Sketsa-sketsa-5 Kembangmanggis “Terima Kasih” terdiri dari 24 sketsa kehidupan sehari-hari. Asyik dibaca sambil menyuruput secangkir kopi Atau saat santai sore hari Atau mengisi waktu sambil menunggu Atau saat sepi mencari inspirasi? Lezat dibaca dan perlu.
Nama Kembang Manggis sekarang ini barangkali tidak banyak yang mengenal. Namun, pada kisaran tahun 80-an, nama itu lumayan beken sebagai penulis novel.
Mungkin Anda yang gemar membaca fiksi atau berlangganan majalah Hai, ingat sebuah cerita bersambung di majalah remaja itu yang berjudul TIA. Oleh Gramedia Pustaka Utama, cerbung tersebut kemudian diterbitkan dalam bentuk novel. Nah, pengarangnya adalah Kembang Manggis.
Ini adalah novel ketiga dari Sketsa Kembang Manggis yang aku baca, juga sebagai penutupan baca buku bulan Agustus ini.. Aku rasa cerita di novel ini banyak membekas di aku. Seperti Mumpung Mumpung, Terima Kasih, Bunga, Pedro , dan lainnya
seperti ada yg kurang tapi ga tau apa. suka sekali dengan keseharian kehidupan penulisnya, yg beliau tuangkan di buku ini, unik, lucu, ada anehnya juga.
Pada beberapa orang, "Terima Kasih" bukan merupakan sebuah keharusan, bahkan ada yang tidak suka diterimakasihi. Bukan masalah tidak tahu diri ataupun tidak bersyukur. Karena, bagi orang-orang tersebut, Terima Kasih hanya pantas dipersembahkan kepada Tuhan. Tolong menolong, memberi-menerima merupakan kewajiban sesama manusia, jadi urusan berterima kasih tidaklah perlu. Mungkin ada yang setuju ataupun tidak. Kembali lagi kepada masing-masing pribadi.
Cerita tersebut merupakan salah satu dari 24 cerita pada sketsa Kembangmanggis. Buku setebal 200-an halaman ini berisi cerita ringan sehari-hari, lebih seperti catatan harian penulis. Bagi saya, sangat cocok dibaca saat santai sambil minum teh di teras, atau sembari menunggu antrian. Cerita-cerita tersebut sebagian kita tentunya pernah mengalaminya sadar atau tidak sadar.
Sederhana namun karena ditulis dengan apik, membacanya serasa mendengar Tante Lovely bercerita kepada keponakannya. Anggap saja setiap sore, saya berkunjung ke rumah Tante Love untuk mencari tahu, Si Tante punya cerita apa nih hari ini? Walaupun diceritakan dengan sederhana, beberapa cerita membuatku merenung, salah satu yang cukup berkesan buat saya yakni cerita "Maju? Atau Mundur?"
Nah, kerena buku ini sudah memberikan kebahagian, memberikan saya sesuatu yang sangat layak untuk direnungi, maka saya akan berterima kasih kepada @kembang.manggis karena telah menulis buku ini. Oh iya, karene saya kurang paham tentang gambar menggambar maka saya tidak dapat berkata banyak soal itu. Pokoknya disetiap cerita akan diawali sebuah gambar yang mewakili cerita tersebut.
Sekali lagi, terima kasih kembangmanggis untuk bacaan menyenangkannya.