“Nadine, Angkasa mu ini sedang tidak baik baik saja. Maaf butuh waktu lama untuk aku menyampaikan rasa padamu. Namun, satu hal yang harus kamu tau, seorang Angkasa menanam cinta yang begitu besar padamu sejak 15 tahun lalu.” Angkasa, day 56.
Angkasa Dirgantara, nama yang memiliki makna seluas jagad raya. Sahabat sekaligus cinta pertama seorang Nadine Jedvanna. Ternyata dengan sebuah kata, “Hai”, takdir mempertemukan mereka. Namun, pertemuan itu tidak berlangsung lama. Setelah Angkasa mengungkapkan perasaannya, ia menghilang selama dua tahun. Hingga suatu ketika pada saat Nadine mulai mengalihkan pikirannya, Angkasa dating kembali dengan kata, “Hai”. Dan itu menyakitkan. Datang hanya untuk ketemu dan mengabari kalau ia jadi dengan kembaran Nadine dan sebuah kalimat, “Ingat, kita Cuma SAHABATAN, Din.” Setelah dibuat baper, dibuat cinta, diperhatikan, disayang, ujung-ujungnya Cuma sahabatan. Cowok memang sekejam itu.
Apa yang sebenarnya terjadi pada Angkasa yang secara tiba-tiba menghilang dari kehidupan Nadine selama dua tahun? Terlebih lagi, mengapa ia kembali namun menjalin hubungan dengan Nadira? Padahal sehari sebelum Angkasa menghilang. 56 Hari, semesta akan menjawab semuanya.
Untung aja Nadine akhirnya sama Jaevan, coba aja kalau berakhir sama Daniel atau Angkasa sudah saya kasih bintang 2 ini novel! Wkwk
Yayay si Angkasa, male lead di novel ini. Saya nggak suka sama dia. Mau alasan sakit, amnesia, kecelakaan sekalipun saya nggak empati sama dia, jahat ya saya.
Angkasa dan 56 hari, bercerita mengenai Nadine, seorang mahasiswa jurusan hukum yang dekat dengan Angkasa. Bukan hanya dekat, mereka juga sebenarnya saling cinta. Dihari ketika Angkasa meminta bertemu dengan Nadine untuk menyatakan perasaanya, Angkasa justru menghilang tanpa kabar hingga 2 tahun lamanya. Setelah bertahun-tahun tanpa kabar, Angkasa kembali. Namun cowok itu justru dekat dengan Nadira, kembaran Nadine. Dan yang lebih menyakitkan Nadine, hubungan antara Angkasa dan Nadira sudah terjalin 2 tahun atau selama Angkasa menghilang. Nadinepun berusaha move on, namun ternyata usahanya tidak semudah itu apalagi mengingat Angkasa adalah cinta pertamanya.
Jujurly saya baru tau kalau novel ini diangkat dari AUnya Treasure. Dan saya sebagai seseorang yang nggak ngikutin Treasure harus searching-searching dulu tokoh siapa yang diAUkan beserta para tampangnya wkwk.
Jujurly yang kedua, saya nggak begitu suka sama jalan cerita novel ini yang FTV banget. Ceritanya bagus sih sebenernya cuma apa yah, terlalu banyak dialog prosa yang justru buat saya mikir "apaan sih? biasa aja dongss". Contohnya penggunaan kata SEMESTA dan ASA yang bertebaran disepanjang novel. Dua kata itu akan jadi indah bila disandingkan dengan kalimat yang pas. Tapi jika terlalu banyak dan hiperbola jatuhnya justru BASI.
Kadang narasi dinovel ini indah tapi kadang teenlit banget! Banyak kejadian-kejadian yang menurut saya too dramatic and too chessy. Ambil contoh aja momen awal Jaevan ketemu Nadine. Tiba-tiba cowok nggak dikenal menolong Nadine yang kehujanan dengan jaketnya and then menebak kesedihan gadis itu dan berlanjut main kerumah. Atau saat Lula yang selalu pingsan kalau liat Kyle T.T apaan deh! Hiperbola benget, mau nangis saya.
Oke saya mau berkomentar tentang beberapa hal dinovel ini yang menurut saya menggangu (maaf ya Author :))
Pertama, nama Jaevan. Dihal. 62 tertulis bahwa nama Jaevan adalah Jaevan Anggara, tapi dihal. 97 berubah menjadi Jaevan Dirgantara, dan dihal. 191 malah berubah menjadi Jaehyuk. Jadi nama lo siapa sebenarnya Jaevannn?
Kedua, metode perkenalan Daniel yang absurd abis! Sebagai kakak dari Odi, sahabat Nadine. Masa iya pertama kali kenalan sama adik sahabatnya begini : "Nama gue Daniel Reivando, CEO salah satu perusahaan yang menjual alkohol" LAHH? Dipikir Nadine lagi ngelamar kerja kali yak??
Ketiga, dihal. 112 diceritakan bahwa perut Nadine tergores pisau, inget ya TERGORES bukan ketusuk. Tapi kenapa sampai ada adegan Nadine kehabisan darah, tak sadarkan diri, dijahit dan memakai alat bantu pernafasan?? Udah macam sinetron Indosiar dikit-dikit pake oxygen mask. Mau nangis lagi saya T.T
Keempat, adanya bunga tulip di taman komplek! Sumpah ini saya beneran nggak tau kalau tulip bisa ditanam di taman komplek dan nggak ilang, udah macam bunga mawar ya ternyata. Dan bisa dibawa sampe ke Jepang segala. Harus bunga tulip banget?
