Jump to ratings and reviews
Rate this book

Resepsi

Rate this book
Menerima undangan resepsi adalah perkara memilih gaun yang pas, sepatu yang cakep, dan "plus one" yang tepat. Urusan-urusan itu tidak pernah jadi hal yang sulit untuk Resi.

Namun, kali ini yang datang adalah undangan resepsi dari Ranu, si mantan pacar yang sudah 12 tahun "on-off" dengan Resi! Sampai enam bulan lalu, Resi masih yakin bahwa suatu hari di undangan resepsi itu akan tertulis namanya dengan Ranu. Mereka masih saling sayang kok! Semesta juga selalu menghadirkan kebetulan-kebetulan yang menghubungkan Resi kembali dengan Ranu.

Itu pertanda mereka berjodoh, kan?

Lalu kenapa undangan hijau toska yang mendarat di meja kerja Resi menuliskan nama berbeda? Bukan Resi & Ranu, melainkan Amelia & Ranu.

Apa yang salah? Resi coba memikir-mikirkan lagi 12 tahun ke belakang. Meski begitu, waktu terus berjalan. Resi cuma punya waktu satu minggu untuk ngotot ngorek-ngorek sisa cintanya di masa lalu, atau menghadapi apa yang sudah di depan mata: resepsi pernikahan mantan pacarnya dengan orang lain!

317 pages, Paperback

First published January 1, 2021

20 people are currently reading
197 people want to read

About the author

Smita Diastri

4 books14 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
42 (14%)
4 stars
80 (26%)
3 stars
138 (46%)
2 stars
33 (11%)
1 star
7 (2%)
Displaying 1 - 30 of 78 reviews
Profile Image for Dinur A..
258 reviews98 followers
September 14, 2022
Rate: 2.35

Flat. Nggak ada sub-konflik, nggak ada in-depth convo, semuanya telling. Nggak ada nuance/chemistry yg terbangun sehingga pembaca bisa ngerti kenapa A bisa jatuh cinta dengan B dan sebaliknya. Penjelasan upbringing setiap tokoh juga sangat seadanya sehingga karakterisasi hanya berdasarkan apa yg dideskripsikan penulis (again, telling). Sayang bgt, padahal ini tipe2 MetroPop yg harusnya gue suka.
Profile Image for Liliyana Halim.
309 reviews238 followers
September 29, 2021
3.5 ⭐️ Selesaiiiii! 🤩🤩🤩 Baca novel ini jadi nostalgia sama jaman putih abu-abu. Siapa yang pernah telpon gebetan pake telpon umum? Atau pergi ke wartel? Siapa yang sempat online di miRc? Yang sempat pake Pager? Aku cukup suka cara berceritanya dan mungkin beberapa orang pernah mengalami apa yang dialami oleh Resi. Tapi menurutku pribadi flashbacknya terlalu banyak dan lumayan detail jadi sedikit ganggu. Apalagi bagian mendaki gunung itu. Tapi aku suka menjelang akhir apalagi nasihat Mamanya Resi 👍🏼. Baca novel ini kalau kamu masih terjebak dengan hubungan masa lalu.
Profile Image for Hestia Istiviani.
1,038 reviews1,962 followers
September 8, 2021
Gimana reaksimu ketika nerima undangan nikah dari mantan?

Hati Resi tak keruan pagi itu. Undangan hijau toska mampir ke mejanya. Memutar kembali kenangan lama. "Hah? Amelia siapa?" pikirnya.

Waktunya cuma seminggu untuk menguraikan teka-teki yang bersemayam bersama mantannya yang bernama Ranu. Resi masih membayangkan kalau hubungan "on-off" selama 12 tahun itu, akan berakhir di pelaminan. Apakah Resi akan "yaudahlahya" atau mengajak Ranu berbicara?

Bersama Resepsi, aku dibawa ke masa lalu Resi & Ranu tahun 1997-1999. Masa-masa ketika memberi mixtape sama dengan surat cinta. Ketika naksir senior yang juga anak basket adl hal yg halu namun seru.

Resepsi juga mengantarkanku pada 2008. Eranya BlackBerry Messenger. Bersama Resi (yang kadang bikin aku kesal), ada Arga si cowok charming yang nggak sengaja naksir dia.

Sejujurnya, membaca Resepsi punya elemen "triggering" sendiri buatku. Bukan karena manisnya Ranu & Arga terhadap Resi. Melainkan pada memento mereka. Seperti misalnya momen Resi & Arga menonton konser NAIF yg membuat memori di benakku jadi naik ke permukaaan 😂 damn!

Novel ini menjadi distraksi di tengah kesibukan bikin promo ini-itu 🥲 Ringan sekali. Apalagi untuk mereka yang anak Jaksel, pasti langsung klop dengan Resi, Ranu, & Arga yg hobi banget main ke PIM (ini juga bikin aku triggered 🥲).

Oiyak, aku belum pernah diundang ke nikahan mantan sih jadi nggak kebayang bakal gimana reaksiku kelak 🤧🤔
Profile Image for Amaya.
745 reviews57 followers
June 29, 2022
Waktu baca blurb-nya jujur aku emosi. Kesel, bisa-bisanya mendadak ngasih undangan ke orang yang masih bisa disebut gebetan. Akhirnya memutuskan buat baca buku ini.

