Jump to ratings and reviews
Rate this book

The Veil of Whispering Town

Rate this book
Atas undangan kekasihnya yang bernama Aizen Osawa, Kanon Kitani meninggalkan Tokyo menuju sebuah kota terpencil, Yumekawa. Namun setibanya di sana, selain tidak menemukan jejak Aizen sama sekali, ia juga menangkap ada kesunyian yang menyelimuti kota.

Di tengah upayanya mencari keberadaan Aizen, Kanon mendapati bahwa kesunyian di Yumekawa ternyata lebih menyerupai sebuah ketegangan, ada sesuatu yang membuat para penduduknya tertekan hingga suasana kota terasa ganjil. Belum lagi mitos soal Dewi Penjaga Kota dan keberadaan patung-patung orang mati yang muncul secara acak.

Yumekawa tak ubahnya sebuah entitas hidup, kota ini seperti memiliki kehendaknya sendiri yang terus menahan Kanon kembai ke Tokyo, hingga memaksanya berhadapan dengan teror yang meresahkan para penduduk.

210 pages, ebook

First published January 1, 2021

1 person is currently reading
36 people want to read

About the author

Evan Yovian

4 books4 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
8 (12%)
4 stars
23 (35%)
3 stars
28 (43%)
2 stars
4 (6%)
1 star
2 (3%)
Displaying 1 - 26 of 26 reviews
Profile Image for Fahri Rasihan.
478 reviews124 followers
April 30, 2022
• Judul : The Veil of Whispering Town
• Penulis : Evan Yovian
• Penyunting : Grace Situngkir
• Penerbit : Elex Media Komputindo
• Terbit : 2021
• Harga : Rp 50.000 (Digital)
• Tebal : 218 halaman

Hal yang janggal sudah sangat terasa saat Kanon Kitano menginjakkan kakinya di desa Yumekawa. Kanon sendiri dari Tokyo ke Yumekawa karena diundang oleh kekasihnya, Aizen Osawa, untuk melihat tempat kelahirannya sekaligus calon lokasi bulan madu mereka kelak. Namun, sepanjang Kanon mencari alamat yang diberikan Aizen, hawa sepi dan dingin yang disajikan Yumekawa teramat mencekam. Hampir semua penduduk di Yumekawa tampak berusaha untuk menghindar dari Kanon.

Anehnya, saat Kanon tiba tepat di lokasi yang sudah Aizen berikan, yang tampak di depannya bukanlah kediaman dari kekasihnya tersebut, melainkan hanya sebidang tanah kosong penuh semak belukar. Kanon pun berusaha untuk menghubungi Aizen, tapi kekasihnya itu tidak merespon panggilan Kanon. Masih berusaha berpikir positif, Kanon pun berusaha untuk mencari alamat rumah Aizen sekaligus menelusuri Yumekawa. Hingga pada akhirnya, ada seorang pemuda yang menunjukkan rumah Tuan Osawa yang tampak seperti kastel yang luas.

Tanpa pikir panjang, Kanon langsung diterima masuk oleh tuan rumah yang dia anggap sebagai ayah dari Aizen. Akan tetapi, setelah mencari penjelasan, pria tua di hadapannya ini bukanlah orangtua dari Aizen. Bahkan, Tuan Osawa mengaku tidak memiliki anak sama sekali dari pernikahannya dengan mendiang istrinya. Gelagat aneh yang ditunjukkan oleh Tuan Osawa membuat Kanon merasa takut dan risih untuk tetap tinggal berlama-lama di kastel tersebut. Hingga akhirnya, dia memutuskan pergi meninggalkan kastel yang aneh dan misterius itu.

Seiring berjalannya waktu, Kanon mulai mengetahui jika Yumekawa yang tampak mencekam merupakan dampak dari teror pembunuhan berantai yang terjadi berturut-turut. Di mana akan ditemukan parung wajah dari korban yang menjadi mangsa si pembunuh. Warga Yumekawa yakin jika kematian dari orang-orang tersebut adalah akibat dari kemurkaan Mitarashi-san, dewi yang menjaga desa Yumekawa, yang marah karena pabrik kimia yang didirikan oleh Tuan Osawa mencemari udara segar Yumekawa. Namun, seiring terus bertambahnya korban yang berjatuhan, Kanon yakin jika penyebabnya bukanlah akibat dari kemarahan Mitarashi-san, melainkan ada seseorang yang melakukan ini semua. Siapa tersangka dari kasus pembunuh berantai yang meneror Yumekawa ini? Di maba keberadaan Aizen yang hilang bak ditelan bumi?

