Jump to ratings and reviews
Rate this book

The Million Faces

Rate this book
Ziwa Raisa, seorang perempuan Indonesia yang bekerja sebagai Passenger Service Agent (PSA) di United Arab Emirates. The Million Faces berisi tentang cerita-cerita Ziwa selama bekerja dan menetap hampir sepuluh tahun di UAE. Mulai dari pengalaman bekerja di perusahaan internasional dengan karyawan lebih dari 130 kewarganegaraan, hingga pertemuannya dengan banyak "wajah" di salah satu bandara tersibuk di dunia yang punya kisah unik tiap harinya. Sebagian bikin terkejut dan tak sedikit pula yang bikin makan hati.

172 pages, Paperback

First published August 17, 2021

1 person is currently reading
24 people want to read

About the author

Ziwa Raisa

1 book7 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
4 (14%)
4 stars
19 (70%)
3 stars
4 (14%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 16 of 16 reviews
Profile Image for Puty.
Author 9 books1,387 followers
November 28, 2021
Baca buku ini bikin kangen bandara! (caelahhh sok banget macam globetrotter aja 🤣) Yup, spesifik bandara ya!

Buku ini berisi kumpulan pengalaman Ziwa bekerja sebagai passenger service assistant (PSA) dengan segala suka duka bertemu dengan berbagai jenis penumpang mulai dari yang pakai baju tidur tipis sampai yang bau badan, dari pasangan yang bikin happy sampai yang bikin darah tinggi. Pokoknya semua lengkap!

Bukunya sendiri tidak terlalu tebal dan terbagi menjadi 24 tulisan. Walau cukup padat dengan wawasan, Ziwa menulisnya dengan santai dan hangat. Rasanya seperti sedang ngobrol dengan teman, efektif dan tidak banyak pretensi. Berhasil membuat kita membayangkan sedang antre check in lalu menonton drama-drama penumpang. Seru!
Profile Image for Vanda Kemala.
233 reviews68 followers
September 5, 2021
Membaca buku ini, buat aku, justru malah bukan fokus di cerita suka-duka penulis sebagai Passenger Service Agent (PSA) ketika berhadapan dengan jutaan tipikal penumpang. Aku justru memilih untuk fokus ke betapa berdayanya sang penulis yang seorang perempuan, tapi sanggup bekerja jauh dari orangtua sekaligus negaranya, dan sendiri di negeri orang.

Dibuat takjub juga sama kemampuan penulis yang membuktikan kalau membaca itu jendela dunia, walaupun yang dibaca "hanya" data penumpang dari dan akan pergi ke negara mana. It brings her and her imagination untuk pergi ke negara yang bahkan belum pernah ia dengar sebelumnya. Sebagai pembaca pun, aku cukup merasa buku ini bisa disandingkan dengan buku andalan generasi 90-an, RPAL, karena banyak kasih informasi mumpuni soal negara-negara di dunia.

3,5 bintang untuk literatur yang ditulis dan ditambah 1,5 bintang untuk sosok penulis sebagai perempuan yang hebat dan tangguh di mataku.
Profile Image for Spillminttea.
346 reviews2 followers
February 1, 2022
Jika kalian/kamu suka dgn bacaan berbau traveling, aku sarankan kalian coba baca buku ini. Kali ini, travelingnya pakai pesawat dulu… jadi akan dibawa ke wahana airport. Bentuk-bentuk dan drama-drama seperti bau badan, paspor, ibu-ibu hamil, penumpang yang banyak mau, semuanya deh komplit!

Tapi, jikalau kalian/kamu belum atau jarang traveling dgn pesawat pun, jadikan bacaan ini sebagai insight baru kalian dengan bahasa-bahasa, warna-warni dan suasana baru.

Buatku pribadi… aku jadi kangen semua memoriku di LN. Tapi, saat itu, aku terlalu menikmati momen sampai lupa untuk meng-capture. Terima kasih atas bukunya.
Profile Image for Ananggadipa Raswanto.
28 reviews41 followers
August 30, 2021
Buku ini menceritakan pengalaman penulis sebagai Passenger Service Agent (PSA) di Bandara Internasional Dubai selama lebih dari sepuluh tahun. Menghadapi berbagai karakter orang yang banyak sekali macem nya apalagi dari berbagai latar belakang budaya negara yang berbeda-beda menurut gw adalah suatu pengalaman yang priceless, dan gw sangat senang bisa ikut chapter petualangan hidup penulis lewat buku ini.

