Jump to ratings and reviews
Rate this book

Waking Up for the First Time

Rate this book
Her husband has his working room and she will have her wardrobe room back. She even circled the date when their younger daughter will leave the house to continue her study in a university out of town. She can't wait any longer for the day to come, she even helps her daughter manage and pack her things. It's not her usual of doing normal motherly things. She's calm and collected, never talks in a demeaning manner but she is in high awareness to maintain the distance from her children. Not too close but not too far. She doesn't want her children to depend on her. She sets them free.

180 pages, Paperback

Published October 1, 2021

3 people are currently reading
83 people want to read

About the author

Lala Bohang

13 books188 followers
Lala Bohang lahir di Makassar dan merupakan lulusan jurusan Arsitektur Universitas Parahyangan yang bekerja sebagai perupa, penulis, dan kurator untuk label buku Pear Press. Sejak tahun 2009 ia telah berpartisipasi pada beberapa pameran kelompok di dalam dan luar negeri. Tahun 2016 Lala mulai mempublikasikan buku trilogi berjudul The Book of Forbidden Feelings (2016), The Book of Invisible Questions (2017), dan The Book of Imaginary Beliefs (2019).

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
10 (17%)
4 stars
28 (49%)
3 stars
18 (31%)
2 stars
1 (1%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 16 of 16 reviews
Profile Image for Puty.
Author 8 books1,365 followers
October 11, 2021
Para pembaca dan penggemar Lala Bohang tentu sudah familiar dengan gaya tulisannya, ditulis dalam Bahasa Inggris, terkadang terasa 'absurd' tapi 'oh benar juga ya, kadang malam-malam sebelum tidur aku memikirkannya / mempertanyakannya / membayangkannya'

Buku ini terdiri dari tulisan-tulisan pendek (berdasarkan daftar isi, ada 16 judul) dengan format dan layout yang tidak seragam, dihiasi dengan goresan-goresan abstrak Lala.

Menurut saya, buku 'Waking Up for The First Time' ini menggambarkan situasi-situasi di rumah termasuk rupa-rupa hubungan dengan pasangan atau keluarga yang disfungsional. Tentu ini melibatkan pemikiran, perasaan dan pertanyaan kepada diri si karakter sendiri; tentang masa lalu, masa kini dan masa depan.

Ada berbagai karakter yang di buku ini yang kalau dipikir lagi 'familiar' untuk kalangan masyarakat modern; mungkin kita mengenal mereka atau mungkin mereka adalah kita.

Wajib dikoleksi untuk para fansnya Lala Bohang 😊
Profile Image for Shelf Discovery.
17 reviews
July 30, 2025
a short read; compilation of grim domestic short stories that leaves you with a linger uneasiness hours after
Profile Image for Grace.
1 review
March 6, 2023
Waking Up for The First Time, buku yang ternyata tidak setenang judulnya.

Tampilan buku yang sangat sederhana, berwarna merah yang nyaman dimata, terdapat beberapa goresan abstrak bak sehelaian rambut dibeberapa bagian sepanjang lembaran yang kubaca. Sebagai pembaca pertama buku karya Lala Bohang, buku ini terasa sangat unik sepanjang perjalanan membaca buku yang saya lakukan. Ditulis dengan bahasa inggris yang cukup mudah dipahami tetapi tidak mengurangi nilai konotasi kata yang dibahasakan, lalu ada beberapa kalimat-kalimat utama pesan jalannya cerita yang dihighlight olehnya yang bagi saya sebagai lembaran untuk beristirahat sejenak. Tak hanya itu, format tulisan yang sangat bervariasi membuat rasa tak bosan saat membacanya meskipun tanpa didukung gambar atau warna tertentu.

Setiap babnya memiliki cerita yang berbeda tetapi dengan perasaan tak terduga yang terus menyeruak dari dalam. Kalau bisa saya deskripsikan mengenai buku ini seolah membahasakan mengenai hmm entah generational trauma atau lebih ke ini-hidup-orang-dewasa-jadi-bersiaplah type of issues. Rasanya ada beberapa momen saya banyak tergelak tertawa saat membacanya, tapi tak sedikit juga terdiam, lalu terkekeh sarkastik sembari mengangguk. Aneh bukan? Ya, memang benar aneh sekali saat membaca perasaan yang tidak terdefiniskan tiba-tiba ada yang bisa membahasakannya. Saya bisa cukup percaya diri bahwa mungkin kamu akan bereaksi yang sama saat membacanya.

Salah satu bab kesukaan saya, You have to Stop speaking to Me before Sleeping di halaman 145. Alasannya sederhana, karena aku tidak mau seperti perempuan pada cerita itu. Aku tidak mau dalam kondisi yang sama meski disisi yang lain, sedari kecil, aku memang kurang memiliki keinginan dalam urusan berumah tangga dan menikah. Bukan egois, tapi ya benar egois, tapi ah Lala membahasakannya sesuai dengan perasaan yang tidak bisa saya jelaskan terhadap permasalahan itu. Rasanya senang akhirnya ada seseorang yang membahas mengenai ini.