"𝘒𝘪𝘵𝘢 𝘵𝘢𝘬 𝘱𝘦𝘳𝘯𝘢𝘩 𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳-𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘯𝘢𝘭 𝘴𝘦𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨, 𝘵𝘢𝘬 𝘱𝘦𝘥𝘶𝘭𝘪 𝘴𝘦𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵 𝘢𝘱𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢. 𝘔𝘢𝘯𝘶𝘴𝘪𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘭𝘢𝘱𝘪𝘴-𝘭𝘢𝘱𝘪𝘴, 𝘣𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘥𝘢 𝘭𝘢𝘱𝘪𝘴𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘱𝘦𝘳𝘯𝘢𝘩 𝘪𝘢 𝘵𝘶𝘯𝘫𝘶𝘬𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘱𝘶𝘯. 𝘚𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘱𝘪𝘤𝘪𝘬 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘪𝘭𝘢𝘪 𝘴𝘦𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘢𝘥𝘢𝘩𝘢𝘭 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘪𝘢 𝘵𝘶𝘯𝘫𝘶𝘬𝘬𝘢𝘯 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘭𝘢𝘱𝘪𝘴𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘶𝘢𝘳 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘪𝘢 𝘫𝘢𝘥𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘰𝘯𝘵𝘰𝘯𝘢𝘯 𝘱𝘶𝘣𝘭𝘪𝘬." (hal. 79)

Saat pertama kali melihat novel The Veil of Whispering Town, hal pertama yang saya duga adalah jika novel ini merupakan hasil karya penulis luar negeri. Namun, ternyata, kover, 𝘣𝘭𝘶𝘳𝘣 dan judul bukunya berhasil mengelabui saya sebab nyatanya novel ini merupakan karya anak bangsa. Evan Yovian merupakan penulis dari novel bergenre misteri dan 𝘵𝘩𝘳𝘪𝘭𝘭𝘦𝘳 ini. Sebelumnya, Evan sempat menulis dua buku 𝘵𝘳𝘢𝘷𝘦𝘭𝘭𝘪𝘯𝘨 tentang Jepang, dan tidak mengherankan jika The Veil of Whispering Town juga berlatar negara Jepang sebagai lokasi tempat berlangsungnya cerita.

Dilihat dari segi kover buku, The Veil of Whispering Town mampu memperlihatkan aura dan nuansa yang gelap serta mencekam. Ilustrasi bangunan rumah yang mirip kastel Jepang secara 𝘵𝘰 𝘵𝘩𝘦 𝘱𝘰𝘪𝘯𝘵 mampu membawa benak pembaca pada rumah Tuan Osawa yang memang mempunyai peran yang cukup penting di dalam jalan ceritanya. Dominasi warna hitam gelap sebenarnya bisa membuat kengerian tersendiri untuk kover bukunya, tapi entah mengapa, saya pribadi malah justru warnanya yang gelap membuat kover bukunya tampak kurang menarik. Namun, untuk ilustrasi rumah Tuan Osawa sendiri patut diapresiasi.

Novel ini mempunyai tema cerita misteri dan 𝘵𝘩𝘳𝘪𝘭𝘭𝘦𝘳 yang boleh dibilang cukup membuat penasaran, tapi tidak sampai bikin bergidik ngeri. Di mana Kanon Kitani yang pada awalnya datang ke Yumekawa untuk melihat kondisi tempat kelahiran kekasihnya, Aizen Osawa, yang akan menjadi calon lokasi berbulan madu mereka. Namun, bukannya merasakan tempat yang menenangkan, Kanon malah terjebak dalam sebuah tempat yang dingin, suram dan mengandung bahaya. Tragedi pembunuhan berantai yang terjadi di Yumekawa, nyatanya menahan Kanon untuk tetap di sana sekaligus mengungkap siapa pelaku dan apa motifnya.

Di awal cerita, penulis mampu membawa nuansa serta aura suram yang dihadirkan oleh Yumekawa. Di beberapa kesempatan, penulis selalu menegaskan dingin dan mencekamnya Yumekawa lewat beberapa detail deskripsi. Cerita yang disajikan juga mampu memantik rasa tanya dalam pikiran, apa sebenarnya yang sedang terjadi di desa Yumekawa ini. Secara perlahan-lahan penulis mengupas satu persatu akar permasalahan yang timbul di Yumekawa. Namun, sayangnya, bagi saya penuturannya yang perlahan ini justru menimbulkan kejenuhan di beberapa bagian. Tapi, untungnya, The Veil of Whispering Town ini merupakan jenis bacan yang 𝘱𝘢𝘨𝘦 𝘵𝘶𝘳𝘯𝘦𝘳, sehingga alurnya yang lambat tidak terlalu jadi soal.

