Jump to ratings and reviews
Rate this book

Kabar Sukacinta

Rate this book
Di antara kolang-kaling
yang terhidang manis
dalam gelas bening itu,
terselip biji matamu:
berkedip-kedip memandangku
seperti hendak berkata,
"Telah kutunaikan
tugasku membaca rahasia-rahasia yang tak terjangkau akal
dan tak tertembus ilmu."

Lebaran adalah kita.
Mohon maaf lahir dan mati.

Semua akan pas pada waktunya.


Membaca puisi-puisi Joko Pinurbo adalah menikmati sensasi bahasa Indonesia yang sederhana, tetapi cerdik dan tajam makna serta menggugah imajinasi. Kadang berasa getir. Kadang jenaka. Kadang membuat terpana. Selebihnya adalah renungan hidup yang subtil. Dari sensasi ke kontemplasi.

80 pages, Paperback

Published October 1, 2021

1 person is currently reading
38 people want to read

About the author

Joko Pinurbo

31 books363 followers
Joko Pinurbo (jokpin) lahir 11 Mei 1962. Lulus dari Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP Sanata Dharma Yogyakarta (1987). Kemudian mengajar di alma maternya. Sejak 1992 bekerja di Kelompok Gramedia. Gemar mengarang puisi sejak di Sekolah Menengah Atas. Buku kumpulan puisi pertamanya, Celana (1999), memperoleh Hadiah Sastra Lontar 2001; buku puisi ini kemudian terbit dalam bahasa Inggris dengan judul Trouser Doll (2002). Ia juga menerima Sih Award 2001 untuk puisi Celana 1-Celana 2-Celana 3. Buku puisinya Di Bawah Kibaran Sarung (2001) mendapat Penghargaan Sastra Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional 2002. Sebelumnya ia dinyatakan sebagai Tokoh Sastra Pilihan Tempo 2001. Tahun 2005 ia menerima Khatulistiwa Literary Award untuk antologi puisi Kekasihku (2004). Buku puisinya yang lain: Pacarkecilku (2002), Telepon Genggam (2003), Pacar Senja (2005), Kepada Cium (2007), dan Celana Pacarkecilku di Bawah Kibaran Sarung (2007). Selain ke bahasa Inggris, sejumlah sajaknya diterjemahkan ke bahasa Jerman. Sering diundang baca puisi di berbagai forum sastra, antara lain Festival Sastra Winternachten di Belanda (2002). Oleh pianis dan komponis Ananda Sukarlan sejumlah sajaknya digubah menjadi komposisi musik.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
26 (36%)
4 stars
30 (41%)
3 stars
14 (19%)
2 stars
2 (2%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 17 of 17 reviews
Profile Image for Sintia Astarina.
Author 5 books359 followers
April 27, 2022
Joko Pinurbo memang terkenal dengan “lokalitas”-nya ketika menulis puisi. Menelusuri beberapa judul buku yang ditulisnya belakangan, spiritualitas Katoliknya terpampang nyata dalam kata dan makna.

Berkah Dalem, Bapa Kami, Salam Maria, Telur Paskah, pengakuan dosa, “Satu Kopi Dua Hosti”, menjadi beberapa istilah yang nggak akan sulit ditemui di Kabar Sukacinta.

Alisku sempat berkerut mulanya ketika tahu bahwa buku puisi ini diterbitkan oleh Penerbit Kanisius yang setahuku memang banyak menerbitkan buku-buku agama. Kok? Oh oke, terjawab sudah kenapanya saat membaca.

Meski topik agama lebih kuat diusung dibandingkan buku puisi Jokpin lainnya, isu-isu sosial dan keseharian tak pernah terlewatkan. Misalnya, dalam puisi "Doa Orang Mumet yang Tak Tahu Lagi Bagaimana Harus Berdoa" di halaman 28, ketika kita pengin curhat habis-habisan sama Tuhan, tapi rasanya mulut udah nggak mampu berkeluh-kesah, kita cuma bisa diam sambil pasrah.

Bahkan, selalu berhasil jadi renungan. Getir, jenaka, syukur, momen “eh iya juga ya”, akan jadi perasaan-perasaan yang menemani pembaca ketika menyelami 40 tulisannya.

Yang menarik, Jokpin juga memasukan unsur “lokalitas” lain dari agama tetangga. Ia menulis puisi tentang Ramadan, ngabuburit, takjil, bahkan soal Ibu yang menyiapkan sayur dan bukaan untuk keluarga. Sungguh menarik bukan main!

“Ketika bedug datang, ia sibuk memastikan kami semua bersantap, memandangi kami satu per satu hingga lupa mengambil piringnya. 10% memikirkan dirinya sendiri, 90% memikirkan diri kami.”


Buku puisi yang menarik!

Bikin kangen berkontemplasi.

