Gerombolan Kucing Bandel merupakan antologi sembilan cerita kucing yang ditulis oleh sembilan penulis dunia. Setiap penulis membawa kisahnya terkait kucing yang memiliki keajaibannya masing-masing. Ada kucing yang bersikap manis, menjaga integritas, berpolah genius, hingga yang suka berbuat onar. Sang Kucing dalam antologi ini akhirnya harus memutuskan siapa yang menjadi sahabat sejatinya, apakah manusia yang menjadi tuannya atau alam liar yang menjadi kebebasannya?
Edith Nesbit (married name Edith Bland; 15 August 1858 – 4 May 1924) was an English author and poet; she published her books for children under the name of E. Nesbit. She wrote or collaborated on over 60 books of fiction for children, several of which have been adapted for film and television. She was also a political activist and co-founded the Fabian Society, a socialist organisation later connected to the Labour Party.
Edith Nesbit was born in Kennington, Surrey, the daughter of agricultural chemist and schoolmaster John Collis Nesbit. The death of her father when she was four and the continuing ill health of her sister meant that Nesbit had a transitory childhood, her family moving across Europe in search of healthy climates only to return to England for financial reasons. Nesbit therefore spent her childhood attaining an education from whatever sources were available—local grammars, the occasional boarding school but mainly through reading.
At 17 her family finally settled in London and aged 19, Nesbit met Hubert Bland, a political activist and writer. They became lovers and when Nesbit found she was pregnant they became engaged, marrying in April 1880. After this scandalous (for Victorian society) beginning, the marriage would be an unconventional one. Initially, the couple lived separately—Nesbit with her family and Bland with his mother and her live-in companion Maggie Doran.
Initially, Edith Nesbit books were novels meant for adults, including The Prophet's Mantle (1885) and The Marden Mystery (1896) about the early days of the socialist movement. Written under the pen name of her third child 'Fabian Bland', these books were not successful. Nesbit generated an income for the family by lecturing around the country on socialism and through her journalism (she was editor of the Fabian Society's journal, Today).
In 1899 she had published The Adventures of the Treasure Seekers to great acclaim.
Buku ini berisi 9 cerita dari 9 penulis. Tentu saja dengan gaya bercerita masing-masing. Ada beberapa yang menarik dan berkesan, tapi beberapa juga tak kumengerti, mungkin karena terlalu rumit buatku. Tapi secara keseluruhan seru, karena semua bercerita tentang kucing, kucing liar, kucing yang patuh sama tuannya dan kucing yang licik juga ada. Baca buku ini jadi seperti membaca pikiran kucing 😅 tapi versi agak dark-nya.
Kucing adalah makhluk yang nggak cuma lucu dan menggemaskan. Kadang nyebelin karena hidup suka suka dia aja. Susah diatur dan bahkan nggak berkontribusi apa-apa selain menambah jumlah kotoran dan bulu bertebangan di mana. Tapi kita sebagai 'budak', seringnya merasa rela dijajah karena mereka terlalu lucu untuk dibiarkan hidup di jalanan. Dari situ mungkin ya kucing selalu jadi obyek fantastis dalam berkarya.
Gerombolan Kucing Bandel adalah buku antologi cerpen dari 9 penulis dari 9 negara. Buku ini bukan buku untuk anak anak ya bund. Cerpen pertama adalah Maurice Menjelma Kucing (E. Nesbit), Kucing Brasil (Sir Arthur Conan Doyle), Kucing Hitam (Edgar Allan Poe), Gummitch Si Kucing Super ( Fritz Leiber), Kucing Bersepatu Bots (Angela Carter), Si Kucing yang Berkelana Sendirian (Rudyard Kipling), Gerombolan Kucing Bandel (Italo Calvino), Tobermory (Saki-Hector Hugh Munro), dan Kucing Schrodinger (Ursula K.Le Guin).
Buku kucing rasa nano-nano
Belakangan ini, gue suka baca novela atau cerpen-cerpen kucing karena gue memang lagi pengen baca sesuatu yang lucu, yang menghangatkan, just like cats. Tapi buku ini memiliki rasa lebih dari itu. Ada cerita mistis, ada yang mengerikan, ada yang bikin penasaran, dan tentu ada yang membingungkan. Rasanya 9 cerita dari 9 cerpenis itu memang seperti diramu menjadi nano-nano yang katanya manis asem asin, rame rasanya!
Gue sangat suka ramuan itu karena gue nggak cuma terhibur, tetapi juga berpikir kembali tentang eksistensi kucing dan eksistensi manusia sendiri di dunia ini. Gue juga jadi lebih tertarik dengan karakter-karakter kucing yang unik-unik di dunia ini. Emang benar, kucing itu punya kepribadian. Nggak semuanya baik, nggak semuanya lucu atau penurut. Cerita-cerita ini menambah kecinta gue pada hewan secara general dan bagaimana mereka merefleksikan dunia tempat tinggal kita saat ini.
