Jump to ratings and reviews
Rate this book

Who Are You?

Rate this book
Apakah kau tahu bahwa orang yang suka memukul teman di sampingnya ketika tertawa adalah orang yang ingin keberadaannya diakui? Apakah kau tahu bahwa orang yang suka gonta-ganti profil medsos sesuai isu terkini sebenarnya kurang pintar bergaul? Apakah kau tahu, barang yang kaumiliki, kebiasaan, dan tindakan sehari-hari yang tak kausadari ternyata bisa menjadi petunjuk isi hati dan kepribadianmu? Pada dasarnya, manusia adalah makhluk sosial. Agar tidak terjadi konflik dalam pergaulan, penting sekali untuk bisa memahami orang lain. Tapi, ada hal yang yang jauh lebih penting dan lebih sulit: memahami diri sendiri dengan baik. Melalui ilustrasi-ilustrasi berwarna yang menarik, buku ini akan membantumu mengenali pikiran bawah sadar yang sering kali terabaikan, supaya kau bisa memahami alasan sesungguhnya di balik emosi-emosi yang kaurasakan dalam bersosialisasi.

230 pages, Paperback

Published June 23, 2021

7 people are currently reading
94 people want to read

About the author

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
12 (6%)
4 stars
24 (12%)
3 stars
68 (35%)
2 stars
59 (30%)
1 star
28 (14%)
Displaying 1 - 30 of 73 reviews
Profile Image for Arvia Maharhani.
231 reviews29 followers
September 24, 2021
MEH BANGET.
Awalnya aku kira buku ini bakal kayak buku terjemahan Korea lain tentang self improvement etc gitu, ternyata ... Heran sih kenapa sekelas Gramedia masih nerbitin buku yang isinya mitos-mitos di internet kayak gini? Ilustrasinya cakep, isinya enggak. Mana gak ada data pendukung juga. Coba ilmu dari mana kalo orang pake hp android biasanya pemalu dan introvert???

Untung bacanya di Gramdig, jadi gak rugi banget.
Profile Image for Ainay.
418 reviews77 followers
September 22, 2021
Ah, should've trusted my friends. Pseudoscience dibungkus ilustrasi bagus dan iming-iming "buku Korea" ... hmm ... primbon Jawa kurasa malah lebih menarik daripada ini kalau ada yang mau nyusun ulang dan nambahin gambar-gambar cakep 🙏
Profile Image for Nike Andaru.
1,648 reviews112 followers
September 28, 2021
81 - 2021

Baca pengantar awalnya, berpikir sepertinya ini buku menjanjikan deh. Eh gak taunya kayak baca sesi tebak tebak kepribadian yang sering ada di majalah zaman dulu deh. Contohnya orang yang mejanya rapi itu begini, yang berantakan begini, yang suka ganti profil foto orangnya begini, trus yang posting foto narsis, dll dll. Jatuhnya memang kayak stereotype gitu deh, gak bisa digeneralisir kayak gitu sih, ya mungkin memang ada ya dari sisi psikologi tapi tentu gak sepenuhnya benar.

Yang membuat buku ini agak menjadi menarik di bagian ilustrasinya dan bagian akhir di mana ada sedikit informasi mengenai psikologi hubungan manusia.
Profile Image for Laaaaa.
208 reviews5 followers
December 31, 2021
menang di ilustrasinya, gemes banget
tapi isinya MEH. terlalu menggeneralisasi, ini kek mitos doang dan infonya uda terlalu sering sliweran di internet.

untung baca di gramdig, jadi ga rugi2 amat lah ya mengingat harganya mahal
Profile Image for Szasza.
246 reviews22 followers
November 16, 2021
Isi nya lebih ke mitos dan streotype kebiasaan manusia pada umumnya.

