Jennie: “Dari dulu, mau secakep atau sesempurna apa pun pacar lo, lo selalu ninggalin mereka setiap mereka minta diseriusin. Kenapa sih?” Jef: “Gue nggak siap jadi bapak.”
Dari awal, Jef selalu bilang pada para kekasihnya, jika mereka mencari seseorang yang bisa memberinya komitmen, bukan dia orangnya. Menikah dan menjadi seorang ayah adalah hal yang bahkan tak bisa seorang Jeffrey Gouw bayangkan. Itulah mengapa ia masih enggan menutup perjalanan panjang kisah cintanya dengan satu perempuan meski ia sudah berumur lebih dari cukup untuk melakukan itu. Hingga akhirnya, sebuah panggilan dari wanita di masa lalunya membuat dunianya seakan dijungkir-balikkan. Sebuah kalimat yang mampu membuat Jef tak kuasa dibuatnya. “Kamu punya anak, Jeffrey.” Dan, seperti yang Jeffrey duga, memiliki anak bukanlah hal yang mudah. Terlebih, jika anak itu juga tak pernah menginginkan kehadirannya. *** Jef: “Mau sampai kapan kamu panggil saya ‘om’?” Sashi: “What?” Jef: “Mau sampai kapan kamu panggil saya ‘om’?” Sashi: “Kenapa? Om pengen dipanggil ‘ayah’, gitu? Just because we share blood, doesn’t mean you’re my father. You'll never be my father.”
“Sifat alami manusia itu serakah. Kita menginginkan ini, kemudian kita dapat. Cuma perkara waktu buat kita untuk mulai menginginkan sesuatu yang lain. Nggak habis-habis.”
“Sudah sifat alami manusia, memperibet apa yang mudah dan makin memperumit apa yang sudah susah.”
“Setiap orang punya keindahan, namun di saat yang sama, mereka juga punya duri. Sifat buruk, yang bahkan orang paling baik sekalipun pasti punya itu. Nggak ada sesuatu yang sepenuhnya hanya penuh dengan keindahan, sama seperti nggak ada sesuatu yang seluruhnya hanya diisi oleh keburukan.”
“Nggak ada sekolah untuk menjadi orang tua. Kita semua belajar, dan dalam perjalanan melakoni peran orang tua itu sendiri, kita sering bikin kesalahan. Apa yang bisa kita lakukan adalah jadi orang tua yang terbaik buat anak kita, menurut kita. Mungkin nggak menurut anak kita. It's a long process of learning and clearly, nggak semua orang pantas atau siap jadi orang tua.”
“Seburuk apa pun seorang anak, hati orang tua tetap menerimanya. Sebesar apa pun kesalahan seorang anak, hati orang tua akan tetap memaafkannya. Kamu bakal memberi apa pun, melakukan segalanya sebisa kamu, untuk bikin dia bahagia. Kamu begitu, karena dia anak kamu.”
“Waktu adalah sesuatu yang nggak akan pernah jadi milik kita, yang nggak bisa ditukar dengan uang sebanyak apa pun.”
“Dalam hidup ini, kita nggak harus selalu memberi. Ada saatnya kita menerima. Dan itu nggak apa-apa.”
4/5 🌟 untuk novel ‘Daddy's Day Out’ karya Renita Nozaria. Aku menikmati cerita yang disuguhkan dalam novel ini. Banyak sekali tokoh dalam novel ini, dan ada beberapa cerita yang dikisahkan dari beberapa tokoh utama. Namun, hal itu tidak membuatku bingung. Aku menikmati alur ceritanya. Perkembangan karakter tolohnya pun cukup menarik. Aku suka interkasi antara Sashi dengan para Bapaknya. Btw, si Sashi ini punya dua bapak, yang dipanggil Papi sama Ayah. Kalau kalian penasaran, bagaimana Sashi sampai punya dua Bapak, kalian harus cari tahu dengan membaca novel ini.. He.. he.. he..
Oya, kalau kalian baca novel ini, jangan kaget ya.. Karena di sini isinya orang kaaayaaaaa semua, nggak ada yang namanya rakjel. Apalagi Bapaknya Badrol alias Mandala Deryaspati.. Carz rich bangeeet dech pokoknya. Sampai apa saja mau dibeli. Tapi, biarpun isinya orang kaya semua, nggak ada yang jahat atau licik. Semua tokohnya punya aura positive vibes.