Bikin kangen Sang Ilahi.
Profile Image for Eva Novia Fitri.
163 reviews1 follower
February 21, 2023
Sebagai penggemar Jokpin, agak kaget juga di halaman halaman awal. Kok jadi spiritual banget ya. Setelah balik balik lagi ke awal, lalu membaca kata pengantar yang diformat jadi puisi juga, baru ngeh..buku Jokpin yang ini memang dibuat untuk momen peringatan 1 abad percetakan Kanisius. Tapi saya pikir tetap universal nilai-nilai nya.
Menariknya, di bagian berikutnya yang diangkat adalah spritualisme Islam.
Favorit saya adalah "Bingkisan.. untuk SDD", indahnya. Siapapun tahu Jokpin mengidolakan Sapardi. Uniknya, di puisi ini Jokpin mengisahkan Sapardi menyambut korban korban pandemi yang satu persatu memasuki alam berikutnya: ...kubayangkan kau menyambut mereka , selamat datang di Negeri Hujan Bulan Juni...
Saya tidak pernah selesai mengagumi bagaimana Jokpin bisa membawa pembacanya ke dalam kontemplasi memakai bahasa yang clear, naratif, dan tidak terlalu penuh simbol atau metafora. Begitupun di puisi ini.

...ada yang belum sempat mengucapkan aku ingin mencintaimu dengan sederhana kepada dirinya sendiri. Amin....
...ada yang merasa hidup saja belum, sudah harus mati. Amin....

Suasana puncak pandemi yang penuh kejutan, terlukis sempurna, semuanya dengan diksi ala Jokpin yang simpel.

"Doa Untuk Agama" di halaman terakhir menabuh dada cukup lantang. Membuat terdiam sejenak dan merenung renung. Pantas jadi penutup buku ini.
Profile Image for Fira.
130 reviews
June 19, 2025
Tipikal Pak Jokpin sekali, sajak-sajaknya yang bahkan saya tidak puas hanya dengan memotretnya tapi sampai ditulis dalam aplikasi notes. Menyenangkan membaca sisa buku-buku Pak Jokpin yang belum saya baca, walaupun tetap ada beberapa sajak didalamnya yang sudah saya baca tapi rasanya tetap menyenangkan membaca sajak beliau yang indah, penuh kritik, sarat makna dan menggelitik kesadaran kita.

Ngabuburit

Anak-anak ngabuburit
dengan bermain bola di halaman
sempit. Mereka bersorak girang
seakan-akan sedang menjalankan
amanah: merawat kegembiraan,
menjaga kewarasan- sebelum
mereka belajar lebih jauh
perihal pahala dan dosa,
sebelum lekas dituntut lekas pintar
dan dewasa oleh sekolah,
sebelum direbut oleh negara.

saya juga meng-highligt beberapa puisi lain seperti: sungkem, sehabis hari raya, bulan di atas pandemi, pieta, ibu pertiwi, tukar salam dan doa untuk agama.
Profile Image for aurellia ✧⁠*⁠。.
186 reviews2 followers
December 31, 2025
aku paling suka dengan puisi yang berjudul "Napas" dan "Doa Untuk Agama" karena aku rasa gaya penulisan puisinya masuk seleraku. bukannya apa- aku rasa gaya penulisan puisi Joko Pinurbo kurang bisa dinikmati olehku. definisi dari sebuah buku yang ditulis dengan baik namun sayangnya aku bukan target pembacanya.
Profile Image for Nike Andaru.
1,644 reviews111 followers
May 24, 2022
47 - 2022

Buku kumpulan puisi Joko Pinurbo kali ini diterbitkan dalam rangka satu abad penerbit dan percetakan Kanisius. Jadi ingat dulu penerbit ini, buku-bukunya banyak saya baca ketika SMP/SMA, ternyata sudah setua itu ya.

Judul favorit : Agama Cinta, Pengakuan Dosa dan Napas.
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book268 followers
February 1, 2023
Saya selalu berusaha membaca karya dari Joko Pinurbo. Kabar Sukacinta ini memuat puisi-puisi yang baru pertama kali saya baca, dan ada beberapa yang sudah pernah saya baca di buku beliau yang lainnya.

Beberapa puisi bertemakan keagamaan misalnya tentang Natal, Paskah, Jumat Suci bahkan Ramadhan.
Profile Image for linath.
83 reviews20 followers
January 19, 2024
buku puisi yang meskipun tipis namun tiap baitnya mampu membuatku mngerutkan kening, merenung, rindu tiba-tiba, sedih dan terkadang tanpa pikir lanjut baca saja. seperti puisi miliknya, jokpin menulisnya dengan khasnya.

"semua akan pas pada waktunya."
Profile Image for Renov Rainbow.
278 reviews2 followers
July 18, 2024
51-2024
80 hal

Rasanya hati jadi pilu waktu membaca puisi tentang ibu dan puisi di jaman pandemi. Buat saya, yang tak kalah menyentuh adalah puisi berjudul Pieta, tentang dokter muda yang gugur melawan pandemi, dimana ada kata “menyelamatkan nyawa dengan nyawa”
Profile Image for Steven S.
703 reviews66 followers
November 7, 2021
/sajian puisi Pakde Jokpin mengenai iman dan kehidupan sehari-hari.
Profile Image for Wahid Kurniawan.
206 reviews3 followers
June 13, 2023
Masih khas Jokpin, puisi-puisinya dengan cara yang jenaka dan usil mengantar pembaca ke ruang kontemplasi.
Profile Image for Maria.
222 reviews1 follower
November 24, 2023
Buku ini berisi puisi tentang agama tanpa menyinggung. Dengan pemaparan tersirat maupun eksplisit
Profile Image for Andita.
309 reviews3 followers
October 8, 2024
Setiap kali ada part di mana Jokpin nulis puisi buat Eyang Sapardi, hati inituh terasa full🩷
Displaying 1 - 17 of 17 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.