Jump to ratings and reviews
Rate this book

Dua Muka Daun Pintu

Rate this book
Apa yang seharusnya dilakukan selembar pintu: selalu membuka atau selalu menutup?

Inilah kisah tentang selembar pintu baja yang sepanjang waktu menjaga Garda dalam sebuah sel isolasi rahasia. Setiap hari ia mendengar kisah hidup Garda. Ia juga membaca dan menyimak kisah manusia lainnya. Ia diam-diam iba dan menyimpan niat untuk membebaskan Garda. Setelah terlempar ke dalam Forum Pintu Sedunia, pintu itu mulai memahami rahasia dunia pintu. Ia mulai menyusun rencana dalam menghadapi permintaan untuk menghadirkan kebebasan bagi Garda. Sebagaimana manusia, selembar pintu adalah saksi berbagai peristiwa, mengetahui cerita-cerita, dan menyimpan banyak rahasia dengan caranya sendiri.

191 pages, Paperback

First published September 22, 2021

14 people are currently reading
266 people want to read

About the author

Henny Triskaidekaman

13 books45 followers
A nonclinical physician. Winner of 2017 Unnes International Novel Writing Contest (Buku Panduan Matematika Terapan, GPU/2018). Content writer in StorialCo. Can be reached via Twitter (@triskaidekaman), Instagram (triskaidekaman), or e-mail triskaidekaman@yahoo.com.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
40 (13%)
4 stars
146 (50%)
3 stars
96 (33%)
2 stars
4 (1%)
1 star
1 (<1%)
Displaying 1 - 30 of 80 reviews
Profile Image for Shafira Indika.
303 reviews237 followers
December 19, 2021
4.8/5⭐️

Cerita dikit, jadi minggu ini aku lagi UAS makanya gasempet baca buku apapun. Tp jujur krn uas tu stressful abis rasanya makin stress kalo ga baca buku. Akhirnya aku pilih baca buku ini soalnya tipis.

Ok skrg aku mau cerita soal bukunya.

Buku ini menawarkan sudut pandang yg unik, dari sudut pandang sebuah pintu. Pintu sel fasilitas khusus, begitu pintu tsb memperkenalkan diri pada para pembaca. Si pintu ini menjaga seseorang di dalamnya, namanya Garda. Ia sering berbincang dengan Garda, mengamati kelakuan Garda, diajari Garda cara membaca, dan masih banyak lagi interaksi mereka lainnya.

Mungkin bisa dibilang buku ini termasuk jenis magical realism kali ya?

Pintu ini dikisahkan menghadiri Forum Pintu Sedunia melalui kamera pengawas yang ada di dekatnya. Jd ceritanya si kamera pengawas ni berisik gitu, lalu suatu waktu, si pintu menatap kamera ini dan tiba-tiba dia kesedot. Masuk deh ke Forum Pintu Sedunia.

Di forum ini ia ketemu banyak pintu lainnya, masing-masing punya cerita. Jadi forum pintu ni kyk dunia lain gitulohh, si pintu bisa kesedot kesana tp yg kesedot tuh 'jiwa'nya aja, pintunya sih ttp disana jagain Garda. Lalu, si Garda tau kalo pintunya ini suka 'pergi'. Entah gmnlah pokoknya dia tau. Begitu Garda tau si pintu ke forum pintu, Garda minta tolong si pintu cari cara buat ngebebasin dirinya.

Jd inti cerita ini adalah Garda minta si pintu buat bantu dia bebas sebab dia ga merasa salah, dia hanya dijebak.

Lalu utk reviewnya.. jujur aku bingung mau berkomentar apa krn buku ini unik bgt! Aku suka! Aku suka penasaran sama buku2 yg naratornya bukan manusia, misalnya Klara and the Sun yg dinarasikan sama Artificial Friend (AF), Wesel Pos yg dinarasikan sama selembar wesel pos, dan Tokyo Ueno Station yg naratornya hantu (tp ini jatohnya masih manusia juga sih). Nah buku ini tu mengingatkan aku sama Klara and the Sun! Soalnya naratornya bener2 mengamati aja dan dari narasinya jg keliatan kalo pengetahuan dia thdp dunia manusia cmn sebatas yg dia amati dan dia dengar aja. Dalam hal ini, si pintu cmn denger dari Garda. Namun, aku merasa harusnya utk narasi mungkin bs memuat kalimat yg lebih sederhana kosakatanya buat mendukung fakta bahwa pengetahuan si pintu thdp dunia manusia (termasuk bahasanya) terbatas—seperti halnya di Klara and the Sun. Tp bisa aja sih si pintu ini kosakatanya jd lumayan banyak krn Garda suka bacain koran buat dia?

Hal lain yg aku suka dari buku ini adalah kita dibuat bingung! Aku pas baca ini jd bingung gtloh ini mana sih yg omongannya bener, mana sih yg bisa dipercaya, siapa sih yg sbnrnya salah? Pokoknya kalo baca ini udhlah ikutin aja alurnya. Aku mau nebak2 malah bingung sndiri HAHAH. Dinikmati ajaa gitu, ikutin si Pintu aja.

Overall, baguus! Very recommended! Bacaan yg unik dgn sudut pandang yg unik pula. Selain itu, bukunya tipis + chapternya pendek2. Meskipun demikian, aku rasa mungkin ga semuanya suka dgn tipe buku seperti ini soalnya aku pribadi smpt agak sulit membayangkan dunia perpintuan ini😮
Profile Image for Yuniar Ardhist.
147 reviews18 followers
March 13, 2022
Karena masih amat, sangat, bahkan terlalu sedikit membaca buku, saya merasa masih perlu menjelajah, demi keinginan mengeksplorasi gaya penulisan dari para penulis. Semua tak lain adalah demi kenikmatan. Menikmati membaca buku-buku bagus. Kenikmatan yang bisa jadi semacam kepuasan usai bercinta–yang sesungguhnya.

Berangkat dari sana pula, novel ini menarik perhatian untuk saya baca. Di antara banyaknya buku terbit, memilih salah satu yang menarik hati bukankah tidak bisa dianggap persoalan sepele? Semacam menyadari keberadaan seseorang dalam sebuah lingkaran pertemanan karena sesuatu yang menggerakkan hati. Membuat kita ingin tahu lebih banyak. Jatuh cintakah? Mungkin saja. Oke, sampai di sini penulis tak perlu berterima kasih dulu pada saya sebagai pembaca. Ini tentu keinginan yang muncul dari sanubari saya sendiri.

Sebelum ke isi bukunya, saya ingin memberi apresiasi pada Penerbit. Pihak editor, ilustrator, dan tim terkait lainnya. Ilustrasi sampul dan warnanya sangat menarik. Cakep sekali. Mari, sekarang lanjut ke isi bukunya.

Mengambil sudut pandang pintu sebagai narator, penulis berhasil mempersonifikasikan menjadi objek hidup yang berpikir selayaknya makhluk. Apresiasi saya untuk ide ini. Membuat semakin ingin melanjutkan pembacaan ke halaman-halaman berikutnya.

Membaca judulnya “Dua Muka Daun Pintu” kemudian blurb-nya, saya mendapat kesan bahwa makna pintu di sini akan dibuat sebagai ‘simbol’. Simbol apakah itu? Sebelum membaca, yang muncul dalam pikiran adalah : pintu diletakkan sebagai batas antara luar dan dalam, sekaligus (jalan) pembuka dan penutup atas sesuatu. Pembatas apa? Jalan keluar/masuk apa? Sejauh apa tentang ini? Saya memutuskan membaca lebih lanjut.

