Jump to ratings and reviews
Rate this book

Segala yang Diisap Langit

Rate this book
Rabiah ingin mematahkan mitos yang beredar selama ini, bahwa garis keturunan keluarga bangsawan Minangkabau akan putus pada generasi ketujuh. Apa pun siap dia lakukan demi mendapatkan anak perempuan pembawa nama keluarga, termasuk menjadi istri kelima seorang lelaki yang terkenal mampu memberikan anak perempuan.

Tidak disangka, penghalang utama Rabiah justru kakak kesayangannya, Magek. Setelah bergabung dengan Kaum Padri dari utara, Magek mengacungkan pedangnya ke arah Rubiah, siap menghancurkan semua yang dimilikinya: harta, adat, keluarga, dan masa lalu.

Segala yang Diisap Langit, sebuah novel tentang pergulatan manusia di tengah ombak perubahan zaman. Tak ada yang tahu ujung jalan yang kita pilih. Tak ada yang mampu menerka pengorbanan apa yang harus kita buat. Semua demi bertahan hidup.

134 pages, Paperback

First published August 1, 2021

49 people are currently reading
389 people want to read

About the author

Pinto Anugrah

6 books4 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
30 (26%)
4 stars
44 (38%)
3 stars
28 (24%)
2 stars
6 (5%)
1 star
5 (4%)
Displaying 1 - 30 of 34 reviews
Profile Image for Rei.
366 reviews40 followers
October 19, 2021
Rangkayo Bungo Rabiah bertekad untuk memiliki anak perempuan demi mematahkan ramalan yang menyebutkan bahwa ranji rangkayo-nya akan berakhir di keturunan ketujuh, yaitu dirinya. Konon ramalan itu menyebutkan bahwa habisnya keturunan rangkayo di ranah Minang menandakan matinya zaman lama, zaman kejayaan Rangkayo, dan munculnya zaman baru. Tanda-tanda itu memang sudah tampak; harta kekayaan keluarga-keluarga rangkayo semakin menipis dan bukit-bukit berisi emas di selingkaran Gunung Marapi, yang menjadi sumber kekayaan mereka, sudah tinggal gundukan tanah belaka. Namun yang paling mengkhawatirkan adalah golongan kaum berbaju putih yang semakin besar dan semakin kuat, semakin santer berita tentang mereka yang menyerang desa-desa di sekitar Gunung Marapi.

Di sisi lain, Magek Takangkang, saudara seibu Bungo Rabiah, telah muak dengan tradisi Minang yang dianggapnya jahiliyah; prinsip matriarki, perjudian, sabung ayam, candu dan tuak, bahkan perkawinan inses. Ia terpanggil untuk bergabung dengan kaum putih dan menumpas tradisi-tradisi sesat tersebut, bahkan bila itu berarti ia harus menghadapi adik kandungnya sendiri di Rumah Gadang tempat ia tumbuh besar.

