Gimana sih rasanya punya sahabat sekaligus tetangga super rese yang hobi manjat balkon buat gangguin tidur atau minta ditemenin ngerakit gundam? Cuma Kiara yang tahu persis rasanya. Atau bayangin deh jadi Yuta, punya sahabat merangkap tetangga super jutek yang hobinya ngomel setiap detik dan punya moto hidup senggol bacok. Dua-duanya jelas bikin pening!
Dua belas tahun bersahabat rasanya udah cukup buat Yuta dan Kiara saling paham sama sifat, kebiasaan, dan kesukaan masing-masing. Namun, sayangnya, ada satu yang nggak pernah bisa dipahami. Apalagi kalau bukan perasaan?
Nggak ada yang tahu apa yang sebenarnya mereka simpan dalam hati. Mungkin sayang atau bisa jadi lebih dari itu. Yang jelas, dinding pembatas dengan nama sahabat memang sehebat itu. Membuat ragu dan takut dalam waktu yang sama, juga membuat lupa kalau sejak awal keduanya memang saling melihat satu sama lain.
Disclaimer: Aku belum baca versi AU di Twitter. Aku baca buku ini karena temen aku baca AU-nya dan aku beliin buku ini untuk dia (tapi aku pinjem baca dulu 😬).
trope: friends to lovers 💕
one word: CUTE!
Ceritanya simple dan menghibur. Kiara yang bertahun-tahun lamanya sahabatan dengan Yuta, tetangganya, tanpa mereka sadari saling menyimpan rasa. Saling gengsi dan denial sampai akhirnya . Ditambah keberadaan Bodrex Fam yang bikin rame cerita.
Alurnya cepat dan menurutku konfliknya nggak terlalu berat. Worth to read to spend your free time! Bakal tambah relatable kalau kamu punya sahabat lawan jenis 🤫
Saya sudah membaca semua isinya, dan menurut saya alur dari cerita ini terlalu bertele-tele dan terlalu banyak sesuatu yang seharusnya tidak ada disana, tapi sayangnya si penulis malah memperpanjang pembahasan itu. Tokoh yang diciptakan pun tidak memiliki ciri khas masing-masing, hanya datar. Konflik yang ada pun menye-menye, kurang greget, eksekusinya harus dipertajam. Supaya para pembaca bisa merasakan sensasi tersebut. Lalu berikutnya, di dalam cerita itu tidak ada unsur moralitas yang seharusnya ada, mengedepan romantisasi, melupakan moral dalam bentuk internal maupun eksternal. Saya lebih suka cerita ini dalam bentuk alternatif universe Twitter, jujur ketika dibuat dalam bentuk buku, semuanya semuanya hancur. Saya memberikan apresiasi kepada penulis, sudah membuat cerita ini, tapi saya tekankan sekali lagi, tolong kosa kata bakunya diperbaiki lagi. Terima kasih
Friend-zone trophee. Hahaha this book is so pretty with 2 sides point of view which make the emotions more clearly. As the readers I can feel the emotions and the urge to hit Yuta right in his face everytime he let Kiara go, like dude c'mon. But over all this book is the type of book that you wanna read again and be your comfort book.