Mengikuti alur yang diharapkan cerita, tokoh Pintu dideskripsikan sebagai sebuah benda; pintu, yang difungsikan untuk menjaga Garda, seorang yang diceritakan sebagai aktivis. Ia dikurung dan sedang dalam proses menjalani hukuman. Garda dituduh gila, sehingga perlu dikurung dalam sebuah sel isolasi khusus, dengan kondisi misal, diberikan suntikan berkala. Tokoh Pintu menerima permintaan dari Garda untuk membebaskannya. Selanjutnya, di sini pula konfliknya. Si Pintu galau, apakah ia harus membebaskan atau tidak. Mengapa ia merasa perlu membebaskan Garda? Jika membebaskan, bagaimana caranya?

Diselingi oleh adegan semacam anak-anak yang tiba-tiba dilingkupi kabut putih, lantas masuk ke dalam dunia asing, Pintu berada di dalam dunia yang berisikan para Pintu. Di dunia yang–entah apa alasannya-membuatnya ditarik ke sana. Di sana ia bertemu dengan banyak jenis Pintu, saling memperkenalkan diri, berinteraksi selayaknya manusia.

Sampai di sini, saya berada dalam pertanyaan awal : Pertama, apa tujuan tokoh Pintu masuk ke dalam dunia itu? Apakah ada hubungannya dengan latar Garda, atau adakah kaitannya dengan tujuan pembebasannya? Kedua, akan dibawa ke mana pemaknaan ‘pintu’ ini? Seperti saya sebutkan di awal, mengacu pada judul dan kesan yang ditangkap –dan yang mungkin ingin disampaikan pada pembaca, tampaknya menarik dikorek lebih dalam. Penasaran.

Bagian tengah novel, menceritakan tentang interaksi Pintu dengan para pintu lainnya. Ada cerita-cerita latar kehidupan para pintu, deskripsi bentuk interaksi dan emosi para pintu, hingga hal-hal yang dilakukan sebagaimana manusia lakukan : tes kepribadian pintu. Sampai di sini, saya perlu memikirkan dulu ‘korelasi antar variabelnya’. Pertanyaan saya lagi, “Apa tujuan deskripsi sedemikian banyak tentang dunia para pintu?” Saya mencoba menjawabnya sendiri : untuk menunjukkan bahwa pintu juga memiliki dunia sendiri. Dunia yang mungkin tidak bisa diketahui, dilihat, atau dipahami oleh manusia. Oke.

Saya melanjutkan bertanya lagi, “Untuk apa menjelaskan bahwa pintu memiliki dunia sendiri?” Mungkin untuk lebih menegaskan bahwa Pintu itu hidup, sama seperti manusia. “Untuk apa diperkuat karakternya sebagai manusia?” Agar dipahami memiliki akal dan perasaan. Mungkin saja ada gunanya ketika akan memutuskan membebaskan/ tidak membebaskan Garda. Oke. Saya melanjutkan pembacaan.

Lebih ke belakang, pertanyaan saya di depan belum terjawab. “Siapa Garda?” Sekarang ditambah ada tokoh lain, yaitu Kusuma. Di sini Garda tampak antara marah dan ketakutan dengan munculnya Kusuma. “Siapa Kusuma?” pertanyaan saya berikutnya. “Apa hubungan kedua orang itu?” Saya masih menunggu ini, pasti akan dijelaskan nanti. “Apakah Garda benar-benar seorang aktivis?” Saya masih belum menemukan informasinya, selain Garda tampak seperti orang yang benar-benar gila, menurut penjelasan Si Pintu.

Belum selesai Kusuma, muncul tokoh lain : Tantri. Yang diceritakan kemunculannya tiba-tiba, di tengah, di sela-sela kepusingan si Pintu dengan dunianya yang riuh. Saya jadi menangkap kesan semacam ada dua cerita mengalir berbeda. Ini bisa jadi menarik ketika endingnya dibuat bisa saling terhubung dan menjawab semua pertanyaan. Di sisi lain, kegagalan dalam eksekusinya bisa justru berefek sebaliknya. Mari melanjutkan membaca.

Menuju ke akhir, bagian epilog, inilah yang kemudian menjawab pertanyaan pembaca. Sebagian. Epilog berisi cerita latar belakang Garda. Mulai siapa Garda, Kusuma, dan Tantri. Apa hubungan mereka, bagaimana konflik bermula dan apa alasan yang membuat Garda berada dalam sel. Oke, saya jadi paham akar latar tokohnya : Garda dan kedua temannya. Ini penting untuk mengukur seberapa menarik konflik cerita.

Namun, seiring selesainya saya membaca, perasaan termangu karena dipusingkan oleh beberapa pertanyaan saya sendiri, tampaknya perlu saya cari kembali jawabannya, sendiri. Dengan merunut kembali ceritanya.

Saya mulai lagi dari judul. “Dua Muka Daun Pintu”. Mau dibawa ke makna filosofis pintu sebagai pembatas sekaligus jalan? Oke, si Pintu memang membatasi Garda dari kehidupan di luar sel, Pintu juga menjadi jalan keluar bagi Garda untuk bebas. Pintu juga memiliki dua sisi, sisi luar sel, seolah melambangkan karakter yang bisa dilihat semua orang, dan sisi dalam sel, yang hanya bisa dilihat dirinya sendiri dan Garda. Si Pintu yakin bahwa ia yang lebih paham tentang Garda. Sampai di sini pesan “Dua Muka Daun Pintu” sampai. Yang saya masih bingung, lantas apa hubungan pemaknaan ini dengan latar belakang Garda (sesuai Epilog) ? Pintu bahkan tidak memiliki pengetahuan apa pun atas Garda. Ia justru dilanda kebimbangan untuk membebaskan/ tidak Garda dari sel.

Melanjutkan pertanyaan, jika Garda dikurung dalam sebuah sel penjara khusus, artinya ia sangat perlu dijaga. Ruangan yang dibuat untuk mengurung tahanan khusus tentunya bukan dirancang biasa. Apalagi jika disampaikan di depan, Garda adalah aktivis. Pertanyaan saya, pintu yang digunakan untuk penjara khusus, terbuat dari bahan apa? Papan, kayu, besi, baja, beton? Manakah di antara jenis bahan tersebut yang cocok dengan karakter pintu yang lugu, amatir, dan penuh kebimbangan? Cocokkah dengan karakter yang ingin disematkan untuk bayangan pintu penjara khusus?

Semakin saya terhanyut dalam pertanyaan yang mengitari pikiran saya. Di belakang, akhirnya dijelaskan bahwa pintu yang menjaga Garda bukan pintu penjara khusus. Pertanyaan saya datang lagi, “Lalu untuk apa dibuat kesan Garda adalah aktivis, pernah melakukan kejahatan serius, sehingga perlu dihukum ‘khusus’ juga?” Saya tidak tahu jawabannya. Memikirkan sebagai cara untuk mengecoh pembaca membuat saya tampak tidak bijaksana.

Tiba-tiba pertanyaan datang lagi, “Jika Pintu ini ingin dibuat sesuai kesan yang ingin disampaikan dari judul, mengandung makna filosofis, mengapa peran Pintu tidak sentral?” dari Epilog, semuanya jadi lebih jelas. Bahwa tokoh-tokoh utama yang bermain adalah : Garda, Kusuma, dan Tantri. Di mana peran Pintu dalam konflik ini atau upayanya untuk menyelesaikan konflik? Makna ‘pintu’ bahkan masih dikungkung dalam tafsir sebagai pembatas dan jalan masuk/ keluar. Masih harfiah. Akan berbeda jika digiring pada pemaknaan, misal : pintu ini digunakan sebagai simbol bahwa ia adalah pintu jiwa; pintu hati Garda. Garda dilanda kepedihan, kesedihan, kekalutan, sehingga batas (pintu) dalam jiwanya bergejolak.

Novel-novel filosofis, psikologis, bukan menarik hanya karena menawarkan kesan berat, tapi juga ingin mengajak pembaca merasakan bagaimana sebuah buku; cerita, mampu mengangkat sisi yang mungkin tidak dipikirkan manusia, lewat —salah satunya— simbolisasi. Bagaimana sebuah pesan akan diantarkan melalui sudut-sudut pandang suara-suara lirih yang tak mungkin tergaungkan. Novel ini sebenarnya memilki kans untuk itu –jika memang bermaksud dibawa ke sana.