Ranu menyukai Resi sejak masuk sekolah dan duduk sebangku dengannya saat ujian. Resi sendiri nggak menunjukkan gelagat suka balik, sampai setelah liburan semester, Ranu membulatkan tekad buat nembak Resi. Kisah cinta mereka rumit dan nggak jelas. Bisa dibilang, selalu ada penghalang dan alasan yang nggak bisa mempersatukan mereka, baik dari sisi internal maupun eksternal.

Oke, pertama, aku kaget disuguhi pov Ranu juga karena dia yang bikin aku pas baca blurb awalnya jengkel, tapi ternyata masih banyak perpindahan "suara" yang bikin pusing. Kedua, karakter Resi ini menjengkelkan, sangat! Walaupun Ranu sama ngeselinnya, bagiku Resi tetap si paling bikin emosi. Sifatnya jengkel first nyari kejelasan last, labil, terus gampang banget denial. Nggak bisa tegas pula sama keputusannya (dan ini terjadi di alur mundur maupun maju). Ketiga, cara berceritanya nggak masuk di aku, idk, emosinya nggak dapet aja selain kesel sama karakternya. Keempat, banyak detail yang bisa dipotong karena bikin bosaaan. Baru kali ini aku nerapin skimming ke buku, saking slow burn-nya, hiks.

Nggak rekomen buat yang nggak demen alur lambat dan rekomen kalau mau baca metropop yang bikin greget (idk, ini suatu kelebihan apa enggak). Yang pasti, buku ini bukan style-ku dan dapat 2.5 bintang.


Ps: Format baru GD emang ramah di mata, tapi nggak ramah buat keindahan, hiks. Bagiku, tampilan yang menarik bisa sedikit membantu menaikkan mood, apalagi kalau bukunya kurang sreg.
Profile Image for yese.
140 reviews2 followers
April 6, 2022
This story is NOT FOR ME (huruf kapital pake font 72)

Menurutku cerita ini terlalu telling. Terlalu banyak hal-hal gak penting yang dibahas sangat detail, cerita naik gunung, hubungan Resi-Damar, pertandingan basket, blablabla. Jadi 50% lebih ceritanya itu gak ngaruh ke inti cerita.
Dan juga percakapan antar tokohnya itu terlalu banyak basa-basi. Di buku diceritain kalau Ranu ngerasa klop dan cocok dengan Resi, tapi aku gak dapetin itu, karena percakapan mereka hanya basa-basi belaka aja, gak ada in depth-convo antara mereka.

Jadi buat yang baca dan penasaran kenapa Ranu bisa tiba-tiba ngirim undangan ke Resi padahal hubungan mereka sudah bertahun-tahun, simply cukup baca seperempat awal buat pembuka dan seperempat akhir aja. Sudah jelas disitu semuanya. Bagian tengahnya cuma detail-detail gak penting buat inti cerita.

Akhir kata, buku ini jelas sangat bukan buatku baik dari segi plot, gaya cerita, chemistry antar tokoh. Beda selera saja mungkin.
Profile Image for Lisra Yenny.
96 reviews1 follower
December 3, 2022
Baca bab2 awal ok lanjut.. Tapi lama lama flashback nya kok g penting ya, terlalu kemana mana gitu, tidak lgsg ke poin hubungan Resi Ranu tu gimana, lanjut di alur maju pun lama2 jadi banyak yg aku skip skip.
Resi orang yg slalu merhatiin omongan orang. Capek banget jadi Resi. Ngebacanya gemes. Tapi yg dilakukan Resi minta vakum sama Ranu itu bisa aku pahami karna anak SMA banyak kyk gitu pemikirannya ketemu sandungan dikit aja minta putus. Buat Resi vakum itu masih koma masih ada kelanjutan nya, sementara buat Ranu vakum sama aja selesai.. Titik. Brati udah jalan sendiri sendiri g ada kewajiban lagi buat laporan. Kalopun tau2 ketemu di room chat ya itu sekedar ajang nostalgia buat keduanya. Resi gagal move on krn menurut Arga suatu hubungan itu kalo udah g bisa dilanjutkan harus ada closure nya biar g gantung dan bikin kedua belah pihak lega. Saya setuju nih sama Arga. Sama seperti sebuah hubungan itu mesti ada proklamasi nya 😊 . Ide cerita bagaimana cara Resi supaya bisa plong sama masa lalunya menurut saya bagus cuma flashback yg banyak banget dan g ke sasaran itu jadi bikin rada kesel.
Profile Image for cel.
94 reviews5 followers
March 1, 2022
too much flashback parts. i thought ini bakal lebih detail ke kejadian resepsi sampai setelah resepsi, tapi ternyata malah isinya almost 80% tentang kejadian sebelum resepsi dan rentang waktunya juga udah jauh banget. sorry to say but this book not as expected
Profile Image for Vio Reads.
146 reviews
May 6, 2023
Jujur nggak nyangka bakalan menitikan air mata di ending buku Resepsi 😢. Mungkin karena endingnya se-realistis itu, berasa ikutan ngalamin langsung *hiks 😣

#VioReads2023

Dunia resi mendadak terhenti karena undangan nikah dari mantan berwarna hijau tosca mendarat di meja kantornya! Terutama karena nama yang disandingkan bukan pernikahan Ranu dan Resi, melainkan Ranu dengan wanita lainnya. Padahal beberapa bulan lalu mereka masih berkomunikasi.. lantas apa yang terjadi? 🤔

Mulai dari sini, pembaca diajak flashback ke masa-masa Ranu dan Resi masih SMA. Gimana mereka bisa dekat karena cross kelas saat ujian, kirim mix tape yang isi lagunya menandakan sesuatu, ngebahas band favorit, telponan pake telpon rumah. Lalu sampai pacaran juga harus LDR dan harus jadwalin telponan di wartel, pokoknya pacaran jaman itu effort bgt ya 😂, beda kayak sekarang. Aku sedikit2 jadi tahu pacaran jaman 90-an itu gimana 🤭.