Kanon Kitani adalah pemeran utama dalam cerita yang mengambil setting tempat di sebuah desa bernama Yumekawa ini. Kanon merupakan seorang guru taman kanak-kanak yang mempunyai watak penyabar, peka dan penolong. Bagi saya pribadi, karakter Kanon ini masih terasa kurang kuat dan menonjol, karena titik fokus dalam novel ini lebih menyorot pada desa Yumekawa itu sendiri. Bahkan, latar belakang Kanon ini hanya disebut sekilas saja, sehingga tidak mampu menciptakan ikatan emosi yang berarti dengan pembaca.

Selain Kanon, ada tokoh lainnya seperti Tuan Osawa, Aizen Osawa, Yuu Miyazawa dan Runa Mikami yang sekali lagi minim pendalaman karakter. Sungguh sangat disayangkan penulis tidak menggali terlalu dalam karakter dari para tokoh-tokohnya ini, sebab ada potensi yang besar untuk mengembangkan karakter mereka. Banyak tokoh yang muncul dengan 𝘣𝘢𝘤𝘬𝘨𝘳𝘰𝘶𝘯𝘥 yang terasa "𝘶𝘫𝘶𝘨-𝘶𝘫𝘶𝘨". Bisa dikata, setiap karakter yang ada terkesan dipaksakan dan malah jadi aneh saja saat dibaca, "kok dia itu begini, kok tiba-tiba jadi begitu".

Seperti yang sudah disebutkan di awal tadi, The Veil of Whispering Town cenderung memiliki alur cerita yang lambat dan agak bertele-tele. Contohnya saja saat terjadi kejanggalan akan keberadaan Aizen dan pembunuhan yang terjadi secara berantai, Kanon malah bertahan di kastel milik Tuan Osawa tanpa melakukan hal yang berarti, sehingga terkesan ingin mengulur-ulur cerita.

Untungnya, penulis mampu membawa jalan ceritanya dengan cara yang ringan, sederhana, dan cukup informatif yang membuat pembaca rasanya akan sulit untuk melepas buku ini. Beberapa istilah yang berhubungan dengan Jepang cukup banyak dibahas dan lewat catatan kaki yang dihadirkan, pembaca tidak akan dibuat kebingungan. Gaya berceritanya yang mengalir bak air adalah kekuatan dari novel ini yang bisa mengunci pembaca untuk hadir sampai akhir.

Sudut pandang orang pertama melalui tokoh Kanon terasa cukup efektif untuk menggambarkan detail-detail mengenai nuansa suram dari desa Yumekawa. Saya bisa ikut merasakan kebingungan, kekhawatiran dan kecemasan yang dirasakan Kanon saat terjebak di Yumekawa. Latar negara Jepang yang dipilih pun tidak terkesan seperti tempelan belaka, karena penulis mampu menghadirkan berbagai aspek dan detail yang menegaskan lokasi tempat berjalannya cerita.

Konflik atau problematika yang terjadi dalam The Veil of Whispering Town mencampurkan dua masalah yang berlainan, yaitu masalah hubungan asmara antara Kankn dan Aizen serta tragedi pembunuhan berantai yang terjadi di Yumekawa. Meskipun, hubungan asmara yang terselip di konfliknya hanya dibubuhi sedikit, tapi mampu membuat saya bertanya-tanya akan siapa sebenarnya sosok Aizen Osawa ini. Sedangkan untuk tragedi pembunuhan berantai yang terjadi di Yumekawa sendiri menurut saya terkesan random dan tidak terlalu jelas, tapi di akhir cerita semuanya akan diungkap.

Boleh dibilang, saya masih belum bisa terlalu menikmati konfliknya dengan mendalam karena masih terasa rancu, membingungkan, dan bikin heran. Semuanya seakan tertahan di satu tempat, yaitu kastel Tuan Osawa. Padahal, jika warga mau bersatu padu dan melibatkan polisi di dalamnya, pelaku pun tidak akan sebebaa dan seliar itu dalam melakukan aksinya.

Salah satu kelebihan yang mampu ditunjukkan oleh The Veil of Whispering Town adalah nyawa dari desa Yumekawa yang tergambarkan dengan pekat. Bagaimana kondisi warganya yang dingin, nuansanya yang suram, hingga udaranya yang sejuk. Semua detail-detail tersebut mampu menciptakan sebuah realita yang bisa ditangkap oleh pembaca. Selain itu, kemampuan penulis dalam menggiring kata dan membuat kalimat untuk menciptakan narasi yang mengalir dan bikin kecanduan untuk dibaca patut diapresiasi.

