Buku ini membahas tentang hal-hal yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, hal yang sering terlintas didalam benak kita. Pak Haidar Bagir mengemas pemikiran pemikiran beliau dengan bahasa yang mudah dicerna, namun tetap menggunakan kosa kata yang elok.
Seperti yang Pak Haidar Bagir ungkapkan di bagian Pengantar Penulis, buku ini merupakan kumpulan hasil renungan pribadi beliau selama bertahun-tahun yang disatukan dalam bentuk fisik. Renungan beliau mengenai hidup dan ujian adalah bagian yang paling mengena di hati saya. Sebagai lulusan pondok pesantren, saya sudah mengetahui tentang ayat yang mengatakan bahwa Allah tidak akan memberikan ujian yang hamba-Nya tidak akan sanggup menanggungnya. Saya bahkan bisa dibilang sudah hafal mengenai ayat tersebut. Namun, tulisan pak Haidar menanamkan nilai tersebut ke dalam benak saya. Yang awalnya hanya mengetahui, menjadi memahami makna ayat tersebut.
Ada dua bab lain di dalam buku ini selain bab pertama mengenai Hidup dan Ujian, yaitu mengenai Cinta, dan Kebahagiaan. Namun yang paling mengena di saya tetap bagian mengenai ujian hidup karena saya memang sempat mengalami ujian yang bisa dibilang cukup berat tahun lalu. Dan dengan membaca tulisan dari pak Haidar ini dapat meyakinkan saya bahwa Allah selalu memberikan jalan keluar dari ujian ujian yang Ia berikan.
This book is more than just a collection of reflections—it’s a gentle reminder, arriving exactly when it’s most needed. Catatan untuk Diriku by Haidar Bagir feels like it was written by someone who deeply understands the world and its quiet struggles. It’s like hearing wisdom from a soul who’s lived through much and is now kindly guiding you through life’s complexities.
Reading it felt like having a conversation with an old, wise friend. It doesn’t lecture or force answers—it simply invites you to see things more clearly. It reminds us that every step we take in life carries its own risks. So the question becomes: Which risk are you willing to take?
This book has helped me tremendously in making decisions. It doesn’t offer instant solutions, but it teaches that sometimes, acceptance, stillness, and calmness are the answers. That anger and blame are often just painful stages of denial—and I know firsthand how exhausting that phase can be.
I felt seen and understood by this book. In a world that’s constantly noisy and overwhelming, Catatan untuk Diriku offers a moment of quiet—a safe space to listen to your own thoughts and emotions. It doesn’t push you to “get over it”, but rather, to sit with your feelings and choose your response with clarity.
This book is the best. Not because it gives all the answers, but because it teaches you how to ask the right questions—and to be okay with not having all the answers just yet.
"Orang yang mampu bersyukur adalah orang yang pada waktu yang sama bisa bersabar dan sebaliknya."--@haidarbagir_official
Buku Catatan untuk Diriku, menggambarkan bahwa agama sejatinya mampu membawa kita untuk mendapatkan tujuan hidup manusia yaitu kebahagiaan.
Cinta dan kebahagiaan adalah satu kesatuan, dan bisa kita raih dengan cara membuka hati dan fikiran dengan sedikit saja mengosongkan sisi keduniawian kita.
Penulis : @haidarbagir_official Penerbit : @nourapublishing
"Menjalani hidup yang penuh pancaroba kadang membuat hati terasa kosong", begitu Pak Haidar menggambarkan kondisi spiritualitas yang lazim bagi sebagian besar manusia.
Membaca buku ini seperti sebuah 'tali' untuk berpegangan ketika badai pancaroba itu datang, seperti seorang ayah yang sedang menasehati, seperti seorang sahabat yang menemani.
Such a heart-warming book. So, the book is a collection of sayings from his Twitter feed. This book emphasizes how religion can assist us in achieving happiness, which is our ultimate objective as human beings. Happiness and love are one harmony, which we can have by widening our hearts and thoughts and reducing our perspective of dunya.
Bagus, pilihan kata-katanya indah. Bahasanya gak tinggi tapi tetap mudah dipahami. Ada beberapa ayat, hadis dan kutipan tetapi tidak membuat kita bingung memahaminya. Ini lebih dari sekedar catatan, saya memaknainya lebih sebagai 'nasihat' untuk diriku.