Mahabharata bukan sekadar sebuah epik! Ini adalah roman yang menceritakan kisah laki-laki dan perempuan heroik dan beberapa tokoh luar biasa. Karya ini adalah seni sastra dalam dirinya sendiri yang mengandung rahasia hidup, filsafat relasi sosial dan etik, dan pemikiran penting tentang masalah-masalah manusia yang sulit dicari padanannya. Namun demikian, melebihi segalanya, kisah ini menyimpan inti cerita dalam Bhagawadgita, yang merupakan karya yang sangat tinggi budinya. Hingga, wajarlah jika banyak pakar yang mengkaji Mahabharata mengatakan bahwa “apa yang tidak ada dalam karya besar ini, tidak akan ada di mana pun.” Dengan membaca karya besar ini kita akan tahu keagungan dan kedalaman jiwa manusia. Dan, kisah ini adalah rekaman pikiran dan semangat orang-orang yang lebih mementingkan kebaikan di atas kenikmatan dan kesenangan dunia serta yang melihat misteri kehidupan secara lebih mendalam. Dalam epos kuno yang luar biasa dari tanah India ini, kita dapat menemukan kisah-kisah yang ilustratif dan ajaran-ajaran luhur, di samping kisah perjalanan hidup kelima Pandawa. Kita dapat mengatakan bahwa Mahabharata merupakan samudra luas dan dalam yang berisi permata dan mutiara berharga yang tak terhitung jumlahnya. Bersama dengan Ramayana buku ini merupakan sumber etika dan kebudayaan Timur yang tidak ada habis-habisnya. Selamat membaca!
“Kebahagiaan macam apakah yang akan kita dapatkan, Oh Krishna, setelah membunuh anak-anak Destarata? Membunuh para durjana itu hanya akan menambah panjang dosa kita. Apa gunanya pembantaian berdarah ini? Apa yang kita harapkan dengan membunuh orang-orang yang kita kasihi?” ucap Arjuna menjelang perang akbar Bharatayuda.
Chakravarti Rajagopalachari, informally called Rajaji or C.R., was an Indian lawyer, independence activist, politician, writer, and statesman. Rajagopalachari was the last Governor-General of India. He also served as leader of the Indian National Congress, Premier of the Madras Presidency, Governor of West Bengal, Minister for Home Affairs of the Indian Union, and Chief Minister of Madras state, and as such, he rendered yeomen service to the nation.
Rajagopalachari founded the Swatantra Party and was one of the first recipients of India's highest civilian award, the Bharat Ratna. He vehemently opposed the use of nuclear weapons and was a proponent of world peace and disarmament. During his lifetime, he also acquired the nickname 'Mango of Salem'.
Rajaji was a great patriot, astute politician, incisive thinker, great visionary, and one of the greatest statesmen of all time. He was a close associate of Mahatma Gandhi, hailed as conscious-keeper of the Mahatma.
Rajaji was closely associated with Kulapati Munshiji and he was among the distinguished founder-members of the Bhavan (Bharatiya Vidya Bhavan). The Bhavan has published 18 books by him so far, the copyright of which he gifted to the Bhavan. Rajaji wrote not only in English but also in chaste Tamil, his mother-tongue. He was at his best as a short-story writer.
"Manusia berusaha sekuat tenaga untuk mencapai apa yang diinginkan. Ia baru puas jika apa yang diinginkan sudah di tangan. Setelah itu, ia akan menjadi budak keinginan yang baru dan kedukaan yang baru. Ia kembali mengalami geilisah." (Hal 443)
Buku ini ditulis oleh C.Rajagopalachari merangkum kisah Mahabharata karya Wiyasa.
Menceritakan kisah konflik para Pandawa dengan saudara sepupu mereka Kurawa. Puncaknya adalah perang Bharatayuddha di medan Kurusetra.
Selalu mempunyai kepuasan tersendiri ketika bisa membaca sebuah cerita klasik.