1 bintang untuk illustration nya<3
Profile Image for Annida.
61 reviews7 followers
September 23, 2021
Bukunya ringan tapi ga ngasih banyak, lebih mirip cocoklogi atau streotype menurutku. Ilustrasinya juga standar.
Profile Image for Semi.
85 reviews1 follower
October 20, 2021
KAGET BANGETTT. Sumpah ini buku terjemahan dari korea, literary terjemahan yang menurut aku sia-sia banget. Masih kaget dan ga nyangka sekelas gramed terjemahin buku se-penuh asumsi ini!? Buku yang awalnya aku snagka self-help / self-improvement ini bener-bener penuh asumsi tanpa data2, kaya kita baca ramalan zodiak yang ada di majalah, yang saranya “banyak minum ya biar kamu sehat”

Bintang 2 karena ilustrasinya not bad
Profile Image for Roem Widianto.
83 reviews3 followers
February 8, 2022
Asik sih, bacanya. Tebak-tebak buah manggis kepribadian seseorang berdasarkan kebiasaan yang dilakukannya itu kayak gimana. Tapi ya cuma buat asik-asikan doang alias hiburan semata. Soalnya kebenaran dari hal-hal yang ditulis di sini gak jelas. Apakah ada penelitian ilmiahnya? Aku rasa nggak. Hanya mitos-mitos yang berkembang di tengah masyarakat aja. 😬

Contohnya, kita bisa menebak kepribadian seseorang dari kebiasaannya berfoto selfie. Katanya kalau selfie dengan bibir mengerucut atau dimonyong-monyongkan, artinya dia sedang sedih atau cemas.

Tapi berdasarkan pengalaman pribadiku yang pernah beberapa kali selfie dengan bibir dimonyong-monyongkan, alasannya bukan karena sedih ataupun cemas... melainkan cuma pengen kelihatan agak tirusan aja 😂. Sesederhana itu. Walaupun hati lagi gembira, tapi pengen selfie kelihatan tirus, tidak menampik kemungkinan kalau aku bakal foto monyong-monyong lagi. Ada yang samaan? 🤪

Walaupun begitu, aku sangat menikmati saat melihat ilustrasi dalam buku ini, dong. Ilustrasinya cakeeeeep. 😍
Profile Image for Nanadhoi.
438 reviews45 followers
December 12, 2023
Rating sebenar : 3.6/5.0


Penulis mendefinisikan personaliti seseorang berdasarkan perilaku dan pilihan yang dilakukan oleh seseorang individu dalam aktiviti-aktiviti harian yang bagi saya tidak lah begitu tepat dan terlalu general. Namun, saya suka dengan ilsutrasi-ilustrasi yang dipaparkan di setiap helaian (ini juga menyebabkan saya meletakkan rating sedikit tinggi dari rating asal).

Saya suka dengan bahagian akhir di mana penulis menekankan kepentingan untuk memahami diri sendiri dahulu untuk memahami orang lain. Betapa pentingnya untuk memahami dan mengenali diri sendiri terlebih dahulu dalam proses untuk menjadi dewasa.
Profile Image for Katherine 黄爱芬.
2,430 reviews293 followers
December 13, 2023
Buku ini cenderung stereotip dlm penilaiannya. Entah berdasarkan indikatornya apaan utk menentukan sifat seseorang berdasarkan nonton, parkir, mandi, makan dsb. Tapi ilustrasinya lumayan cakep dan warna warni meriah. Lumayanlah dari sisi ini.

Pembahasan yg terakhir ttg psikologi kompleks juga agak ambigu penjelasannya dan cenderung berputar-putar pd hal itu² lagi. Jadi mnrt saya buku ini biasa saja.
Profile Image for Bila.
315 reviews22 followers
October 24, 2021
Awalnya aku kasih 3 ⭐ di IG, tapi setelah dipikir kok ketinggian ya?