Kisah cinta mereka ini rumit banget!!😓 tapi memang disitu lah plotnya, saling sayang, tapi susah kompromi untuk capai satu keputusan untuk terus bersama. Putus, tapi sering kontakan kalau memang lagi butuh aja. Nyaksiin lika-liku percintaan mereka begini amat yah, hahaha!

Di awal POV ranu itu ngebosenin, kalau di POV resi dibikin sebel sama sikapnya yang gaenakan dan suka denial! Gemes deh 🥲. Sikap Ranu yang suka lari dari masalah juga sama aja bikin sebel. Tokohnya nggak terlalu like-able. Tapi aku tetep dibikin penasaran sama kelanjutan kisah mereka terus gimana ceritanya bisa putus nyambung?? Karena ini lebih banyak flashback ke masa mereka dari awal kenal sampe hubungannya kayak skrg, bukunya kurang cocok diberi judul Resepsi. Karena ngebahas tentang resepsinya sendiri bener2 diakhir doang.

Terlepas dari poin-poin yang udah aku sampaikan, aku puas sekali dengan endingnya! Penulis sepanjang cerita emang nggak ngasih harapan, sih.. makanya, ending yang realistis jadi penutup yang pas. Kedua tokoh disini akhirnya bisa reflect sama watak mereka yang dulu, dan bisa menuju ke arah yang lebih baik lewat closure yang udah dibicarain. Jempol 👍🏼 untuk character development 😊, ada proses yang dilewati!
Profile Image for Bunga Mawar.
1,355 reviews43 followers
January 24, 2022
Tuturan buku ini buat saya sangat "tell, not show".

Jadi seperti kita nonton drama atau film. Hanya saja, bukannya kita tenang melihat aktornya melakukan ini atau itu, melainkan ada orang di samping kita yg sepanjang film itu nyerocos aja ngasih tau bahwa si aktor A lagi mikir ini, lalu aktor B sebenarnya bertemperamen begitu...

Tiga bintang buat keseriusan penulis memutar memori SMA tahun 90-an dgn segala perangkatnya.

Ulangan umum di ruang ujian dgn teman semeja beda angkatan? Ngalamin banget, dan sampai sekarang masih dilaksanakan sih di banyak sekolah.
Pager? Dulu saya juga punya, walau dipinjami kantor.
Wartel, telepon umum koin 3 menit dgn Rp100? Saya bahkan juga punya kartu telepon!
Warnet, chatroom MIRC, a/s/l please? Bisa seminggu tiga sore saya ke warnet Kalimalang.
Kalau buat lagunya, selera musik saya terlalu pasaran, beda dgn selera Resi dan Ranu.

Walau, sepertinya istilah "sotoy" yg kita kenal sekarang belum dipakai tahun 98 sih.
Atau sudah?
Profile Image for Leila Rumeila.
992 reviews30 followers
June 16, 2023
Jujur, bingung mau nulis review apa.
Pertama, judulnya engga sesuai isi.
Kedua, ini apa ya labelnya? Metropop? Bagi gue ini lebih kaya baca Teenlit sih. Karna porsi fase remajanya lebih banyak dibanding Resi-Ranu versi dewasa.

Ketiga, mengenai konflik dan karakter2nya.
Sebenarnya, baca buku romance dengan konflik yg umum dan realistis layaknya konflik2 suatu hubungan percintaan selalu buat gue tertarik. Tapi untuk konflik "misunderstanding" Resi-Ranu ini entah kenapa terlalu berbelit-belit.
Khususnya karakter Resi, yg sejak masa sekolah sudah ada banget keras kepalanya. Pun, engga ada bedanya saat dewasa. Selalu memutuskan sendiri apa yg dia anggap terbaik (ofc, belum tentu baik juga untuk orang lain).
Menempatkan di POV Resi, she's not so-me at all. Hampir semua keputusan yg dia ambil bertolak belakang dengan apa yg akan gue lakuin ketika ada di posisinya.

Di gue pribadi, karakter Ranu engga ada masalah. Gue malah cukup salut dengan dia yg cukup sabar dengan Resi. Dan sedikit kasihan karna beberapa kali berada di posisi yg rancu.
Profile Image for Maddy.
106 reviews3 followers
June 3, 2023
"Kamu nggak perlu cari atau jadi orang yang sempurna buat dinikahi. Yang kamu perlu adalah cari atau jadi orang yang mau terus usaha cari jalan keluar saat ada masalah."


Kisah cinta tahun 90'an emang selalu punya sisi menarik tersendiri. Somehow, ada beberapa hal yang terasa dekat dan bahkan pernah gue alamin juga, kaya euforia pas sekelas atau bahkan duduk sebangku sama gebetan pas ujian, teleponan sembunyi-sembunyi pake telepon rumah, suka dengerin kaset rekaman, malu-malunya pas jalan pertama kali bareng si 'cinta pertama', yang kalo diinget-inget ada lucunya, ada malunya juga sih. Gue juga suka poin bahwa pengalaman cinta pertama, semenyenangkan atau bahkan semenyedihkan apapun, adalah salah satu hal yang bisa bikin kita bertumbuh dan belajar.