Sayangnya, masih ada kekurangan yang bagi saya cukup terasa, ialah kurangnya latar belakang masing-masing tokoh menciptakan interaksi yang mentah dan kurang solid. Selain itu alasan dan motif yang dilakukan pelaku untuk membunuh secara berantai juga terbilang kurang kuat dan terasa sedikit dipaksakan. Terakhir, kemunculan Aizen yang secara mendadak pun masih terasa lemah dan di luar ekspektasi saya. Namun, terlepas dari semua kekurangan yang ada, The Veil of Whispering Town masih mampu menjadi bacaan yang menghipnotis, khususnya bagi kamu yang suka dengan atmosfer tempat-tempat yang mencekam.

"𝘔𝘢𝘯𝘶𝘴𝘪𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘭𝘪𝘩𝘢𝘪 𝘣𝘦𝘳𝘣𝘰𝘩𝘰𝘯𝘨, 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘣𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘶𝘥𝘪 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘰𝘩𝘰𝘯𝘨𝘪 𝘥𝘪𝘳𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪 𝘥𝘦𝘮𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘪𝘭𝘢𝘵 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘱𝘦𝘳𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘬𝘦𝘫𝘢𝘺𝘢𝘢𝘯." (hal. 88)

"𝘒𝘦𝘵𝘪𝘬𝘢 𝘴𝘦𝘴𝘶𝘢𝘵𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘮𝘶𝘭𝘶𝘴 𝘵𝘢𝘯𝘱𝘢 𝘩𝘢𝘭𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘳𝘵𝘪, 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘪𝘵𝘶𝘭𝘢𝘩 𝘬𝘢𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘸𝘢𝘴𝘱𝘢𝘥𝘢, 𝘒𝘢𝘯𝘰𝘯-𝘤𝘩𝘢𝘯." (hal. 92)
Profile Image for Vio Reads.
146 reviews
July 20, 2022
Kalau kamu pergi ke suatu kota dan ternyata kota tersebut tidak sesuai dengan harpanmu 🏙🌁(ex. Tempatnya kotor, ada suasana menyeramkan, dll) apa yang akan kamu lakukan? Stay disana atau balik pulang aja?

#VioReads2022

Ini lah yang dialami oleh Kanon-chan. Ia diundang oleh kekasihnya, Aizen, untuk pergi ke kota kelahirannya yaitu Yumekawa. Kanon-chan mengharapkan liburan yang indah, namun yang ia temui justru kejutekan para warga setempat, kesunyian ganjil suasana Yumekawa serta bagaimana sepi dan mencekamnya kota tersebut (sesuai judul bukunya, ya 🤣). Yang lebih parah, ternyata tidak ada 1 orang pun yang mengenal siapa itu Aizen 👁. Kalau aku, sih, udah auto pulang, beda dengan Kanon yang memutuskan untuk menetap karena ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Selama baca gaada satu bab pun yang rasanya membosankan. Ini alurnya cepet dan beneran dibikin bertanya-tanya, sebenarnya apa sih yang terjadi? Kok ganjil banget. Salut untuk penulis yang bisa ngegambarin suasana Yumekawa dengan sebegitu detailnya. Sampe aku ikutan merinding gitu kalau ada kejadian yang aneh disana!

Selain itu, rasa-rasanya tidak ada yang bisa Kanon-chan percayai (bahkan kekasihnya sendiri yg menyimpan banyak misteri). Walaupun awalnya keliatan baik-baik saja, tapi kok tetap ada hal aneh, ya, dengan orang-orang itu. Aku juga jadi bimbang pengen percaya sama siapa 😂😂. Poor you Kanon-chan 🥺.

Makin mengerikan lagi saat pembunuhan udah mulai terus-terusan terjadi di Yumekawa 👣. At least 1 orang sehari pasti ada yang mati terbunuh dengan cara mengenaskan. Untuk plot twistnya boleh, sih! Sama sekali engga ketebak, karena udah kesusun rapi di awal. Engga nyangka motifnya bisa se-emosional itu. Justru hal-hal di masa lalu yang harus diwaspadai 👍🏼👌.

Setelah selesai membaca, masih ada hal yang mengganjal buatku. Belum dijelasin gimana pelaku bisa melakukan pembunuhan sebegitu gampangnya, bisa engga ketauan sama warga. Terus dia bersembunyi dimana? Masa senjatanya itu aja? Kurang lebih itu aja sih kekurangannya. Kurang detail bagian pembunuhan oleh pelaku.
Profile Image for Aldrina.
84 reviews15 followers
April 10, 2022
The Veil of Whispering Town mengisahkan tentang Kanon Kitano yg diundang pacarnya Aizen Ozawa ke tempat kelahirannya Aizen—Yumekawa. Singkatnya, pas Kanon di Yumekawa, Aizen jdi susah dihubungi—ceklis 1 trs. Meskipun Aizen udah ksh tau alamatnya, ternyata alamatnya palsu. Akhirnya Kanon terpaksa nginep di Yumekawa dgn niatan nunggu kabar Aizen karna Kanon udah terlanjur sampe. Dan gataunya, Kanon malah mengalami rentetan kejadian menarik.