Yang wah di buku ini cuma bab terakhir (yang menurutku agak mendingan) dan ilustrasi penuh warnanya. Sisanya? Serasa baca cocoklogi. Walau ada yang bisa aku setujui (sedikit), tapi sisanya ga nyambung bund.
Profile Image for nadinosaurus.
276 reviews5 followers
September 23, 2021
Ilustrasinya cakep, salah satu alasan kenapa kuat baca sampai akhir. Isinyaa cenderung kayak mitos-mitos yang udah biasaa banget dan ketebak.
43 reviews
February 24, 2024
gajelas dah masa perkara pake iphone atau android beda kepribadiannya 😁😁
Profile Image for Yuan Astika Millafanti.
314 reviews7 followers
March 16, 2023
Who Are You? • Jung Wooyul • An Dayeon (Ilustrasi) • Devi Muthiah & Juliana Tan (Alih bahasa) • GPU • 2021 • 230 Hlm.

Kalau kita mencermati benar-benar, pada dasarnya perasaan tidak nyaman tersebut terbentuk dari ekspektasi "Aku sudah melakukan sebanyak ini, jadi harusnya kau juga melakukan yang sama" dengan perasaan terluka karena kenyataannya tidak berjalan sesuai harapan. Karena itulah, kita harus lebih memahami dan peduli pada perasaan dan pikiran sendiri daripada perasaan dan pikiran orang lain.
- Hlm. 220

Pada dasarnya, manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain. Demi kenyamanan bersama, akan lebih baik jika kita dapat meminimisasi gesekan dalam interaksi. Oleh karenanya, kemampuan memahami orang lain dirasa penting. Namun, tentunya sebelum memahami orang lain, lebih penting lagi--sering kali justru ini adalah hal yang sulit--jika dapat memahami diri sendiri dengan baik.

Nah, buku ini menunjukkan makna-makna dari benda yang dimiliki, kebiasaan, atau tindakan seseorang. Buku ini bilang, beberapa di antaranya menunjukkan isi hati dan kepribadian. Tidak hanya itu saja, buku ini juga membantu mengenali pikiran bawah sadar yang kerap terabaikan dan emosi yang terpendam.

Tahukah kamu bahwa orang yang memilih berbelanja di supermarket rupanya tipe orang yang mudah bosan dengan rutinitas dan cenderung mencari hal baru? Tahukah kamu bahwa orang yang lebih suka berbelanja daring cenderung berhati-hati, melakukan sesuatu sesuai rencana dan tidak bertindak atas dorongan hati? Dua bab awal buku ini akan membahas pemaknaan kepribadian seseorang berdasarkan preferensi atau kebiasaan seseorang. Membaca halaman-halaman ini mengingatkanku akan tes-tes singkat di media sosial atau tautan yang muncul saat berselancar di internet.

Aku meragukan beberapa "terkaan" kepribadian dalam buku ini. Namun, toh, di halaman awal penulis pun sempat mengatakan bahwa sulit untuk mendeskripsikan secara akurat alasan seseorang melakukan sesuatu hanya berdasarkan satu petunjuk tanpa mengetahui lingkungan dan latar belakangnya. Ia pun menuturkan bahwa apa yang dijabarkan buku ini bukanlah ilmu pasti. Namun, yang perlu digarisbawahi dari buku ini adalah kita bisa introspeksi diri dengan menyelami sisi psikologis.

Beberapa di antara kamu mungkin akan meremehkan isi buku ini yang seolah bisa didapatkan dengan mudah ketika berselancar di internet--atau bahkan muncul tiba-tiba. Namun, aku menikmati buku ini. Aku menikmati halaman berilustrasi penuh warna dengan sedikit tulisan di dua bab awal. Beberapa di antaranya berhasil membuatku tersenyum dan mengangguk karena cocok dengan kepribadianku. Namun, ya, aku juga tidak mempermasalahkan ketika menemukan halaman yang kuragukan. Aku tidak terlalu memusingkannya. Bab terakhir, tanpa ilustrasi, seolah merupakan rangkuman poin penting cara memahami diri sendiri dan orang lain serta meningkatkan kemampuan bersosialisasi. Nah, kalau kamu butuh bacaan yang mampu merilekskan pikiran, kurasa buku ini bisa menjadi pilihan.