Buku sastra yang bagus. Banyak yang bisa dipetik dari buku ini. Bagi kita, orang Indonesia, yang memiliki versi Mahabarata sendiri akan membandingkan versi India dengan Indonesia. Bagi saya, sama-sama bagus. Karena memiliki hikmahnya sendiri-sendiri dan perbedaan yang ada disesuaikan dengan latar belakang masing-masing penduduk.
Ada beberapa hal yang cukup membingungkan bagi pembaca, yaitu nama yang dimiliki tokoh terkadang tidak satu. Misalnya Arjuna, terkadang juga disebut Dananjaya ; Yudhistira kadang disebut Dharmaputra. Bila tidak jeli pasti akan tertukar antar tokohnya. Tapi di bagian belakang buku ini terdapat glosarium yang cukup membantu.
Bener bener epic, kompleks dan megaaah. Satu hal penting dari keseluruhan isi buku. Gak ada yang bener bener baik, atau bener bener jahat di dunia ini.
🤴 Buku ini bagus sekali walau cuma saduran dari Kitab asli Mahabharata. Saya yg tadinya sama sekali gak tahu dan gak ngerti, nol besar ttg Bharatayudha jadi mudeng plot kisah epik perang ini. Buku yg baik adalah buku yg bisa membuat pembacanya mengerti isi, inti dan jalan ceritanya dan author 👍👍👍👍👍
🤴 Banyak karakter di buku ini pdhl yg selama ini saya tahu cuma nama 5 Pandawa. Boro² keluarga besar Kurawa dan guru² mrk. Tapi berkat penjelasan dari author yg ciamik, jd saya tahu sebab-musabab cikal bakal perang saudara sepupu ini.
🤴 Duryudana ini adalah biang kerok dari semuanya. Dia adalah putra mahkota dan anak kesayangan Raja Destarata, ayah para Kurawa yg buta matanya sekaligus hatinya. Krn kelewat dituruti selalu kemauannya, kebencian dan kepicikan Duryudana menghantarkan bencana di pihak keluarga Kurawa. Dinasehati beribu-ribu kali tetap saja bebal dan keras kepala. Dan memang iri hati yg kelewatan bisa mjd jalan pintas utk kehancuran.
🤴 Kalau nonton film silat Mandarin tahun 80an, guru yg kecewa pd muridnya pasti meninggalkan muridnya. Tapi di epos ini saya heran setengah mati dgn kesetiaan yg bodoh macam Bhisma dan Dorna yg tetap saja mendukung Duryudana yg bebal. Kalau Karna saya msh mafhum krn Karna tipe yg congkak tapi setia pd yg memberinya makan istilahnya. Gak heran mrk berdua jd mati gara² murid dungu mrk ini.
🤴 Satu lagi yg bikin saya sebal adalah tokoh Yudhistira, anak sulung Pandawa ini gak tegas, gak tegaan, sok ksatria alias LEMAH!!! (tapi untungnya di klimaks perang dia menanggalkan sifat ini) yg membuat keluarganya terjun bebas dlm malapetaka kemerosotan, dihukum buang dan hrs menyamar selama belasan tahun.
🤴 Walau ceritanya seru dan ada banyak cabang cerita, tapi krn diringkas dgn mudah dipahami pembaca spt saya saja bisa mengerti koq. Tidak ada satupun tokoh di novel ini yg saya favoritkan. Tokoh perempuan sedikit sekali dibandingkan para pria, tapi gak ada yg WOW bagi saya. Bahkan Drupadi juga menyebalkan bagi saya krn kecenderungan manipulasinya sbg perempuan utk membakar emosi para Pandawa.