Untuk penulis, semangat terus dan kami tunggu karya-karya nya selanjut nya :)
Profile Image for Safara.
413 reviews69 followers
November 20, 2021
The Million Faces bercerita tentang pengalaman Ziwa Raisa sebagai PSA, passanger service assistant, di Bandara Dubai. Secara sederhana, tugas PSA adalah membantu penumpang untuk check in di counter. Pengalaman Ziwa selama bertahun-tahun terlihat dari seberapa padatnya informasi di buku ini. Walaupun buku ini ditulis seperti diary, buku ini tetap berisi banyak informasi penting mengenai apa saja hal-hal yang harus diperhatikan sebagai penumpang.

Ada banyak pengetahuan yang mungkin tidak muncul dengan hanya Googling, misalnya material yang digunakan oleh paspor Bangladesh. Hingga tahun 2016, paspor Bangladesh menggunakan kertas yang berasal dari kayu sehingga baunya sangat menyengat. Selain itu, ternyata menjadi PSA harus memiliki insting yang kuat. Misalnya, bagaimana mengetahui dokumen palsu dan dokumen yang asli.

Buku ini banyak bercerita tentang interaksi Ziwa dengan berbagai jenis penumpang. Sehingga, judulnya pun sangat cocok, The Million Faces. Cerita yang menurutku paling lucu adalah bagaimana para pedagang dari negara-negara di Afrika membawa barang belanjaannya, mulai dari onderdil hingga barang elektronik. Aku kagum terhadap mereka yang sangat perhitungan, apakah lebih murah menambah bagasi atau membeli kursi ekstra. Akan tetapi, tidak semua penumpang bersikap baik. Tidak jarang Ziwa digoda atau dihina, tapi itupun karena kesalahan penumpang sendiri.

Untuk cerita yang paling menegangkan, Ziwa pernah bertemu perempuan yang diduga menjadi korban perdagangan manusia. Perempuan ini datang bersama seorang laki-laki, hingga akhirnya Ziwa memutuskan mereka tidak boleh berangkat. Memiliki feeling yang kuat dan keberanian untuk menolak tentunya perlu melalui pengalaman yang panjang.

Selain kedua cerita tersebut, masih banyak cerita lain yang membuatku kagum sekaligus ingin menangis. Ada cerita tentang ibu dan dua orang anak yang membawa stateless pasport karena sedang mengungsi, ada cerita tentang berbagai pasangan kakek nenek yang masih travelling ke seluruh dunia, dan ada cerita seorang pasangan yang mau berlibur bersama, tapi mereka putus.

Menurutku, buku ini cocok untuk dibaca dalam rangka mengobati kerinduan travelling. Walaupun latar tempatnya kebanyakan di bandara, tapi deskripsi di buku ini tidak kalah menarik dibandingkan dengan buku jurnal perjalanan. Untuk ukuran buku debut, buku ini sudah memiliki kerangka cerita yang bagus.

Rating akhir: 4/5⭐
Profile Image for Rully Resa.
59 reviews6 followers
September 5, 2021
The Million Faces saya baca saat pandemi Covid-19 masih jadi pembatas kehidupan sosial diakhir bulan agustus tahun 2021. Alhamdulillah, isinya sangat menghibur dikala setiap hari kita disugguhkan berita memperihatikan mengenai kematian dan tingginya penyebaran covid-19. Belum lagi ditambah informasi seperti perekonomian yang memburuk, banyaknya karyawan yang dirumahkan, dan info miris lainnya.

Ziwa Raisa mengajak saya bertualang melalui pengalamannya dari sudut pandang seorang PSA (Passenger Service Agent) di Bandara Internasional Dubai. Saya jadi sadar saat seseorang berinteraksi dengan petugas bandara dikonter check-in saat itu juga penampilannya dari ujung rambut sampai ujung sepatu akan dilucuti oleh si petugas. Salah satunya sudah SOP keamanan. Tapi dari interaksi yang hanya makan waktu beberapa menit dikonter inilah bermunculan macam-macam cerita.

Cerita itu kadang menggelitik, kadang juga mengharukan dan tidak jarang mengesalkan. Begitulah suka duka menjadi seorang frontliner. Bertemu dengan berjuta wajah manusia beserta sifat serta keunikannya masing-masing. Mungkin, itu yang menjadi ide dasar judul buku ini?

Yang paling seru ketika membaca cerita Ziwa berhadapan dengan penumpang pesawat terbang dari Afrika. Dengar nama-nama negaranya saja begitu asing ditelinga (saya kurang wawasan negara-negara dibenua Afrika) ternyata nama penumpangnya lebih unik-unik. Reaksi terhadap perbedaan budaya inilah yang jadi bumbu humor disetiap cerita. Belum lagi perilaku para penumpang yang kadang bikin geleng-geleng kepala dan bikin kesal membaca tingkah mereka. Seolah kita sedang berhadapan dengan mereka secara langsung.