Pikiran saya membawa lebih jauh, “Apa hubungan judul-judul Bab, dengan isi cerita dalam bab-nya? Apa tujuan tes kepribadian menggunakan pertanyaan yang sama, tetapi beda opsi jawaban? Apa perbedaan karakter antar Pintu? Apakah Pintu Apartemen dan Pintu Apartemen Asli berbeda? Saya sulit membedakannya. Jika berbeda, apa alasan membuat nama tokoh yang hampir sama untuk jenis karakter yang tidak terlalu berbeda? Apa signifikansi perbedaan itu? Seberapa besar pengaruhnya. Untuk yang tidak memiliki banyak pengaruh, apa alasan dibuat rumit?

Aduh, saya mulai diserang oleh pertanyaan-pertanyaan saya sendiri. Mengapa Epilog dibuat dengan alur singkat yang memang memperjelas banyak hal, tetapi juga diwarnai dengan keganjilan, misal menyoal : rasa sakit Garda dipicu pada satu titik merasa ‘dipermalukan’ di depan kelas? Itu dibawa sampai dewasa? Garda tidak ada keinginan untuk mengkonfirmasi jawaban atas ‘sakit hatinya’ pada kedua kawannya? Benarkah karakter Garda sesungguhnya insecure? Jika ini bercerita tentang Garda, apa peran pintu? Bukankah judul bukunya adalah pintu?

Dan saya tidak mampu menjawabnya.
Profile Image for raafi.
933 reviews453 followers
September 14, 2021
Fiksi spekulatif boleh, tapi aku lebih memilih karya ini masuk kategori magical realism. Ciamik sekali!

Biar kujelaskan dalam sebuah ulasan di blog. Segera.
Profile Image for Naila.
101 reviews46 followers
July 18, 2022
Sebuah buku yang unik bangeettt! Ceritanya menggunakan sudut pandang sebuah pintu. Membayangkan bagaimana pintu bisa berbicara, berjalan, bersalaman, bahkan memiliki perasaan rasanya sungguh menarik yaa. Awalnya kupikir seseorang yang dijaga pintu ini (Garda) adalah seorang aktivis yang berkaitan dengan politik karena Ia menyebut dirinya seorang aktivis, namun setelah menyelesaikan buku ini, aku baru mengerti apa yang terjadi sebenarnya.
Banyak pelajaran yang bisa diambil dari perjalanan si Pintu di Forum Pintu Sedunia, terutama tentang kejujuran dan persahabatan.
Profile Image for Devina Heriyanto.
372 reviews253 followers
October 20, 2021
"Inilah kodrat benda mati: tidak akan ditanya-tanya, karena pasti tidak bisa menjawab. Tidak akan diperiksa, karena dianggap tak tahu apa-apa; padahal ia hanya tak bisa bergerak." Triskaidekaman dalam Dua Muka Daun Pintu

Kecuali Anda tinggal dalam goa, besar kemungkinan Anda sedang berada dalam ruangan yang memiliki setidaknya satu pintu. Triskaidekaman dalam Dua Muka Daun Pintu membayangkan sebuah dunia di mana pintu bisa punya sebuah kesadaran dan bahkan bisa berbicara, membaca, menulis, dan bahkan berkumpul di Forum Pintu Sedunia.

Tokoh utama buku ini, Pintu Penjara, mempelajari tentang rumitnya kehidupan manusia dari pengalamannya bersama Garda, seorang manusia yang selama ini tinggal di ruangan yang ia jaga. Karena kasihan, si Pintu berusaha untuk membantu Garda keluar dari penjara sambil berusaha mengetahui mengapa Garda dipenjara dan apa hubungan Garda dengan orang-orang yang namanya disebut oleh pintu-pintu lain.

Buku yang kurang dari 200 halaman ini terbagi lagi menjadi banyak bab singkat yang membuat cerita bergerak cepat dan mudah dibaca. Penuturan cerita dari sudut pandang Pintu merupakan daya tarik utama buku ini, seperti halnya fiksi lain yang mengajak kita untuk menyelami sudut pandang hal-hal yang bukan manusia (contoh: pemilihan narator robot dalam Karla and the Sun karya Kazuo Ishiguro). Tentu saja, pemilihan sudut pandang yang tidak umum ini memaksa kita untuk berpikir kembali soal apa-apa yang sudah kita anggap biasa.

Jika pintu punya dua muka, maka segala cerita pun punya dua sisi. Mungkin inilah yang pada akhirnya ingin disampaikan Triskaidekaman dalam novel terbarunya. Dua Muka Daun Pintu menghadirkan cerita yang menyenangkan dalam sudut pandang yang tidak biasa pula. Masuklah dalam dunia Triskaidekaman, tapi jangan lupa tutup lagi pintunya. Semoga Anda betah.
Profile Image for Puterica.
138 reviews21 followers
March 23, 2022
Dua Muka Daun Pintu bercerita tentang sebuah pintu yang menjaga seorang pria bernama Garda. Hal pertama yang menarik perhatianku tentu saja adalah tokoh utamanya yang nggak lazim: Pintu!

Aku kagum sama Mbak Triska (kita singkat aja namanya) karena menulis cerita dari sudut pandang benda mati jelas-jelas nggak mudah. Di sini si Pintu juga punya perasaan, punya mata, mulut, dll walaupun dia sendiri bilang kalau "organ-organ tubuh"nya ini nggak kelihatan.

Salah satu yang jadi fokus cerita adalah Forum Pintu Sedunia yang dikunjungi (jiwa) si Pintu dan tempat ia bertemu dengan pintu-pintu lain, dan akhirnya mengungkapkan siapa Garda sebenarnya. Tokoh-tokoh Pintu di Forum Pintu Sedunia ini nggak banyak, jadi bisa diikuti dengan mudah.

Kelebihan utama buku ini adalah keunikan tokoh utamanya dan kemampuan Mbak Triska yang luar biasa untuk mendeskripsikan hal-hal di luar nalar yang terjadi. Aku juga suka cara bercerita Mbak Triska yang diksinya rapi dan ciamik.

Sampai 1/3 cerita, aku punya ekspetasi yang sangat tinggi sama buku ini. Sayangnya, semakin jauh, aku jadi kurang fokus. Bukan karena penuturan Mbak Triska, tapi karena menurutku banyak hal yang terjadi dan tidak terjelaskan di akhir. Padahal, cerita ini juga membuatku menduga-duga apa yang akan terjadi selanjutnya, siapa yang benar siapa yang salah, mana yang kenyataan dan mana yang khayalan. Aku udah excited banget!😟

Walaupun tema ceritanya sederhana, tapi karena plotnya kompleks, menurutku hal-hal kecil sekalipun harus punya alasan untuk ada di dalam cerita. Ada beberapa hal yang tidak (atau belum) tersampaikan penjelasannya, sehingga menimbulkan kesan tidak puas ketika membaca.

Selain itu, aku sejujurnya kurang bisa bersimpati pada Garda. Aku suka cara Mbak Triska menuliskan kisah latar belakang Garda, menjadikan Garda sebuah kontradiksi, yang membuat pembaca kesal sekaligus kasihan. Tapi, alasan yang membuat Garda bisa terdampar di balik si Pintu menurutku kurang kompleks. Ada dua alasan utama mengapa Garda digambarkan memiliki kondisi dalam cerita, dan menurutku ceritanya terlalu sederhana. Tentu saja, aku tidak bermaksud mengecilkan penderitaan Garda, tapi akan lebih baik kalau latar belakang tersebut lebih masuk akal sampai membuat Garda dimasukkan di ruang si Pintu, yang notabene adalah ruangan "kelas kakap".

Selain dari hal-hal di atas, aku nggak punya masalah sama sekali dengan bukunya. Aku suka narasinya, aku suka pemilihan judul chapternya, dan aku suka karena chapternya pendek2!

