Jump to ratings and reviews
Rate this book

Anjas: Anak Kosan Jaksel

Rate this book
Pernah nggak lo ngerasa harus jadi mandiri dan pengin ngekos sendiri, alih-alih hidup santai di rumah bonyok? Pernah juga nggak, pas udah ngekos, lo langsung ngerasa miskin banget padahal baru gajian? Dan satu lagi: pernah nggak lo ketemu anak- anak kosan di Jaksel yang absurd, yang untuk kenalan sama mereka aja lo butuh bantuan sahabat cewek lo? Jaya pernah.

Hidup bareng orang tuanya lama-lama membuat Jaya gerah juga. Selain karena pengin jadi mandiri, Jaya juga pengin banget menunjukkan bahwa dia bisa sukses dengan usahanya sendiri. Di bidang karier, impiannya itu mungkin-mungkin aja on the way jadi kenyataan. Tapi, perkara jodoh? Duh, berat!

Bersama Sissy, Adrian, Firman, dan Yoga, hidup Jaya jadi lebih berwarna. Kalau tadinya dia cuma dikenal sebagai cowok baik-baik, kali ini dia bisa punya persona lain: cowok baik-baik yang sedang pelan-pelan memahami dirinya sendiri.

194 pages, Paperback

Published July 1, 2021

2 people are currently reading
14 people want to read

About the author

Candra Aditya

8 books18 followers
the cutest owl ever

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
7 (31%)
4 stars
9 (40%)
3 stars
5 (22%)
2 stars
0 (0%)
1 star
1 (4%)
Displaying 1 - 10 of 10 reviews
Profile Image for Spillminttea.
346 reviews2 followers
August 3, 2021
Sungguh buku humor slice of life yang ringan dan plot yang asik juga ala-ala usia Quarter Life Crisis dan perhelatan drama manusia-manusia Indekos. I like it and no ribet-ribet scene.
Profile Image for Gita Swasti.
324 reviews40 followers
December 19, 2021
Jaya dan Sissy sepertinya nggak jadi pergi ke SCBD karena sekarang sudah jam 12 malam dan mereka masih menatap aksi Rahul dan Anjali di televisi. Lima belas menit yang lalu Adrian juga telepon ke sahabatnya untuk bilang bahwa dia telat karena sakit perut padahal dia keasyikan nonton Kuch Kuch Hota Hai.


Wow. Siapa sangka buku ini habis dalam sehari. Jangan tanya hari apa, ya. Sudah jelas di akhir pekan.

Di awal buku ini, saya merasakan kesamaan dengan Jaya. Ketika menginjak SMA, yang ada di kepala hanyalah merantau, merantau, dan merantau. Semakin tua, semakin butuh ruang sendiri. Yang tidak ditanya-tanya mengapa pulang malam, mengapa kamar berantakan, mengapa senyam senyum sendiri apakah saya lagi kasmaran padahal hanya keasyikan melihat meme bertebaran di lini masa saja. Saya pikir, sedikit banyak pembaca lain juga merasakan hal ini.

Candra Aditya juga memberi ruang bagi pembacanya untuk melihat sendiri hubungan tokoh utama, Jaya, dengan orang tuanya. Candra Aditya menyisihkan satu situasi di mana ia tidak sanggup mendapatkan kos idamannya kemudian menemukan ayahnya sudah mentransfer sejumlah uang kepadanya. "Kalau Jaya mengenal bapaknya dengan baik, itu adalah cara Pak Zaenal untuk minta maaf." tulis Candra Aditya.

Jaya tidak sendirian. Seperti judulnya, Anjas: Anak Kosan Jaksel, ada sekelompok orang yang menemani hari-hari Jaya. Ada Sissy yang setia kawan, ada Yoga yang frontal, ada Firman yang gengsinya tinggi, dan Adrian yang sungguh aposeh. Candra Aditya mengambil pilihan jitu, tidak menceritakan buku ini melalui sudut pandang Jaya, melainkan orang ketiga. Kelima orang ini mendapat ruangnya masing-masing. Pembaca leluasa sekali melihat perspektif mereka satu per satu.