Akhir kata, kalau ini karya pertama Ziwa saya menunggu karya-karya selanjutnya yang diharapkan bisa menghibur semua orang.
Profile Image for Irma Nurhayati.
138 reviews4 followers
September 8, 2021
Kesan awal saat membaca buku ini "Tulisannya Apik"

Kak Ziwa lewat tulisannya berhasil membuat pembaca masuk ke dunia bandara, aku jadi membayangkan seperti apa PSA Bandara dan kesehariannya.

Membaca ini jadi lebih menambah wawasan tentang letak geografis, bahasa, culture, clothing dari negara yang berdekatan dengan Dubai terutama Afrika, karena Kak Ziwa banyak menyinggung negara-negara di benua Afrika. Ada juga penjelasan tentang pasport dan regulasi bandara. Ilmunya banyak.

Membaca pengalaman kak Ziwa saat bekerja juga seru. Tertawa di bab Tentang Nama, ikut emosi di bab-bab yang menjelaskan kelakukan ajaib para penumpang.
Profile Image for Heru Prasetio.
210 reviews2 followers
September 20, 2021
"Ada cerita menarik tentang Uganda. Kalau biasanya kita selalu diajarkan "Don't be like donkey" atau jangan seperti keledai karena keledai sangat lamban, di Uganda, anak-anak diajarkan "Work like a donkey" alias bekerjalah seperti keledai karena keledai sangat pekerja keras, membawa semua beban di badannya, tanpa henti. Walaupun lamban, terus bergerak sampai tujuan. "Work like a donkey and sleep like a king." -Hlm. 101-

Aku suka buku ini dengan segala cerita penulis yang memiliki pengalaman kerja sebagai PSA di UAE selama sepuluh tahun. Dengan bahasa yang ringan, gambaran terperinci dan kata-kata yang lugas, pembaca jadi bisa merasakan di posisi Ziwa saat melakukan tugasnya di Bandara. Ada rasa rindu yang terobati, entah apa itu saat membaca buku ini. Mental penulis yang kuat seperti baja melayani berbagi tingkah laku, karakter, psikologi dan perangai calon penumpang patut diacungi banyak jempol.

Aku terhanyut dengan cerita beliau ketika mengalami peristiwa suka maupun duka dan hebatnya beliau bisa melalui itu semua dengan gigih & mawas diri. Mulai dari menghadapi calon penumpang yang bau dan jorok, suka menggoda, bicara kasar, memaki, menghardik, mengidentifikasi paspor atau visa asli atau palsu, menerima pujian, peristiwa mengharukan dan masih banyak cerita lainnya. Karena penulis ditempatkan untuk melayani calon penumpang pada penerbangan Afrika, kebanyakan kisah yang dituturkan berhubungan dengan benua hitam tersebut.

Baca buku ini campur aduk rasanya, kadang bisa buat senyum-senyum sendiri, tertawa biasa, tertawa terbahak, tegang, sedih dan juga haru. Ada banyak info dan fakta terbaru didapat ketika baca buku ini. Sampai-sampai aku sering buka google untuk memastikan kalau benar ada dan nyata serta kredibel. Akhir kata, semoga Ziwa suatu saat bisa dipindahkan untuk konter penerbangan benua lain dan menuliskan kembali ceritanya di buku kedua. Sehat selalu Ziwa dan ditunggu karya berikutnya!
Profile Image for Haryadi Yansyah.
Author 14 books63 followers
August 30, 2021
Selain bertema perjalanan, buku-buku jenis PeLit (Personal Literature) adalah tipe buku yang paling aku suka dan nikmati untuk dibaca.

Apalagi jika PeLit itu bercerita tentang pekerjaan seseorang. Sebelum ini aku udah baca beberapa PeLit yang berkisah tentang itu (bahkan aku bikin thread khusus di twitter https://twitter.com/Omnduut/status/13...)

Dari pekerjaan sekretaris, au pair, petugas resto, staf HRD, wartawan, pramugari dan masih banyak lagi. Bahkan, buku pertamaku Jungkir Balik Dunia Bankir juga termasuk PeLit dan bercerita tentang pengalamanku saat dulu jadi teller.

Nah, di The Million Faces ini, aku diajak untuk menyelami pekerjaan PSA (Passenger Service Agent). Hah kerjanya apaan sih PSA itu? sederhana dari kacamata awam kayak aku sih, ini petugas yang membantu proses penerbangan penumpang terutama dalam proses check in. Dan, nggak tanggung-tanggung, kisah Ziwa yang ada di buku ini merupakan kisah pengalamannya bekerja 10 tahun di Dubai Airport!