It's 3.5/5 for Dua Muka Daun Pintu. Looking forward to read another book by Triskaidekaman😊
Profile Image for bev.
47 reviews3 followers
March 28, 2022
such a fresh and unique book !!!
baru kali ini baca buku yang narasinya disampaikan oleh sebuah pintu. pengalaman baru banget, ngebayangin pintu bersalaman, berjalan, menulis, dll. tapi justru itu yang bikin buku ini menarik dan gak akan ngebosenin.

membahas tentang Garda, seorang pemuda yang dikurung dalam sebuah sel fasilitas khusus, yang sering berinteraksi dengan pintunya, Pintu Sel Fasilitas Khusus ( atau sebut saja Pintu Garda ). Semakin sering mereka mengobrol maka mulai timbul bibit persahabatan, sampai si Pintu Garda ini bertekad untuk membebaskan Garda.

namun ternyata akhirnya agak tidak disangka - sangka. di awal mungkin belum terlihat alurnya akan seperti ap, tapi coba ikutin aja dulu wkwk 😉
Profile Image for Gifty Zabina  Agung.
75 reviews
July 5, 2022
Buku yang menarik. Aku suka konsep ceritanya dari sudut pandang benda mati. Personifikasi sekali. Gaya bahasanya juga mengalir sempurna. Meski seperti perkataan teman-teman di goodreads, yang kurang mengerti hubungannya antara cerita, judul, dan peran tokoh, aku pun sama, bingung kesimpulan buku ini. Tapi tak apa, yang penting aku menikmatinya sekali.

——————————
▪️ Highlight list:

"Kalau dipikir-pikir manusia-manusia itu kadang keterlaluan. Mereka mudah sekali memvonis sesamanya gila, lalu menjebloskannya ke tempat terpencil, supaya tidak menggangu. Berita-berita akan menayangkan kata gila, dan itulah yang diingat masyarakat. Orang-orang yang menyaksikan dan mendengar tidak akan mempertanyakan, menganggap sudah ada pihak berwenang yang memutuskan dan membereskan urusan." - hal 6.

"Pada dasarnya manusia membenci manusia lain yang menelikung keunggulan." - hal 9.

"Banyak hal yang ingin dia rajut dengan kaki, jahit dengan tangan, dan rekam dengan kepalanya. Dia bertekad selesai dengan dirinya sendiri terlebih dahulu sebelum mengubah dunia." - hal 38.

"Mengenal terlalu banyak pintu membuatmu susah memilih. Padahal semua persoalan bermula dari sejumlah pilihan dan segala yang terjadi sesudahnya hanyalah semacam konsekuensi." - hal 66.

"Pengetahuanmu penting untuk mengambil langkah selanjutnya." - hal 74.

"Selama kami benda mati dan selama kami tidak berpikir, kami bisa dianggap tidak ada; bisa dihapus dari sejarah." - hal 82.

"Aku bertanya-tanya kenapa manusia gemar memugar, juga membuang pintu saksi bisu atas kejadian-kejadian buruk, lalu mereka giat membangun tempat wisata sambil menipu orang dan mengubur sejarah." - hal 99.

"Membantu, ya, membantu. Kalau membantu minta balas jasa, itu namanya menyandera. Lingkaran setan gotong-royong yang sama sekali tidak tulus." - hal 131.

"Kami berkenalan seadanya, bertegur sapa sekenanya. Pelan dan berhemat, kami bertukar kisah. Lama-kelamaan kisah kami yang sedih-sedih dan membosankan semua ini habis diperdagangkan, lalu kami terpaksa bungkam dalam keabadian." - hal 188.

——————————
Profile Image for Shelly.
Author 2 books44 followers
September 24, 2021
Pernahkah kalian membayangkan sebuah pintu menjadi tokoh utama dalam novel? Dia bercerita dan membagi pikiran serta perasaannya. Ada juga Forum Pintu Sedunia. Ada juga Tes Kepribadian Pintu dan sebagainya. Bisa melihat, mendengar, berbicara, juga berjalan ... eh, kalo pintu geser jalannya gimana ya? Tetiba kepikiran wkwkwk.

Oke. Karena aku nggak mau spoiler sama sekali, mari kita fokus ke teknik kepenulisan dalam DMDP. Ajaibnya cerita ini disuguhkan oleh POV 1 jadi Si Pintu menyebut dirinya 'aku'. Garda pun menyebutnya "Pintuku" jadi protagonis di sini sungguh tak bernama. Di tv tropes ini termasuk
No Name Given. Menurutku menarik karena yang nggak bernama justru si tokoh sentral.

Kedua, aku setuju sih kalau ada yang bilang genre buku ini magical realism. Kalau ada yang bilang DMDP bergenre surealisme juga aku bakal manggut-manggut wkwkwk. Yang jelas Si Pintu ini berperilaku seperti manusia, yang mana mengingatkan aku pada teknik anthropomorphism (beda dengan personifikasi karena kemiripan Si Pintu dengan manusia bukan kiasan belaka). Yaa setidaknya menurutku begitu.

Selanjutnya, puisi Kaligram di halaman 99 yang berbentuk tanda tanya.  Ini juga khas Kak Triska yang suka bermain dalam tulisan dari segi bentuk, tanpa meluruhkan substansi yang hendak disampaikan pada pembaca.

Sejak awal aku sedikit menebak akhirnya akan open ending, tapi ternyata close ending. Bagian akhirnya nggak nyangka, sumpah! Tapi dari Si Pintu juga aku banyak belajar dan dapat pandangan baru. Dia benar-benar gigih dalam mencari jati diri dan juga mencapai tujuan. Hebat kamu, Pintu~

Akhir kata, aku berterima kasih karena karya Kak Triska lagi-lagi memberi warna (baik secara harfiah maupun bukan) ditambah sampulnya yang keren, betah banget dipandangi lama-lama. Salut juga buat pendesain sampul dan segenap tim yang terlibat.

Bintang: 5/5
 

Kutipan favorit:



Dia bertekad selesai dengan dirinya sendiri terlebih dahulu sebelum mengubah dunia - hlm. 38

"Dicampakkan kan tak selalu berarti mati?" - hlm. 54

"Ada tiga fungsi pintu. Melindungi, merahasiakan, dan membawa perubahan." - hlm. 65

"Kita benda mati. Kita hanya boleh menyerap sejarah dan cerita, tetapi tidak boleh memendam perasaan. Apalagi memupuk rasa kasihan. Kasihan adalah asal muasal ketumpulan otak dan kekacauan di dunia ini." -  hlm. 117

"Kodrat pintu itu menutup. Bukan membuka. Kalau dia harus membuka diri terus, tentu namanya bukan pintu lagi." - hlm. 132

Sungguh hasta dan depa yang perlu diperjuangkan. - hlm. 146

Profile Image for Christan Reksa.
184 reviews11 followers
March 23, 2022
Nama Triskaidekaman pernah saya dengar sebelumnya akibat novel yang berjudul "Buku Panduan Matematika Terapan", novel yang dari saya baca resepsi2nya tampak agak terlalu rumit untuk pembaca awam. Namanya pun, walau membuat penasaran, tetap saya jauhi.

Sampai akhirnya saya penasaran mencoba mengikuti diskusi sebuah klub buku yang kebetulan saat itu mendiskusikan buku ini. Saya beranikan diri membaca novel anyar beliau & harus saya akui, ternyata saya cukup menikmatinya. Novel magis-realis yang membawa saya keluar dari zona nyaman.

Belum pernah sebelumnya saya membaca novel dengan tokoh utama benda mati yang hidup & bertindak selayaknya manusia. Pintu sel khusus penjara adalah protagonisnya, menarasikan pengalaman2nya bertemu dengan pintu2 lain dalam konferensi & rahasia2 yang tersembunyi di dalamnya. Dalam kesehariannya, ia merupakan akses keluar-masuk sebuah ruang penjara khusus bagi Garda, seseorang yang, tampaknya, adalah aktivis perjuangan yang dijebloskan ke penjara oleh musuh bebuyutannya.