Yang jelas novel ini paket lengkap menurutku, dari penjabaran konflik sampai penyelesaiannya apik. Senengnya dapet, sedihnya dapet, ada bagian lucunya, pesan moralnya pun juga dapet. Dari sini, kita belajar untuk bisa menerima orang tua kita yang tidak selalu sempurna. Dan sebaliknya, sebagai orang tua, kita juga belajar berproses untuk memahami dan memberi yang tebaik untuk anak kita.
Nah, buat kalian yang ingin tahu tentang kisah hidup Sashi dan keluarga besarnya. Kalian bisa banget baca novel ‘Daddy's Day Out’ ini, aku jamin kalian bakal suka sama ceritanya...
*Fyi: Di Apk perpustakaan digital ‘IPusnas’ sudah tersedia novel ini.
Nyeselll baru bisa bacaa sekarang, padahal udh pengen baca dari duluuuu. Ternyata bukunyaaa bagusss dann seruu bangettt. Alur dan konfliknya nggak bikin bosen karna terus ngalir. Penulisannya jugaa rapihhh dan lucuuu bangettt. Jokesnya nggak pernah nggak bikin ketawa apa lagi kalo udh pake bahasa Jawa makin kerasa lawaknya.
Sukaa bangettt sama setiap karakter yg ada di sinii, nggak ada yg jahat semuanya punya aura positif bgtt yg bikin nyaman setiap baca. Nggak pernah ada yg bikin kesel krna mereka punya alasan sendiri dlm ngelakuin ituu.
Hubungan setiap karakternya jugaa hangatt bangett. Sashi ke setiap Papi dan ayahnya yg selalu adil nggak pernah pilih kasih buat sayang²an dan selalu ngasih porsi yg sesuai buatt mereka berdua bikin akuu salut bangettt. Jo dan Jef yg sebenerny saling melengkapi bgt krna tanpa Jef hubungan Jo sma Sashi mungkin bakal tetep sama dan tanpa Jo yg selalu ngebebasin dan ga serakah utk hubungan Sashi sama Jef mungkin Jef ga balal sedeket itu juga sama Sashi. Tris dan Sashi sangat beruntung di kelilingi org² yg sesayanh itu sama merekaa. Tris juga sangat positif vibes sekalii.
Dery dan Sashi jugaaa gemesss bangettt, trope best friend to lovers abisss. Salut buat Dery yg bener² selalu ada buat Sashi 💓💓. Aku nunggu hubungan kalian selanjutnyaaa.
Buku ini beneran mood booster bangett!!! Selalu buat ketawa² sama kelakuan merekaaa. Walau aku sempet nangis juga sih pas di part tertentu 😭😭. Pas aku baca ini lgsg keinget sama 7 hari untuk keshia tapi yg ini versi ga byk sedihnya ☺☺.
Sedikit menyesal tidak milih buat beli buku inii tapi gapapa karna akhirnya aku punya kesempatan buat baca buku ini. KALIANNN HARUSS COBAA BACAA KARNA SERU, LUCU, KOCAK, DAN SEDIHH.
Sebenarnya aku banyak banget simpan-simpan kutipan yang aku suka dari buku ini (fans Kak Renita sejak pertama baca karyanya di Wattpad). Tapiii, keburu kembaliin bukunya di Ipusnas terus sekarang pinjam lagi buat lihat highlight-nya dimana tapi nggak kebaca kalau di web, sementara aplikasinya errorr (huft). Maaf curhat.
Suka sama ceritanya. Aku suka lihat bonding Sashi sama Jeffrey (bapak kandung) maupun Sashi sama Jo (bapak tiri). Sashi sama Jeffrey nggak akrab karena tentu aja mereka baru kenal di hari sebelum Patricia (Tris) meninggal karena kanker. Sashi sama Jo nggak akrab karena Jo sibuk kerja, biasanya mereka berkomunikasi dengan Tris sebagai penengah. Dinamika rebutan peran ayah ini menurutku seru, Kak Renita gambarinnya santai tapi kena banget, kadang juga jadi lucu karena awkward moment mereka tuh malah kayak pasangan gay wkwwk
Aku nggak suka banget sama part-nya Jo, karena dia terlalu legowo. Dunia ini nggak adil buat Jo. Jo nggak pernah benar-benar punya Tris. Setelah Tris meninggal pun, Sashi juga 'seakan' lebih memilih Jeff daripada Jo (yaaa bapak kandungnya sih). Tapi sedih banget, coy.