Di novel ini, pembaca akan mengikuti keseharian Kanon di Yumekawa. Dgn menggunakan sudut pandang Kanon sendiri, pembaca akan merasakan kegelisahan & kengerian yg dialami Kanon. Selain ketidaknyamanan yg dialami Kanon, pembaca juga akan ikut merasakan suasana sunyi Yumekawa dan keanehan sikap para penduduk lokal.

Menurut w, entah knp novel ini sedikit berkurang keseruannya setelah memasuki ending, padahal endingnya ga berbelit2.. mungkin w nya aja yg ga cocok sm ending kayak gt.

Tapi untuk plot, dari awal sampe biangnya terungkap itu seru sih.. berasa mencekamnya dan misteriusnya si biang onar. Dan setelah dipikir2 ada beberapa detail kecil yg bertebaran yg ternyata ada kaitannya sama motif pelaku.

Oiya, w juga suka pesan moral yg disampaikan penulis; klise tpi bisa membutakan.
Profile Image for Autmn Reader.
883 reviews92 followers
March 25, 2025
Ceritanya punya potensi jadi buku yang thrilling, atmosferik, dan menegangkan. Sayang, eksekusinya kurang.

Cerita ini diawali dengan bagus. Suasana mencekam bisa digambarkan dengan baik oleh penulia. Misteri hilangnya Aizen juga bikin penasaran. Apalagi dengan kemunculan Tuan Osawa yang kayaknya punya banyak hal yang juga patut dicurigai. Pas kemunculan kematian pertama dan ada patungnya, trus ternyata patung2 itu kayak ramalan kematian, aku ngerasa cerita ini benar-benar menjanjikan.

Sayangnya, ternyata prediksiku salah. Mulai dari sana, semuanya repetitif, draggy dan kayak hilabg arah. Buku ini mungkin bisa lebih tipis lagi kalau hal-hal nggak perlu dalam cerita dihapua dan dibuat lebih padat.

Apalagi di sepertiga akhir chaos banget tapi pointless aja menurutku. Endingnya juga sangat anti klimaks. Setelah teror yang dialimi warga Yumekawa, masa iya begitu aja? Apalagi penangkapannya no effort sama sekali.
Profile Image for Nebookreview .
29 reviews
August 13, 2022
Seorang wanita bernama Kanon Kitani pergi ke sebuah kota terpencil bernama Yumekawa dengan tujuan mendatangi kekasihnya yang bernama Aizen Ozawa. Namun di hari pertama ia tiba, Kanon sama sekali tidak menemukan sosok Aizen, disusul banyak kejanggalan aneh dan ganjil yang menyelimuti kesunyian kota tersebut.

Apa sebenarnya yang terjadi?
Di mana Aizen sebenarnya berada?

#nebookreview

📚 Baru sadar kalau sudah lama ngga baca novel murni misteri seperti ini. Kesan pertama ketika membaca 50 halaman pertama buku ini, aku sangat suka dengan nuansa misteri yang dibangun oleh penulis. Rasanya ikut merinding dan ikut waspada dengan orang yang tak dikenal.

📚 Memang banyak novel j-lit atau yang memiliki unsur budaya Jepang, namun jarang diberikan terjemahan. Tapi novel ini lainn! Totalitas dan seniat itu, beberapa kata unsur jepang diberi terjemahan di bagian bawah, love it😆 Secara ga langsung nambah pengetahuan baruu🤭

📚 Menurutku novel ini membawa ketegangan tersendiri waktu bacanya, seolah pembaca ikut merasakan jika berada di posisi Kanon, harus bagaimana?
1. Pembunuhan terjadi di mana-mana, satu persatu penduduk kota mulai terancam
2. Mau balik ke Tokyo ada saja penghalangnya, stasiun gabisa beroperasi
3. Pilihan yang tersisa, pasrah dengan percaya pada orang asing demi terhidnar mara bahaya ATAU tetap berjuang sendiri namun nyawa terancam?

📚 Overall aku sangat puas dengan buku ini, seluruh misteri yang ada di Yumekawa terjawab. Mulai dari siapa sebenarnya Aizen Osawa, pelaku pembunuhan berantai, sampai asal mula kenapa kesunyian di Kota Yumekawa bisa terjadi, semuanya selesai tuntass.