Tapi fokus buku ini terkesan terlalu banyak, pas bagian flashback di awal ditunjukkin kalo Ranu udah curi-curi pandang ke Resi, lalu Resi pacaran sama Damar dan kisahnya jadi berputar disitu, sampe ternyata Resi-Ranu deket lagi sampe akhirnya jadian lah. Terus di masa kini ada juga tokoh baru dalam hidup Resi, yaitu si Arga. Karena banyaknya karakter ini, ceritanya jadi ngga kerasa mendalam, bahkan jadi kurang bisa empati sama tiap karakter. Belum lagi POV yang sering tiba-tiba berubah, dari Resi ke Arga ke Ranu, somehow bikin bingung aja sih.

In the end, yang perlu diinget adalah komunikasi itu penting banget dalam suatu hubungan. Kalo ada apa-apa ya diomongin, jangan malah dipendem dan bikin asumsi sendiri, biar ngga terjadi salah paham dan sakit hati berkepanjangan kaya yang terjadi di novel ini :D
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book265 followers
February 3, 2022
Resi menerima undangan hijau toska bertuliskan nama Ranu dan Amelia. Sejenak Resi merasa tertohok. Kenapa bukan namanya yang ada di undangan itu? Apakah selama enam bulan kedekatan dirinya dan Ranu kembali tidak berarti apa-apa?

Ranu menyukai Resi sejak awal gadis itu masuk SMA. Dia sering memperhatikan adik kelasnya yang imut dan lucu itu. Sayangnya kesempatan untuk mendekati Resi tidak kunjung tiba. Resi sudah berpacaran dengan Damar, temannya di tim basket. Tapi Ranu merasa perlu untuk menyatakan perasaannya. Sampai Ranu lulus SMA, Resi tidak menjadi kekasihnya. Nanti setelah Ranu kuliah di Bandung, barulah cintanya disambut oleh Resi.

Hubungan LDR Jakarta-Bandung ternyata tidak memuluskan kisah mereka. Hanya dalam enam bulan, keduanya akhirnya putus. Tapi entah kenapa, meski tanpa hubungan yang jelas, antara Resi dan Ranu tidak pernah usai.

Resi dan Ranu adalah pasangan yang pelik dan ribet. Resi dengan sikapnya yang nrimo, sementara Ranu selalu mencari waktu yang tepat sampai akhirnya berlarut-larut. Syukurlah ada Arga yang menyadarkan Resi untuk menemukan closure antara dirinya dan Ranu, yang lebih dari sekadar kertas undangan.

Membaca kisah Resi dan Ranu terasa melelahkan. Keduanya tidak bisa tegas pada diri sendiri maupun satu sama lain. Kesal rasanya pada Ranu yang membuat dirinya nyaman di antara Resi dan Amalia. Sementara di pihak Resi, cukup pasrah berharap Ranu akan selalu kembali padanya. Ketimbang judul Resepsi, sepertinya Closure mungkin lebih tepat.
Profile Image for Shafira Indika.
303 reviews234 followers
October 25, 2021
4.5/5⭐️

Aku enjoy bgt baca novel ini meskipun era-nya gapernah aku alamin. Tempat-tempat yg jd latar cerita beberapa aku tau—karena aku sekolah di daerah jaksel dan otomatis jd familiar sama tempat2 disana—cmn ya tentunya keadaannya udah beda (baru tau bgt dulu di Mahakam tu ada toko kaset ya?). Gaya berceritanya ringan khas metropop pada umumnya. Aku bukan tipe yang terlalu merhatiin word building dan semacamnya jd selama aku cocok sama writing style-nya (+ ga cringe) aku akan nyaman baca buku itu. Ceritanya juga menarik dan mnrtku endingnya pas gitu jd aku suka👍🏻

Selain itu, aku bisa bgt memposisikan diri sbg Resi karena sifatku sedikit banyak mirip sama dia wkwkw walaupun suka agak kesel liat kelakuannya Resi.

And yes, closure is needed :)

Full review bakal aku upload di ig nanti hehe ^__^

UPDATE
full review uploaded! https://www.instagram.com/p/CUq-MIThl...
Profile Image for Wienny Siska.
51 reviews3 followers
October 6, 2021
Bacaan yang ringan tapi bisa jadi buat banyak orang mungkin sangat dekat. Tapi buatku sendiri memang tidak terlalu relate karena bagaimana aku menanggapi sebuah relasi, mantan, dll agak berbeda. Namun, kisah ini memberi pandangan yang gamblang buat orang-orang yang terjebak atau `menjebakkan` dirinya dalam masa lalu. Kisah yang mengalir dan bikin gemas dan cukup menjadi hiburan buat bacaan pagi-pagi buatku.
Profile Image for Rossa Imaniar.
221 reviews5 followers
June 29, 2025
“Ini adalah tentang dirimu sendiri. Tentang bagaimana kamu mengendalikan kebahagiaanmu sendiri.

Yang tahu hatimu adalah dirimu sendiri. Tidak ada kewajiban untuk menjelaskan semua keputusan hidupmu pada orang lain.”

“It should't matter. It's your life. Selama lo nggak ngerugiin siapa-siapa dan nggak ada dampak negatif ke diri lo sendiri, you do you. Self-care nggak berarti selfish.”

“Di dunia ini, omongan orang nggak bakalan habis, Res. Maka itu menurut Mama lebih penting mikirin kenyamanan kamu sendiri. Daripada hidup habis dipakai buat pembuktian-pembuktian ke orang-orang yang nggak perlu.”