Sebagai seseorang yang suka pada hal-hal yang mendetil, buku ini terlalu tipis (134 halaman) dan singkat untuk memuat konflik serumit itu. Aku masih menyimpan banyak pertanyaan terutama tentang Ranji Rangkayo di halaman depan dan beberapa karakter yang latar dan nasibnya terasa masih menggantung. Tapi betapapun singkatnya, ini buku pertama yang kubaca tentang tradisi lama Minang dan Perang Padri, jadi cukuplah untuk membangkitkan rasa penasaran dan mencari buku lain dengan tema yang sama (ada nggak, ya?). Recommendations, anyone?
Profile Image for Faisal Chairul.
267 reviews17 followers
March 27, 2023
Dijejalkan silsilah keluarga tokoh utama Rangkayo Bungo Rabiah yang kompleks sejak awal membuat saya bingung. Menjelang akhir baru paham tentang keinginan penulis untuk menggambarkan bagaimana kompleksnya salah satu nilai adat Minangkabau sebelum terjadinya revolusi sosial pada abad ke-19. Kala itu, adat membenarkan perkawinan dari pasangan yang berasal dari suku ibu yang berbeda walaupun sebenarnya berasal dari satu kakek jika ditarik dari garis ayah. Poin di atas hanya satu dari beberapa poin lainnya yang menjadi latar novel ini. Saya suka dengan penamaan tokoh yang lokal banget, seperti 'Karengkang Gadang', 'Magek Takangkang', 'Langau Kabau' dan lain sebagainya. Selain itu, saya juga suka dengan penggunaan tradisi lokal pada masa itu sebagai latar pendukung cerita, seperti kegemaran 'barambuang' dan terkena ilmu hitam 'cirik barandang' atau 'santuang palalai'.
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book265 followers
March 3, 2024
Bungo Rabiah mengharapkan kehadiran anak perempuan sebagai pewarisnya. Dia ingin mematahkan mitos yang menyebutkan garis keturunan bangsawan akan berhenti pada keturunan ketujuh, yaitu dirinya saat ini. Sebagaimana pesan mendiang ibunya, agar menjaga rahimnya supaya lahir anak perempuan yang akan mewarisi Rumah Gadang Rangkayo Rubiah.

Sebenarnya Rubiah telah memiliki seorang anak laki-laki bernama Karengkang Gadang. Namun anaknya ini mengalami kelainan mental. Karena membutuhkan anak perempuan, dia rela menjadi istri kelima dari Tuanku Tan Amo yang konon katanya mampu memberikan keturunan perempuan. Usaha Rubiah berhasil. Namun, ancaman terhadap kelangsungan keturunannya bukan hanya itu. Ada kaum jubah putih atau kaum Padri yang bermukim di balik Gunung Marapi. Kaum yang ingin menghilangkan adat istiadat mereka. Sayangnya, kakak sekaligus orang yang pernah dicintainya, Magek Takangkang, adalah salah satu dari mereka.

Novel historical yang tipis ini mengangkat kondisi di Sumatera Barat sana ketika kaum Padri mulai menyebarkan ajaran mereka. Saat masyarakat akrab dengan candu dan pernikahan sedarah, hal yang dianggap sebagai sesat oleh kaum Padri. Novel ini banyak menggunakan istilah dari tanah Minang, tanpa penjelasan atau sekadar footnote. Meski masih bisa dipahami, tapi ada beberapa istilah yang mungkin sebaiknya ada penjelasannya. Dan ohya, novel ini perlu diberi label 18+.
Profile Image for Fatinnur Zahrina.
119 reviews53 followers
October 4, 2021
3.7 ⭐️ untuk naskhah ini. Naskhahnya nipis sahaja. Selesai dalam sekali dudukan. Novel etnografi dengan latar Minangkabau. Agak menarik bagiku kerana jarang-jarang ketemu dengan karya berlatar ranah Sumatera (kalau adapun yang pernah kubaca karya Hamka). Tapi ini ‘kesan’ Minangnya lebih terasa dan menonjol.

p/s: Ingin membaca karya penulis yang lain juga.
Profile Image for ℛ..
136 reviews25 followers
February 7, 2025
Salah satu buku fiksi-sejarah yang buatku bengong banyak. Dari awal, sudah dibuat jelimet dengan silsilah keluarga cukup rumit dan membingungkan. Tapi, buku ini terbilang bisa dibaca sekali duduk karena halamannya yang cukup tipis walaupun dengan isi yang lumayan padat.

Buku ini menurutku sangat bisa menggambarkan keadaan di masa itu, masa di mana sebagian besar orang sangat terpaku pada kepercayaan dan adat setempat. Bagaimana mereka percaya dengan kutukan tujuh turunan, bagaimana mereka percaya bahwa seseorang dapat menikah selama mereka berasal dari ibu yang berbeda meskipun jika dirunut ke belakang memiliki satu garis ayah atau kakek yang sama.

Buat merinding, tapi pada beberapa kesempatan, hal itu terkadang masih ada dalam masyarakat sekitar. Katanya, sih, untuk menjaga kemurnian keturunan.

