Jump to ratings and reviews
Rate this book

Sesuap Rasa

Rate this book
"Mungkin kamu takut untuk makan, tapi makanan dan teman makan yang baik dapat menghangatkan jiwamu.”

Ketiga bersaudara Wuddan seakan kehilangan ikatan setelah mama mereka meninggal. Ketiganya tenggelam dalam pelarian akan penyesalan. Hingga saat Nessa, saudari mereka, jatuh sakit, Wendy dan Hansen dihadapkan pada dilema. Haruskah kembali ke kampung halaman dan menghadapi penyesalan mereka?

Ada luka di hati mereka yang harus segera disembuhkan. Ada ikatan persaudaraan yang harus mereka selamatkan. Dapatkan kenangan makanan yang pernah menghangatkan jiwa membawa kembali ikatan yang telah merenggang? “Makanlah denganku hari ini....”

216 pages, Paperback

Published September 1, 2021

5 people are currently reading
11 people want to read

About the author

Catz Link Tristan

13 books6 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
10 (40%)
4 stars
11 (44%)
3 stars
4 (16%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 13 of 13 reviews
Profile Image for Yoyovochka.
312 reviews7 followers
January 6, 2023
Wah, aku suka banget tulisannya. Rapi, runut, dengan alur yang nggak kelewat cepat, tetapi juga nggak kelewat lambat. Mengisahkan tiga bersaudara yang usai kematian ibu mereka mulai menjauhkan diri satu sama lain - cerita ini sangat berbau kekeluargaan dan kena banget feel-nya karena kira-kira aku senasib lah sama Nessa. Bedanya, kedua abangku nggak tobat seperti Koh Wendy dan Koh Ahan wkwkwkw. Makanan-makanan yang diselipkan di dalamnya selalu bikin aku berhenti cuma buat google dan ngebayangin rasanya. Jadi penasaran banget pengin kulineran ke Pontianak gt gara-gara si Mbak penulis ini. Kisah keluarga yang jadi inti utama buku ini dibahas secara konsisten ya dengan penyelesaian yang menurutku logis dan sangat berterima. Jumlah halamannya nggak kelewat tebal, jadi cocok banget buat bacaan santai. Aku suka semua tokohnya yang tukang makan. Porsi kegalakan Putri pun masih oke dan nggak sok kelewat jual mahal aneh2. Pokoknya, buku ini favorit banget.
Profile Image for Mayyadnan.
3 reviews3 followers
February 4, 2022
Salah satu novel yang paling saya tunggu adalah karya Mak Catz dan pastinya jadi  favorit saya di tahun 2021. Kenapa?

Saya menemukan pelajaran yang berharga tentang keluarga, konflik di tengah hubungan kakak-adik yang terpendam sekian lama. Rasa sesal yang muncul kala salah satu menderita sementara yang lain tak ada hadir untuk memberikan dukungan. Bahkan dukungan melalui telepon, tak Nessa dapatkan. Nessa yang ternyata memedam asa, karena harus tinggal di rumah penuh kenangan sendirian. Sementara Hansen dan Wendi pergi bekerja di luar kota.

Lalu apa hubungannya antara judul, cover dan ceritanya? Sebagai pecinta makanan saya dimanjakan oleh Mak dengan beberapa menu yang judul setiap babnya. Pia Kacang Hijau Manis, Semangkuk Bakmi, Nasi Telur Mata Sapi, Nasi Capcay, Pedas Cumi Mercon,  Bubur Pedas,  Bakso Ikan Telur Membungkus Telur Asin, dll.

Menu di setiap judul babnya menceritakan kisah Nessa, Hansen dan Wendy di masa lalu. Jadi ada flashback yang membawa kita mengerti apa yang melatarbelakangi kisah mereja di masa kini.

Suka banget sama karakter Nessa yang 'kuat' namun rapuh. Yang tak ingin merepotkan saudara-saudaranya. Yang menyimpan perasaan sendirian meski hatinya sedih.

Paling suka di bagian Nessa, Wendy dan Hansen pulang dari makam kedua orang tua mereka lalu mampir ke sebuah warung makan. Kelakuan Wendy yang bersorak setiap makanan datang ke meja membuat saya ikut cekikikan, hahaha. Ah, Hansen. Si bungsu yang mudah bergaul serta pintar mencairkan suasana.

Momen paling terasa pilu kala isak Nessa meledak mengingat bahwa ia akan kembali sendirian setelah Wendy dan Hansen pergi.

Quotes favorit:

"Aku hanya takut, kalian akan menyesal seperti aku. Menyesal karena terlambat mengetahuinya"

"Aku juga ingin mencetak foto-foto kita sekarang ini dan memajangnya di dinding rumah. Aku ingin mengingat setiap jejak kenangan indah kita semua."