“Buat Mama, menikah itu bukan perkara ngedapetin orang yang sempurna. Nggak ada yang sempurna di dunia ini. Pernikahan juga nggak ada. Menikah itu bukan tentang apa yang terjadi di hari pernikahan, pas akad dan resepsi. Selama ini anak-anak seumur kamu mungkin mikir itu happy ending-nya. Padahal justru di situ kehidupan baru dimulai. Karena setiap hari, apalagi di awal-awal, bakalan banyak banget penyesuaian dari kedua pihak. Ini bisa jadi gampang atau susah, tergantung gimana pasangan itu menyikapinya.

Makanya, sekali lagi, nggak ada yang namanya pasangan sempurna. Semua orang punya batasnya masing-masing. Kamu nggak perlu cari atau jadi orang yang sempurna buat dinikahi. Yang kamu perlu adalah cari atau jadi orang yang mau terus usaha cari jalan keluar saat ada masalah. Jadi orang yang fokus untuk fight. Jangan jadi orang yang hobinya flight-memilih pergi atau menghindar kalau ada masalah.”

4/5 🌟 untuk novel ‘Resepsi’ karya Smita Diastri. Novel ini menggunakan alur maju mundur. Dan, di novel ini lebih banyak menggambarkan alur mundurnya, kisah di masa lalunya. Jadi kisah yang di masa sekarang penggambarannya cuma sedikit.

Ada cerita di masa lalu si Tokoh, yang sebenarnya kalau dihilangkan juga nggak terlalu berdampak buat kisah mereka. Tapi entah, kenapa penulis menggambarkannya. Terlalu detail menurutku untuk kisah masa lalunya. Penulis terlalu fokus dengan kisah masa lalu si Tokoh. Jadi kesannya nggak imbang sama kisah di masa sekarangnya, karena kisah masa sekarangnya terlalu sedikit, kurang begitu dibahas. Sangat disayangkan sekali.

Padahal menurutku, novel ini bagus lho ceritanya. Emosinya dapet banget, nyeseknya berasa sekali. Btw, pas lagi baca ini kondisi hati aku lagi nggak baik, lagi sedih. Pas baca ini jadi berasa banget emosinya. Aku memposisikan diriku jadi Resi, rasanya nyesek banget tahu nggak. Bayangin aja, tiba-tiba dapet undangan pernikahan dari mantan setelah terakhir komunikasi 6/7 bulan yang lalu. Tiba-tiba lost contact, dan ujung-ujungnya dapet undangan pernikahan.

Emang sih, hubungan Resi dan Ranu ini bisa dibilang udah nggak ada hubungan sejak lama. Mereka putus ketika Ranu baru awal-awal masuk kuliah dan Resi kelas 3 SMA. Selang beberapa waktu—agak lama dari jarak mereka putus, komunikasi mereka tersambung kembali.

Nah, komunikasi mereka ini juga putus nyambung terus. Ini dikarenakan si Ranu punya pacar, dan ketika hubungan Ranu lagi renggang dengan pacarnya—hubungan Ranu dengan pacarnya juga putus nyambung, Ranu selalu menghubungi Resi. Nggak salah dong kalau Resi masih berharap kalau suatu saat—mungkin—mereka bisa kembali bersama.

Di sini aku benar-benar sebel banget sama si Ranu, mungkin karena aku cewek, jadi berpihak ke Resi. Aku selalu membayangkan diriku di posisi Resi. Sampai akhirnya, aku mikir, kenapa Ranu sampai kayak gitu?? Dan menjelang akhir cerita, kan di ungkapkan detailnya kenapa hubungan mereka begitu rumit. Aku jadi ngerti kenapa Ranu akhirnya menerima keputusan Resi yang ingin putus dan akhirnya memutuskan menjalin hubungan dengan orang lain. Ya, mungkin karena ketika itu mereka sama-sama masih muda, belum cukup dewasa untuk mencari jalan keluar akan masalah dalam hubungan mereka.

Nah, buat kalian yang—mungkin—masih terjebak dengan hubungan di masa lalu.. Kalian coba baca novel ini. Mungkin kalian bisa belajar dari kisah Resi dan Ranu. Bagaimana kalian harus bertindak, atau mengambil keputusan. Akan seperti apa kelanjutan hubungan kalian.. Apakah kalian bakal terus menunggu dalam ketidakpastian, atau memilih untuk melanjutkan langkah kalian untuk bertemu orang baru...??
Kalian bisa belajar dan mencari tahu dari kisah Resi dan Ranu di novel ‘Resepsi’ ini..
Profile Image for Mawa.
172 reviews4 followers
August 12, 2023
Membaca kisah Ranu dan Resi.
Aku seperti flashback ke hubunganku sendiri.
Satu yg aku pelajarin dari buku ini yaitu kita memang perlu closure alias penutup dr suatu hubungan. Yakni sama-sama sadar bahwa hubungan yg pernah dijalani berakhir sehingga masing2 bisa move on tanpa bayang2 masa lalu yg belum selesai.
Aku jg suka cara Arga menyikapi bagaimana dia mengetahui masa lalu Resi tapi dg tenang dan pelan dia menerimanya.
Kita juga gak bisa serta merta menyalahkan Amelia karena hubungan Resi dan Ranu memang on-off karena mereka sendiri yg mungkin karena masih muda jadi ya gak jelas gitu.
Intinya cerita ini lumayan realistis pernah aku alamin sendiri.
Uda putus tp masih curhatan sama mantan :( dikata temen juga enggak, dibilang masih sayang ya juga gak terlalu.
Endingnya, everyone di cover buku ini deserve dg pasangannya masing2.
Oh iya, apa misal undanganku jg aku bikin tosca ya? Haha.
Profile Image for Nike Andaru.
1,639 reviews111 followers
January 22, 2022
7 - 2022

Tadinya mikir ini buku tentang pasangan yang mungkin lagi nyiapin resepsi nikah, eh pas baca ternyata ini tentang cerita cinta pertama zaman SMA yang ya belum selesai hingga muncul undangan nikahan.