Bayangin aja, kerja di bandara lokal (atau bank lokal kayak pengalamanku), cerita bisa berjibun banyaknya. Apalagi Ziwa bekerja di salah satu bandara internasional tersibuk di dunia!

Karyawannya aja berasal dari lebih dari 130 negara. Belum lagi penumpangnya. Tak ayal, pengalaman membantu penumpang yang tentu saya bermacam karakter menjadi daya tarik utama dari buku ini.

Sesederhana dalam memanggil nama penumpang yang tentu saja unik-unik.

""...ada seorang penumpang berkebangsaan Eritrea dengan tujuan Asmara bernama Beraki Ruta.

"Ms.Ruta, how many bags do you have?" tanyaku.

"Berak!" katanya tiba-tiba. "Two."

Aku terkejut dan menahan tawa. "Okay, Ms.Ruta. May I Know what is inside the bag?"

"Berak. Clothes," jawabnya lagi.

Rupanya, penumpang itu tidak ingin dipanggil Ms.Ruta. Ia sepertinya lebih memilih dipanggil Berak. Seandainya ia tahu arti namanya dalam bahasa Indonesia." Halaman 12.

Ya ampun, baru di halaman awal aja aku udah ngakak-ngakak. Aku jadi teringat pengalamanku dulu berhadapan dengan nasabah yang namanya juga unik dan menggundang tawa hahahaha.

Dari sudut pandang penumpang, pasti pernah ya kita rikues minta dikasih kursi di depan, tengah atau belakang. Di jendela atau di lorong, dsb. Tentu permintaan ini juga sering diterima oleh Ziwa. Gak hanya itu, bahkan ada penumpang yang sengaja diberi kursi berdekatan dengan penumpang sebelumnya yang check in hanya karena penumpangnya cantik.

Perihal menghandle penumpang dengan kondisi khusus juga seru dan mengharukan. Misalnya saat harus menolak penumpang yang hamil atau saat membantu penumpang berkebutuhan khusus.

Soal bawaan? nah ini juga nano-nano. Dari yang ketemu penumpang bawa TV, Mesin cuci hingga kasur pernah dihadapi oleh Ziwa. Sayangnya, perihal kelebihan bagasi sering bikin degdegan. Tak jarang Ziwa mendapatkan sumpah serapah hanya karena tidak mau meloloskan kelebihan bagasi. Seperti kisah Ziwa saat menangani penumpang Royal Jordanian ini.

"Kalau ditelaah alasan mereka menyumpahi aku, itu karena aku tak meloloskan kelebihan bagasinya, yang mana bukan salahku juga. Aku hanya menjalankan tugas.

Aku masih ingat penumpang seusia ayahku dan anaknya yang seusiaku menyumpahi, "You and your hijab are haram, I pray to God, Allah will put you in jahanam." Hal 135.

Masih banyak lagi kisah yang sangat menarik yang tersaji di buku ini. Misalnya saja perihal pemberian tips yang dilarang, menemui penumpang yang berantem satu sama lain (di lain waktu, berciuman tak henti karena lagi kasmaran), dan isu perdagangan manusia.

Kebayang ya betapa beratnya bekerja di bandara seperti Ziwa ini. Dia harus paham berbagai macam rules yang ada di masing-masing negara. Walaupun sudah ada panduannya, dia dituntut jeli karena banyak sekali penumpang yang berusaha untuk mencari celah.

Baca The Million Faces ini selain sangat.... well harus pake capslock SANGAT menghibur, tapi juga memperkaya. Aku masih berharap ada petugas imigrasi dan petugas ACT yang nulis buku kayak gini nih.

Kekurangannya apa dari The Million Faces? cuma satu. Aku ngerasa bukunya kurang gendut! haha. Semoga akan ada The Million Faces 2, ya!

Skor 8,8/10
Profile Image for Edotz Herjunot.
Author 5 books14 followers
November 20, 2021
Secara keseluruhan buku ini ringan dan seru banget. Tema yang diambil juga masih fresh, tentang pekerjaan sebagai PSA di sebuah bandara luar negeri, yang setahu saya, belum pernah ada yang bikin buku dengan genre ini. 
Sebagai orang yang belum pernah naik pesawat sama sekali. Membaca buku ini jadi bikin saya banyak bilang, ‘Oh...” 

“Oh, ternyata kalau hamil mau naik pesawat, mesti gini...”
“Oh, ternyata passport tiap negara bentuknya beda”
“Oh, ternyata orang luar negeri sifatnya ada yang sampai kayak gini.”
“Oh, ternyata ini sudah waktunya bayar cicilan Spaylater.”

