Harry Roesli merupakan salah satu maestro musik di Indonesia. Album-albumnya seperti Philosophy Gang (1973), Titik Api (1976), Rock Opera Ken Arok (1977), dan lain-lain menjadi tonggak penting di lanskap musik Indonesia. Secara musikal, Harry memang tampak tak punya batasan. Dirinya terus mendobrak dan berinovasi melalui berbagai genre musik, dari rock progresif, bossa nova, balada, pop, hingga musik elektronik. Dia menjadi pendobrak pada masanya sehingga dijuluki "Si Bengal".
Inovasi-inovasi musikal yang dilakukan melalui eksperimen musik dengan sastra dan teater, perpaduan musik gamelan dengan musik Barat, hingga permainan lirik yang cerdas, satir, sekaligus kritis menjadi ciri khas Harry yang melampaui zamannya.
Dengan segala idealisme dan semangat bermusik yang "berbeda" pada masanya, Harry mampu melawan hegemoni industri pop cengeng yang sedang marak kala itu. Idealisme adalah untuk tidak mau menurut keinginan pasar, sesuatu yang tentu saja sangat penting untuk menjadi musisi hari ini.