Cerita Ranu dan Resi di sini bisa saya bilang pasti sangat relate dengan anak 90an, ya kalo di buku ini sekitar 1995-1997 mereka SMA, ya agak ketuaan kalo disamain sama era saya kayaknya. Tapi, saya merasakan zaman itu, yang pacaran LDR dengan ongkos yang berat, apalagi waktu itu masih SMP hahaha. Nelpon SLJJ (Sambungan Langsung Jarak Jauh) mesti pake wartel, kalo gak telpon rumah tagihannya naik banget. LDR pada masa itu sulit banget lah. Yang bisa melewatinya pada masa itu, sungguh luar biasa, dan mungkin lebih awet hubungannya.

Ini kali pertama baca bukunya Smita Diastri, relate banget rasanya dan endingnya pun manis. Resi bertemu orang seperti Arga, dan penceritaan hubungan up and downnya Resi - Ranu cukup enak dalam buku ini. Ada yang bilang jarang banget ada yang bisa berjodoh dengan cinta pertamanya, ya termasuk cerita 2R ini.

Bau-baunya sih ya, cerita Arga dan Resi nih bisa lanjut jadi buku kedua.
Profile Image for Afifah.
409 reviews17 followers
June 5, 2022
Jujur ekspektasiku waktu mulai baca buku ini nggk terlalu tinggi. Ya paling 3-4 bintang aja. Tapi dari awal, aku udah lumayan seneng sama gaya menulis Smita Diastri (dan jadi penasaran buku2 lainnya). Terus meskipun premisnya terkesan simpel, tapi eksekusi ceritanya, perkembangan karakternya, sampai naik-turun emosiku sebagai pembacanya tuh nggk simpel.. wkwkwk

Kalo ada yg kurang aku sukai.. mungkin endingnya aja. . Tapi itu nggk terlalu gimana2 banget juga...

Jadi overall 4.5 out of 5 stars. Dan pastinya bakal coba cari buku lain dari pengarang karena gaya menulisnya bener2 ngalir enak banget...
Profile Image for nindy.
29 reviews25 followers
April 2, 2022
sedang rawat inap akibat DB dan aku memutuskan untuk mencari bacaan ringan sebagai hiburan. baca ini melalui aplikasi gramdig bikin aku benar-benar nggak nyangka bahwa bukunya memang seringan ini karena tau tau udah sampai halaman Terima Kasih aja.

aku ingin sekali memberi ulasan yang lebih panjang, namun ternyata mengetik menggunakan jempol kiri saja amat melelahkan 🥲 intinya, novel ini ringan dan cukup realistis. meski latar waktunya tidak terlalu relate padaku, tapi kisah yang dituturkan sedikit banyak memanggil memori masa SMA.
Profile Image for Michelle.
46 reviews2 followers
January 21, 2022
Novel ini bikin senyam-senyum! Nostalgia 90an astaga, zaman2 masih ada wartel, pager, mixtape... astaga! Menurutku, anak 90an mesti coba baca ini!

Penyelesaian konflik dan ending juga realistis, menurutku.

Overall, novel ini asyik banget dibaca. Gaya menulisnya ringan, dan gak berbelit.

Cmiiw, kayaknya ada salah pengetikan nama. Mestinya Resi, malah diketik Ranu.
Profile Image for Azfa.
294 reviews2 followers
January 24, 2022
Menceritakan seorang perempuan yang hm bisa dibilang terlalu takut untuk jujur sama perasaannya. Lumayan seru, cuma bingung kenapa bagian juni 2008 harus diulang sampai 3 kali sih dalam penulisan ? 😁
Profile Image for Fidia .
354 reviews7 followers
March 14, 2023
Seinginnya kita mengikat kenangan, toh pada akhirnya hidup harus terus berjalan.

Sebelumnya, sudut pandang catatan ini ialah aku, orang yang beberapa hari lalu bilang biasanya ga menjadikan buku romansa sebagai opsi pilihan, eh taunya...🤣 Mungkin, bisa jadi takaran untuk menimbang-nimbang.

#Resepsi menceritakan tentang Resi yang masih terbelenggu oleh bayang-bayang Ranu selama 12 tahun. Pukulan terbesarnya hadir melalui surat undangan dadakan pernikahan Ranu. Padahal, segalanya terasa memiliki harapan.

Novel ini menggunakan Resi sebagai tokoh utama yang kelak akan kita saksikan proses transformasinya. Pembaca dapat melihat perubahan makna "pasangan" dan "kematangan" tak hanya dalam diri Resi, tapi juga Ranu. Kita akan berkilas balik tentang masa-masa SMA yang dilalui Resi-Ranu dengan sudut pandang masing-masing sehingga teka-teki "mengapa" yang menjadi beban dalam pikiran Resi (dan pembaca) pun bisa terkuak.