"Semakin kita memendam ekspektasi, semakin kita merasa orang-orang lain tidak memahami kita. Dan hasilnya, lingkaran setan perasaan terluka dan terintimidasi pun berulang." - Hlm. 221

"Ketika kita sangat ingin menyalahkan orang lain, ketika kita sangat ingin memuji orang lain, kita harus berpikir apakah itu kompleks bawah alam sadar kita yang diproyeksikan ke luar. Memahami diri kita sedikit demi sedikit melalui kesempatan-kesempatan seperti ini adalah cara untuk menjadi pribadi yang dewasa." - Hlm. 228
Profile Image for Riski Oktavian.
468 reviews
March 11, 2022
Aku bacanya di gramedia digital dan jujur sedikit bingung kenapa buku ini termasuk ke kategori fiction? Kukira semacam eror gitu tapi setelah aku baca sampai selesai, di bagian belakang alias sinopsis buku, di situ juga dicantumkan kalau ini kategorinya adalah "novel". Padahal buku ini lebih ke non-fiction.

Dulu aku pernah lihat salah satu bookstagrammer mereview buku ini dan aku cukup kepincut karena isinya cukup warna-warni, yang mana kalau punya buku fisiknya emang bakalan cantik banget sih--soalnya bisa dibuat foto-foto! Hahaha.

Sayangnya ekspektasiku mungkin juga terlalu tinggi untuk buku ini, karena setelah membaca bagian awal atau mungkin pengantar dari buku ini, kukira buku ini akan mengajarkan--ya semacam kebanyakan buku-buku nonfiksi lainnya--yang bertemakan tentang self love atau self acceptance gitu. Tapi ternyata enggak sama sekali.

Di sini justru menjabarkan hal-hal yang mungkin semacam "tebak-tebakan" mengenai kepribadian seseorang gitu, yang mana aku yakin kita pasti seenggaknya tahu tipe-tipe frasa seperti ini.

Contohnya aja deh, semisal kalau orang yang minum pakai sedotan kepribadiannya begini kalau yang langsung begitu. Hal-hal semacam itu lah. Yang mana kalau aku lihat review orang-orang di Goodreads semuanya mengutarakan hal yang sama: kecewa.

Akan tetapi memang ilustrasi di dalamnya cukup oke dan lucu-lucu jadi membacanya juga tidak jenuh. Dan setelah selesai membacanya aku jadi kepikiran, penulisnya bisa menemukan tipe-tipe kegiatan yang dilakukan itu banyak juga ya. Tapi ya itu tadi, mungkin karena ekspektasiku (dan teman-teman yang lain) ketinggian jadinya nggak bisa kasih rating tinggi untuk buku ini.

Dan jujur aku masih bingung buku ini kategori apa. Pihak Gramedianya sendiri yang ngasih label "novel" bahkan aku yang cuma punya Gramedia Digital Fiction Premium Package aja bisa mengakses buku ini.
Profile Image for Agnes.
21 reviews3 followers
October 28, 2021
sebenarnya baca buku ini itu karena lagi pingin nyari bacaan ringan untuk menyelingi bacaan berat wkwkwk dan memang bukunya sangat ringan.

sebenarnya juga, aku punya ekspektasi tinggi pada buku ini. selain karena terjemahan dari korea dan covernya yang lucu, buku ini lumayan banyak aku temui di review-review bookstagram yang lain.

isi dari buku ini itu lebih ke stereotype dari manusia pada umumnya, yang belum tentu benar. misalnya kalau orang yang meja kerjanya rapi itu sifatnya gimana, yang ga rapi gimana, atau yang suka post foto diri sendiri di medsos itu biasanya sifatnya gimana, yang suka post foto pemandangan itu gimana, dan sebagainya. jadinya seperti lagi baca ramalan golongan darah atau zodiak. inilah alasan kenapa aku bilang bukunya sangat ringan. tapi ilustrasi dalam bukunya bisa dibilang lucu, jadi sedikit membantu.

overall, kalau lagi ingin cari selingan untuk baca yang ringan-ringan boleh sih baca ini, tapi kalau ga, better baca buku lain saja.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Rizkana.
248 reviews29 followers
April 8, 2024
Sosok yang ditunjukkan pada orang lain dan sosok yang tidak diketahui orang lain dua-duanya adalah identitas kita.