Cerita favorit
Gue punya kesan mendalam pada tiga cerita ini; The Black Cat, Puss in Boots dan Tobermory. Biar gue jelasin satu-satu.
The Black Cat adalah cerita kucing yang sudah sangat terkenal dan melegenda. Bahkan gue tahu nama penulisnya karena cerita ini di bangku kuliah dulu. Bisa dibilang, ini adalah salah satu cerita tentang kucing yang paling dark. Mengisahkan seorang pemabuk yang dulunya sangat dermawan dan mencintai kucing. Sayangnya, dia berubah saat sudah kecanduan alkohol. Dia jahat sama kucingnya dan cerita ini berakhir cukup misterius. Lo bisa cari di internet ilustrasi tentang cerita ini. Dijamin bikin merinding.
Cerita kedua adalah Puss. Ini juga cerita yang sudah sangat familiar karena sudah dialihwahanakan sebagai film meskipun ceritanya dibuat lebih ramah untuk anak-anak. Puss adalah kucing koneng yang jahil, licik, dan culas. Namun semua itu tidak menutupi pikiran kotornya soal urusan kawin. Dalam cerita yang ditulis Angela Carter ini, Puss memiliki tuan yang jatuh hati pada istri seorang bangsawan kaya. Karena dia sendiri kere, Puss merencanakan cara untuk menyatukan tuannya dengan wanita impian.
The last but not least, Tobermory adalah cerita yang sangat menarik karena kucing yang satu ini tidak hanya bisa bicara. Dia juga bisa menyampaikan aib yang dia lihat dari sudut pandangnya sebagai kucing. Bukankah menarik? Apa kabar aib-aib kita yang dilihat kucing jika semuanya terbongkar? Apakah kita masih akan mencintai mereka atau ingin mereka dibunuh saja?
Rekomendasi
Gue sangat merekomendasikan cerita ini untuk lo yang suka kucing atau yang lagi pengen mengalami berbagai rasa dalam satu jilid buku. Cerita di buku ini ada yang panjang, ada juga yang pendek. Jadi kadang bisa lo selesaikan dalam satu dudukan, kadang juga enggak.
Masukan gue untuk penerjemah buku ini, Endah Raharjo, adalah membuat cerita Kucing Shcrodinger lebih mudah lagi dipahami. I know, I know cerita itu emang sangat sulit dimengerti bahkan dari asalnya dan gue juga nggak tahu apakah cerita itu bisa dibuat lebih mudah lagi dipahami. Yang gue rasakan adalah bingung mengikuti ceritanya. Haha peace.
Anyway, gue nemu toko buku online yang lagi ngasih harga bagus untuk buku ini. Klik aja https://shp.ee/s2b7xu5 untuk dapetin bukunya!
Judul Buku: Gerombolan Kucing Bandel Penulis: Edith Nesbit, Arthur Conan Doyle, Edgar Allan Poe, Fritz Leiber, Angela Olive Pearce, Rudyard Kipling, Italo Calvino, Hector Hugh Munro, dan Ursula K. Le Guin Penerjemah: Endah Raharjo Penerbit: Pojok Cerpen Tebal Buku: x + 212 halaman
"Para kucing jarang mengumbar kata-kata. Mereka jenis binatang buas yang tenang. Mereka menyimpan pendapatnya, mereka penuh pertimbangan. Mereka merenung sepanjang siang, dan saat malam sepasang mata mereka waspada." (Ursula K. Le Guin - "Kucing Schrodinger", hlm.192)
Jika kalian mengharapkan kisah-kisah menggemaskan dari ulah binatang berbulu bernama kucing di dalam buku ini, maka kalian salah besar.
Buku ini adalah kumpulan cerpen yang mengangkat sudut pandang kelicikan kucing-kucing. Hampir semua tokoh kucing dalam cerpen-cerpen dalam buku ini menggambarkan bagaimana mereka berpikir, pandangan mereka tentang manusia, dan 'ketidakwajaran' lainnya. Alur ceritanya pun terdengar satir dan beberapa menunjukkan kekejaman.
Terutama dari sembilan cerpen di buku ini yang paling membekas bagiku adalah cerpen berjudul "Kucing Hitam", penulisnya sudah dikenal banyak orang, yaitu Edgar Allan Poe. Bahkan cerpen ini juga bisa ditemukan novelnya dengan judul sama, "The Black Cat". Edgar Allan Poe juga merupakan sosok yang penting di dunia kesastraan Amerika dalam aliran romantisme. Isi cerpen "Kucing Hitam" ini begitu sulit dipercaya, sebab penulis mengangkat sebuah teror psikologis yang cukup kental. Entahlah, membacanya saja sedikit "ngeri" dan "berhati-hati".
Ditulis oleh 9 penulis dunia yang sudah tak diragukan tingkat kesastraannya. Sehingga kesembilan cerpen dalam buku ini semua mengangkat kisah kucing yang menakjubkan. Di balik bulu mereka yang lembut, ada tatapan penuh makna atau bahkan sebuah dendam.