Aku merasa buku ini lebih menonjolkan topik pelepasan masa lalu daripada pembahasan pelik tentang pernikahan alias kutangkap porsi kilas balik lebih mendominasi daripada masa kini. Walau, kita juga akan menemui solusi yang akan ditempuh Resi. Sebenarnya, aku berekspetasi bakal lebih menyelami Resi periode 2000an dengan kerumitan hidup seusianya, tapi bahas tentang cinta remaja yang biasanya absurd, membekas, dan punya sisi "metafora"-nya tersendiri juga menarik.

Buku ini lebih pas kalau ingin bacaan ringan, tapi tetap berisi. Ketika kepala ingin mendapat asupan, tapi gak mau terlalu berasap juga 🤣 Aku baca ini setelah "Pasta Kacang Merah" yang menampilkan Tokue dengan segala pemahamannya tentang takdir. Semacam, buku ini beralur santai dan cenderung cepat diselesaikan, meski tetap ada bonusnya.

Hal sederhana yang kusukai dari buku ini adalah nostalgia 90annya 🤣 Ada beberapa yang kukenali. Jadi ikut mengingat-ingat apa yang pada masanya dan masih sempat kurasakan. Lalu, hal sekecil izin ke orang tua jika akan berpergian. Itu nuansa kekeluargaan entah suka banget.
Profile Image for Capcaibakar.
57 reviews2 followers
December 4, 2021
Penasaran sama buku ini karena banyak yang bilang bagus dan angkatan 90 sekaliiii. Yang mana benar. Waktu membaca buku ini saya sampai ketawa² karena relateable.

Ujian duduk bareng kakak kelas yang berujung naksir? Check.

Ditemani nungguin jemputan?

Beli kaset di Aquarius?

Pinjem kaset/buku sebagai modus PDKT?

Ditembak pakai mixtape? Bwahaha.

Telpon²an pakai koin? Jangankan koin, kartu telepon yang lucu² juga punya.

LDR bubar gegara biaya interlokal mahal? True!!

Untunglah setelah itu ada MIRC dan bisa kirim²an ecard.

Kenangan anak 90an banget kan ya.

Kurang titip salam lewat mading, kirim lagu via radio, atau nunggu pak pos nganterin surat.

Kalau tokoh utamanya milih surat²an ketimbang bolak balik Jakarta Bandung, niscaya LDRnya agak lebih lamaan deh. ---pembaca ngatur. Hahaha.

Ya intinya baca novel ini seperti lagi reuni sama teman lama. Bahas kelakuan jaman dulu. Bahas kalau dulu dengarnya The Beatles, The Cranberries, dan The Cure terus sekarang Sore Band.

Saya kira sampai akhir isinya ya nostalgia² gitu, ternyata ga. Pas di bagian akhir ada nasehat yang menurut saya pas banget.

----

"Ga ada pernikahan dan pasangan yang sempurna. Kita ga perlu menjadi orang yang sempurna. Atau mencari orang yang sempurna.

Yang perlu itu menjadi orang dan berpasangan dengan orang yang mau terus berusaha mencari jalan keluar saat ada masalah.

Yang mau fight, bukan flight."

---

Beuh. Dalam lah.

Dengan catatan ini tingkah pasangannya masih nakal² menggemaskan yaaa. Kalau udah naudzubillah min dzaalik.. ya wassalam aja sis. Masih banyak jalan ke surga. ---siap² ditimpuk mamah dedeh.

Beli di mana? Gramedia. 95ribu.
Profile Image for Acipa.
141 reviews12 followers
February 14, 2022
mau dnf, tapi w suka tema yg closure closure gini, ditambah bukunya rada ngasih bawang sendiri menyesali kenapa pas zaman sekolah w gak pernah punya pacar, biar paham rasa serunya dan patah hati anak remaja belasan tahun sebelum ditampar kenyataan hidup di kepala dua yang fokusnya lebih bercabang lagi. but well… bukunya memang lebih cerita soal pergulatan batin si Resi sih, kalau dari sudut pandangku yang selalu ngegampangin, aturan dia harusnya nggak ribet, sama kata dia bahwa perasaan gak bisa satsetsatset kayak kerjaan. cuman jadi kayak… w aja capek ngikutin ceritanya, apalagi Resi - Ranu di kehidupan nyata yah, what a story!
Profile Image for ayu..
543 reviews1 follower
December 27, 2022
to conclude, the stars got reduced as i turn each page.
- the writing style is inconsistent. some parts of narration may sound formal at one sentence and then continued by a really informal one. i don't feel like i'm reading a novel. it felt more like hearing a story from a friend's mouth about another friend's love quarrels. for a young adult book (just assumed that way since it's labeled 17+ by gramedia), the writing style does not suit my taste and at times, even, made me uncomfortable.
- some little acts made me raise an eyebrow (maybe both): mata membulat. mata, as far as i know, is indeed... bulat. and this sentence is repeated too much that i even managed to find it funny. i was picturing an alien of some sort.
- the resolution for this simple yet complicated conflict. it was such a turn off.
- for the earlier pages, though, i did fell in love. i have always adored the 90s school life. there's a romance in that. i feel like this would give a temporary cure for people who miss the days where they blushed in a wartel somewhere. i have never had a taste of it, which probably explains the adoration and jealousy.
Profile Image for Jessica Ravenski.
360 reviews4 followers
September 16, 2021
Beli buku ini karena covernya chantiiiQqqQ, sinopsisnya juga bHaguUUs (dan kayaknya lucu).