🤴 Kesimpulannya, jangan jumawa dan arogan spt Duryudana. Diatas kertas, Pandawa adalah underdog walau bbrp resi memperingatkan bhw Pandawa pasti bakal menang dari Kurawa. Pandawa kalah dlm jumlah kuantitas, baik anggota keluarga maupun kerajaan sekutu yg mendukungnya. Pandawa yg cuma didukung segelintir orang hebat mampu membalikkan keadaan mjd menguntungkan dan mrk memenangkan perang. Thanks God for Khrisna yg memihak dgn setia pd Pandawa dan memberikan saran² logis dan realistik ke benak para Pandawa yg terlalu memprioritaskan keadilan, kejujuran dan kekesatriaan. Pandawa bisa menumbangkan Kurawa beserta sekutu mereka yg berjumlah berkali lipat adalah prestasi yg luar biasa dan pantas dicatat dlm sejarah dunia, sejajar dgn Perang Troya dan Tiga Kerajaan.
🤴 Kekurangan buku ini cuma ada banyak nama utk seorang tokohnya, misalnya Drupadi punya nama lain, Panchali. Selain itu font buku terjemahannya benar² menyakitkan mata saking mininya. Duh kesian mataku.
Epic is an epic after all 👏👏 . Terlepas dari segi teologis dan supranatural, buku ini memiliki banyak pesan moral, etika dan filsafat sosial yang dapat disampaikan ke pembaca. Nilai-nilai tersebut juga diajarkan dalam Islam dan juga secara universal di berbagai belahan bumi lainnya. Sekalipun buku ini merupakan literatur Hindu, tetap bisa diambil hikmahnya oleh pembaca umum. Terutama tentang menghormati guru/orang berilmu serta beban kewajiban moral & hutang budi yang saking beratnya hanya bisa dibayar nyawa (atau nyawa sekalipun mungkin tidak bisa) dan bisa membuat seseorang berada di pihak yang salah. Sebagaimana disayangkannya sikap Bhisma, Widura, Kripa, Drona, Aswatama, Salya, dan mungkin juga Karna. (Their fates make me heartbroken 😩 Tapi di saat yang sama itu yang membuat epos ini semakin menarik dan sarat makna). . After all, sebuah perang memang tidak terhindarkan dari berbagai kepentingan. Termasuk Bharatayuda yang tidak bisa dikatakan murni kebaikan melawan kejahatan. Karena ga ada yang sempurna baik dan sempurna jahat. Bahkan Krishna pun melakukan hal-hal yang kontroversial di Kurukshetra. . Buku ini merupakan rangkuman epos Mahabharata dalam bahasa Indonesia oleh Rajagopalachari. Tapi mungkin ini juga bisa disebut sebagai tafsir Mahabharata. Karena di beberapa bagian isi buku, Rajagopalachari menulis "Begitulah penulis Mahabharata mengisahkan...". Belum lagi ada analogi-analogi yg digunakan Rajagopalachari untuk menjelaskan kisah-kisah yg tertulis agar pembaca bisa memahami pesan moral yang terkandung. Di satu sisi ini membantu pembaca, tetapi di sisi lain saya lebih menyukai kalau pendapatnya bisa disampaikan di footnote saja.
Dari segi penulisan, saya berekspektasi cerita ini dikisahkan ibarat novel yang penuh intrik dan bisa mencapai klimaks di bagian kisah pertempuran di Kurukshetra. Sayangnya penjelasannya terlalu deskriptif dan Rajagopalachari kerap kali memberikan spoiler terkait ending dari beberapa tokoh yang ada 😩😩😩 (whyyyyy?!). . Buku ini lebih banyak mengupas tentang pribadi putra-putra Dewi Kunti (Yudhistira, Arjuna & Bima) sedangkan karakter putra-putra Dewi Madri (Nakula & Sadewa) kurang dieksplor. Apakah ini disebabkan oleh singkatnya buku ini ataukah memang demikian dikisahkan? Mungkin di lain kesempatan saya harus baca versi lengkapnya dalam terjemahan bahasa Inggris oleh Bibek Debroy yang mencapai 5600an halaman 😅
நம்நாட்டில் பெரும்பாலோர் அறிந்த பாரதக்கதையே இந்நூல். தெரிந்த கதையாய் இருப்பினும் மாய வேலைகள் பல இடத்தில் இக்கதையில் தென்பட்டாலும் பகுத்தறிவு அவற்றைக் கேள்வி கேட்டு மறுத்தாலும் அயல்மொழிக் கதையாயினும் இந்நூலைப் படிக்க வேண்டும் என்பதற்குச் சில காரணங்கள்,
பாரதக் கதையில் பல கிளைக் கதைகள் உள்ளன. இந்நூலில் அத்தகைய சில கதைகள் படிக்கக் கிடைத்தன. யயாதி மன்னனின் கதை, இன்பங்கள் நுகர நுகர மேலும் ஆசையைத் தூண்டுமேயன்றி அடங்காது என்ற உண்மையை விளக்குகிறது.