Namun, secara keseluruhan kisah-kisahnya cukup menghibur dengan segala "keunikannya". Aku suka juga dengan ukuran bukunya yang lebih ramping, terlihat minimalis dengan cover putihnya, dan ilustrasi lucu di cover depan.
Dari sembilan cerita tentang kucing pada buku tersebut, salah satu kisah favorit saya yaitu cerita yang ditulis E. Nesbit yang berjudul “Maurice Menjelma Kucing”. Cerita ini berkisah tentang sosok anak laki-laki yang bertukar jiwa dengan kucing peliharaannya. Selama proses pertukaran tersebut, Maurice menyadari bahwa menjadi kucing tidak selalu menyenangkan. Kucing kerap kali mendapatkan perlakuan yang kasar oleh manusia, tak terkecuali oleh pemiliknya.
Menerima berbagai perlakukan yang tidak menyenangkan, Maurice menyadari bahwa sungguh menyedihkan nasib kucing yang hanya bisa mengeong bila disakiti. Namun di satu sisi, ia juga menerima perlakuan yang baik dan pelukan yang hangat dari adik perempuannya. Adik perempuan Maurice sangat menyayangi kucing mereka. Bertukar jiwa dengan kucing membuat Maurice sadar bahwa selama ini ia bersikap buruk terhadap kucingnya. Akhirnya, Maurice kembali menjadi manusia. Begitu juga sebaliknya. Hubungan Maurice dan kucingnya menjadi lebih baik dan harmonis.
Selain itu, ada juga cerita awal mula kucing berteman dengan manusia dan kisah-kisah lainnya yang begitu menyenangkan untuk dibaca. Bagi pencinta kucing, buku “Gerombolan Kucing Bandel” wajib dibaca!
mungkin karena bahasa aslinya yang sastra banget, jadi setelah diterjemahin walaupun artinya tepat, tapi saya masih susah nangkap maksudnya, alhasil malah kurang paham jalan ceritanya.
ada beberapa yang mudah dicerna, tapi ada juga yang kelewat absurd dan malah ngga ada yang nyangkut sama sekali apa yang baru aja dibaca.
did not finish, mungkin lain waktu saya lanjutkan membacanya lagi..
Kumpulan 9 cerita pendek tentang kucing, baik kucing rumahan maupun kucing liar. Bermacam cerita dan gaya penceritaan ada yang mudah dicerna dan nenarik tapi ada juga yang bikin cape bacanya, karena gaya berceritanya ruwet.
Ada yang ceritanya berat dan butuh beberapa kali membaca untuk bisa dipahami, sementara ada beberapa yang mengalir dan mudah dibayangkan. Ada yang menakutkan, ada yang unik, ada yang lucu, dan ada juga yang mesum. Took a while to finish the book, but it's okay.
Yg awal2 sih ceritanya ringan, tapi yg akhir butuh mikir keras haha. Meski masih menghibur sih, dengan genre aneka macam tentang kucing. Paling suka cerita pertama dari E. Nesbit.
Buku ini isinya kumpulan cerpen tentang kucing, kucing, dan kucing lagi.
Buku ini dibuka dengan kisah seorang bocah laki-laki yang hobi isengin kucingnya. Suatu hari, si bocah dan kucingnya bertukar wujud. Lucuu deh, karena pembaca jadi ikut berandai-andai gimana ya rasanya jadi kucing yang meong-annya ga bisa dimengerti manusia, maksudnya begini eh malah begitu.
Di cerpen yang judulnya dijadikan judul buku ini, dikisahkan ada sebuah kota yang pembangunannya sangat maju, penuh gedung-gedung tinggi, sampai-sampai satu-satunya ruang terbuka yang tersisa hanyalah halaman rumah seorang perempuan pemarah. Halaman rumahnya jadi suaka buat para burung, kodok, dan tentunya kucing liar. Para warga bermaksud baik, mau kasi makan para kucing berupa tulang ayam dan kepala ikan. Tapi tentu saja, perempuan ini marah dong, kok rumahnya malah jadi tempat sampah? Terus, tiap kali tanahnya mau dijual, kok para hewan ini berkonsolidasi biar usahanya gagal?
Ada juga kisah perkucingan yang udah terdengar lumayan populer. Contohnya ada kisah kucing hitamnya Edgar Allan Poe yang ternyata lumayan sadis dan kisah kucing dalam kotaknya Schrödinger yang bikin orang pusing tujuh keliling.
Aku sukakk dengan konsep bukunya yang mengumpulkan imajinasi berbagai penulis tentang kucing. Bentuknya yang berupa kumpulan cerpen juga bikin tiap cerita bisa habis dibaca sekali duduk. Tapi yah, namanya buku terjemahan, tentu ada kekurangannya. Beberapa cerita memang lebih gampang dilahap, sementara yang lainnya butuh dicerna agak lebih lama.