berat, agar tidak memaksakan yang tidak bisa dipaksakan, dan agar ingat beristirahat ketika lelah. Jika ada yang membaca review ini dan membaca paragraf ini, abaikan saja karena ini hanya asumsi pribadi dan bisa saja Anda punya pandangan yang berbeda.
Profile Image for Happy Dwi Wardhana.
245 reviews41 followers
July 8, 2021
Saya menerjemahkan novel pak SDD ini sebagai pesan terakhir beliau. Keresahan beliau terhadap generasi yang lebih muda, terhadap dunia yang semakin bising (meski hanya dalam kepala).

Layaknya Tjap Orang Tua yang menjadi pelipur lara. Di dunia modern kesunyian memiliki fungsi serupa.

kau telah menjual dirimu demi kuantitas. Hal. 3

Profile Image for Rere.
1 review
July 1, 2021
Karya terakhir dari Sang Maestro, beruntung bisa berkesempatan membacanya.
Profile Image for Sta.
40 reviews25 followers
October 3, 2021
Ada bagian dari buku yang bikin aku berhenti dan merenung, yaitu kisah di halaman 40 berjudul "Mendayung Sekoci".

Dalam kisah yang aku sebut di atas, ada sepasang lelaki perempuan yang mendayung sekoci karena ingin pergi dari tempat yang penuh dengan bising di sekitar mereka. Yang mereka ingin hanya bahagia, bahagia, bahagia; bahagia ialah tempat di mana tak ada lagi kebisingan itu. Tapi apa yang mereka miliki hanya keyakinan yang terkikis setiap ombak datang, beserta sekoci. Kemudian sekoci itu terbelah, keyakinan mereka untuk bersama habis. Dan pada akhirnya tiap-tiap mereka; yang kini masing-masing disebut seorang pria dan wanita, berhasil bebas dari bising dan bertemu sunyi. Sunyi karena tidak ada yang tinggal di sisi masing-masing.
Entah... Aku mencoba memaknai tulisan ini. Paham tapi ngga bisa menuliskan apa yang aku pahami. Atau mungkin aku terlalu takut untuk menulis apa yang aku yakini.
Apa semua hidup manusia akan berakhir sunyi?
Sama sunyinya dengan akhir dari buku ini.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Nike Andaru.
1,659 reviews113 followers
July 11, 2021
50 - 2021

Karya terakhir SDD sebelum wafat.
Ikutan preorder buku ini karena sepertinya menarik, soal kesunyian, kesepian, generasi muda yang hidup dengan dunianya. Seperti ada keresahan SDD dalam buku ini.

Karya ini memang singkat, tapi butuh mikir tentang banyak hal.

Selamat jalan SDD, karyamu abadi.
Profile Image for nadi.
24 reviews
August 9, 2025
Suka sekali. Kesendirian dan kesunyian adalah dua hal familiar yang aku rasakan sejak beranjak dewasa. Di buku ini, dua hal itu ditulis dengan saaangaaat apik. Sayang Pak SDD nggak sempat menyelesaikan penulisan buku ini. Rating 4/5 dari aku soalnya selesai baca rasanya seperti dipeluk Bapak meskipun yang memeluk bukan Bapak sendiri.
Profile Image for binan.
13 reviews
November 6, 2025
kurang paham dengan maksud keseluruhan novelnya, mungkin karena novel ini memang belum rampung ditulis? aku pikir pak sapardi mengirimkan pengingat bahwa ada hal-hal yang tidak seharusnya kita bawa serius (namun rentan dianggap serius), bahwa kita bisa menikmati hidup tanpa banyak memikirkan apa kata orang, bahwa kita semua adalah ingatan-ingatan yang bisa berujung pada ketiadaan...
Profile Image for Ratna Agustina.
35 reviews
December 5, 2021
Kisah singkat yang mendalam. Butuh dibaca ulang untuk bisa menangkap makna yang utuh dalam keterkaitan.

sunyi itu (minuman) keras
Profile Image for reas.
94 reviews4 followers
April 24, 2022
Buku karya Sapardi akan selalu menjadi sesuatu yang sangat menarik. Bahasanya yang unik dan khas menjadikan aku betah berlama-lama di depannya.
Profile Image for William Bradley Christianto.
38 reviews
June 20, 2022
Saya baru membaca buku terakhir Pak Sapardi setahun sepeninggalnya. Dan, ya, terima kasih atas berbagai kegelisahan anak muda yang ada dalam buku ini, Pak. Juga terima kasih buat amanatnya.
Profile Image for Ai.
9 reviews
August 3, 2022
my favorite work of pak sapardi so far. love it so so so much
3 reviews
July 1, 2024
sunyi benar benar minuman keras, aku mabuk kepayang dibuatnya
Profile Image for Fazzz.
4 reviews
June 27, 2024
Terima kasih banyak Pak Sapardi karena sudah menciptakan salah satu karya terbaik dari yang pernah diciptakan!
Sederhana namun maknanya mendalam🤍✨️
Displaying 1 - 17 of 17 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.