Jump to ratings and reviews
Rate this book

Dongeng Mbah Jiwo: Seni Membual Para Binatang

Rate this book
Judul: Dongeng Mbah Jiwo; Seni Membual Para Binatang
Penulis: Sujiwo Tejo
Sujiwo Tejo. Seniman, ilmuwan, wartawan, dalang juga seorang kyai yang santrinya buuuanyak di mana-mana, pesantrennya virtual.
Itulah sahabat saya yang saya kenal dan menurut saya dia adalah kyai yang sangat lucu tapi cerdas. Ketika dia minta saya membaca tulisannya “Mbah Jiwo: Seni Membual Para Binatang”, sejujurnya saya harus mempersiapkan diri untuk cerdas berfikir dikarenakan tulisannya tidak mudah dimengerti jika yang membaca orang-orang biasa saja.
Cerita di dalam buku itu, sangat-sangat menarik maknanya. Sejujurnya itu kenyataan yang kita alami di rimba Indonesia ini, he he .... Saya terpengaruh ajaran dia menyebut rimba. Saran saya kepada para anak muda, bacalah buku ini tapi siapkan diri untuk cerdas berfikir agar mengerti alam pikir Kyai Sujiwo Tejo. Banyak pemahaman yang sangat luas dari cerita-cerita di buku ini. Seperti hikayat tapi persis seperti kenyataan rimba Indonesia saat ini. Selamat membaca!
—Ir. Sakti Wahyu Trenggono, M.M., IPU., Menteri Kementerian Kelautan dan Perikanan RI

Mas Tejo itu memang manusia berjenis binatang atau binatang sejenis manusia yang langka

238 pages, Paperback

Published November 1, 2021

9 people are currently reading
18 people want to read

About the author

Sujiwo Tejo

27 books431 followers
Agus Hadi Sudjiwo (lahir di Jember, Jawa Timur, 31 Agustus 1962; umur 47 tahun) atau lebih dikenal dengan nama Sujiwo Tejo adalah seorang budayawan Indonesia. Ia adalah lulusan dari ITB. Sempat menjadi wartawan di harian Kompas selama 8 tahun lalu berubah arah menjadi seorang penulis, pelukis, pemusik dan dalang wayang. Selain itu ia juga sempat menjadi sutradara dan bermain dalam beberapa film seperti Janji Joni dan Detik Terakhir. Selain itu dia juga tampil dalam drama teatrikal KabaretJo yang berarti "Ketawa Bareng Tejo".

Dalam aksinya sebagai dalang, dia suka melanggar berbagai pakem seperti Rahwana dibuatnya jadi baik, Pandawa dibikinnya tidak selalu benar dan sebagainya. Ia seringkali menghindari pola hitam putih dalam pagelarannya.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
12 (70%)
4 stars
0 (0%)
3 stars
5 (29%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 5 of 5 reviews
Profile Image for Kumala Dee.
158 reviews13 followers
January 13, 2023
Wah buku ini seru sih sebenernya, aku bisa mengenal banyak karakter unik disini. Buku ini berisi kehidupan di 'rimba' beserta permasalahannya. Sarkas, sindiran buat kebijakan dan permasalahan yang bisa jadi kita tahu. Sayangnya karena aku ngga terlalu ngikutin politik tanah air jadi ngga terlalu ngerti isu-isu yang diusung buku ini. Kalau yang ngerti ya oke seru yang ngga ngerti ya hah heh aja hehe. But it's still wort it to buy dan dibaca apalagi covernya yg cakep banget.
Profile Image for Putri Dewi.
114 reviews1 follower
November 2, 2023
Dongeng Lawak

Membaca dongeng para binatang bercengkrama ini mengingatkanku pada Animal Farm. Dikemas dalam kalimat-kalimat yang satir, dongeng ini sering membuatku terpingkal-pingkal di dalam mobil, di tempat umum, pun di kamar sendiri. Penyebutan hewan-hewan dan permainan bahawa dengan hewan-hewan ini juga menyenangkan sekali. Tapi tentu saja yang paling menyenangkan adalah ketika para hewan membicarakan BPJS, demokrasi, dan omnibus eh omnivora law. Rasanya dongeng ini seperti bukan fiksi, rasanya seperti... ah sudahlah.

Dengan kemampuan bersilat lidah, eh tangan, Sujiwo Tejo mampu menciptakan kalimat yang segar dan, seringkali, rumit. Di sela-sela banyak topik dan isu yang sedang disindir halus ini, beberapa kalimat terbaca membingungkan. Sering kali aku harus membaca 1 kalimat berkali-kali dan sering kali semakin lambat untuk mengerti akhirnya atau untuk kuiklaskan saja, biarlah tidak harus mengerti. Mungkin memang aku yang kurang paham semua isu yang dibicarakan. Hehehehe.

Tapi, tetap saja aku menikmati tertawa-tawa membaca dongeng Mbah Jiwo ini. Walaupun kebingunganku seringkali mengurangi kecepatanku membuka lembarannya dan membuatku semakin iklas untuk lama meninggalkannya di samping bantalku.
Profile Image for Puji Hilbert.
27 reviews
March 12, 2023
Penulisan RUAR BIASYA! Dongeng jenaka yg kaya akan perenungan mendalam tentqng kondisi dunia & negeri ini.
22 reviews
May 15, 2024
Menarik sih, tapi perlu waktu untuk mencerna beberapa hal. Apalagi isinya sangat terkait erat dengan isu-isu yang berkembang pada waktu itu. Jujur saja, saya lupa-lupa ingat siapakah tokoh atau sesuatu yang sedang beliau sindir. Butuh wawasan luas dalam bidang hewan, isu politik, budaya, dan bahkan cerita ramayana untuk daapt terlarut ke dalam ceritanya.
Displaying 1 - 5 of 5 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.