1.நெருப்பைக் கடைந்த அரணிக் கட்டையை அந்த நெருப்பே பற்றி அழிப்பது போல 2.உணவு வகைகளின் சுவை அவற்றில் அமிழ்ந்து கிடக்கும் அகப்பைக்குத் தெரியாது 3.வாசனையை விரும்பிப் பெரிய சந்தன மரத்தை வெட்டுகிற பாமரனைப் போல் என்பன போன்ற பல அரிய உவமைகள் இந்நூலில் படிக்கக் கிடைத்தன.
பாஞ்சாலி அருச்சுனனையே விரும்பியதாய்ப் பெரிதும் பேசப்படும். ஆனால் இந்நூலில் பீமனுக்கும் அவளுக்கும் இடையேயான காதல் மிளிர்கிறது.
தருமனை ஏன் பலரும் கொண்டாடுகின்றனர் என்ற வினாவிற்கு இந்நூலில் நான் கண்ட விடை - அவனைப் போன்றிருக்க எவராலும் இயலாது. போர் தொடங்கி பலர் இறந்தபின்னும் இப்போதேனும் துரியன் போரைக் கைவிட எண்ணமாட்டானா என்று ஏங்கியவாறே இருக்கிறான். தருமம் ஒன்றே மாந்தனுக்கு இறுதி வரை துணைவரும் என்று உறுதியாக நம்பி அதன்வழி நடக்கிறான்.
எனில் தருமன் பிழையே செய்யாதவனா? மனைவியைப் பணையம் வைத்தானே என்றால், ஆம் அது பெரும்பிழையே. ஆனால் தான் மதிக்கும் தருமத்திற்குக் கட்டுப்பட்டுச் செய்த செயலது. பிழை செய்யா மாந்தர் எவருமிலர். எந்நிலையிலும் தான் வகுத்துக்கொண்ட தரும எல்லைக்குள் பிறழாது நடந்தவனே தருமன். இவ்வாசிரியர் எழுதிய இராமகாதை நூலைப் படித்தபின் பரதனைக் கொண்டாட என் மனம் எவ்வளவு விழைந்ததோ அதே அளவு இந்நூலைப் படித்ததும் தருமனைக் கொண்டாட விழைந்தது.
எத்தகைய பெரியோராயினும் எவ்வளவு கற்றோராயினும் எப்பொழுதும் விழிப்புடன் இருக்க வேண்டும் எனும் பெரும்பாடத்தை இந்நூல் நடுமண்டையில் நச்சென்று அடித்து நினைவூட்டுகிறது.
எந்த எந்தச் சமயத்தில் எந்த எந்தக் கடமை விதிப்படி ஏற்படுகிறதோ அதைச் சரிவரச் செய்ய வேண்டும். செய்து முடித்துவிட்டு அதன் பயனை ஆண்டவனுக்குப் படைத்துவிட வேண்டும் என்று, கவலையற்று வாழும் வழியை இந்நூல் கண்ணன் வாயிலாகக் கூறுகிறது.