Kelima, ini saya lagi-lagi nggak tau. Memang ndeso saya. Bocah umur 21 tahun beli bintang untuk kekasihnya T.T Bintang? Dibeli? Sumpah baru tau saya! Tapi too much nggak sih buat seorang anak kuliahan?
Keenam, masih banyak typo of course. Tapi ini mungkin karena pihak penyunting yang kurang teliti. Lah Jaevan aja bisa jadi Jaehyuk wk.
Ketujuh, selain typo, banyak juga kesalahn penyuntingan lain. Misal untuk chatingan, yang harusnya kanan kiri karena interaksi dua orang, malah jadi kanan semua atau kiri semua, bikin bingung. Atau dialog yang diucapkan langsung dengan dialog yang diucapkan dalam hati sama-sama italic text. Pokoknya kesalahan penyuntingan masih parah banget!
Kedelapan, nah ini nih yang saya bilang kadang vibesnya tuh teenlit. Mereka kan tokohnya mahasiswa ya, usia 21 tahunan tapi masa sesama temen yang biasa panggil lo-gue harus sering banget ada dialog panggil diri sendiri pake nama sih? "Jaevan, maafin Nadine", "Angkasa harus sembuh demi Nadine", "Odi jangan khawatir", "Lula pingsan karena Kyle". Kenapa nggak ganti lo gue aja sih sekalian semuanya jadi nggak kekanak-kanakan kesanya gitu loh.
Kesembilan, masih berhubungan dengan panggil-memanggil. Jaevan dan Nadine biasa berdialog dengan lo-gue, tapi ada di beberapa halaman berubah menjadi aku-kamu tapi tiba-tiba berubah menjadi lo-gue lagi.
Kesepuluh, ini Nadire gimana ceritanyaaa? Udah kabur aja gitu dari rumah. Kalau saya jadi Nadira punya keluarga yang beracun begitu, bukan kakaknya yang mau dibunuh tapi orang tuanya sekalian! Wkwkw. Emosi saya tuchh.
Ya pokonya fifty-fifty lah sama novel ini, ada beberapa bagian yang bikin seneng kaya interaksi Jaevan dan Nadine dan ada juga yang bikin saya migren kaya Angkasa dan Nadira wkwk.
Btw ke-1, itu Odi dan Daniel kenapa tokohnya dihilangkan gitu aja dehh? Padahal mereka punya andil cukup besar buat cerita ini.
Btw ke-2, kenapa di goodreads jumlah halamanya nyampe 352 ya? Padahal aku yang baca di play blook cuma 267. Aku searching tentang buku fisiknya juga sama 267. Terus yang 85 halaman kemana?? Ekstra Part kah?
pertengahan baca ini kayak mau marah, karena angkasa sama nadira aaaaadwjshs ngeselin banget demi Tuhan! tapi waktu ending sedih sih ini angkasa nasibnya kenapa jelek banget u____u
angkasa dan 56 hari cukup membuat suasana hati terombang ambing. karena buku ini bisa dibilang lengkap, ada part yang gemes banget, ada part yang ngeselin, ada part yang sedih juga. tapi bagiku sih paling banyak part ngeselinnya! apalagi gara- gara kelakuan angkasa.
oh iya, aku suka banget sama salah satu karakter di buku ini, namanya daniel. walaupun akhirnya dia agak— pokoknya tetep #timdaniel
alur ceritanya bagus! ga membosankan dan juga penjelasan/penyelsaian masalahnya cukup detail, jadi pembaca ga akan kebingungan selama membaca buku ini.
sayangnya, di buku ini masih ada beberapa hal yang harus diperbaiki. terutama penulisan. cukup banyak typo yang cukup menganggu. contohnya tiba-tiba ada huruf kapital ditengah-tengah kalimat padahal bukan awal kalimat/nama orang :(( kesalahan terparah yang aku temui adalah salah penulisan nama karakter. yang harusnya 'nadine' jadi 'nadira', yang seharusnya 'lula' jadi 'luka'. aku sempet bingung sampai baca berkali-kali buat mastiin, ternyata emang salah penulisan nama.
semoga dibuku cetakan selanjutnya, typo-typo dan kesalahan yang ada sudah diperbaiki ya~ biar lebih enjoy bacanya.
anw, aku tau novel/buku ini dari sebelum terbit alias masih jadi au di twitter. karena au itu juga, aku jadi kenal sama authornya a.k.a teh ravin 💗 ku tunggu karya selanjutnya teh!
the one that brought me to booklife. did i really skipped my economic class for this? yes. i really love angkasa character although he acted like a btch for half of the story just bc of the other twin, but he def is an angel that i'd like to meet irl✅💗
Penulisnya keren! gue nangis ngebaca email yang dikirim angkasa, dan pertemuan mereka sebelum angkasa beneran pergi, . Unik ceritanya beda dari yang lain dan karakter jae gemesss cuman masih penasaran ody sana daniel tb tb hilang gt aja