Apakah yang akan terjadi jika seekor bakteri sederhana yang seharusnya hanya menunaikan tugas tanpa mempertanyakan apa pun seumur hidupnya justru mempertanyakan hakikat dirinya di alam semesta? Begitulah Do, seekor bakteri kecil yang masuk bersama koloninya ke dalam tubuh manusia melalui segores luka.
Rasa ingin tahu yang tinggi dan pertanyaan-pertanyaannya telah membawa Do mengarungi petualangan fantastis di dalam tubuh manusia yang dimulai saat ia terpisah dari koloninya. Dalam perjalanan itu, ia mendapat teman-teman baru yang sungguh unik dan juga pengetahuan yang sangat berguna kelak. Namun, berhasilkah Do menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaannya?
Seorang pecinta kucing yang suka penasaran. Senang menghabiskan waktu dengan mengamati segala hal sambil mendengarkan musik country nonstop. Cita-cita terbesarnya adalah membangun animal shelter dan pergi ke Mars.
Masalah perspektif ini memang sungguh menarik. Kita kadang merasa kita ini penting banget, padahal kenyataannya kita hanya setitik debu di tengah lautan manusia, dalam sebuah dunia yang hanya setitik debu di alam semesta. Nggak penting-penting amat!
Sebaliknya, bisa jadi kita merasa bukan siapa-siapa, tapi sesungguhnya kita adalah semesta bagi seseorang, atau sesuatu, dan tanpa kita mereka bakal mati.
Dalam buku ini, seekor bakteri bernama Do, yang hidup dalam tubuh seorang manusia, mempertanyakan eksistensinya. Tidak seperti teman-temannya yang hanya bekerja otomatis sesuai fungsi dan gen, Do ingin tahu apakah hidupnya hanya begitu saja: membelah diri, membentuk koloni, mendata, lalu mati dalam 32 jam. Apakah ada yang lebih di luar sana, di luar koloninya dan tempatnya hidup? Maka dia mulai menjelajah tubuh inangnya, mengikuti aliran darah, keluar masuk organ-organ tubuh, membuat si inang sakit tanpa disadarinya.
Buku yang sangat menarik. Selain belajar anatomi manusia dari perspektif seekor bakteri kecil, kita juga diingatkan bahwa manusia sesungguhnya juga makhluk yang menumpang hidup pada inang, yaitu Bumi. Kita tidak ingin Bumi mati, tapi kita terus mengeksploitasi dan menghancurkan Bumi sebab kita butuh makan, butuh hidup nyaman, dan yang jelas, butuh menikmati kekayaan.
Senang sekali menemukan cerita unik ini di antara sekian banyak buku digital yang saya unduh. Tidak rumit, bukunya pun tipis, tapi berhasil membuat pembacanya berpikir.
Apakah cocok dibaca anak-anak? Di keterangannya sih tertulis untuk 15+ ke atas, tapi saya rekomendasikan buku ini untuk dibaca bersama anak-anak, memberikan perspektif baru bagi mereka.
Waktu nama Ale dan Kara lewat, aku langsung teriak (dalam hati): "Aaaa ini masih satu universe sama Orbit Tiga Mimpi!"
Buku ini ringkas dan tipis seperti hidup dan badan Do, tapi isinya protein semua, bukan gula, hahaha. Tentang bagaimana setiap kehidupan di alam semesta ini saling berkaitan dan saling menyakiti satu sama lain untuk bertahan hidup, tentang pertanyaan yang tak perlu dijawab, tentang cara mengonsumsi antibiotik yang benar hahaha.
Kalau melihat endingnya, ada kemungkinan petualangan Do akan berlanjut (ngarep).