📚 Aku sangat merekomendasikan buku ini buat kalian yang suka baca cerita-cerita misteri yang ringan sekaligus bikin penasaran. Novel ini juga tersedia versi e-book nya yaa teman-teman, pemesanan buku fisik bisa dm penulisnya langsung [ @evan.yovian ]
Profile Image for Yoyovochka.
312 reviews7 followers
April 27, 2022
Bukunya bagus, bahasanya rapi dan diksinya oke punya. Bercerita tentang Kanon Kitani yang mencari pacarnya di Desa Yumekawa yang aneh dan menyimpan misteri. Alurnya bagi saya sedang-sedang saja, tidak kelewat lambat maupun cepat. Tapi, bagian akhirnya agaknya kelewat cepat. Andai diperpanjang sediikiit lagi, pasti lebih keren, nih.
Ditunggu karya selanjutnya!
7 reviews
March 1, 2022
Ini adalah buku pertama yang gue beli di google play! I did try to move the file to my kindle account but it didn't work. And I thought it again maybe moving or converting files as same as piracy 🤔 😂 well I read this book in my phone😂

So, awalnya gue tertarik karna liat settingnya di Jepang ditambah baca blurb dan review dari pembaca yang di post di akun instagram author.

And here's what I thought,

Buat pembaca yang terbiasa baca buku dengan alur fast paced mungkin bakal sedikit lelah. Tapi berhubung gue udah biasa nonton atau baca buku atau film Jepang dengan alur lambat I really really enjoy this!!

Detail detail kebudayaan Jepang disini sangat terasa dan narasi yang dituangkan bener bener bikin gue larut ke dalam cerita. Meskipun ada frase yang agak gatel contohnya subuh (I think "fajar" better) dan beberapa salah ketik but it doesn't matter.

Gue sebel sih waktu tau alesan Aizen bikin Kanon "capek" dateng ke Yumekawa. I mean, dude don't you think theres another easier way ? Talk! ffs 😂 but Kanon did understand him in the end and I have to accepted it, right? 😂

Juga ke"lebay"an Kanon ketika bertamu dan mikirnya minuman dia di kasi obat tidur atau apapun yang ada di benak dia saat itu tapi mungkin itu maksudnya semacam menggambarkan kesuraman kota Yumekawa yang bikin orang yang datang jd gampang berimajinasi liar karna gak bisa ngendaliin perasaan tegang dan cemas. (Tapi ga seliar itu juga karna memang ada pembunuh berantai berkeliaran😂)

Akhir cerita, benang merah, klarifikasi dari tiap tokoh semuanya ngingetin gue dengan ciri khas penulis suspense thriller Jepang yang pernah gue baca. Bisa jadi ciri khas penulisnya in a good way!
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for ami ☆ ⁺‧₊˚ ୭.
156 reviews18 followers
April 8, 2022
bagian awal emang berhasil bikin penasaran. pembaca digambarin bahwa tokoh ada di kota mati yang sunyi banget sampe sunyinya ini terasa aneh. ditambah orang-orangnya yang juga aneh menurutku di bagian awal ini udah cukup menarik. berhasil bikin pembaca mau lanjut baca sampe habis. tapi di bab menjelanh akhir sampai ending, yaa agak kecewa sih sebenarnya.

ya ok aku emang ngga nebak bahwa pembunuhnya ternyata "dia" tapi itu ga berhasil bikin aku kaget segimana nemu plot twist dalam cerita-cerita. apalagi ga diceritain gimana dia bisa sehalus itu kerjanya. mungkin akan lebih menarik kalau diceritain dari sudut pandang tokoh dan sudut pandang pembunuh (tanpa mengungkap siapa identitas pembunuh itu, tapi seengganya pembaca bisa tau cara kerja dan seberapa kuat motivasinya buat mencapai tujuan dia).

motivasi dari pembunuh sendiri sebetulnya menurutku juga kurang kuat. jadi rasanya ada yang kurang aja. walau ini disebut sebagai pembalasan dendam tapi rasa-rasanya masalah yang bikin si pembunuh ini dendam kurang oke (atau kurang besar). apalagi pembunuhnya mudah banget nyerah di akhir cerita. kayaknya kalau sekelas pembunuh keji (segimana digambarin bahwa dia ngebunuh banyak orang dan mayat-mayat itu dia jadiin sebuah karya seni) dia akan terus fight buat tujuannya dan cenderung kehilangan akal demi mencapai tujuan dia itu. warganya juga aneh. bayangin aja warga di situ mau ngebebasin pembunuh yang udah bikin kota mereka jadi kota mati gitu. yang bahkan ngejadiin mayatnya karya seni. entahlah menurutku terlalu ga masuk akal.

