Masih mungkinkah seseorang merasakan cinta saat hati menanggung luka masa lalu? Cinta dan segala hal tentangnya adalah omong kosong yang Nana jalank bersifat pelepas dahaga raga tanpa ada keterikatan batin. Hingga ia harus berhadapan dengan sosok yang tak bisa dihapus begitu saja dari benaknya. Alan, seorang pilot yang tak sengaja ditemuinya kala perjalanan dinas, sukses menarik perhatiannya.
Setelah saling mengenal dan melalui beberapa kesempatan tak terlupakan bersama, cinta dengan leluasa menyelinap. Hanya saja, mengapa begitu sulit untuk jujur pada diri sendiri? Mereka harus berperang melawan diri sendiri dan luka batin masing-masing sebelum bisa meraih kebebasan mencinta dan dicintai.
Dulu sempet baca ini di WP dan udah lamaaaaa banget. Udah lupa crtanya gimana. Ingetnya Alan pilot, ketemu ma Nana di bandara dan Alan ditinggal nikah, lainnya lupa. Kwk. Jadi pas baca, serasa baca baru aja.
• Pros:
They are soooo sweet. Aku suka sama background masing2 tokohnya. Suka sama dua2nya punya alasan untuk melakukan apa yang mereka lakukan. Perubahan mereka dari awal sampe akhir itu, aku suka banget sama prosesnya. Semuanya nggak tiba-tiba dan sequence nya pas aja kalau menurutku. Penyelesaian masalah di sini juga realistis. Apalagi yang bagian Nana. Ih sedih bat sih bagian itu.
Aku juga suka sama Nana sama Alan yang stay on the character dan tetep konsisten sampe akhir. Mereka juga character's arc-nya fully rounded.
Teruuus ceritanya selalu sukses aja bikin senyum-senyum. Mereka tuh cocok banget. Semua obrolan mreka itu berisi. Mksdnya ad pengaruhnya buat plot dan memperkuat karakter gitu. Enggak cuman obrolan nggak penting.
Isu yang diangkat tentang lingkungan kerja yang toxuc juga sangat-sangat relate dengan kehidupan sehari-hari. Lucunya kadang kita tetep aja bertahan karena ngerasa ya itu pilihan yang tepat.
• Cons:
One of my pet peeve itu kalau cerita terlalu banyak penggalan. Kayak baru sedikit, udah dipenggal dan langsung pindah ke POV lain. Jadi belum bisa diresapi udah dipindah ke scene lain. Karena emang banyak banget. Di satu halaman bisa ganti 3 kali. Ada juga yg satu lembar Nana, lmbar sebelahnya Alan. Jadi alih-alih kayak certa yg solid, ini lbih kayak potongan2 scene yang dibundel jadi satu. Buatku yak.
Dan masih nyambung yg tadi, Voice nya Alan sama Nana itu mirip. Jdi aku pribadi bedain voice mereka itu susah. Ini jdi kayak satu orng yg bercerita tapi namanya aja yang diganti. Jadi kadang lost juga ini sbnernya yg ngomong siapa. Karena di atas tadi Nana, trus tiba2 Alan, trus tiba2 Nana lagi. . .
Masa lalu membuat Karenina terbelenggu. Hubungannya dengan lelaki hanya kebutuhan biologis semata, sampai pertemuannya dengan Alan, pilot yang akan membawanya kembali ke Jakarta, mengubah semua sudut pandangnya, terutama soal cinta.
Yah, ternyata lagi nggak di fase bisa lancar menulis sinopsis. Intinya, Nana dan Alan punya trauma masa lalu yang nggak bisa bikin mereka nggak bisa menjalani kehidupan sebagaimana mestinya alias keingat terus. Mereka sama-sama menghindar dan sama sekali nggak mau berdamai bahkan sampai bertahun-tahun. Keduanya berhubungan pun nggak ada maksud apa pun, murni karena ketertarikan fisik (?). Lalu, boom! Salah satunya menyadari jika kehadiran satu sama lain jauh dari itu.
Ini kali pertama baca karya penulis. Alurnya nggak ada yang mau dikomentarin, tapi kesan pertama memang agak kaget karena gaya tulisan (atau memang pengaruh copy editor-nya?) kurang nendang. Maksudku, bagian-bagian romantis somehow jadi cringe.
Ganti adegannya juga terlalu cepat kurasa, sampai harus baca pelan-pelan. Karakter Nana nggak loveable, sih, tapi cukup dipahami. Oh, karakter Alan juga entah pengaruh gaya menulis, tapi dia jadi lebih berengski.
Poin bagusnya, bukunya termasuk page-turner. Suka banget sama kemistri antara Alan-Nana. Terutama karakter Alan yang bisa dengan cepat berdamai sama keadaan. Suka aja dia mau ngepasin diri, mengingat masa lalunya cukup traumatis.
Caution: Buku ini berisi muatan adegan dewasa, pastikan usiamu mencukupi sebelum membaca, ya!
Aku suka banget sama cerita Alan dan Nana ini. Relasi percintaan yang berjalan pelan-pelan, mulai dari kenalan, PDKT, lalu pacaran, diceritakan dengan smooth.
Cerita romance yang cukup ringan tapi dewasa—yang dalam artian sebuah hubungan yang mendewasakan. Aku sebut ini “Get to know each other mess” karena ini adalah buku pertama dari trilogy-nya. Pembukaan yang menarik, tidak terlalu terburu-buru juga. Konflik masa lalu dapet banget, jadi tau kenapa masing-masing masih merasa ragu, karena memang “messed up” masa lalunya.
First story yang buat aku kenal sm kak RevelRebel dari Wattpad. Baru kali itu nemu cerita Wattpad yang lumayan effort dan cara nulisnya langsung jodoh dengan ku.
Kisah cinta Alan Firdaus dan Karenina Tjandra pokoknya smooth banget kisahnya. Sukaa
Wah dari berbagai cerita romance dewasa yang pernah kubaca, buku ini cukup membangonkan. Mungkin karena seperti Jakarta undercover, .
Aku suka bagaimana keduanya dipertemukan, berlabuh dengan pesawat dan perasaan ingin menghilang. Sikap Alan juga sweet dengan heroinenya. Aku suka mereka mempertahankan panggilan "saya" yang membuat isi konten ini terdengar lebih sopan di telingaku (ini cuma preferensi pribadi yaa). Buku ini akan lebih enak jika lebih disunting lagi, karena aku menemukan ada typo terbesar seperti salah penamaan POV yang membuatku sangat bingung.