Ini mungkin yang namanya, Good idea, bad (poor!) execution ya?

Satu bintang untuk ilustrasinya yang bagus. Saya sampai terpikir untuk menggunting dan membingkai beberapa ilustrasinya.

Satu bintang untuk 'upaya' penulis membuat indikator 'tafsiran.' Kenapa indikatornya perlu diapresiasi? Karena siapa yang kepikiran kalau kita bisa 'mengenali diri' dari kebiasaan makan kentang (meski tafsirannya bercanda banget)?

Premisnya besar, sih. Mengenali diri dari kebiasaan dan preferensi. Sayangnya, interpretasi dari pilihan-pilihan itu seringnya terdengar mengeneralisasi, menyederhanakan (kalau gak bisa dibilang seadanya), dan terlalu menghakimi.

Kalau saja penulis mengambil deduksi dari kacamata atau sudut pandang burung, simpulan yang lebih jauh berdasarkan ilmunya, bukan sekadar menyatakan yang sudah jelas. Contoh:
Makan kentang goreng
Makan menggunakan garpu
Orang ini tidak suka jika tangannya kena minyak dan garam. (?????????)

Saya lebih percaya kalau deduksi yang diambil adalah:
Orang ini menyukai hal praktis, memprioritaskan kebersihan dan kerapihan, dan tidak keberatan mengerjakan dua hal sekaligus (karena tangannya bisa makan kentang sambil mengetik misalnya).


Apa lagi yang salah? Spektrum interpretasinya ekstrem, kalau tidak A berarti B. Hanya ada dua interpretasi dan ini yang masalah. Ketika membaca indikator yang dipilih, saya bisa saja condong ke A dan B di lain waktu.

Ada faktor lain kenapa hari ini bisa pilih A dan besok pilih B, yaitu faktor ekonomi, seperti dalam indikator pemilihan antigores (daripada rugi kalau rusak) dan streaming video (daripada menghabiskan jatah memori dan jadi harus langganan penyimpanan awan). Faktor emosional juga berpengaruh, contohnya dalam memilih kopi. Bisa saja seseorang memilih americano ketika hatinya sedang ringan dan cappuccino ketika hatinya sedang sedih. Dia mungkin butuh rasa nyaman yang diberikan kopi untuk emosinya. Faktor-faktor seperti ini yang gak ada di'tafsiran' (lebih cocok disebut tafsir sih, daripada interpretasi).

Apakah pembaca diminta percaya begitu saja, hanya karena penulis adalah psikiater? Saya pribadi ngamuk sih kalau sesi konsultasi saya ke psikiater sebatas paparan ini.
5 reviews
September 23, 2021
Pada dasarnya, manusia adalah makhluk sosial. Kita selalu merasa harus memahami orang lain agar bisa berhubungan baik dengannya. Padahal ada yang lebih penting daripada itu, yaitu memahami dan peduli kepada diri sendiri.

Buku ini isinya kayak tes kepribadian gitu yang ternyata apa yang biasa kita lakuin itu bisa ngasih tau kondisi psikologis kita juga loh, entah dari cara kita kerja, warna baju, pegang cangkir, dan semacamnya. Dengan tes itu aku jadi kayak eh iya nih aku kayak gini, jadi sedikit paham sama diri sendiri. Ya seperti tes psikologi lainnya ada yg relate sama ada yg ngga ah aku ga kayak gitu wkwkwk😂

Trus aku paling suka baca bab yang dimana penulis ngejelasin tentang apa bener ekstrovert lebih baik daripada introvert, kenapa orang malas bisa jadi rajin dan sebaliknya, juga kenapa orang suka pake topeng🤔

Buku ini banyak ilustrasinya gitu, sesuai sama teksnya. Dan memang yang nulis pilihan tes psikologinya itu tu seorang psikiater gitu. Trus di awal juga udah dikasih tau si kalo ini ga bakal relate bangett, cuma kayak biar kita nemu kunci tentang siapa sih kita sebenernya.