intinya cerita ini kan didasari sama cinta. ending ceritanya juga malah kayak cerita romance lol
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Indira.
44 reviews1 follower
May 28, 2023
Buku ini bener2 saya tunggu karena berekspektasi baca cerita misteri-thriller yang mirip2 karyanya Keigo. Setelah baca, hmm.. Cerita ini lebih simpel daripada visual sampul buku dan cuplikan sinopsis ceritanya. Sepanjang cerita lebih condong ke misteri, karena banyak teka-teki tersembunyi yang juga minim petunjuk. Penulis membangun cerita dengan kesan misterius, meski terdapat beberapa hal yang cukup mengganjal bagi saya. Ending cerita jauh dari perkiraan saya, hampir tidak tertebak. Setiap tokohnya mengesankan manusia yang punya kamuflase dan misterinya masing-masing, lebih dari sekadar tampilan luar yang mereka tampakkan.
52 reviews7 followers
December 9, 2021
Novel misteri pertama yang membuat saya ketagihan membaca satu hari penuh. Diceritakan Kanon Kitani kota terpencil atas undangan pacarnya, namun sesampainya disana kota tersebut sangat sunyi. Seperti tidak ada kehidupan.

Setelah ia bertanya, ternyata di kota ini sering terjadi pembunuhan. Orang - orang takut untuk sekedar keluar. Akhirnya Kanon menginap di hotel, lusuh namun layak.

Hari - hari berikutnya Aizawa, lelaki yang mengundangnya Kanon atau pacarnya tidak dapat dihubungi. Kanon seharunya sudah pulang, namun ia akan mencari tahu ada apa dengan kesunyian ganjil di kota tersebut.

Novel ini memuat plot twist tidak terduga dan sedikit memusingkan. Saya sempat harus membaca berulang kali untuk paham. Terjemahannya enak dibaca, alurnya cepat sehingga buku ini cocok menjadi bacaan saat wekeend.
Profile Image for Alda Fahrunnisa.
3 reviews
February 24, 2022
Cerita misteri yang penggambarannya cukup mencekam, seakan-akan ikut berada di Yumekawa dan membantu mereka memecahkan misteri pembunuh tak kasatmata. Plot twistnya pun bikin kaget, kirain pembunuhnya ini ternyata itu hahaha. Memang ada beberapa penjelasan yang bikin kurang paham, tapi selebihnya novel ini sangat worth to read untuk pecinta misteri👍
1 review
March 1, 2022
Narasi yang dibangun oleh penulis baik, ending nya sangat tak disangka. Membaca ini cukup mengigatkan saya akan karya klasik Keigo Higashino.
Profile Image for Lelita P..
632 reviews59 followers
January 23, 2022
Buku pertama saya di tahun 2022!

Ceritanya fast-paced dan udah bikin penasaran sejak halaman awal--sampe saya sempet kepikiran pengin sekip halaman untuk cepet-cepet liat truth revelation-nya haha. Untungnya nggak jadi. Saya senang karena memilih untuk menikmati alur ceritanya dari halaman per halaman.

Saya suka misterinya yang rapi dari awal sampai akhir. Hal-hal yang tampak trivial ternyata merupakan keterangan penting yang punya peran besar di revelation . Atmosfer mencekamnya juga lumayan dapet. Latar kota Jepang-nya juga dapet banget, walaupun saya sempat berpikir kenapa dewinya disebut "Mitarashi-san" dan bukannya "Mitarashi-sama"? Saya kira dewa-dewi di Jepang biasa disebut pakai suffiks "-sama".

Untuk pengungkapan pelakunya, sejujurnya saya nggak kaget. Gegara lagi baca Kindaichi melulu, jadi . Cuma... resolusi cerita ini kerasa agak terburu-buru... paling aneh sih bagian

Secara umum cerita ini seru sih, cuma ada yang sedikit off meski saya nggak bisa menjelaskan--sepertinya karena saya pribadi kurang suka karakter Kanon. Sejak awal saya merasa dia unreliable narrator... eh ternyata bukan dong. :))) Kemakan ekspektasi sendiri deh saya hahaha. Saya juga merasa chemistry antara dia dan Aizen kurang tergali.

Buku ini bisa jadi pilihan asyik bagi yang mencari thriller/mystery karya penulis lokal.
Profile Image for Yas.
32 reviews2 followers
March 25, 2023
Genre nya misteri-thriller tapi penulisannya ringan. Jadi tiap baca gak kerasa tau-tau udah mau abis. Halamannya juga emang gak terlalu banyak.

I enjoying it so much when i reading it. Aku suka penggambaran latar, situasi, segala macemnya karena bikin aku ngerasa masuk ke dalem cerita.

Pas baca aku sempet ngerasa takut sama satu karakter, tapi semakin aku baca semakin ditunjukkin sama sifat lain dari karakter itu.

Sempet dibikin curiga sama beberapa karakter juga. Agak plot twist endingnya, tapi sebenernya aku udah nebak dikit cuma ga nebak alesannya apa.