Kata kuncinya: tampaknya.

Apa yang tampak, ternyata diputarbalikkan di sana sini dalam novel ini. Atau mungkin malah, sebenarnya novel ini standar saja. Alur maju, sedikit kilas balik, dan... sejatinya apa yang terlihat di awal tidaklah menipumu. Bila kamu "kegocek" saat membaca novel ini, mungkin bias2mu terlalu mempengaruhimu. Seperti yang saya alami, berpikir ke mana2 sampai kaget & menertawakan diri sendiri saat membaca klimaks & akhiran cerita.

Novel ini berakhir dengan epilog yang terasa seperti permintaan maaf Triskaidekaman bagi pembaca2 yang "kegocek" & penasaran dengan akhir kisahnya.

Benar2 novel yang menarik saya keluar dari area biasanya. Mengajak pembaca melihat pintu dari sudut pandang yang berbeda; dari dua mukanya yang terbuka & tertutup, menjumpa luar & dalam ruangan, menjadi akses sirkulasi maupun pelindung isi ruangan. Saksi bisu berbagai peristiwa tertutup. Pembuka jalan menuju dunia luar, sekaligus mengisolasi di masa pandemi, seperti inspirasi Triskaidekaman menulis novel ini.

Maka bayangkan, bila kamu menjadi pintu, berapa banyak rahasia yang akan kamu simpan?
Profile Image for Hisyam.
125 reviews14 followers
February 15, 2022
Sudah banyak diketahui kalau karya-karyanya Triskaidekaman ini ide ceritanya selalu out of the box. pas ada aja ide ceritanya yg aneh dan beda. Dari karya pertamanya yg berjudul Buku Panduan Matematika Terapan, hingga karya terbarunya ini, Dua Muka Daun Pintu.

Di buku ini kita diajak masuk dalam ceritanya lewat sudut pandang Pintu. Bagaimana selembar pintu baja menjaga seorang tahanan manusia bernama Garda. Akhirnya, bertemanlah Si Pintu dengan Garda. Hingga suatu waktu, Garda meminta bantuan si pintu untuk membantunya kabur dari tahanan tsb. Ya gitulah pokonya.

Genre bukunya Magical realism. Jadi jangan heran kalo nanti banyak hal yg agak sulit dibayangin awalnya wkwk. Gimana si pintu ini bertemu pintu lainnya di forum pintu seluruh dunia ini menurutku absurd bgt tpi terima ajalah ya jalan ceritanya.

Oh iya, sepanjang cerita juga nanti kita dibikin penasaran sama kisah utamanya. tentang masa lalu Garda. siapa Garda sebenarnya. dan menurutku unsur ini yg cukup kuat dan beneran bikin penasaran. ketika diakhir dijelasin keseluruhan ceritanya aku lumayan puas.
Profile Image for Rossa Imaniar.
221 reviews5 followers
August 11, 2024
“Ingatan diperlukan untuk belajar dan mencegah berulangnya kesalahan.”

“Pada dasarnya manusia membenci manusia lain yang menelikung keunggulan.”

“Padahal semua persoalan bermula dari sejumlah pilihan dan segala yang terjadi sesudahnya hanyalah semacam konsekuensi.”

“Tidak usah meminta bantuan kalau ujung-ujungnya mereka menganggapmu berutang. Membantu, ya membantu. Kalau membantu minta balas jasa, itu namanya menyandera. Lingkaran setan gotong-royong yang sama sekali tidak tulus.”

3.8/5 🌟 untuk novel ‘Dua Muka Daun Pintu’. Novel ini bener-bener unik ya. Di mana sudut pandang tokoh utamanya itu diambil dari benda mati, yaitu sebuah pintu. Kalian bisa bayangin nggak, sebuah pintu bisa ngomong dan seolah-olah beraktifitas sama kayak manusia..

Nah, di novel DMDP ini, bercerita tentang sebuah pintu ruang isolasi khusus kejiwaan. Di mana Si Pintu ini bertugas untuk menjaga seorang pasien bernama Garda Pradisetia agar tidak bisa kabur. Tapi nyatanya, justru Si Pintu yang akhirnya membantu Garda untuk keluar dari ruang isolasi. Gimana tuh caranya, kok bisa sebuah pintu bisa nolongin Garda buat kabur? Kalian penasaran kan... Kuy langsung baca aja novelnya. Karena persahabatan Garda dan Si Pintu ini menarik banget buat di simak kisahnya.

Di bab-bab awal tentu aku bertanya-tanya... Kenapa sih Garda sampai harus masuk di ruang isolasi. Kok bisa gitu dia diperlakukan kayak gitu. Karena menurut cerita versi dari Si Garda, dia ini katanya dijebak. Secara Garda ini anggota aktivis gitu. Dia semacam kayak dicekal gitu.

Sama seperti Si Pintu, aku juga merasa kasihan dong sama Garda. Kalau emang Garda nggak salah, harusnya dia ini hidup bebas di luar. Lalu dipertengahan cerita, mucul tokoh bernama Kusuma sama Tantri. Di sini aku dibikin penasaran lagi. Siapa sebenarnya mereka itu. Sama kayak Si Pintu, aku berpikir jangan-jangan mereka ini orang-orang yang udah jahatin Garda. Udah nethink aja aku, duuh.. takut Garda ntar di apa-apain lagi.

Jujur sepanjang membaca aku penasaran gitu. Siapa sebenarnya yang benar dan siapa yang salah. Dan semuanya baru terjawab ketika Garda mecoba kabur dari ruang isolasi. Di situ akhirya terbongkar semua tentang sejarah kehidupan Garda, Kusuma dan Tantri. Ada hubungan apa diantara mereka, gimana ceritanya bisa Garda di kurung. Semua akhirnya terjawab dong... Dan aku cukup kaget saat tahu kebenaran dari kisah mereka.

Yang jelas novel bergenre magical realism—eh, atau masuk genre surealisme ya—layak banget buat di nikmatin. Kapan lagi kalian bisa baca cerita, yang tokoh utamanya itu sebuah pintu. Asli menarik banget.. 👌🏻
Profile Image for Akaigita.
Author 7 books240 followers
November 10, 2021
Niatnya disimpan untuk bacaan tahun depan, tapi apalah daya 🥲 karena kecepatan membacaku menyedihkan, sepertinya aku harus mulai berlatih membaca lebih cepat dan membaca buku lebih banyak setiap tahunnya. Buku ini adalah objek latihan yang tepat karena tipis, terus ceritanya juga simpel dan fokus, jadi nggak perlu mengingat-ingat nama tokoh yang terlalu banyak dan nggak penting atau setting imajinatif atau plot yang ribet.

Ngakak dong waktu pintu Garda ketemu pintu Prancis. Panggilannya monsieur 😅 terus juga cerita-cerita sejarah yang dituturkan para pintu itu... aku beneran nyari di google. Set dah. Nggak heran lagilah sama Budok kalau urusan riset meriset ini. Aku malah parno masih ada easter eggs yang nggak berhasil kutemukan dari buku ini karena kecepetan membaca. Mudah-mudahan tidak. Kalaupun ada, aku bakal baca ulang dengan lebih lambat di lain waktu.

Dua Muka Daun Pintu bercerita tentang si pintu fasilitas khusus yang masih naif dan mudah terbawa. Dia menjaga seorang tahanan khusus. Suatu hari, dia mendatangi forum pintu sedunia dan berjumpa dengan banyak pintu lain, termasuk pintu-pintu lokasi kematian tak wajar dan PINTU BERNOMOR 221B! Hahaha hyped banget aku jadinya. Semakin ke tengah, intriknya semakin menegangkan karena si pintu tokoh utama kita dibuat bingung siapa yang harus dia percaya: Garda atau si Pintu Apartemen. Di situ bener-bener buram batas kebenaran dan kebatilan, dan jadi semakin penasaran sama gimana endingnya.