Rekomen buat yang masih belum kenal sama diri sendiri, seenggaknya buku ini bantu kamu untuk bisa nyari dasarnya kamu itu seperti apaa?
Profile Image for Riana Rhythm.
29 reviews17 followers
October 21, 2021
Aku merasa bagian pertanyaan-pertanyaan yang disertai ilustrasi itu nggak cukup membantu. Emang sih beberapa topiknya menarik, contohnya pertanyaan tentang selera buku atau film yang bisa menentukan kepribadian seseorang. Tapi, nggak semua penjelasan dari pertanyaan-pertanyaan itu benar. Menurutku banyak penjelasan-penjelasan di sana yang aku rasa nggak akurat 🤔 Tapi, karena ilustrasinya menarik dan bukunya dikemas dengan apik, cukuplah ya untuk menyenangkan mata saat membacanya.

Mulai di bab 3 yg membahas tentang Psikologi Hubungan, malah menurutku bagian yang paling membantu. Nggak ada ilustrasi di bab itu. Tetapi pembahasan tentang Ego, Kompleks, dan jati diri dalam bab 3 membuat buku ini lebih berbobot daripada halaman-halaman sebelumnya.

Buku ini bagus dan menarik sih. Cuman aku bukan tipe pembaca yang akan membacanya ulang meskipun pertanyaan-pertanyaan singkat di sana dikemas dengan penuh warna. Apalagi bab 3 yang sepenuhnya tulisan punya kapasitas yang nggak banyak. Aku udah merasa cukup dengan memetik beberapa kalimat di bab 3 dan menutup buku ini tanpa perlu membukanya lagi.
Profile Image for Desstory.
33 reviews1 follower
December 20, 2022
Pertama, ilustrasinya menarik banget. Banyak banget hal/kegiatan sehari-hari baik itu yang besar ataupun kecil yang bisa dinilai dari segi psikologis.
Buat orang-orang yang memang bergelut di dunia psikologi, atau orang-orang yang suka melihat segala sesuatu dari segi psikologis mungkin buku ini akan menarik banget.
Tapi sayangnya, aku bukan termasuk orang-orang itu. Ada beberapa part yang sebetulnya relate sama aku, cuma kebanyakan penilaiannya menurut aku relatif, sekali lagi, mungkin ini karena aku ngga pernah menilai diri aku sendiri atau pun orang lain dari segi psikologis.

Tapi, salut sih buat para psikolog, terutama penulis, Jung Wooyul, yang sudah berusaha keras dan juga mau berbagi tentang penilaian-penilaiannya dari segi psikologis, yang sedikit banyak bisa membantu kita untuk lebih mengenal diri sendiri maupun orang lain.

Jujur aja, ekspektasi aku kayanya terlalu tinggi buat buku ini, aku dari awal udah excited banget baca buku ini, tapi ternyata menurut aku biasa aja. Bukan berarti bukunya ngga bagus ya, cuma bukan taste aku aja 😁

Aku tadinya mau kasih rating 3/5 ⭐, tapi karena aku suka cover dan ilustrasinya, jadi aku kasih bonus, 3,5/5 ⭐ deh buat buku ini.
Profile Image for ami ☆ ⁺‧₊˚ ୭.
156 reviews18 followers
January 8, 2023
aku setuju kalau buku ini ga lebih dari tebak-tebakan kepribadian yang bisa ditemuin di internet. banyak yang ga sesuai sama pilihanku, dan beberapa poinnya juga menurutku jelas ga valid karena menyesuaikan sama keadaan masing-masing orang. misalnya perbedaan kepribadian antara pengguna iphone dan android, padahal bisa aja perbedaan itu dipengaruhi faktor ekonomi bukan karena kepribadian yang milih iphone atau android. ya aku sendiri aja misalnya, milih android daripada iphone karena android yang aku pake lebih terjangkau daripada iphone. jadi, ga semua "tebak-tebakan" di buku ini bisa dijadiin acuan. beberapa bahkan kedengeran ga masuk akal sama sekali.

