Dibanding karya-karya lainnya, buku ini terlalu bertele-tele dan sedikit membosankan. Alurnya agak cepat sehingga terasa aneh. Terakhir, terdapat banyak bagian ga penting yang seharusnya bisa dipotong aja.
Aku sebenarnya suka banget sama cerita ini, makanya aku beli buku ini dengan harapan bahwa aku akan merasa terpuaskan, ending nya aku suka >_< tapi makin lama aku baca, malah makin bingungin. masih ada banyak pertanyaan yang ada di kepalaku yang belom terpuaskan. Menurutku, mereka terlalu sering menghindar satu sama lain dalam jangka waktu sementara atau ga langsung bubar tanpa bermaksud nyelesaiin sesuatu yang menjadi masalah di hubungan mereka, malah ga nyelesaiin masalah trauma mereka yang sama-sama susah kasi kepercayaan. Mereka sama-sama ngelakuin hal yang salah, tapi mereka ga komunikasiin itu dengan benar. Itu yang disayangkan dari cerita ini.
This entire review has been hidden because of spoilers.
bukunya kocak dan cukup menghibur tapi banyak hal hal yang kurang dijelaskan, malah banyak narasi yang ga penting :?, happy ending tapi aku ga ngerasa happy soalnya ngegantung banget, masih banyak hal yang membingungkan (ToT) tapi untuk bacaan ringan yang sekali duduk selesai sih ini oke
ceritanya secara keseluruhan cukup menghibur dengan candaan konyol para tokoh. menurutku ceritanya cukup mudah dimengerti walaupun dibeberapa bagian alurnya terlalu cepat.
Sandra merasakan hal itu. Anak didik yang awalnya bersikap judes itu, ternyata sangat imut. Visual papanya juga bikin kelepek-kelepek. Sandra yang awalnya bertemu di luar lingkungan sekolah dengan Dinan untuk membicarakan Kimkim, malah jatuh cinta dengan papa dari anak didiknya itu. Hubungan keduanya bertambah rumit dengan jalinan masa lalu yang mengikat mereka. Mampukah mereka mempertahankan cinta dibayangi dengan luka masa lalu?
Aku suka dengan kekonyolan Sandra. Percakapan Sandra dengan teman-temannya juga kerap mengundang tawa. Namun, terkadang sikap Sandra sedikit kekanak-kanakkan bila berurusan dengan masa lalu Dinan. Dia cemburu tetapi juga keras kepala. Aku sedikit memakluminya karena itu menggambarkan rasa cinta Sandra kepada Dinan.
Beberapa hal yang kurang kusuka, menjelang ending pace-nya terlalu cepat dan ada beberapa bagian yang tidak terlalu berpengaruh besar pada cerita. Lalu endingnya sedikit menggantung. Konflik antara Sandra dan Dinan seperti selesai begitu saja.
Namun, novel ini cukup menghibur. Pencinta romance boleh mencobanya.
Ceritanya khas cerita wattpad. Masih bisa dinikmati, tapi langsung tidak sreg ketika Sandra yang menjadi guru di sekolah langsung menjadi akrab dengan orang tua murid berstaus duda yang digambarkan tampan dan mapan kemudian memanggilnya dengan panggilan mas. Terlalu cringe karena Sandra memilih memanggil mas kepada orang tua murid yang baru bertemu. Pertemuan orang tua murid dan guru untuk membahas perkembangan anak dilakukan di luar sekolah juga tidak lazim dan tidak provesional.