Endingnya Garda mengingatkanku sama teman penjaranya Andy Dufresne yang di***********

Ahahaha baca aja sendiri.
Profile Image for rifa࿐.
46 reviews3 followers
June 26, 2022
Selembar daun pintu yang kasihan dan iba dengan sosok manusia yang ada di balik pintunya.

Kisah yang Garda ceritakan mengenai dirinya dan Ku-su-ma ternyata tidak seperti yang terjadi sebenarnya. Garda yang merasa dipermalukan oleh sikap Kusuma yang menyelamatkan dirinya sendiri dari hukuman ditambah ia tidak meminta maaf, dilanjut adanya Tantri dalam cerita mereka.

Inti dan pesanya nih ya, jangan sampai ketiduran pas mapel guru killer :)) akibat nya bisa lanjut sampai lo gede soalnya wkwk

Cerita unik nih , pov nya dari selembar daun pintu dan juga menurut gue ceritanya ga bosenin 😬
Profile Image for zaa.
121 reviews24 followers
February 24, 2022
Ide utamanya menarik, apalagi karena menggunakan sudut pandang dari sebuah pintu sel isolasi khusus. Pintu tersebut berteman dengan manusia yang terkurung dalam ruangannya, mereka berdua kemudian merencanakan pelarian. Sang pintu juga mengunjungi Forum Pintu Sedunia dan bertemu banyak pintu lain yang tak kalah unik. Sayangnya, penokohannya standar, aku nggak merasa relate and rooting for them, jadi ketika selesai rasanya nggak begitu membekas. Tapi aku tetap kagum sama konsep yang dipakai.
Profile Image for Nike Andaru.
1,648 reviews112 followers
September 3, 2023
75 - 2023

Dengan POV sebuah pintu cerita ini bergulir. Ada nama Garda sebagai kawan Si Pintu yang berada di sel isolasi.
Cukup menyenangkan membaca cerita Si Pintu dan misi mengeluarkan Garda ini.

Apakah yang dilakukan selembar pintu? Selalu membuka atau selalu menutup?
Profile Image for Meiliana Kan.
242 reviews52 followers
March 1, 2022
Secara keseluruhan buku ini ceritanya unik banget. Ya gimana engga, wong tokoh utamanya pintu! 🤣🤣 Aku sampai bertanya-tanya ini penulisnya dapat ide darimana bisa nulis dari sudut pandang pintu 🤣🤣 Tapi.. di sisi lain aku merasa agak kesulitan untuk membayangkan si pintu bertingkah laku selayaknya manusia. Mulai dari bisa berbicara dengan orang yang dijaganya, belajar membaca, sampai ikutan Forum Pintu Sedunia! Trus aku jadi bertanya-tanya juga, Forum Pintu Sedunia itu seluas apa ya kira-kira? Karena kan didatangi oleh banyak sekali pintu dari berbagai belahan dunia 🤔🤔

Kalau untuk ceritanya hmm.. sebenarnya aku cukup dibuat penasaran dengan orang yang ada di balik si Pintu yang menjadi tokoh utama buku ini (aku jadi bingung harus menyebut pintu itu apa, awalnya disebut Pintu Penjara, tapi ternyata bukan tapi kalau ku sebut aslinya apa nanti kan spoiler, ya 🤣🤣) Dan walau udah nebak kalau orang itu, Garda namanya, gak beres, tapi tetap aja aku kaget dengan masa lalunya. Miris banget ternyata masa lalunya duh.. Tapi gimana ya, biarpun aku merasa si Garda itu miris ku rasa ada sesuatu yang masih bisa digali lagi karena rasanya agak kurang greget aja, gitu. Efek yang terasa hanya seperti saat membaca berita yang ada di koran-koran, minim emosi., gak sampai bikin aku iba dengan si Garda 🤔🤔

Dan lagi ada beberapa bagian yang menurutku belum dijelaskan. Haduh.. banyak amat ini pertanyaannya 🤣🤣

Ini bukunya Triskaidekaman kedua yang kubaca setelah CADL, sih. Aku lebih suka dengan cara Triskaidekaman mengeksekusi cerita dalam CADL yang membuatku enggan menaruh buku karena penasaran, tapi Dua Muka Daun Pintu ini menawarkan cerita yang unik dan fresh gitu dan cocok banget buat bacaan santai yang gak perlu mikir (aku aja yang bacanya terlalu serius malah jadi overthinking nanya ini kenapa itu kenapa 🤣🤣)
Profile Image for cindy.
1,981 reviews156 followers
March 30, 2022
Aku sering sebal-sebal-syuka kalau baca novel dengan gaya unreliable narator, kayak kok mau-maunya aku baca tekun menebak-nebak ini cerita beneran atau gak. Nah novel ini lebih parah, bukan cuma unreliable narator, tapi juga bergenre magical realism, yaitu diceritakan dari pov sebuah pintu. Iya, pintu! Pintu ruang pasien(?) soliter di fasilitas rs jiwa.

Sepanjang novel kita dibawa mengikuti pengalaman si Pintu yang secara nyata menjaga kamar Garda namun secara maya sedang mengikuti Forum Pintu Sedunia. Garda adalah seorang manusia yang tampaknya, dari ceritanya sendiri, adalah seseorang yang dijebak dan dikurung di fasilitas khusus ini karena sesuatu hal, mungkin karena dia mengetahui sesuatu rahasia, atau dia salah dan menyalahi seseorang yang penting. Ceritanya yang sepotong sepotong pada si Pintu membuat kesan seperti itu, sehingga si Pintu sibuk bolak-balik ke Forum Pintu Sedunia mencari jalan untuk membebaskannya tanpa melupakan marwahnya sebagai pintu.

Suka bagian metafora pintu-pintu membahas segala sesuatu sekaligus mencuplik peristiwa-peristiwa sejarah di sana-sini. Gaya ceritanya mengalir lancar meskipun seting tempat dan waktunya melompat-lompat tak tentu. Garda pun memainkan perannya dengan sangat baik dan meyakinkan. Hingga akhirnya.... waack, plot twist menampar di jelang akhir cerita. Setelah itu kisah melambat dan menjelaskan latar semua orang yang terlibat, membuatku terperangah. Puntiran kisah yang oke, meskipun terlalu tiba-tiba dan tersamar. Penyelesaian yang tak terduga namun menjelaskan secara keseluruhan. Nasib buruk bagi si Pintu.

Aku suka sekali gaya penceritaan novel ini, unik dan segar. Setelah gagal tamat di novel sebelumnya, matematika dan bahagia tanpa kepala, aku jadi benar-benar tertarik untuk mencoba membaca mereka sekali lagi. Mungkin sekarang lebih masuk moodnya.

#gramdig
Profile Image for Rhea.
150 reviews6 followers
February 26, 2022
First time to read Triskaidekaman’s work and the credit goes to @alienkeren for the initial interest in the author’s work and @kebabreadingclub for the nudge to finally take it out of my tbr pile to read 🥸📚

The story follows one particular metallic Door in an unknown location. The Door is aware of what lies on both of its side. On one side is a sterile corridor with a security cam attached on the ceiling. On the other side is a person named Garda, a prisoner. Slowly by slowly a friendship between the Door and Garda developed till one day, Garda asked the Door for a favor. But who is Garda? Should the Door help him? Well yall just have to read on because it is SO. GOOD:

What I loved about the story? The Door, ofc! I see some parallels of the Door with people trying to figure out their place in this world. The door got to know about Apartment Door, ICU Door, White Door, Control Room Door, French Door, etc. And for a time, by deciding whether to help Garda or not, the Door was also trying to figure its own self out. How does our choices define who we are? But first, does it? So for the whole time that I read this book, this is the one element that I keep my eyes on!! And its ending is very apt, in my opinion.