Cerita ini bukan hanya tentang bakteri bisa membuat manusia sakit tapi, bagaimana semua makhluk di dunia ini saling menyakiti untuk bertahan hidup. Rasa sakit dan pengorbanan adalah unsur penting dalam keberlangsungan hidup..
satu kata yang menggambarkan halaman-halaman awal. sebagai salah satu yg sedikit paham (agak tertampar sebenernya ketika di akhir ditulis "sesungguhnya kita tidak benar-benar memahami apapun" 😂), buku ini menggambarkan kehidupan di tubuh manusia (dan di luarnya) dengan cara yang unik, mudah dipahami, dan menarik. karakter-karakternya kuat, dari mulai Do dan koloni bakterinya, sel-sel di tubuh, sampai karakter manusia yang bertugas seperti narator.
aku bahkan belum nonton cells at work, dan kayaknya akan tertarik coba untuk nonton kalo temanya seperti ini.
banyak filosofis dan prinsip penting penulis yang kusuka, sama seperti buku-buku sebelumnya, aku jadi belajar banyak tentang kehidupan.
Berawal dari menemukan judul yang unik ini ketika scrolling Gramedia Digital, dan coba baca buat isi waktu luang di sekolah, berujung suka banget sama ceritanya.
Kisah seekor bakteri yang berbagi pengalamannya "mengelana" tubuh manusia yang membuatnya bertemu banyak sel-sel lain di dalam tubuh kita, serta membuatnya semakin banyak bertanya tentang segala sesuatu keberlangsungan yang terjadi di alam semesta ini. Bersamaan dengan itu, Do, bakteri yang menjadi tokoh utama kita terus meningkatkan pengetahuannya seiring bertambah dewasa dirinya.
Cerita edukatif dengan pesan moral yang juga cukup dalam, bahwa kita hidup di sebuah satu lingkup yang sangat luas tak terbatas, sementara kita hanya sebagian kecilnya saja, yang mencoba mencari tahu arti keberlangsungan hidup itu sendiri.
Do, bakteri kecil yang hobi bertanya dan berpetualang. Dia berasal dari koloni bakteri yang berhasil menginfeksi lewat kaki. Selama berpetualang ia bertemu beberapa sel dan organ tubuh. Setelah diteliti ternyata Do merupakan bakteri dengan jenis MRSA (Methicilin-resistant Staphylococcus aureus). Nama yang ribet untuk ukuran buku yang ringan dibaca. Penyampaian pengetahuan ilmiah dikemas dengan santai oleh penulis. Sudut pandang pencerita juga menarik, dari manusia dan bakteri.
- Cerita ini bukan hanya tentang bagaimana bakteri bisa membuat manusia sakit, tapi bagaimana semua makhluk di dunia ini saling menyakiti dalam rangka bertahan hidup.
Baru ini baca novel yang sudut pandangnya dari Bakteri🦠🦠 dan Manusia. Do adalah bakteri kecil yang terpisah dari koloninya. Ia suka bertanya dan berkelana dari otak sampai kaki. Ketemu Tulang, Limpa, Bu Ginjal, Otak.
Ini aku bacanya sambil gugling LOL. Recall materi Biologi karena lupa apa itu sitoplasma, inang, leukosit. Abis baca ini jadi pengen nonton manga Cells at Work deh.
Dari semua kemumetan baca novel ini justru paling nyantol tentang resistensi antiobiotik. Huhu ternyata sengeri itu ngga ngabisin antiobiotik💉.
buku anak anak? menurutku semua umur bahkan ku rekomendasikan kepada yang masih nertanya tanya atau menaruh rasa penasaran bagaimana bekerja setiap sel bahkan hingga bakteri yang hendak menginfeksi tubuh manusia, karena buku ini menjelaskan dengan ringan namun detail! keren banget
i am not a fan of biological things but oomf on twitter told me about this book. i am quite curious and i've got to read it surprisingly i can handle this one, it's not that bad. it makes me more aware and know details a little bit about our bodies, this book has philosophical contains as well.
aku sukaaa seru banget nget nget🤧abis baca buku ini aku jadi gakperna ngerasa sendirian gituloh, jadi ngerasa aku itu alam semesta untuk makhluk banyak👍🏻🛸
underrated yang must read, 4.75♡! tentang bagaimana semua makhluk (hidup) di dunia saling menyakiti dalam rangka bertahan hidup, salah satunya adalah fokus dari cerita ini yaitu perjalanan bakteri Do