Everythings good to be honest, tapi gak tau ya aku ngerasa kurang "nendang". Apalagi di bagian alesan kenapa Aizen sempet "menghilang" sama di bagian ending nya. I need something more than that. But, overall it still a good story.
Profile Image for Kern Amalia.
355 reviews1 follower
December 29, 2024
4/5⭐

🔥Sumpah, aku baca blurb buku ini kirain ini buku misteri thriller j-lit taunya KARYA ANAK BANGSA WOY!! ❤️😳🔥

‼️Page turner, sisi misteri & thrilling nya juga dapet, dan yg paling menarik menurutku, penulisannya sukses ngegambarin Kota ala Jepang yg aneh, sepi dan punya penduduk yg super weird as hell🤨 cuma emang ada yg aku mikir aga konyol yah. YAITU SCREENSHOT CHATNYA!!AWOKAKAKAK 🤣🤣🤣
Dan beberapa part ada yg khas Indonesia sekali, yaitu ALA ALA SINETRON scenenya 😂 tapi alhamdulillah ya wak, porsinya sedikit banget bagian bagian kurangnya itu, jd aku ga terlalu pusingin.

Boleh dicoba guys, kalo butuh buku misteri thriller 🫶🫶❤️❤️
Profile Image for Bell Reads.
48 reviews
May 5, 2024
Awalnya seru karna deskripsi kondisi kota Yumekawa digambarkan scr baik - kelam, menegangkan dan menimbulkan banyak tanda tanya

Namun, jenuh sewaktu memasuki pertengahan karna plot berjalan lambat.
Banyak kata kata manis dan hangat yang dilontarkan dari antartokoh sebagai penyemangat(?) tapi chemistry antar tokoh ngga terlalu dapat feel-nya.

Bahkan beberapa kali saya mendapati diri sendiri ngomelin tokoh tokoh di bukunya dalam hati "ngapain sebaik itu sih ama dia? kenal aja baru kok."

Penyelesaian di akhir juga terkesan agak terburu buru.
Profile Image for athiathi.
367 reviews
December 30, 2022
Page turner & recommended!! 💛

Ini beberapa kutipan yang kusuka:

– "Manusia itu sangat kompleks."

– "Ketika sesuatu berjalan terlalu mulus tanpa halangan berarti, saat itulah kau harus waspada."

– "Membohongi diri tidak sepenuhnya menyelesaikan masalah."

– "Tiap orang berhak memulai lembaran baru."

Cukup plot twist dan menegangkan. Aku merinding pas baca buku ini.. tetapi terus menerus dibuat penasaran.
Profile Image for Riza.
169 reviews7 followers
January 4, 2022
Novel ini mengusung tema misteri dan thriller. Dan juga penulisan novel ini lumayan menarik dan page turner. Karena tiap babnya yg meskipun sedikit pendek namun membuat penasaran. Hanya saja di beberapa bagian sedikit membingungkan dan harus mengulang sedikit untuk memahaminya.

Plot twist yg dihadirkan di ending sungguh menarik dan tidak disangka-sangka
Profile Image for shulin6.
16 reviews
September 21, 2022
Sangat mengapresiasi penulis sebagai penulis asal Indonesia namun mampu menggambarkan Jepang dengan baik dan detail, namun entah kenapa kurang suka dengan pemilihan kata dan kurangnya membangun atmosfer misteri...
Profile Image for Aurora.
90 reviews3 followers
July 28, 2023
Karena halamannya sedikit, cukup padat kalau menurutku.. Beberapa part terasa tergesa-gesa, tapi tidak masalah.. Mulai deg-degan mendekati akhir karena puncak teror di situ, jadi ikut ketakutan..

Bagus dan seru kok untuk dibaca disela-sela aktifitas hehehe
Profile Image for Ariesy 'Hiariesy' Perdana.
65 reviews1 follower
Read
August 16, 2022
This book was good, it was just not my cup of tea. However kalo kalian suka cerita berlatar kota kecil Jepang dengan elemen mystery/suspense, mungkin bisa coba.
Profile Image for Whip!.
24 reviews1 follower
January 25, 2023
Secara keseluruhan alurnya seru, agak ngeri, dan bikin penasaran. Cuma aku masih agak penasaran gimana si pelaku melancarkan aksinya selama ini sampai bisa membangun ketegangan di Yumekawa.
Profile Image for Kavitha Rahmania.
47 reviews1 follower
March 30, 2024
Premisnya bagus, tapi pembawaannya agak kurang. Terutama soal keputusan² yg diambil karakter utamanya. Jatuhnya bertele-tele karena ada beberapa kejadian berulang.
Displaying 1 - 26 of 26 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.