Penggambaran karakternya sendiri menurutku cukup tegas. Dari mulai Bungo Rabiah, Magek Takangkang, Karengkang Gadang, Tuanku Tan Amo sampai dengan Jintan Item, mereka cukup bisa buatku membayangkan bagaimana tabiat penduduk pada masa itu.

Dari buku ini juga aku jadi banyak tahu tentang istilah-istilah lokal Minangkabau. Cukup menarik dan cukup bisa buat menambah sedikit istilah lain yang bisa aku dapat dari wilayah serta suku lain di Indonesia.
Profile Image for Ariani15d.
81 reviews
Read
July 31, 2023
⚠️ Buku 18+
Salah satu buku fiksi sejarah dengan isi yang padat, meski jumlah halamannya tak banyak. Menelusuri sejarah yang tidak disebutkan di literatur lainnya. Sebagai orang Sumatera, aku kaget baca buku ini.
Profile Image for Puterica.
138 reviews20 followers
April 2, 2023
whoa i have so much in mind but i don't think i'll be able to review this book right after i read it..
Profile Image for Evan Dewangga.
303 reviews37 followers
May 30, 2023
Buku paling dramatis yang pernah saya baca, dan saya amat terbawa oleh arus cerita buku ini yang demikian deras, penuh emosi, dentuman, hingga ledakan. Ditambah latar perang Padri dan bagaimana kaum adat dan kaum putih berperang. Lengkap banget, cerita yang menyayat, latar sejarah yang nyata, tokoh yang terbangun karakternya, plot yang singkat tapi tajam bak jarum suntik yang menghujam ke imajinasi saya dengan kemegah asrian Nagari Batang Ka dan gelombang kaum putih yang berderap menyerbu ke selatan. Saya jadi memahami sistem matrilineal ala Minang dan betapa tidak ada adat atau agama yang sepenuhnya "baik", bila keduanya masih di bawah bendera egoisme manusia. Belum lagi, tebal novel ini pas bagi saya yang memang waktunya sedang terkuras oleh pekerjaan. Sebagai catatan pribadi, novel ini novel pertama yang saya santap semalam suntuk begadang (karna sedang sakit dan tak bisa tidur) setelah saya bekerja full-time. Bukannya saya bisa tidur dengan membaca novel ini, malah makin terbawa. Maka dari itu, atas terkurasnya emosi dan juga fisik saya, saya beri bintang 5, karna secapek dan sepuas itu saat saya membacanya.
Profile Image for Reza Sudrajat.
6 reviews
March 2, 2025
Buku yang cukup menarik, jarang kan ada novel yang membahas cerita atau kisah perang padri itu sendiri. Meningat minimnya dokumentasi & literatur yang ga terlalu begitu banyak di era itu. Kalo dibandingkan dengan perang Diponegoro yang mungkin karena pusat konsetrasi pembangunan kolonial ada di pulau Jawa pada saat itu.

Sebagai pembaca yang bukan orang minang, mungkin kalau dikaji & dijadikan bahan diskusi buku ini akan cukup menarik dibahas mengingat perspektif yang diambil adalah perspektif dari kaum adat (pihak yang kalah) bukan dari sudut pandang kelompok pemenang (kaum padri). Novel ini bisa jadi tamparan, cambuk & refleksi tentang suatu peradaban yang ternyata lahir karena menghancurkan peradaban lain.

Kekurangan dari novel ini adalah, kurang membahas bahwa sebelum perang berkecambuk. Perdebatan & diskusi sendiri sudah berlangsung sekitar 50 tahun yang terjadi di setiap surau. Antara kaum adat & kaum padri hingga memunculkan dead lock dan jalan buntu, hingga memunculkan persekusi yang dilakukan oleh kelompok kaum padri ke kelompok adat & kelompok adat melakukan balas dendam meskipun kita bisa mengetahui sendiri hasilnya.