படை வேண்டுமா படைத்தவன் வேண்டுமா என்றால் படைத்தவனே வேண்டும் என்று அருச்சுனன் செய்த தேர்வே பாண்டவர் வெற்றிக்கு வித்தானது. ஆகவே மக்களே! இறையோ இயற்கையோ எதை நம்புகிறீர்களோ அதைச் சார்ந்தே வாழ்க! வளம் பெறுக!
Karena masih belajar membiasakan gerak normal si tangan kiri, maka aku masih ditemani buku untuk menemani kegabutanku. Setelah beberapa waktu lalu aku tiba di Chang’an maka sekarang aku sudah sampai di India, berikutnya sampai di Arab. Hahaha. Buku ini jelas sekali secara umum sudah mengetahui jika berlatar di India.
Aku seperti melihat serial drama di sebuah televisi swasta. Dalam khazanah Jawa, kisah ini dikenal sebagai Bharatayudha, perang para dewa/bharata. Kisahnya tidak begitu berbeda, tapi juga tidak sama. Yaa, begitulah kehebatan mereka yang melakukan improvisasi terhadap Mahabharata di zaman para Wali Songo, atau mungkin sebelum itu juga ada.
Mahabharata cenderung menggunakan sudut pandang aslinya yaitu budaya dan sejarah India. Pandawa dan Kurawa, begitulah inti ceritanya, tidak begitu berbeda bukan? Namun, kisah di dalamnya memiliki hal-hal yang berbeda. Terutama soal tujuan dari kisah ini ada, yaitu ajaran dharma. Tentang perilaku kesatria, baik dan buruk, dan kebijaksanaan. Pada sesi peperangannya, terdapat filsafat perang atau ilmu peperangan. Sayang buku ini tidak melakukan hal yang irasional seperti ajian dan kesaktian dari para tokohnya. Itulah salah satu bedanya, pendekatannya cenderung rasionalisasi.
Di buku ini disampaikan juga tentang kebenaran yang relatif. Tidak semuanya dilabeli dengan salah dan benar semata, tetapi berbagai pertimbangan yang menuntut kepada kebijaksanaan dalam melakukan dharma manusia. Akan selalu ada pertentangan bagi yang menolak dan membenarkan, tentu saja disertai dengan alasan yang dapat diterima semuanya. Maka hal yang penting adalah melihat dan menggantungkan sudut pandang pada posisi yang tepat.
Setidaknya buku ini sangat akan raya nilai-nilai keluhuran, kalau dalam buku-buku bernuansa Islam, maka cenderung bergenre tasawuf atau kesufian. Bagi yang suka drama di televisi swasta itu dan penggemar wayang, perlu setidaknya membaca buku ini. Kisah secara garis besar pertikaian antara Pandawa dan Kurawa.
Kisah epos pewayangan Ramayana dan Mahabharata merupakan cerita high fantasy yang pertama kali kubaca sejak kecil dalam berbagai versi. Komik, acara tv ataupun dongeng pengantar tidur dari Oma dan si bibik. Walaupun cara bercerita buku ini agak kaku, tapi cukup detail dalam menggambarkan dengan ringkas para karakter dan kejadian-kejadian penting sebelum perang besar di Kurusetra. Beberapa kisah tambahan dengan berbagai moral story juga ada.
Setelah dewasa, aku mengapresiasi kejujuran buku ini dalam menggambarkan kaum Pandawa. Termasuk kelemahan-kelemahan pribadi mereka. Bagian perang dan strategi-strateginya walaupun gak banyak tentu aja tetap jadi scene fave. Biarpun gak sebeken karakter lainnya, tapi faveku tetep karakter yang grey. Gak baik-baik amat, gak ganteng-ganteng amat, yang apa adanya.. Bima dan Karna wkwkw
Suka sekali dengan gaya terjemahan bahasanya. cerita yang cukup berat ini bisa dikemas dengan makin menarik dan seseru itu untuk dibaca, nggak bikin ngantuk.
