Bukan saja puitis redaksinya, Surah Al-Rahman, yang merupakan surah ke-55 dalam Al-Quran juga sangat indah kandungannya. Dalam surah yang terdiri dari 78 ayat ini, Allah menggelar berbagai gambaran imbalan kebaikan berlipat ganda dan nyaris tak terbatas bagi orang-orang yang berbuat kebaikan yang sempurna (ikhsan). Bisa jadi karena taburan cinta dan belas kasih Allah di dalamnya, Surah Al-Rahman disebut juga sebagai "Arus (pengantin) Al-Quran".
Dalam buku ini juga disinggung pemahaman-pemahaman alternatif-yang lebih sufistik-atas beberapa gagasan dasar ajaran islam yang juga diungkapkan di dalam surah ini.
Aku gak bisa mengatakan banyak hal. Di sini, setelah membaca buku ini, aku cuma merasa tertambah pemahaman.
💞 Sebuah buku yang membawa kita untuk mengagumi asma Allah, Ar-Rahman. Dari arti katanya, sampai detil bentuk kasih sayangnya.
Bahkan, di buku ini berkali-kali juga kita akan kembali diingatkan, betapa kasihnya Allah, sampai-sampai kasihNya mengalahkan MurkaNya.
🍃 Jika kita berkali-kali membaca surat Ar-Rahman, tetapi tidak bertambah cinta kita, mungkin kita perlu kembali membersihkan hati, membaca surat cintaNya sekali—berkali-kali lagi, lalu merenungi semua yang ada pada diri, diberikan untuk diri, dan semua hal yang selama ini kadang lupa untuk kita syukuri.
💞 Melalui buku ini, kita seolah diajak untuk mengenal cintaNya, mengenal nikmat dariNya sebagai bentuk cinta dariNya, agar kita bisa jatuh cinta kepadaNya, juga jatuh cinta pada uangkapan CintaNya pada kita.
Pada buku Sang Belas Kasih ini ada bagian yang membuat saya menangis ketika membacanya, yaitu pada halaman 176 - 180. Pada bab itu dibahas mengenai makna Ihsan. Ihsan adalah perbuatan baik yang dilakukan dengan penuh ketulusan, dengan penuh keikhlasan dan juga -antara lain karena ketulusan dan keikhlasan itu- dilakukan dengan sesempurna mungkin (hal. 177).
Untuk mencapai ihsan, pembaca diajak untuk beribadah kepada Allah SWT seolah-olah kita bisa melihat-Nya. Tapi jika kita belum mencapai taraf itu, beribadahlah dengan sungguh-sungguh seperti Allah SWT tengah melihat kita.
Berisikan tentang Tafsir surat Ar Rahman yang sangat membuka pikiran bahwa Allah maha pengasih dan penyayang. Membuat diri ini bisa terus mencoba untuk berhusnuzon kepada Allah SWT. Termasuk aliran tafsir sufistik sesuai dg Haidar Bagir yg menjadi pakar pada hal2 yg berbau sufistik. Sering mencantumkan hadis, akan tetapi tidak dijelaskan keterangan hadisnya. Hal ini mungkin karena yg difokuskan Haidar Bagir adalah pesan yg tersimpan hadisnya bukan perdebatan mengenai kualitas hadisnya. Bagus, sangat direkomendasikan untuk yang ingin membaca tafsir tapi tidak rumit dan mudah dipahami.