“Nyatanya lebih banyak kebaikan dari hidupmu ketimbang apa yang salah. Nggak peduli apa pun kelirunya.” Prof. Jon Kabat Zinn Sering kali kita mendengar dari keluarga, teman, dan lingkungan: “Perbaiki hidupmu! Berubahlah jadi lebih baik! Koreksi kesalahanmu!” Bagaimanakah, kalau ternyata, tidak ada yang keliru dalam hidup kita?
Cukup menarik jika kita mungkin bisa belajar terbuka pada kenyataan bahwa: “Hidup ini sudah utuh dan sempurna, apa adanya.” Bagaimana bisa? Buku ini menjelaskannya, dengan prinsip mindfulness. Mindfulness mengajak kita untuk sejenak berhenti mencari… Karena sebenarnya semua yang dicari sudah ada di sini kini. Kita bisa bahagia tanpa satu alasan khusus.
Menurutku buku ini bagus banget untuk di-reread berapa kalipun, karena buku ini membahas bagaimana seseorang dapat beristirahat dan menemukan kedamaian bahkan dalam situasi yang penuh tekanan atau ketika menghadapi badai kehidupan. Selain itu, buku ini juga menyoroti pentingnya istirahat dan bagaimana istirahat yang efektif dapat membantu kita menjadi lebih produktif dan bahagia.
Beberapa poin yang sering diangkat dalam buku ini meliputi:
Buku ini juga cocok untuk orang-orang yang desperate atau putus asa dengan hidupnya. Dan baca buku ini jadi berasa dipeluk, karena isinya ya tentang beristirahat dalam keseharian yang penat.
📝 Sering ngerasa capek padahal udah istirahat? Atau sering ngerasa overthinking meskipun sebenarnya sedang gak banyak masalah? Atau malah sering mendengar tuntutan dari orang sekitar padahal kita merasa hidup kita baik-baik saja?
📝 Nah, buku yang berisi 34 bab ini akan banyak membantu kita untuk sejenak berhenti mencari. Karena pada kenyataannya sudah ada banyak hal baik di dalam hidup kita dan kita pun bisa bahagia tanpa satu alasan khusus. Kita hanya perlu melepas kecenderungan untuk terus menerus berpikir (mind-less).
📝 Buku ini sendiri pada beberapa bab awal akan membantu kita merefleksikan diri dari masalah-masalah yang terjadi dalam diri kita. Seperti pemahaman bahwa emosi itu buruk, bahwa beristirahat dianggap sesuatu yang negatif, atau bahkan terus berusaha memperbaiki diri kita padahal sebenarnya diri kita sudah utuh dan sempurna.
📝 Kemudian pada bab tengah hingga akhir akan lebih banyak diisi dengan tahap healing dan solusi seperti bagaimana kita bangkit ketika berada pada kondisi terjatuh. Seperti ketika kita harus berdamai dan menerima derita. Dan juga bagaimana menjalani kehidupan bebas tidak terkekan oleh harapan, gol, dan ambisi. Dan kitanya kita akan menemukan apa yang kita cari sudah ada di dalam diri kita.
📝 “Hey, kamu punya potensi yang sama dengan diriku! Bangun dan bangkit! Kamu bukanlah pemikiranmu! Kamu tidak harus percaya dengan buah pikir! Meredakanlah dirimu!”
Dulu sempat pengen beli karena lihat covernya dan judulnya yang interesting tetapi ternyata baca di ipusnas menantang diriku untuk membaca dengan perlahan sampai selesai tahu intinya gimana.
Aku suka topik besar di buku ini dengan kutipan dan diselipkan kaligrafi mandarin di setiap akhir bab awal-pertengahan yang memberikan perluasan makna kata tersebut.
Kesampaian juga di bulan februari pinjam berapa kali dan ada sekali berhenti (menunggu antrian setelah masa pinjam habis).
Bersyukur bisa menemukan buku tentang mindfulness yang mencerahkan pemikiranku sambil merenungi di waktu lagi santai. Baca ini cukup asik, seru saja di tiap bab dengan format layout yang tidak biasa (sayangnya fontnya kecil untuk ukuran melihat di layar hp jadi agak lama selesaikan, mesti dicicil per hari 2-3 bab di awal2)
setelah masuk ke bab 8-10, aku mulai 'menarik' dan merasa 'fresh' dengan isinya mendorong buat meditasi sebentar seperti menulis catatan sebagai pengingat. Penjelasan yang ditulis sama penulis yang sembuh dari depresi dan gejala kecemasan membuatku belajar dari pengungkapan kata-kata sederhana yang mudah dipahami buat pengenalan mental-health.
sampai bab 20-30an makin tertarik mengikuti ceritanya sampai akhir dengan perasaan damai membaca buku ini. Benar2 "calming" yang memberikan motivasi bagi mindfulness itu sendiri.
Membaca buku ini memberikan ketenangsetimbangan. Kondisi otak kita kerap memiliki buah pikir yang terus bergerak dan berubah mengenai masa lalu dan masa depan. Berbagai wawasan cerita, kutipan di setiap bab, dan kiat yang diberikan, berpadu dengan baik untuk memaparkan bagaimana itu meditasi mindfulness. Kita diajak untuk sejenak memperhatikan dan sadar pada momen kini sehingga boleh terampil dalam mendayagunakan segala macam emosi dan rasa yang kita alami.
Buku ini memperkenalkan bagaimana konsep mindfulness, yaitu fokus pada kondisi kini dan saat ini. Juga diajarkan bagaimana praktiknya untuk pemula, serta bagaimana mempraktikannya di berbagai macam kondisi dengan praktis namun tetap berisi
Bukunya membantu sekali untuk lebih memahami apa itu mindful dan meditasi. Diberikan juga cara dan tahapan untuk latihannya. Tampilan bukunya juga berwarna dan ada ilustrasi gambarnya, sehingga lebih menyenangkan untuk membacanya.
Sangat insightful dan membumi.. sebuah nasehat bijak yang dinarasikan dengan kata2 yang simpel dan menyentuh hati. Buku ini mengajak kita lebih mindful dan lebih self-compassion untuk menghadapi badai apapun yg ada di hidup kita
Most of the time saya mengalami kesukaran menghadam ayat-ayat yang disajikan di dalam buku ini. Kontennya mungkin bagus, tetapi mungkin gaya penstrukturan ayat di dalam buku ini yang membuat pengalaman saya di dalam membaca buku ini tidak begitu lancar.
Layout bukunya menarik, jadi tidak mudah bosan membacanya; ilustrasinya juga cantik, menambah daya tarik; tapi entah kenapa rasanya seperti membaca buku terjemahan, di beberapa (banyak) bagian, buat saya, penuturannya cukup sulit dipahami. Walau begitu, untuk buku bertema 'mindfulness' menurut saya termasuk worth reading. Di setengah terakhir, pemaparan tentang mindful itu sendiri cukup praktikal.
Sebagai salah satu makhluk yang mencoba praktek mindfulness rutin, saya cukup senang dengan kehadiran buku ini. Seperti mendapatkan kumpulan catatan dari Pak Hendrick bagaimana cara kita memandang kehidupan dengan pendekatan mindfulness.