Mungkin pertimbangan mengapa perdebatan & diskusi yang berlangsung selama 50 tahun, tidak dibahas. Malah akan memecah fokus pembaca ke hal lain, mengingat novel ini yang berjumlah sekitar 130 halaman & bisa dibaca dalam waktu sekitar 1 hari.

Ucapan Bungo Rabiah mungkin bisa menjadi renungan tentang agama yang kerap digunakan oleh orang orang yang kalah dalam persaingan ketika tambang emas habis, sehingga mereka harus merebut kekuasaan untuk memenangkan persaingan, meskipun harus mengorbankan keluarga sendiri.

Perang Padri & Bungo Rabiah menjadi gambaran bahwa peradaban yang lahir pada saat ini, mungkin juga nilai nilai yang kita anut saat ini. Tidak semata mata terjadi karena murni kemanusiaan, tetapi melalui pengorbanan yang mungkin mengorbankan keluarga sendiri. Seperti gambaran jelas perang padri yang menggambarkan perang saudara.
Profile Image for leiah jo.
76 reviews1 follower
February 26, 2023
Segala yang Diisap Langit, novel keempat berlatar belakang budaya Indonesia yang kelar aku baca di tahun ini. kali ini berlatang belakang budaya Minangkabau.
tokoh utama dalam buku ini adalah Rabiah. Rangkayo Bunga Rabiah bertekad utk memiliki anak perempuan demi mematahkan ramalan prihal ranji rangkayo-nya akan berakhir di keturunan ketujuh, yaitu dirinya. ramalan tsb menyebutkan kalau habisnya keturunan rangkayo di ranah Minang menandakan matinya zaman kejayaan Rangkayo. tanda-tanda tsb sbnrnya sudah keliatan; harta kekayaan keluarga-keluarga rangkayo semakin menipis dan bukit-bukit berisi emas di sekirtaran Gunung Marapi juga sudah tinggal gundukan tanah belaka. Yang paling mengkhawatirkan adalah golongan kaum berbaju putih yg semakin besar dan semakin kuat dan mereka menyerang wilayah sekitar Gunung Marapi.

disisi lain, Magek Takangkang, saudara seibu Bungo Rabiah sudah muak dgn tradisi Minang yang dianggapnya terlalu primitif; seperti prinsip matriarki, perjudian, sabung ayam, mabuk-mabukan, dan perkawinan inses. Magek terpanggil utk bergabung dgn kaum putih dan menumpas tradisi-tradisi sesat kaum Rangkayo, yang brrti Magek melawan keluarganya sendiri.

menurutku, gaya penulisan buku ini cukup baik, sayangnya penggambaran silsilah keluarga kurang jelas. di awal aku agak bingung karena beberapa hal dijelaskan langsung tanpa ada basa-basi. mungkin karena aku kurang akrab dgn budaya Minangkabau jadi terkesan kurang jelas dan terburu-buru ((beberapa paragraf aku hrs baca berulang supaya paham hehe)).
tapi hal tsb ga menjadikan aku utk ga kelarin baca buku ini. buku 134 halaman ini bener-bener kental akan budaya Minangkabau dan banyak ngasih pengetahuan baru utkku yg masih minim ilmu ini. bisa diselesaikan dlm sekali duduk😊
another option for your reading list!

Profile Image for Hapudin.
287 reviews7 followers
November 28, 2021
Resensi lengkap di link berikut:
https://www.bukuhapudin.com/2021/11/r...

Sebagai pembaca sekarang yang kerap mendapat pencerahan jika agama Islam itu lemah lembut dan penuh kasih, saya justru kurang setuju dengan cara orang Padri menuntut orang pagan tobat karena menggunakan pedang. Pada prosesnya justru muncul pembantaian. Sekalipun dikatakan orang pagan sebagai kafir, orang yang melestarikan dosa besar, dan keras kepala kepada adat, membunuh mereka saya anggap cara keliru. Istilah saat ini mereka disebut orang Islam radikal. Ini mengusik saya selama membaca bagian pembantaian oleh Magek Tangkangkang kepada keluarga orang pagan yang enggan tobat dengan dalih menegakan ajaran agama Islam. Sangat sadis.