Saya merekomendasikan buku ini dibaca saat dikasur dengan posisi nyaman, menggunakan selimut, mematikan handphone atau ya bolehlah menggunakan silent mode gitu dan menyiapkan sticky note—you'll find many hidden gems innit, don't missed it. Happy reading!
Profile Image for Meiliana Kan.
242 reviews52 followers
December 27, 2021
Dalam salah satu bukunya Haruki Murkami, Norwegian Wood, ada salah satu tokoh, Reiko-san, yang mengatakan bahwa ia perlu memutar "sekrup"nya untuk bisa bertahan ketika hidupnya terasa porak poranda. Saat membaca buku ini, aku teringat pada hal itu. Tokoh(-tokoh) dalam buku ini berusaha menjalani hari dengan melakukan segala macam hal yang bisa membuat mereka tetap waras. Melakukan rutinitas harian seperti yoga misalnya, atau membuat space khusus bagi diri sendiri dan melarang orang lain untuk masuk. Ada aura gloomy yang menguar dari lembar demi lembar halaman buku ini tapi masih dalam level gloomy yang bisa ku toleransi. Buku ini juga menyajikan banyak hal yang terasa "halus" dalam keseharian kita yang saking "halus"nya seringkali tidak kita sadari.

Ini pertama kalinya aku membaca karya Lala Bohang. Dan dari buku ini, ada beberapa bagian yang membuatku bingung tapi ada banyak yang membuatku mengangguk setuju atau bahkan mengambil jeda sejenak untuk merenung. Buku ini ditulis full dalam Bahasa Inggris dengan format tulisan yang belum pernah kutemui sebelumnya tapi sangat mudah untuk kuikuti. Aku sempat menerka-nerka apakah tokoh yang diceritakan di sepanjang buku adalah tokoh yang sama atau berbeda, tapi semakin aku terhanyut aku semakin lupa dan lama-lama tidak terlalu peduli dengan hal itu. Overall aku suka dengan buku ini. Buku ini adalah salah satu buku yang ku rasa cocok dibaca di akhir tahun. Bikin merenung tentang hidup tapi gak sampai overthinking. What a nice book ⭐

"If the quality of life is not progressing over the years, it means that there's no point in constantly trying to survive the sleepless nights, the never ending stress, the jobs with no holidays, the meticulous income management, and being extremely picky with people that exist in your life."
Profile Image for Baiq Nadia Yunarthi.
7 reviews1 follower
June 19, 2022
This book is just like an imperfect child, born as a blessing of boring routines during the pandemic, the same shitty year(s) that the author and we went through. It's a collection of short stories, but felt more like a diary, or notes of self-isolation at the same time, consolation.

Recognizing ourselves through books can be comforting. Sure that we get to step into someone else's shoes. A lot of shoes of typically modern people with all the problems and quirks: of an introvert, a couch potato, a corporate slave, a night owl, a mother with issues, or a human with thousand questions. That even the whole world is falling upon them, most of them will find their own way to survive. Yet by no means are they masters of consoling themselves.

"I feel surprisingly good every time I hit the rock bottom. What about you?" (p. 29)

Or maybe they are.

If you loved Lala Bohang's books because of her brutal honesty, this one is for you. However, if you're looking for Gendis, she's not here, move on.
Profile Image for Plain Butter Croissant.
26 reviews1 follower
November 11, 2021
I like this book more than other Lala Bohang’s books. It felt somehow more mature in its contents and way of writing. For my 30 something self, who is living in the so called modern life and has went through a lot of frictions from my relationships, the content resonates a lot. It feels as if I AM one of the character or perhaps all of the characters. This is also due to the problems and struggles it represents that are so real.

I just wished the stories are longer because I prefer longer stories 🐣 so I’m looking forward to the continuation of this book (if there’s any).
Profile Image for Belen.
5 reviews
Read
June 18, 2025
Baca buku bagus ini selama 3 jam di Makarya karena udah lama banget pingin baca buku ini. Ketika ikut webinar Kak Lala dan beliau bilang, "You are just self-discovery. You are not self-healing. Because nothing's 'wrong' with you. You've just finally found out the cause of everything that happened to you until now"
Profile Image for Dee.
7 reviews
March 16, 2022
bagus sebagai orang yang baru mulai menyukai per novel an, ini bagus banget menurutku gaya bahasanya lala bohang emang kadang absurd tapi beberapa karakter di dalamnya beneran relate untuk kehidupan modern. suka banget
biarpun baru bisa paham apa maksudnya pas baru 3-4 kali menyelesaikannya.
Displaying 1 - 16 of 16 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.