Btw, ‘Oh..” yang terakhir itu, saya baru sadar kalau ini sudah mau ganti bulan.

Banyak hal baru yang saya dapatkan dari membaca buku ini. Tentang keramaian di bandara, bagaimana memandang pekerjaan sebagai PSA, tentang keunikan orang-orang dari berbagai negara juga dan masih banyak keunikan lainnya yang bisa ditemukan di buku ini.

Selengkapnya di : https://www.edotzherjunotz.com/2021/1...
Profile Image for Wahyu Novian.
333 reviews44 followers
November 29, 2021
Macam mendengarkan ocehan teman setelah pulang kerja dan menceritakan kerjaan kantornya. Menyenangkan dan sedikit bertanya-tanya bolehkah diceritakan dalam bentuk buku? Tapi rasanya ini macam blog-blog yang diubah ke dalam bentuk buku. Boleh-boleh saja. Jadi ingin jalan-jalan naik pesawat sih.
Profile Image for Ajeng.
15 reviews2 followers
June 26, 2022
Bukunya menambah wawasan dengan cara yang seru. Sambil baca, sambil sesekali googling nama-nama negara yang disebutin sama penulis, yang belum pernah saya dengar sebelumnya. Eh baru tau juga ada profesi Passenger Service Agent, yang mengharuskan bertemu dan berkomunikasi singkat dengan ratusan orang dari berbagai belahan dunia setiap hari.

Sangat mengagumi keberanian penulisnya, merantau seorang diri ke UEA, dengan risiko profesi PSA yang ga bisa dibilang ringan juga. Tapi kalau dipikir-pikir asik banget sih jadi PSA, bisa punya “tiket tanpa batas” untuk pergi ke negara-negara yang diinginkan. Bahkan pergi ke Jepang satu hari hanya untuk makan ramen, wow! 🤩
Profile Image for Famega Putri.
Author 1 book12 followers
December 15, 2022
Seru banget baca pengalaman Ziwa di pekerjaannya yang unik. Sayang terlalu pendek dan cepat selesai.
Profile Image for Rahmadiyanti.
Author 15 books174 followers
February 8, 2023
Pernah dalam suatu perjalanan, saya terlupa check in online, sementara maskapai tersebut mewajibkan hal itu. Kalau tidak, didenda cukup besar. Saya sempat "merayu" petugas di counter untuk mengurangi jumlah denda, karena saya benar-benar lupa. Tapi petugas menggeleng tegas. Saya juga sadar kalau memang ini kesalahan saya. Akhirnya saya bayar denda yang jumlah lebih besar dari harga tiket ;D.

Pernah juga berat bagasi saya dan teman kelebihan. Petugas memberi pilihan: mau bayar atau mengeluarkan barang yang ada di dalam bagasi agar beratnya sesuai aturan. Saya memilih mengeluarkan beberapa barang dan membuangnya meski sedih. Sementara teman saya mengenakan rok jeans dan jaket yang cukup tebal dan berat, dobel dengan pakaian yang ia kenakan.

Membaca kisah-kisah Ziwa Raisa sebagai Passenger Service Agent (PSA) selama satu dekade di Dubai Airport, jadi bikin saya mikir. Apa saya pernah melakukan perilaku tidak menyenangkan bagi PSA? Kayaknya sih enggak, wkwk, anak baik-baik lah. Tapi... memang diakui juga oleh Ziwa, penumpang Indonesia cenderung baik-baik. Rasanya sangat jarang bahkan enggak ada orang Indonesia yang "mendoakan" petugas bandara agar masuk neraka jahanam, seperti yang dialami Ziwa.

Iya, Ziwa "didoakan" masuk neraka jahanam hanya karena meminta si penumpang membayar biaya kelebihan bagasi. Ampun, deh! Saya antara kesal dan ketawa bacanya :')

Banyak kisah nano-nano lainnya yang dialami Ziwa sebagai PSA. Mulai dari perilaku penumpang yang beragam, akal-akalan penumpang soal bagasi, visa, atau aturan check in lainnya, bagasi penumpang yang aneh, hingga permintaan penumpang yang juga kadang ajaib.

Asli, seru banget bacanya! Sayang, kurang tebal :D
Profile Image for Fadilah.
300 reviews69 followers
December 26, 2021
Terpingkal-pingkal sendiri membaca cerita Ziwa sebagai seorang petugas PSA di bandara. Mungkin juga karena kangen mengabiskan waktu di bandara, jadi baca ini jadi merasa nostalgia dan terhibur.
Displaying 1 - 16 of 16 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.