What do you think?


Si Bongkok
Si Bongkok ditinggal mati oleh kedua orang tuanya ketika kerusuhan tahun 1965 memuncak di daerah mereka. Ketika itu umurnya 14 tahun. Selama 14 tahun, orang tuanya, karyawan perkebunan di suatu daerah dekat Pematang Siantar, mendidiknya dekat dengan alam dan mengisi jiwanya dengan kegaiban alam.
Ekor peristiwa 1965 itu tetap mengejar Gindo, alias si Bongkok, sampai masa remajanya. Ia terusir dari kampung halamannya, dipenjarakan, jadi pencopet di Jakarta, kuli dan terjaring ke dalam dunia hitam ibukota. Tapi berkat didikan ayahnya, ia menghadapi semua itu dengan sikap khas, seunik sikap anggrek yang ditanamnya, "Ia tak menuntut tapi memberikan segalanya."
Ekor peristiwa 1965 itu tetap mengejar Gindo, alias si Bongkok, sampai masa remajanya. Ia terusir dari kampung halamannya, dipenjarakan, jadi pencopet di Jakarta, kuli dan terjaring ke dalam dunia hitam ibukota. Tapi berkat didikan ayahnya, ia menghadapi semua itu dengan sikap khas, seunik sikap anggrek yang ditanamnya, "Ia tak menuntut tapi memberikan segalanya."
247 pages, Paperback
Published January 1, 1981
Ratings & Reviews
Friends & Following
Create a free account to discover what your friends think of this book!
Community Reviews
No one has reviewed this book yet.

