Jump to ratings and reviews
Rate this book

Mengenal Orde Baru

Rate this book
Disusun dalam bentuk ensiklopedis yang mencakup 167 entri, buku ini serupa kamus yang mendedah kata-kata kunci pembentuk Orde Baru.

585 pages, Paperback

Published October 1, 2021

6 people are currently reading
72 people want to read

About the author

Dhianita Kusuma Pertiwi

20 books12 followers
Dhianita Kusuma Pertiwi adalah penulis, penerjemah, dan editor. Karya fiksi dan nonfiksinya berfokus pada pelanggaran HAM 1965–66. Ia ikut mendirikan Footnote Press, penerbit yang berfokus pada penerbit karya ilmiah, saat ini menjadi redaktur dan penerjemah. Setiap akhir pekan ia menerbitkan esai tentang isu-isu budaya, sejarah, dan sosial politik di laman Medium.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
7 (43%)
4 stars
6 (37%)
3 stars
3 (18%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 2 of 2 reviews
Profile Image for M. Dandy.
28 reviews
October 21, 2021
Melalui 'Mengenal Orde Baru', Dhianita berupaya mendekatkan kita yang mengalami jarak historis dari Orde Baru berdasarkan ragam hasil bacaannya. Tak seperti 'Kamus Kejahatan Orba' susunan Harsono Sutedjo yang berisi deretan lema kekerasan dan kejahatan oleh Orde Baru, Dhianita justru tidak berangkat dari rasa ingin memusuhi atau membenci—walau berasal dari latar belakang keluarga yang menjadi korban. Buku ini tak berangkat dari tendensi bahwa 'Orde Baru adalah masa-masa penuh kegelapan', tetapi dari hal-hal yang disusun oleh Dhianita; yang membentuk, terjadi ketika, dan melanggengkan Orde Baru—peristiwa, tokoh, organisasi, institusi, dan lain sebagainya—sehingga kita dapat menyimpulkan sendiri: apakah Orde Baru adalah masa-masa penuh kegelapan atau masa-masa yang menyenangkan? Apakah slogan 'piye kabare, isih penak jamanku to' masih relevan dan dapat kita percaya?⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
Namun, ada beberapa entri yang saya pikir layak menjadi bagian dalam buku ini, tetapi tak semua masuk, seperti jika ada 'preman' atau 'petrus', kenapa entri yang khusus membahas 'gondrong' tak masuk? Jika ada 'Pramoedya Ananta Toer' atau 'Marsinah', kenapa 'Wiji Thukul' tak masuk? Jika ada 'Wartawan' atau 'TVRI', kenapa 'Pers Pancasila' tak masuk? Kenapa peristiwa-peristiwa lain yang cukup tragis, seperti 'Peristiwa Tanjung Priok', tidak masuk? Apa pertimbangan Dhianita dalam memilih entri-entri yang hadir dalam buku ini?⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
Profile Image for Luz.
1,027 reviews13 followers
December 1, 2021
Buku ini disusun serupa kamus yang menjelaskan kata-kata kunci pembentuk dan kisah Orde Baru. 4/5 ⭐️
Displaying 1 - 2 of 2 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.