soal ilustrasi, emang bagus dan menarik karena colorful juga. sayangnya ada beberapa warna tulisan yang justru nyaru sama ilustrasinya, malah ga nyaman dibaca. ilustrasinya heboh, bikin aku lebih fokus ke gambar daripada tulisannya. tapi, kalau aja aku ga baca buku ini sampe halaman terakhir aku yakin akan kasih rating satu atau dua.

satu-satunya yang aku suka dari tulisan di buku ini adalah bab menjelang terakhir karena jelas lebih dijelasin secara psikologis, ga sekedar "tebak-tebakan" kepribadian receh.
Profile Image for Thia.
98 reviews2 followers
April 6, 2022
I dont recommend this book.

Setelah kubaca, bukunya lebih ke cara memahami diri sendiri dilihat dari kebiasaan-kebiasaan kita. Misalkan kalo suka pake kalung artinya apa. Klo makan kentang goreng satu persatu artinya apa. Sampai pilihan sepatu favorit dsb. Ya semacam itulah. Jadi mgkn harusnya letaknya ada di kategori self improvement atau psikologi kali ya.

Sangat disayangkan buku ini tidak ada sumber ilmiahnya. If you know what i mean. Tapi walau begitu, jujur aja ada jg yg cocok sih di aku artinya. Contohnya pas yg bagian klo aku di kereta, ada guncangan, aku refleks megang tiang, nah pas bagian ini kebetulan artinya cocok di aku. 😃 Tapi byk jg yg kurang pas sih. Intinya memang tidak mutlaklah bahasannya. Lalu pembahasannya jg kurang mendalam. Syg bgt sih, padahal ilustrasinya cakep bgt. Halaman-halamannya jg colourful.
Profile Image for Mei.
34 reviews2 followers
Read
January 2, 2023
0.5
gambarnya oke lah kasih nilai lebih untuk ilustrasinya.
awal baca dari pengantar merasa wah oke nih kayaknya, kirain buku self improvement dengan banyak ilustrasi dan sedikit penjelasan, bahkan kutipan kalimat bijak di internet lebih bagus dari pada ini, ini kayak baca kuis di majalah jaman dulu. beberapa ada yang merasa oke mirip, tapi mulai dari tengah udah males bacanya gak jelas banget. gak ada hal mendasar untuk statementnya cuma kayak omong kosong. please lah.

jadi bacaan jelek untuk mengawali awal tahun. -_-
kecewa.

gak baca review sebelum baca bukunya. klo tahu mungkin gak akan mulai baca.
Sebetulnya gak bisa tamatin, karena jelek sih gak kayak buku. agak parah ini. jadi mungkin akan tulis review tanpa kasih bintang.
Profile Image for Rita Nurday.
Author 2 books8 followers
May 26, 2023
Buku tipe kutipan singkat dan ilustrasi. Jenis buku yang mirip kitab kencan dan 69 entah apa yang pernah kubaca kemarin. Bedanya ada embel-embel psikologinya (nggak jauh beda dengan blood type tapi dibalik).

Contoh kontennya: kalau kamu suka pakai sepatu tanpa tali itu gimana kalau pakai yang bertali itu gimana.

Aku baca karena kebetulan ada stoknya di iPusnas dan HumanKind antre lagi (Yap belum selesai baca).

Baca inifor fun aja, nggak kuambil serius buat ngebunuh waktu, soalnya gabut...