Sebagai novel sejarah lokal, buku ini sudah mewadahi fungsinya. Memberikan fakta kondisi masyarakat pada saat itu dan membikin pembaca bersyukur karena lahir bukan di masa itu. Yang paling repot, diksi yang digunakan penulis menyesuaikan dengan masa dan tempat kejadian berlangsung di cerita sehingga saya tidak terbiasa dan agak kagok memahami. Masalah lain, nama tokoh-tokohnya tidak umum buat saya. Beberapa hampir tertukar misalnya nama Magek Tangkangkang dan Karengkang Gadang. Meski begitu, sepadan sih dengan kesan yang saya dapatkan usai membacanya, mendapat wawasan dan serasa melihat film jadul.
Profile Image for Wahyu Novian.
333 reviews45 followers
January 1, 2023
Bulu kuduk saya berdiri semua dan merinding membaca bagian akhir buku ini.

Buku ini mengajak berkelana ke tanah Minangkabau, di zaman Rangkayo—keturunan bangsawan Minangkabau—berada di ujung mitos ramalan bahwa akan hancur di keturunan ketujuh. Bersamaan pula, perubahan mulai bergerak mendekar dengan Kaum Padri semakin gencar membakari Rumah Gadang dan membumihanguskan kepercayaan yang tidak sejalan dengan keyakinan mereka. Sebuah drama keluarga, tentang mempertahankan harta, adat, keluarga, dan masa lalu.

Terus terang, di awal agak bingung dengan begitu banyak hal yang tidak akrab. Bahasa Minang, adat istiadatnya, karakternya, diceritakan langsung tanpa basa-basi. Paragraf pembukanya pun langsung aksi bagaimana Rabiah, berusaha keras mendapatkan keturunan, tanpa malu atau apapun. Segalanya harus dilakukan.

Segala yang Diisap Langit mengajarkan banyak hal baru--dan mengingatkan begitu banyak yang saya tidak tahu tentang Indonesia, apalagi sejarah lokal yang mungkin saja hilang karena tak tercatat. Bersyukur lah ada yang masih mau dan bisa bercerita tentang dirinya sendiri.

Tidak semuanya saya pahami langsung, beberapa kali harus diulang agar bisa mengerti. Dan senang, bertahan sampai akhir. 😂 Buku tipis ini sangat mengesankan. Pengalaman yang disajikan begitu penuh. Selalu senang membaca novel etnografis macam ini.
Profile Image for tata.
109 reviews5 followers
December 18, 2023
Aku mulai baca ini lagi setelah bukunya mengendap lama di tumpukan. Sebenarnya aku punya kebiasaan buruk, aku agak malas untuk baca buku yang latarnya bukan Jawa (even buku terjemahan juga kadang gitu) karena aku harus memahami lebih dalam latarnya. Tapi tiap selesai baca buku “sejenis” ini, aku berasa ditampar. Betapa banyak hal di luar sana yang aku nggak tau, apalagi sejarah. Pinto berhasil menuliskan tulisan bernuansa tragedi yang ketika baca, aku tau ini bakal berakhiran buruk. Aku mikir bacanya akan susah, tapi ternyata nggak juga. Kisah tentang Minangkabau pada zamannya, saat Padri datang, peperangan demi peperangan; betapa Tuhan menuliskan plot buruk di dunia terus-menerus dan berulang-ulang. Hal-hal yang ternyata nggak sesuai dengan apa yang kita pelajari, akhirnya tertulis dengan model cerita yang bernuansa.
Profile Image for Moon Purple.
6 reviews
February 18, 2023
Lebih dekat mengenal gambaran keluarga suku Minangkabau yang terdahulu dan hubungannya dengan awal awal kemunculan kaum Padri.

Kata orang ini fiksi sejarah. Tapi, menurutku masuk juga fiksi budaya. Dalam hal ini gambaran budaya lama minangkabau itu sendiri.