Percakapan mereka renyah, diselingi keintiman dan candaan. Menjadikan buku ini terasa ringan dibaca. Cocok untuk kamu yang ingin bersantai-santai. Cocok dengan intensi saya yang tidak ingin membaca buku serius di penghujung tahun ini.
Profile Image for Azizah Suli.
78 reviews7 followers
March 20, 2022
Walaupun motivasi awal Jaya buat ngekos lumayan mengundang reaksi yaelah, eksekusi di akhir dengan percakapan Jaya dan bapaknya yang terlalu singkat tapi ngena bikin aku inget betapa serunya kehidupan masa muda yang penuh sama candaan bodor lingkaran pertemanan dan drama penuh ego sama orangtua wkwk. Cerita yang ringan, terlalu ringan malah, kayak baru mau mulai, keseruan baru terbangun dan awal konflik baru keliatan tapi udah kelar aja bukunya hadeh. Tapi Candra sukses membangun 5 karakternya hidup dengan chemistry pertemanan yang asyik. Namun cerita yang terlalu pendek ga memberi ruang untuk pendalaman tiap karakternya dan hanya Jaya yang karakternya terasa 'penuh'. Coba itu tolong dibikin kek sekuelnya trus konflik dan plot tiap karakternya dikembangin lagi, fiks pasti beli wkwk. Bacaan seru dan ringan sih di akhir pekan.
65 reviews
September 6, 2021
Kalo diibaratkan makanan, Anjas ini kayaknya pilus deh. So crunchy dengan jokesnya tapi juga lite. Gak cuma itu aja, ihi bisa jadi heavy meal kalo dipaduin sama indomie. Di 2 bab terakhir aku nangis karena percakapan si jaya dan bapaknya damn. Kayaknya ini bisa jadi bacaan dikala kesibukan dna gamau mikir panjang panjang
29 reviews1 follower
July 18, 2021
Membaca Anjas adalah membaca realitas yang terjadi hari ini di lingkungan mahasiswa. Bicara banyak hal, soal hidup mandiri, seks, hubungan percintaan, politik, dan tentu saja obrolan sampah kaum agen perubahan.
Profile Image for Benedictus.
5 reviews
June 15, 2025
Buku yang saya beli di event @jogja.artbooks.fest ini menarik perhatian saya dengan sampul kuning terang bergambarkan 5 karakter bergaya anime usai saya membaca sinopsis yang bertemakan tentang anak kos yang menjajal ingin mandiri pada momen itu juga saya langsung bergumam "this is the one"

Cerita yang di bawakan dengan alur maju sangat mudah diikuti oleh pembaca, dalam setiap chapter hampir selalu dimulai dengan pengenalan latar tempat atau suasana yang detail membuat pembaca seakan masuk ke dunia Jaya sang tokoh utama, begitupula dengan orientasi tokoh mulai dari tokoh utama hingga figuran lengkap dideskripsikan dengan deskripsi fisik yang di kaitlkan dengan sikap sehingga terasa sangat hidup dan mudah untuk diingat

Gaya bahasa yang di gunakan penulis sangat enteng dipadukan dengan humor anak remaja yang pasti membuat perut geli, saya sendiri harus berhenti sejenak karena tertawa terbahak-bahak. Dengan gaya penulisan seperti ini penulis dapat dengan mudah mengangkat isu-isu yang sedang terjadi saat ini, isu tersebut di hadirkan dengan pembawaan yang jenaka sehingga ringan saat di baca namun tetap "hit the spot"

Tema utama yang di bawakan juga sangat relate dengan anak muda baik yang sedang ngekos ataupun tidak mulai dari keluarga,teman, hingga cinta. Buku fiksi ini bisa memberi saya gambaran tentang bagaimana lika-liku anak mahasiswa/i yang sedang ngekost mulai dari harus pintar memilih tempat kost yang sesuai dengan budget tetapi juga memenuhi preferensi pribadi,bagaimana anak kost harus bisa mengelola uang agar dompet nya seret pada saat tanggal tua.
Saya sebagai orang yang belum pernah ke jakarta selatan juga menjadi seperti apa hiruk pikuk dan kehidupan anak remaja di sana.

Buku ini juga secara tidak langsung memberikan realita pahit bagaimana profesi menulis seringkali dipandang sebelah mata yang mungkin dialami oleh si penulis itu sendiri yang ia tuangkan pada tokoh Jaya.

Akhir kata; Anjas - Anak Kosan Jaksel, buku ini sangat cocok buat kamu yang lagi pengen ngebangun habit membaca lewat sastra novel, bahasa yang mudah di pahami sekaligus dengan jokes anak remaja jaman sekarang membuat buku ini sayang untuk kamu lewatkan dan karena buku ini juga ada habit membaca yang lahir dalam hati saya terimakasih telah membaca ulasan saya.

Have a Goodreads!
Profile Image for Ryan.
Author 2 books17 followers
May 5, 2024
Kocan, honey. My dear friend.
I love you, but i have to be frank.
Ga cocok nulis buku ginian, apalagi banyak perumpamaan yg jatohnya malah cringe. Ceritanya jadi kurang kegali.
Dah paling pas ya webseries aja deh, bagus aku suka semua episodenya. Okay?
Displaying 1 - 10 of 10 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.