Ini Penulisnya psikolog? Soalnya di pendahuluan si author bilang " Ada satu hal yang saya sadari setiap memberikan konsultasi psikologi". 😅

Label belakangnya "novel" 17+ dooongwkwk
Profile Image for Wenny.
134 reviews31 followers
January 11, 2024
Buku ini dibagi menjadi tiga bagian besar: psikologi benda, psikologi gadget, dan psikologi hubungan. Dan isi buku ini kurang lebih digambarkan dalam blurbnya: jika kamu melakukan sesuatu (misalnya memukul orang saat tertawa, maka artinya kamu memiliki kepribadian seperti berikut). Menurutku pribadi, kesimpulan yang diambil terlalu menggeneralisasi. Apalagi buku ini bukan ditulis oleh seorang praktisi psikologi.

Ilustrasinya, menurutku, tidak terlalu mengena. Karena aku fokus baca tulisannya sih, hehehe. Bagiku buku ini cukup oke untuk dijadikan bacaan selingan, namun isinya tidak bisa dijadikan pegangan.
Cukup sebagai selingan saja.
Profile Image for Mia An Nur.
106 reviews4 followers
March 3, 2024
Entah kenapa membaca buku semacam Who Are You? membuat aku kurang sreg karena manusia begitu kompleks. Sulit rasanya jika mengidentifikasi seseorang dari poin-poin yang disampaikan oleh sang penulis di sini; selalu ada hal lain yang memengaruhi. Namun, aku senang ketika buku ini menekankan bahwa sebelum mengenali orang lain, tentunya jauh lebih baik kita mengenali diri sendiri dulu.

Sesuai dengan "panduan" buku ini di kata pengantar, penjabaran dari penulis bukan sebuah hal pasti. Penulis juga beberapa kali menggunakan kata "mungkin" sebagai bentuk mengira-ngira untuk kita mengenali manusia, belum tentu benar. Ya, membaca ini cukup memberikan insight, tapi belum mampu membuatku yakin.
Profile Image for ndavanilla.
82 reviews2 followers
December 16, 2021
Jujurrrrrr aku baca buku ini karna kesemsem sama covernya. Cakep bangettt... Tp sayang isinya g sesuai ekspektasi. :(

Di halaman² awal, jujur buku ini sedikit membosankan, tapi sekaligus mengingatkanku saat zaman masih remaja juga sih (lol keliatan udah tuanya ya 😂). Karna di awal cerita, bacanya tuh kaya kita lagi baca majalah kawanku, gaul, fantasi, keren beken dan sajabana (Anak thn 90an pasti familiar sama majalah ini). Karna isinya tuh tentang kepribadian² semacam stereotypes gitulah. Kaya misalnya kalau kamu pake android kamu tipe orang bla bla bla. ⁣⁣
Profile Image for Daisy.
59 reviews16 followers
June 25, 2023
Lumayan membantuku untuk mendeskripsikan karakter manusia, tetapi tidak untuk dipakai sebagai patokan, karena pada akhirnya tetap tergantung siapa orangnya.

Di bab pendahuluan juga penulis sudah mengatakan bahwa buku ini bukan tentang ilmu pasti. Sangat bagus untuk jadi buku panduan introspeksi diri.

Untuk beberapa hal relevan dengan karakterku. Sisanya kembali lagi, tergantung. Mungkin aku akan membuat daftar tentang ini. Mencoba mengamati diriku sendiri termasuk kecenderunganku di keseharian selama ini.
Profile Image for Launa.
247 reviews51 followers
October 22, 2023
Rating: ★★✩ (2.5/5)

Memahami diri lewat psikologi benda, psikologi gadget, dan psikologi hubungan. Awalnya, aku mengira bakal dapat penjelasan panjang dan rinci gimana menguak dan memahami pikiran bawah sadar kita. Ternyata isinya cuma berbentuk perbandingan. Misalnya, sering menginjak rem dan jarang menginjak rem, atau penggunaan ponsel: memilih menelepon dan memilih kirim pesan singkat. Menurutku, isi buku ini gak menjawab cara menguak dan memahami pikiran bawah sadar kita. Ilustrasi berwarnanya bikin buku ini jadi lebih hidup dan satu-satunya yang kusuka.
Displaying 1 - 30 of 73 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.