Eh, ternyata isinya gak lucu.
Malah sedih :(((

Ya gak sedih-sedih yang bikin nangis darah karena ada tokoh utama meninggal, tapi sedih yang nyesek gimana gitu. Pernah nonton film You Are The Apple Of My Eye atau On Your Wedding Day? Nah, buku ini mirip-mirip gitu. Capek-capek PDKT lama, eh pacarannya bentar #apes. Bedanya, di sini tokoh utamanya sering nyebelin.

Selain itu, buku ini bagus & layak baca.
Terutama buat anak 90-an kayaknya :D
Profile Image for Putrianaps.
25 reviews
May 17, 2022
Sinopsisnya bikin penasaran sih, kok bisa yaa ada orang yang udh 12 tahun bareng, terus tiba-tiba pisah gitu aja –cuma selisih 6 bulan pula. Setelah baca keseluruhan cerita jadi mikir, Ohh logis sih... Ceritanya ga berlebihan dan terasa dekat sm realita hubungan percintaan. Salut sm Resi yang bersedia bertindak duluan untuk menyelesaikan masalah, meskipun masih ada gengsinya dikit, hehe.
Profile Image for Dinda.
118 reviews6 followers
November 23, 2021
Bukunya gemes siiih. Jadi inget-inget jaman remaja, deg-degannya kalo lagi ada yang PDKT. Tapi sebagai anak daerah, yang juga kurang gaul semasa SMA, aku kurang relate, hahaha! But this is a sweet book ♥️
Profile Image for Vicky.
1 review
January 26, 2022
Review “Resepsi” by Smita Diastri – Gramedia Pustaka Utama, 2021, 245 pages (digital copy), Bahasa Indonesia

Does first love never die? Well, until it has to, that is.
Resepsi – the Indonesian word for a (wedding) reception – is the first novel by Smita Diastri. It follows the journeys of two (former) high school sweethearts who kept finding their way back to one another (or so they thought), spanning over a decade. Ranu, an aspirational, if not amateur, boyfriend material, learned about love and heartbreak in the slow lane. Resi, the subject of his affection, was a year younger than his class in their high school and had caught Ranu’s attention from the start. Typical of teen romances, the two protagonists couldn’t describe what it was about the other that had attracted them so much to the point that they continued revolving around each other’s worlds like magnets. Author Smita Diastri expertly takes us through the layers of the universe they had once built together (semesta yang pernah mereka ciptakan berdua) by going back and forth in time. We learn about the shock that went through Resi’s body when she received Ranu’s wedding invitation in the present time. And about the fact that they had last spoken with one another several months earlier, which kept Resi comforted by the idea that Ranu was her endgame (kuncian). We learn about how they met in high school in the past and all the insecurities and (in hindsight) ridiculously low tolerance first-time lovers have for one another. Dumped for skipping school, anyone? Okay, there’s more to that story. I love how the chapters were divided into different moments in time, and how the past and present intertwined. This structure allowed for solid character development, and made it hard for us not to root for Ranu and Resi.

Smita is an outrageously funny storyteller. But besides that, this book is evidence of her mastery of all things ‘90s and the early noughts in South Jakarta (which I’m totally here for), about the music genre that demands every cool kids’ recognition, and also about long-term friendships. Reading Resepsi, it is hard not to think about one’s first love and the what-ifs that are destined to come with the first-ever heartbreak and pervade one’s thoughts every now and then, perhaps for(ever) a long time. With all the heart-warming and butterfly-inducing moments she writes of Ranu and Resi in the book, and the nostalgia they trigger in us Gen-X or Xennial readers, Smita is asking a more relatable, if not universal, question: what is it about that first love that is so hard getting over? Of course, there is the 'first' factor. And for those lucky enough to experience falling in love and heartbreak, there is the age and time factor. Reflecting on one’s younger years and ‘uncomplicated’ life the past presents to us is certainly more compelling than having to take care of the pile of demands, existential anxieties, real chores and bills in the present. But relishing in the past too keenly and letting oneself swim in the sea of what-ifs – however comforting they might sickeningly be – dismisses the time and effort we have painstakingly invested in creating the better versions of ourselves since that point in time. And all those horrible dates that followed! Smita’s Resi is figuring all this out while another love interest, Arga, presents himself. What decisions might she take? And for whom? Resepsi is a hard-to-turn-down book that explores first love’s hold on life and asks the hard question: is it all just a fantasy?

I think this book deserves all the praise it is getting. Smita’s prose flows easily and captures all the awkward idiosyncrasies of a coming of age story. A few things I wished to have read more about in the book: other love interests along the way and other experiences or characters outside the 'geng cakep' (the popular or pretty school clique), which permeates this genre’s imaginaries in Indonesia. Although I see a lot of my ‘rational’ thinking in Arga’s character, I’m a big sceptic of the power of closure. Certain things in life can’t be closed; their paths aren’t linear and need to be open-ended to allow acceptance and healing. These are just minor things that are more personal preference. If you enjoy a book that could make you laugh at loud (at the story and yourself), this one is for you!

About me: Vicky Sakti is an avid reader and literature lover based in Berlin and calls South Jakarta her hometown. She is an academic of usually serious matters and has published research related stuff in academic journals. She also counts Smita Diastri as one of her long-time and dearest friends. Her opinions for this piece are based on how relatable and hilarious the book is first, and how much she is rooting for her pal second.
Displaying 1 - 30 of 78 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.