Jump to ratings and reviews
Rate this book

Misteri Gadis yang Hilang

Rate this book

341 pages, Paperback

First published January 1, 1986

16 people want to read

About the author

V. Lestari

74 books47 followers
V. Lestari dilahirkan di Bogor dan tinggal disana sampai menyelesaikan sekolah menengahnya, sebelum pindah dan menetap di Jakarta. Ia mengkhususkan diri menulis cerita detektif-kriminal, jenis cerita yang memerlukan ketelitian dan keahlian khusus untuk meramunya. Dan yang lebih khas lagi semua novel-novelnya menampilkan tokoh utama wanitanya sebagai "detektif"-nya. Novel pertamanya, Yang Tak Ternilai, terbit tahun 1982. Sejak itu sudah lebih dari 30 novelnya diterbitkan Gramedia.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
1 (10%)
4 stars
0 (0%)
3 stars
6 (60%)
2 stars
3 (30%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 2 of 2 reviews
Profile Image for Biondy.
Author 9 books234 followers
February 25, 2019
Suwito dan Helen Wong jatuh cinta dan ingin menikah, tapi hubungan mereka menghadapi penolakan keras dari Empeh Wong, kakek Helen, yang tidak setuju dengan hubungan antarras keduanya. Hal ini disebabkan kematian salah seorang anak Empeh Wong dalam sebuah kerusuhan rasial, menyebabkan pria itu memiliki prasangka terhadap Suwito. Tidak lama setelah pertemuan kedua keluarga, Helen tiba-tiba saja menghilang. Empeh Wong menuduh kalau Suwito telah menyembunyikan cucunya itu, tapi Suwito sendiri bersikeras kalau dia tidak tahu di mana Helen berada.

"Tapi sekarang bukan zaman primitif, Pak. Ini zaman manusia beradab yang menjunjung tinggi harkat kemanusiaan. Semua manusia harus dianggap sama, tanpa memandang suk, ras, agama, kedudukan sosial." (hal. 14)


Misteri Gadis yang Hilang menggabungkan unsur-unsur yang begitu akrab dengan V. Lestari: cinta, keluarga, misteri, dan supernatural. Bagian awal novel ini, yang menceritakan pertemuan Suwito dan Helen hingga pertengkaran awal dengan keluarga terjadi, merupakan bagian terkuat novel ini. V. Lestari berhasil menyusun masalah rasial dan cinta yang menarik dan membuat penasaran.

Awalnya saya mengira novel ini akan menjadi novel thriller seperti Gone Girl, tapi sayang ceritanya ternyata berlanjut tentang Suwito dan Henny, adik Helen, yang tidak sengaja bertemu, kemudian saling jatuh cinta. Bagian misteri yang sebenarnya sudah punya build-up yang menarik rasanya jadi terlupakan.

Akhir ceritanya gampang tertebak. Sebenarnya ada harapan kalau nantinya terjadi twist pas baca bagian awalnya, tapi ternyata berjalan sesuai dengan perkiraan.

Secara keseluruhan, Misteri Gadis yang Hilang memiliki tema dan awal cerita yang kuat. Emosi cerita juga diolah dengan sangat tepat. Sayang bagian akhir ceritanya tidak menyajikan sesuatu yang mengejutkan.
Profile Image for Miss Kodok.
220 reviews18 followers
January 10, 2013
Suwito dan Helen Wong adalah sepasang kekasih yang berbeda ras. Suwito seorang pemuda berdarah Jawa, sementara Helen adalah gadis keturunan Tionghoa. Empeh Wong, kakek Helen, seorang pembuat peti mati dan jago silat adalah seorang yang sangat dominan di dalam keluarganya. Sehingga Tuan Wong sendiri tidak mempunyai hak apa-apa atas keluarganya, termasuk tehadap Helen.

Sebuah kerusuhan berdarah yang berlatar belakang perbedaan ras telah merenggut nyawa Ben, anak kesayangan Empeh Wong, yang semula akan diwarisi ilmunya. Kekecewaan dan kemarahan Empeh Wong telah menumbuhkan dendam berkepanjangan sehingga ia menentang habis-habisan hubungan Suwito dan Helen.

Berbekal janji untuk menghadapi semua rintangan yang menghadang, Helen memutuskan untuk meninggalkan keluarganya dan pergi bersama Suwito. Kepergian Helen membuat gusar keluarganya, Mereka menuduh keluarga Suwito lah yang menyembunyikan Helen. Namun ternyata Helen tidak pergi menemui Suwito. Suwito yang juga tidak mengetahui keberadaan Helen, menjadi begitu cemas dan kalut. Lalu kemanakah Helen pergi... ?? Sementara permusuhan yang terjadi diantara keluarga Helen dan keluarga Suwito semakin meruncing. Masing-masing saling mencurigai telah menyembunyikan Helen.

Cinta Suwito kepada Helen begitu besar, meski setahun telah berlalu ia tak lantas menyerah dan melupakan Helen. Ia tetap mencari dan berharap suatu saat kelak Helen akan muncul kembali. Suatu hari Suwito bertemu dengan seorang gadis yang begitu mirip dengan Helen. Heny ternyata adalah adik kandung Helen yang selama ini bermukim di Bandung. Rasa sayang dan kehilangan yang mereka rasakan terhadap Helen telah menumbuhkan kedekatan diantara mereka. Tanpa mereka inginkan, cinta tumbuh dan bersemi diantara mereka, namun demi menjaga perasaan mereka terhadap Helen, mereka sepakat untuk tidak membiarkan perasaan itu terus tumbuh dan berkembang.

Heny memiliki sifat yang bertolak belakang dengan Helen. Helen adalah gadis penurut yang lemah lembut, sementara Heny adalah gadis yang lebih tegas dan sedikit tomboy. Heny pernah mengintip saat Empeh Wong sedang berlatih silat dan beberapa gerakan yang dihafalnya dipraktekan setiap hari sehingga ia dapat menguasai gerakan tersebut dengan baik. Ternyata hal ini telah menumbuhkan harapan dalam diri Empeh Wong untuk menurunkan semua ilmu yang dimilikinya kepada Heny. Heny yang tidak bersedia harus menghadapi sendiri Empeh Wong untuk menyampaikan penolakannya. Malam ketika Heny harus menemui Empeh Wong, Heny menemukan koper pakaian Helen yang digunakan ketika pergi dari rumah. Kemarahan yang menguasai Heny karena mendapatkan kenyataan bahwa Empeh Wong mengetahui keberadaan Helen, Heny tidak lagi merasa takut menghadapi Empeh Wong. Namun ternyata yang ditemui Heny jauh lebih banyak dari apa yang hanya menjadi dugaannya.

Lalu dimanakah sebenarnya Helen bersembunyi ??
Mengapa pula Empeh Wong harus mengorbankan dirinya sendiri hingga tewas ??

Cerita yang menarik. Ciri khas V. Lestari yang selalu membangun konflik secara perlahan namun tetap menarik untuk diikuti hingga akhir cerita.
Displaying 1 - 2 of 2 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.