Sayangnya halamannya hanya sampai 134. Jalan ceritanya bagus. Mungkin karena teknik bercerita dari Pinto, sehingga ketika baca dan tau endingnya di luar dugaan langsung mikir, "duh, konfliknya menegangkan. Andai saja kalau ada lanjutannya atau katakanlah season 2", wkwk.

Dan gara-gara baca ini juga langsung searching istilah istilah minangkabau yang ada di buku ini. Tidak adanya glosarium untuk istilah-istilah itu bisa dibilang satu kekurangannya sih. Tapi, overall novelnya bagus.
Profile Image for Ais Fahira.
50 reviews1 follower
January 8, 2022
Sebagai orang Jawa yang sedari kecil tinggal di bumi Minang, buku ini cukup memberi gambaran sejarah tentang perang padri yang konon terjadi peperangan antara kaum adat dan kaum putih.

Perselisihan tersebut digambarkan dengan penuh pembantaian, tapi yang membuatku heran bagaimana mereka bisa menyatu sekarang? Buku ini mengantarkanku kepada pertanyaan bagaimana adat dan agama bisa menyatu di Minangkabau.

Selain itu, jelas sekali penggambaran nilai matrilineal pada tokoh Bungo Rabiah. Bungo Rabiah penuh ambisi politik untuk mempertahankan keturunan Rangkayo di kampungnya. Ini memberikan renungan bagiku, bahwa perempuan sangat berpengaruh kala itu.
Profile Image for Shinta_read.
300 reviews13 followers
October 28, 2022
Buku tipis ini terasa sebagai prolog kisah yang lebih besar lagi, yaitu tentang Perang Padri.

Mengisahkan mengenai Bungo Rabiah, bangsawan Minangkabau garis keturunan ketujuh yang diramalkan tak bisa meneruskan keturunannya lagi. Dia berusaha membuat ramalan tersebut tak terwujud. Namun kakak laki2nya sendiri yang menghalanginya.

Novel ini cukup berani mengisahkan hal yang belum banyak diketahui tentang Minangkabau sebelum Islam datang dan betapa kejamnya sifat manusia yang mengatasnamakan agama.
Profile Image for Nike Andaru.
1,637 reviews112 followers
August 7, 2023
66 - 2023

Pas liat di Togamas Supratman Bandung, langsung ambil ini buku. Ya karena setting Minangnya, karena cerita soal perempuan dan menarik gitu keliatannya.

Baca dari sore perjalanan kereta Bandung menuju Semarang, ya sekitar 3-4 jam lah.

Tentang Rangkayo, Rumah Gadang, keturunan perempuan hingga menjadi pembantaian sekeluarga. Walaupun berakhir tragis, tapi tetap saja gaya penulisan Pinto Anugrah ini layak diberi kesempatan untuk lanjut diceritakan lebih panjang dari ini sih.
5 reviews
January 10, 2025
Awalnya bingung dengan nama dan bahasa indonesia-melayu yang khas minang.
Tapi setelah masuk lebih dalam, buku ini ngasih perspektif cerita Perang Padri dari sisi kaum adat minang. Bagaimana tradisi mereka dan juga memberi perspektif kenapa kaum padri memerangi kaum adat pada masa itu.
Walaupun saya kuliah sejarah dan belum pernah masuk topik tentang Perang Padri, buku ini cocok untuk dijadikan permulaan riset dan pembelajaran lebih lanjut tentang peristiwa yang terjadi sesuai sejarah.
Profile Image for Shita Rahwikasari.
14 reviews
September 27, 2021
3,5 ⭐ Pertama kali bagi aku membaca kisah berlatarkan adat Minangkabau yang kental. Agak kesusahan mengikuti alurnya di awal, dan baru bisa menikmati di pertengahan menjelang akhir buku. Silsilah keturunan yang ada di halaman awal juga kurang penjelasan. Mungkin ini memang bukan jenis cerita yang cocok untuk aku. Meskipun bukunya tipis, tapi aku termasuk lama menyelesaikannya.
Profile Image for Achandra.
212 reviews5 followers
June 2, 2023
Novel 'Segala yang Diisap Langit', merupakan novel sejarah dari Minangkabau yang ditulis menggunakan gaya bahasa sastra lama. Novel ini menceritakan tentang kehidupan keluarga bangsawan Minangkabau atau yg disebut Rangkayo dalam buku tersebut. Alur ceritanya tentang perubahan dari jaman kejayaan para bangsawan Minangkabau yg hidup dalam balutan emas. Kemudian, jaman mulai berubah ketika gerakan Padri mulai menguasai Sumatera Barat dan menumpas habis keluarga bangsawan.