That aside, the pacing is great. The style is not commonly found (or I haven’t read a lot of books like this). There is a twist! And the ending is awesome. Highly recommended!! If you’re in Indonesia, definitely pick it up!

Right now it is not yet translated into English… But I certainly hope it does!! You rarely come across stories like this.. Now am definitely curious about Triskaidekaman’s other works.
Profile Image for Gege.
15 reviews
May 13, 2022
Dua Muka Daun Pintu adalah sebuah novel dengan tokoh utama sebuah pintu yang membagikan pengalamannya menjadi pintu. Sedikit membingungkan memang, tapi beberapa orang mengatakan ini termasuk 𝘮𝘢𝘨𝘪𝘤𝘢𝘭 𝘳𝘦𝘢𝘭𝘪𝘴𝘮. Tokoh utamanya adalah pintu, tidak bernama sebab bukan benda hidup. Pintu mengajak pembaca untuk mengenal dirinya, apa tugasnya, dunianya bahkan mencari tahu bagaimana akhir kisahnya. Dalam novel ini Pintu menjaga Garda, seseorang yang diamati dan diajak berinteraksi setiap hari.

Meski terbagi dalam bab yang lumayan banyak, novel ini bergerak dengan cepat mengantarkan kita menemui akhir. Menggambarkan pintu sebagai mahluk hidup yang punya sifat dan perasaan sebagai manusia benar-benar ide luar biasa, sebab di ¼ buku sampai akhir saya tidak lagi terganggu dengan tokoh utamanya. Pelan-pelan kebingungan saya sirna tersihir alur ceritanya.

Dua Muka Daun Pintu memberi kesan yang cukup mendalam bagi saya, penulis berhasil mempersonifikasikan pintu selayaknya mahluk hidup. Pintu punya dua sisi (sisi luar dan sisi dalam), di mana setiap sisi itu bisa melihat, mendengar atau merasakan hal yang tidak dirasakan sisi lainnya. Pintu juga punya dua kegunaan, menjadi akses bebas ke luar sana atau bahkan mengisolasi untuk tetap diam. Pun segala cerita dalam kehidupan kita (manusia) selalu punya dua sisi, tentang mana yang menjadi kebenaran semua kembali ke diri sendiri.
Profile Image for Sara Chrisenka.
35 reviews4 followers
October 21, 2021
On literary standpoint, this is a great book.

The idea is so extraordinary, making a nameless door as the main character of the book. I love the fact that the author treated the door like a real human being who could shake hands (by connecting their knobs) or push other doors. It is written using formal Bahasa yet it flows nicely and very enjoyable to read.

My only problem with this book is that I don't feel anything afterwards. I don't know why, though. Probably because the plot is pretty simple and the moral of the story is pretty straightforward? Maybe because I cannot relate with the characters? I tried to read it for the second time with an even slower pace than usual, but other than feeling in awe over the genius mind of the author, I feel... nothing.

With that in mind, I have to rate it 3 stars even though I wish I could rate it higher.

Full review on: https://www.youtube.com/watch?v=NS5tW...
Profile Image for Kezia Margaret.
8 reviews
March 1, 2022
Tokoh utama seorang manusia? Ahh itu biasa, dan dijumpai hampir di semua novel..
Tapi tokoh utama sebuah pintu? Ahh itu baru luar biasa.
Baru pertama kali baca novel yang tokoh utama-nya sebuah pintu, tapi si penulis begitu ahli memainkan kata-kata sampai-sampai rasanya pintu itu begitu bernyawa seperti manusia.

Novel fiksi bernuansa sastra yang sangat enak dinikmati. Saya sangat menyukai bagaimana penulis mem-personifikasi sebuah pintu, mengadopsi beberapa kebiasaan manusia seperti saat mengikuti Forum Pintu Sedunia. Saat pintu-pintu tersebut berkerumun sesuai dengan preferensi masing-masing, istilahnya 'nge-gank'.
Ahh bukannya itu habit manusia pada umumnya?

Kalau kamu ingin membaca novel fiksi yang tidak bernuansa cinta2an namun tetap asyik, novel ini adalah pilihan utamanya.
Profile Image for Novena Adelweis.
26 reviews
March 4, 2022
Ketika kita membaca novel, kita cenderung mencari kesamaan dengan karakter utamanya, bukan? Mudah ketika tokoh utamanya manusia, tapi menantang apabila tokohnya pintu, seperti Dua Muka Daun Pintu. Barangkali kita hanya perlu larut dalam pengalaman pintu dan hubungannya bersama Garda.

Ada sempilan hal-hal yang memancing keingintahuan saya, seperti Joyce Vincent dan Lindbergh. Gaya penulisan Triskaidekaman pun membuat saya tergocek berkali-kali. Jika kamu ingin membaca karya fiksi yang anti-mainstream, novel ini bisa jadi pilihan.
Profile Image for nik.
10 reviews
August 31, 2022
cerita yg unik dengan sudut pandang dari sebuah benda mati. awalnya cerita ini terlihat ringan tapi lama-kelamaan kita bakal dibuat bingung sama siapa yg benar dan siapa sebenarnya yg ga bisa dipercaya.
Profile Image for Ruang Tahul.
10 reviews
November 25, 2024
Kesan pertamaku untuk buku ini: "Hah?" Aku ga ngerti apa maksud dari judulnya, bahkan butuh waktu buat ingat dan paham. Baru setelah baca sedikit, akhirnya aku bisa paham dan ingat.

Pertama, ingat dulu sebutan daun pintu. Daun pintu. Daun pintu. Maksudnya Dua Muka adalah dua sisi pintu yang menghadap ke luar dan ke dalam. Sesederhana itu ternyata..

Aku baca blurbnya, sekilas baca review orang juga. Menarik. Menyajikan cerita dari sudut pandang sebuah pintu. Kaya akan majas personifikasi. Pintu dibuat mampu melihat, mendengar, dan berbicara selayaknya manusia; bahkan mampu berkumpul dan bercakap dengan pintu-pintu lain dalam Forum Pintu Sedunia.

Tokoh utamanya adalah sebuah pintu yang mengaku sebagai Pintu Penjara Fasilitas Khusus, dengan seorang tersangka di dalamnya bernama Garda yang mengaku sebagai seorang aktivis, pemimpin pergerakan. Gerakan melawan penghapus ingatan.

Aku terlalu terbawa suasana. Kata aktivis mengambil perhatianku terlalu banyak. Aktivis yang ditangkap dan diasingkan. Belum lagi peran Garda yang dekat sekali dengan (pintu) tokoh utama. Ternyata ada sedikit bumbu thriller dalam cerita ini. Dan aku sudah membela orang yang salah..

Sudut pandang sebuah pintu menghadirkan kesan fantasi yang tidak pernah dibayangkan sama sekali. Belum lagi adanya Forum Pintu Sedunia di mana pintu-pintu yang selama ini kita lihat hanya sebagai benda mati, diam di tempat dengan dua tugas yang selalu sama: membuka atau menutup; mampu membuat sebuah forum bahkan menjalani seminar.

Ada beberapa bagian yang tidak aku mengerti. Dialog-dialog yang seringkali tidak diikuti dialog tag membuatku sedikit kebingungan. Belum lagi banyaknya tokoh jadi menciptakan kekeliruan di beberapa tempat, seperti salah menyebut nama tokoh yang akhirnya membuat ceritanya jadi sulit dicerna dan dipahami.

Ini adalah hal yang seringkali ditemukan ketika menulis cerita fantasi. Apalagi fantasi dengan nama tokoh yang tidak biasa, atau lebih banyak menggunakan sebutan-sebutan, seperti: Pintu Penjara Isolasi Khusus, Pintu Apartemen, Pintu Penerbangan, Moderator Nobel, Pintu Putih. Sebutan-sebutan seperti ini berpotensi luput dari perhatian kalau-kalau kurang teliti benar. Itulah apa yang aku temukan dalam buku ini.

