“Apapun yang bisa menyebabkan dihentikannya pemborosan waktu dalam mempersoalkan ‘Khilafah’ dan ‘Perang Suci’, boleh dianggap sebagai sesuatu yang patut diberi penghormatan setinggi-tingginya.”
Snouck Hurgronje
Dorongan penegakan Khilafah pasca keruntuhannya pada 1924 mendapat berbagai respon dari umat. Tak terkecuali di Indonesia, negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di muka bumi.
Namun demikian, fakta sejarah ternyata menunjukkan bahwa pengaruh Khilafah, pernah sampai ke Hindia-Belanda dan membantu perjuangan melawan penjajah. Pihak kolonialis Belanda, bahkan ketakutan dengan pengaruh Khilafah di negeri ini, hingga tokoh orientalis Belanda yang tersohor, Snouck Hurgronje, sudah lama mengingatkan agar pengaruh Khilafah di Hindia-Belanda ditolak dan ditangani segera oleh pemerintah kolonial.
Snouck tidak dapat memungkiri, pengaruh dan jejak Khilafah sangat kuat dan terpatri mendalam di relung jiwa kaum Muslimin yang dijajah Belanda. Jejak Khilafah yang kuat itu amat membahayakan kedudukan pemerintah kolonial Belanda, karena mereka akan dianggap sebagai pemerintah yang tidak sah oleh Muslimin, termasuk mendorong mereka untuk berjihad dan memerdekakan diri dari penjajahan itu.
Sejauh apakah jejak dan pengaruh Khilafah di Hindia-Belanda, sehingga Belanda begitu khawatir akan eksistensinya? Bagaimana mungkin Khilafah mampu memberikan pengaruh, padahal jarak pusat pemerintahan keduanya terpisah hingga ribuan kilometer? Jawaban dari pertanyaan inilah yang akan dibahas dalam buku ini.
Banyak pandangan baru yang tidak pernah didapat sebelumnya dari buku manapun, saya dapatkan dari buku ini. Salah satunya pengantar dari Moeflich Hart memberikan pandangan baru (bagi saya) mengenai perkembangan nasionalisme bangsa Indonesia. Juga terutama perkembangan peristiwa dalam rentang waktu yang tidak lebih dari satu abad namun ternyata dampaknya signifikan diulas begitu apik dalam buku ini.
Buku ini merangkai sejarah Nusantara lebih global. Nicko Pandawa mengajak pembaca melihat Nusantara lebih dari batas teritorial Nusantara semata. Layaknya potongan puzzle, berbagai peristiwa di tempat nun jauh ternyata menyusun puzzle sejarah Nusantara menjadi utuh. Nusantara sejak dahulu terkoneksi dengan dunia Islam secara global.
Tentu, potongan-potongan puzzle itu berdasarkan data. Banyaknya catatan kaki dalam buku ini memberikan kesempatan untuk penelusuran lebih dalam. Mengingat fakta yang disajikan buku ini jarang sekali diungkap dalam buku-buku sejarah lainnya.
Buku pertama yang saya baca sampai dua kali, mungkin masih akan saya baca ulang lagi berikutnya. Buku ini sangat menarik bagi saya yang bisa dikatakan sangat baru dalam membaca literatur sejarah. Sejarah yang selama ini diajarkan di sekolah lebih berfokus pada perjuangan Rakyat Indonesia dalam meraih kemerdekaan tetapi ternyata banyak hal-hal lain yang ternyata juga ikut berperan dalam aksi perjuangan kemerdekaan Indonesia. Buku ini memberikan informasi lebih terkait peran Khilafah Usmaniyah yang jauh dari Indonesia terhadap kemerdekaan Indonesia.
Betul-betul membuka berbagai tabir misteri dan pertanyaan yang menggantung seputar situasi politik menjelang dan pasca runtuhnya Khilafah 'Utsmaniyyah. Very recommended!