Seperti buku Kak Renita biasanya, tokohnya super duper banyakkk. Kalau awam sama cerita Kak Renita mungkin ngerasa tokohnya nggak penting-penting amat karena beberapa hanya muncul sekali-dua kali - waktu arisan lagi. Tapi, kalau mengikuti Kak Renita di Wattpad dan K-Pop di daily life, bakalan ngerasa lucu karena tahu face claim mereka siapa dan bayangin mereka melokal, jadi berasa lucu.
Read this in 2020 and still left a memorable feeling til now. I learned a lot from this book. Every words in this book is too beautiful and hit right in the feels. How the author portrayed the characters and each characters’ development is beyond amazing. It taught me to appreciate my parents while they were still here, how we should communicate with our parents and lower our ego, and show our feelings towards them, while we still can.
So many ups and downs in this book, once you’re laughing and the next seconds you’ll be crying. It was a meaningful story. I remember read it in one sitting. It was that good.
Ternyata memang gaya berceritanya yg slalu membuat masalah berat terlihat tidak berat2 amat. Di satu sisi ini gak salah, tapi bagiku ini masalah karena aku jadi tidak merasakan empati kpd tokohnya.
Overall aku suka premisnya, penggunaan bhs daerahnya jg enak dibaca, mluncur gitu aja tnpa ada rasa 'kagok', tp sayangnya aku tidak bgtu tertarik untuk baca sekuelnya.
SERUUU sukaa jokesnya terus gmn characternya speak javanese x english x indo.. paling kurangnya di bagian banyak dialog ajaa sih (balik ke preferensi masing-masing). tiap karakternya kompleks, karena cerita ini pun membawa ide cerita yang gak kalah kompleks. pas ending nangiiissss bangeeettt bacanyaaa tapi lega akhirnya mereka bisa berdamai
Firstly, never imagine that I found great treasure. Just some mind blow of plot that I never imagine before and how everything flow softly than I thought.
If you want something light but full of slive of life and substantion this one is really recomended.
You can cry and laugh at one time then you confused what's next after this and just read without stop.
As I said before this was a great treasure after Teknik Universe.
IT DESERVES PERFECT 5 STARS! Aku ga ada ekspektasi apa pun, tapi dari bagian awal pun buku ini udah bikin aku ketarik masuk ke dalam ceritanya.
Buku ini soal hubungan ayah dan anak yang ga dia tau eksistensinya sampai anaknya udah sebesar itu. Juga hubungan anak dengan papi-nya yg udah ngejaga sejak dia lahir. Baik Jef, Sashi, dan Jo itu saling membutuhkan & melengkapi. Dari hubungan Jef-Sashi yg nyolot²an mulu, juga Jo-Sashi yg canggung abis, bisa jadi hangat ya karena ketiga-nya juga.
Aku suka semua tokoh² di buku ini yg manusiawi, semuanya bawa pesan moral yg baik.
Jokes-nya juga lucuuu banget. Buku ini bisa bikin ketawa yg ketawa mampus lalu bikin nangis jelek di halaman selanjutnya. Dan, beneran page turning banget, tiap kata yg digabung jadi kalimat, kemudian paragraf, bikin ga kerasa ngebalik halaman mulu sampai akhirnya selesai.
Buku ini ngajarin aku untuk mengapresiasi keberadaan orangtua, juga bab² menuju ending jadi ngasih kita sudut pandang sbg orangtua tuh gimana.
Ada juga interaksi Sashi-Dery yg lucuuuu, terus Ojun, dan sepupu² Sashi yg Jowo-nya medhok haha. Aku bukan orang Jawa, tapi suka karena ada translate di bagian bawah bukunya.
Pokoknya ini buku ga ada kurangnya. Sama sekali. Alur rapi, penjabaran konflik sampai penyelesaian oke, penokohan, pesan moral, semuanya oke.
that must be so confusing for sashi. tiba tiba dunia dia yang awalnya hanya diisi keluarga kecilnya, mami dan papinya tiba tiba berubah. tiba tiba maminya udah ngga ada di dunia ini, tiba tiba dia punya ayah kandung yang ternyata ngga mau jadi ayah. its hurt to see sashi suffering but no one know how its really hard for her to accept everything so quickly.
i love how kak ren selalu bisa menyelipkan makna makna dibalik percakapan kecil yang dilakukan sama tokoh-tokohnya. ciri khas kak ren banget and that why i really love her writing.