Selain menjadikan majas personifikasi sebagai nyawa dari ceritanya, buku ini juga kaya akan diksi. Bukan diksi puitis yang menawarkan keindahan, melainkan diksi-diksi yang jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, tapi tetap tidak menjadikan kalimatnya terkesan kaku sama sekali. Ada pula penggunaan imbuhan (atau tanpa) yang berbeda dari biasanya.

Ada juga penggalan sejarah dari cerita-cerita para pintu dan tuannya yang menjadi pelengkap cerita dalam buku ini.

Aku tidak menyangka kalau pintu punya filosofi sedalam itu. Ada banyak pelajaran yang bisa diambil dan memukulku secara telak sebagai orang yang punya masalah yang sama. Apakah sebaiknya aku selalu membuka atau menutup?
Profile Image for Tira Lubis.
298 reviews4 followers
December 22, 2024
3,7 🌟

"Ada tiga fungsi pintu. Melindungi, merahasiakan dan membawa perubahan."


Pernahkah kalian membaca novel yg memiliki sudut pandang benda mati?

Sepertinya ini pertama kalinya aku baca novel dengan sudut pandang benda mati, ya di novel ini kita akan melihat cerita dengan sudut pandang pintu, sebuah pintu penjara.

Jadi disini kita akan diajak mengikuti kisah sang Pintu yg bertugas menjaga tahanan khusus bernama Garda. Uniknya Garda dan sang Pintu bisa berbicara kepada satu sama lain, yg membuat mereka menjadi berteman. Di dalam sel Garga dikurung dan dipasung, hal tsb membuat sang Pintu merasa kasihan dan berniat untuk membebaskannya.

Sampai suatu ketika sang Pintu masuk ke dalam Forum Pintu Sedunia dan bertemu banyak pintu-pintu lain yg akhirnya membuat dia menyadari bahwa apa yg dipercayainya selama ini ternyata berbeda dari kenyataan. Kenyataan apa yg berbeda? Dan berhasilkan sang Pintu untuk membebaskan Garda?

Buku ini unik banget, selain kita melihat cerita dari sudut pandang pintu, kita juga alan dibuat penasaran dengan apa itu Forum Pintu Sedunia dan apa saja yg terjadi disana.

Walau awalnya aku agak-agak susah untuk mengimajinasikan yg terjadi di buku ini, karena di dalam Forum Pintu Sedunia itu, para pintu bertemu, berkenalan dan mendapat pelatihan, tapi semakin aku baca jadi sedikit mulai sedikit bisa terbayangkan apa yg terjadi di buku ini.

Diceritakan dengan alur maju mundur, kita akan diajak melihat kisah hidup Garda sebelum dia dikurung sebagai tahanan khusus dan kenapa dia sampai berakhir disana.

Dan yg ga aku sangka-sangka ternyata terdapat kenutan di bagian akhir yg buat aku lumayan syok. Hanya saja aku agak ragu mau bersimpati atau ga pada salah satu tokoh. Di satu sisi kasihan juga tapi di sisi lain perbuatannya juga tidak dibenarkan.

Overall aku menikmati baca novel ini, novel yg unik dan ceritanya juga menarik dan bikin penasaran. Banyak insight yg bisa didapat dari sini. Bahwa setiap hal punya dua sisi, sama seperti pintu yg juga punya dua sisi, tergantung bagaimana kita melihat dan memaknainya. Recommended..
Profile Image for Truly.
2,769 reviews13 followers
April 23, 2022
Apapun yang ada di sekitar kita, merupakan sumber inspirasi yang bisa diolah menjadi sebuah kisah yang menarik. Mulai dari cara belajar matematika yang tak hanya urusan tambah, kurang, kali, serta bagi, tapi menjadi sesuatu yang bermakna lebih dalam kehidupan ini, hingga urusan pintu yang menjadi sahabat baik.

Demikianlah kesan yang diperoleh jika kita menikmati karya Triskaidekaman. Sesuatu yang sepertinya biasa-biasa saja, bisa berubah menjadi hal yang tak biasa. Soal huruf 'e' misalnya. Butuh tenaga ekstra untuk membuat sebuah kisah tanpa menggunakan salah satu vokal. Tak mudah memang, karena penulis harus mencari padanan kata yang tidak menggunakan huruf 'e' namun tetap sesuai dengan apa yang ingin dikomunikasikan.

Demikian juga dengan kisah kali ini. Tokoh dalam kisah ini-aku, adalah sebuah pintu yang ditempatkan di sebuah kandang, tempat untuk "menjaga" orang yang dianggap berbahaya. Ia berteman dengan sosok yang berada di dalam. Garda, begitu ia dipanggil.

----
----
----
Apakah pintu rumah 221B juga serupa dengan pemiliknya? Setiap hari mendengarkan gumanan tokoh bermantel panjang bukan tak mungkin membuatnya juga memiliki permikiran yang sama. Jadi pingin usul supaya dibuatkan kisah detektif dengan pintu rumah 221B sebagai tokoh utama.

https://trulyrudiono.blogspot.com/202...
Profile Image for disundarideket.
2 reviews1 follower
May 18, 2022
Sebagai orang yang jarang membaca tulisan realis, cerita ini cukup menarik dan menyenangkan dibaca. Berkisah tentang sebuah pintu yang menjaga seorang tahanan dan tentang bagaimana keduanya menjalin hubungan yang kemudian berkembang jadi sebuah misi pembebasan. Tulisan yang rapi dan penjabaran yang mudah dimengerti, terutama saat mendeskripsikan dunia lain dimana terdapat konferensi para pintu di seluruh dunia, memberikan saya imajinasi baru mengenai setiap pintu dan cerita dibaliknya.
Pertanyaan retorik dalam dialog juga membangun cerita, seperti "Pintu yang baik adalah pintu yang tertutup atau terbuka?". Ini membuat saya sebagai pembaca jadi ikutan berpikir bersama si pintu penjara khusus. Penulis membawakan penokohan setiap pintu dengan baik, cerita si pintu pencuri, cerita pintu apartemen, dan beberapa pintu lainnya disajikan dengan penggambaran yang santai dan mengalir. Bahkan sisipan beberapa misteri ini-itu pula yang menjadikan saya ingin segera menyelesaikan bukunya. Rasa penasaran si pintu tokoh utama adalah gambaran rasa penasaran saya sebagai pembaca.
Menyelesaikan buku ini membuat saya jadi ingin membaca buku lain yang ditulis oleh Henny Triskaidekaman, isinya yang absurd tapi berisi membuat saya ketagihan.
Profile Image for nadya.
84 reviews
February 22, 2022
aaa aku seneng bangettt ini sesuai sama ekspektasi aku!!! padahal udh tinggi bgt, jujur aku tkt malah dikecewakan, tp ternyata engga :D

ketertarikan aku dimulai dari sinopsis yang menceritakan sudut pandang dari sebuah pintu. jujur, ini pertama kali aku membaca sebuah buku yang bersudut pandang dari sebuah benda mati. aku sukaa bgt jd penasaran sama buku2 lain yang mirip seperti ini.

awal-awalnya tentunya kita dibuat bingung dan lama2 bukannya semakin mengerti malah semakin bingung. aku ga nyangka bukunya akan menjadi sangat politis (?) aku gatau kata tepatnya haha, maksudku susah sekali percaya siapapun di buku ini. aku merasa sama bodoh dan naifnya seperti pintu 'penjara' di buku ini.

dan ketika semuanya mulai terungkap... wah.... aku terkejut si jujur. karena ya, kelihatannya penyebabnya sederhana, tp sebenarnya menurutku engga. aku speechless bgt sih pas masalahnya jd rumit bgt ☹️ and that ending aaaaaahhh whyyyyy😭

bagus bgt hehe, lately aku cuman baca contemporary/romance jd ini fresh bgt sih buat aku. dan ada bbrp kutipan yg aku sukaaa bgt cuman aku ga nyatet💔

recommended bgt!! 5/5⭐ from me
Displaying 1 - 30 of 80 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.