Perempuan yg menjadi tokoh utama dalam novel ini bernama Bungo Rabiah. Rabiah merupakan generasi ke tujuh dari penerus rumah Gadang. Jika dia ingin melanjutkan keberlangsungan rumah Gadang, Rabiah harus memiliki seorang anak perempuan. Rabiah berusaha untuk mematahkan mitos yg beredar selama ini, bahwa garis keturunan keluarga bangsawan Minangkabau akan putus pada generasi ke-7 yg berarti dirinya.

Apapun siap dilakukan demi mendapatkan anak perempuan yg akan menjadi penerus dan pembawa nama keluarga, termasuk menjadi istri ke-5 dari seorang laki-laki bangsawan yg terkenal. Ternyata pernikahan tersebut memang membuat Rabiah memiliki bayi perempuan yg diberi nama Bungo Laras.

Tetapi tidak disangka, apa yg dijaga oleh Rabiah demi keberlangsungan Rumah Gadang dan keluarganya malah dihancurkan oleh kakak laki-lakinya, Magek. Magek yg dulunya juga hidup dalam balutan emas, memilih bertobat dan bergabung dengan kaum Padri. Setelah bertahun-tahun lamanya Magek berada di Utara dia kembali ke kampung halamannya untuk menghancurkan semua yg pernah dimilikinya: harta, adat, keluarga, dan masa lalu.

Menurutku, karena novel ini terlalu tipis jadi ada bagian-bagian cerita yg terputus begitu saja. Tapi anehnya bagian terputus tersebut seperti memberikan peran kepada pembaca untuk mengimajinasikan alurnya. Kekurangan dari novel ini adalah kurangnya penggambaran tokoh dan pengembangannya dalam cerita. Selain itu adanya silsilah keluarga Bungo Rabiah yg kompleks malah membuat aku kebingungan di awal dan aku lebih memahami peran dr tokoh-tokoh tersebut setelah cerita sudah separuh jalan. But, overall bukunya menarik.
Profile Image for Rievinska RF.
173 reviews3 followers
June 26, 2025
Akhirnya ada novel yang menceritakan sisi gelap Minangkabau. Baik Padri maupun bangsawan, both have their own sins. They just sinned differently.

Tapi ga tega sama Bungo Laras huhu that innocent baby :,(
Profile Image for Awanda .
58 reviews
January 20, 2022
Novel yang syarat akan etnografi Minangkabau. Sebagai orang Jawa saya merasa terhibur buat tahu budaya wilayah lain dan kali ini datangnya dari Minang.
Profile Image for eudaimoonjia.
12 reviews8 followers
February 1, 2022
3.5⭐

Salah satu novel fiksi sejarah yang alur ceritanya on point. Walaupun banyak menggunakan istilah minang, tapi tetap terasa jelas.
Profile Image for Wiwinndut.
75 reviews1 follower
February 13, 2022
Sekuel Jemput Terbawa. Cukup menarik. Penulis menghadapkan antara kaum adat dan kaum padri.
Profile Image for Satria.
20 reviews4 followers
March 8, 2022
Saya suka buku ini. Tapi saya rasa kok buku ini terkesan sangat hitam putih dalam memandang suatu fenomena
Displaying 1 - 30 of 34 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.