Jalan cerita cukup lengkap. Hanya saja penyelesaian kedukaan dari pihak perempuan (Gandhari, Kunti, Drupadi) kurang diperlihatkan secara kuat menurutku. Padahal, seharusnya bagian tersebut bisa membuat pembaca lebih sentimental terhadap apa yang dialami oleh tokoh perempuannya.
Meski begitu, epos ini tetap jadi salah satu rekomendasi yang wajib dibaca jika kalian tertarik dengan kisah Mahabharata!!
Sebagian ada yang ga kubaca pas masa perangnya. Boring banget, capek, ga selese-selese, dan udah tau jalan ceritanya, hahaha.
Iya, baca Mahabharata karena filmnya. Yang selama ini ga tau budaya perwayangan jadi tau tokoh-tokoh wayang. Agak nyesel baru baca sekarang, tapi beruntung bisa tau. Yang dulu blank banget ga tau soal agama Hindu kecuali penyembahan mereka akan dewa-dewi, sekarang jadi tau. So ya sebenernya Hindu semacem agama yang kepengen gw pelajari lebih dalem setelah Islam dan Yahudi.
Apa yah... hmmm... alasan kenapa suka Mahabharata justru pas Krisna menasehati Arjuna dan dari sana cikal bakal Bhagavad Gita. Selama ini gw selalu ngira kitabnya orang Hindu itu ya Vedha, ternyata lebih ke Bhagavad Gita yang isinya hakikat kehidupan. Ya yang bikin gw tersentak kaget dan syok, adalah ucapan Arjuna bahwa dari kegalauan yang ia rasakan, dia hanya minta ditunjukan ke jalan yang lurus.
Apa yah... ini kan pokok Quran banget =)) Pokok Al-Fatihah dan pokok kehidupan kalau sebenernya karena kita ga pernah bisa tau masa depan, ya pada akhirnya kita hanya minta dibimbing pada jalan kebenaran dan kebaikan.
Oke, balik ke Mahabharata-nya sendiri, iya ini lebih seperti hakikat kehidupan yang dikisahkan. Gw suka banget kalau udah masuk ke kisah resi-resi yang mulai menjelaskan hakikat dari menghindari rasa iri hati, jangan sombong... gitu-gitu. Tapi cara menarasikannya ga begitu bagus, dia bolak-balik narasi... terus tiba-tiba di tengah-tengah ngasih pesan moral yang entah kenapa rasanya berantakan banget. Terus kisah para perempuannya ga begitu dikisahkan detail, kek kisahnya Gandari, Kunti, dan juga Panchali agak kurang. Tapi emang susah kalau mau mendetailkan semua kisah Mahabharata secara detail, gw yakin sih akan dibuat berbuku-buku banyak banget. So yaaa... sebenernya cukup baca Mahabharata dari internet, ga perlu beli bukunya juga ga masalah kok =)) Toh gw pas baca jalan ceritanya pun udah begitu ngarti.
Bacanya memang kepotong-potong. Tapi khusus dibagian akhir kerasa banget kesedihan setelah perangnya. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari buku ini. Walaupun sejujurnya banyak hal pula yang menimbulkan tanda tanya mengenai hal yang terjadi, alasan sesuatu dilakukan.
Mungkin ada yang penasaran apakah bukunya sama dengan film yang ditayangkan saat ini. Menurut saya, bukunya lebih ringkas daripada filmnya dan bagi yang malas untuk melakukan marathon filmnya mungkin bisa membaca novel ini dan menikmati sekaligus membayangkan setiap deskripsinya.
It is a very clear and well written heroic book by C. Rajagopalachari. I learn so much about the Hindi literacy, which related to Javanese literacy. For those who wants to learn about Hindi or Javanese symbol and literacy, I strongly recommend this book.
I think this heroic book, the Mahabharata is better than Ramayana, it it more detail than the Ramayana by C. Rajagopalachari.