"Kerja memang perlu, tapi kalau bisa siapkan waktu untuk bertemu sesekali... Ah, waktu terus berjalan a, tak bisa dikembalikan lagi walau kita sudah punya banyak uang. Waktu juga belum tentu bisa terus berputar, kadang kala terhenti di satu sisi..."
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Amaya.
748 reviews58 followers
September 7, 2023
Actual rating: 3,5

Eh, aku kira ini buku genrenya romance, ternyata. Duh, mana isinya bikin haru lagi. Jadi kepengin juga punya sosok Wendy sama Hansen, kan. Terus kukira bakal bahas makanan aja, kayak salah satu karakternya punya pekerjaan koki, ternyata malah nggak ada nyerempetnya jadi koki, tapi deskripsi makanannya ada. Jelas dan bikin ngiler.

Suka sub-plot yang dimasukkan di sini. Eh, malah plot utama sih, soal keluarga. Hansen mendadak dapat chat dari salah satu teman SMA-nya yang tanya apa benar nama salah satu pasien ini nama kakaknya. Karena marganya unik, jadi si teman SMA ini langsung ingat dengan Hansen. Terbukalah fakta kalau kakaknya, Nessa, masuk rumah sakit. Awalnya Hansen nggak percaya, sampai dia harus ke Pontianak dari Kuching dan melihat sendiri kondisi kakaknya yang jauh dari baik-baik saja.

Hal ini berlaku sama dengan si sulung, Wendy, yang memang bekerja di Jakarta. Niat awal kepengin ngejar proyek sampai bisa dapat posisi strategis, malah jadi ambil cuti dan melihat sendiri kondisi Nessa, adiknya.

Keluarga yang sudah tidak punya orang tua, posisinya berjauhan pula. Sewaktu Nessa sakit pun, baik Hansen dan Wendy sama-sama nggak tahu Nessa sebetulnya sakit apa. Haru betul. Enggak nyangka Sesuap Rasa bisa bermakna sedalam ini.

Ada penjelasan bahkan setiap judul diberi judul soal makanan khas Kota Pontianak dan beberapa dari Singkawang. Karena nggak pernah ke sana, jelaslah penasaran dan berakhir cuma bisa ngiler bacain deskripsinya. Harus kuakui, deskripsi makanannya ditulis dengan baik, walaupun beberapa bagian agak TMI.

Karakterisasinya cukup konsisten bagiku. Awalnya bingung kenapa Nessa bisa sesemangat itu padahal baru keluar dari rumah sakit dan kondisinya memang lemah banget, kan, tapi ya dimaklumi lah karena alasan sakitnya. Terus, buat ukuran buku yang ada editornya, entah kenapa ada bagian yang masih terasa mentah, typo juga masih ada (dan agak banyak pun berulang). Tapi, kali ini aku enjoy aja sih baca ini. Pemilihan konflik dengan tema kulinernya kuakui tersampaikan dengan baik.

Profile Image for Henzi.
217 reviews19 followers
September 29, 2025
Konsepnya unik, dengan menyertakan menu khas Kalimantan Barat khususnya Chinese food di setiap bab. Sering banget ngiler apalagi dibaca malam-malam. Namun terasa nanggung, menu-menu apik khas rumahan nggak keluar semuanya.

Aku menunggu-nunggu resep yang lebih BERANI dan NENDANG seperti cu kiok kecap, ayam angkak merah, atau sup iga babi masak lobak. Tapi sayangnya menu-menu ini gak disinggung satu pun sampai akhir. Ini masalah preferensi ya, tapi harapanku cukup besar dari awal.

Dari segi ceritanya, okelah walaupun sedikit cringe. Interaksi mereka bertiga yang kadang digambarkan menye-menye cukup menggelitik. Aku nggak suka Nessa apalagi Putri—walau alasan kenapa ia ikut campur urusan keluarga Wendy/Nessa/Hansen cukup menyedihkan, tapi tetap saja menurutku ia sudah keterlaluan. Cheryl juga nyebelin, tapi dengan level yang berbeda. Di akhir malah merasa kasihan sama Wendy. 🥲

Overall, ini adalah sebuah gambaran kisah kakak-beradik yang hangat & patut ditiru. Mereka rukun dan saling menyayangi walau sudah ditinggal kedua orang tuanya.
Profile Image for Gita Karmani.
431 reviews15 followers
May 21, 2023
Pertama kali baca karya penulis ini. Buku random yg aku ambil karena blurbnya menarik. Aku gak tahu apakah dia menulis cerita ini di wattpad karena di awal2, aku baca ini serasa kayak lagi baca di wattpad dan font bukunya kerasa banget vibesnya wattpad 😅

Yah, aku bukannya anti wattpad. Tapi jujur aku sempat baca beberapa karya penulis yg berasal dari platform itu, mereka punya tema mentah yg bagus tapi eksekusi kurang smooth. Dan seringkali bikin zonk dan maka dari itu aku memilih cari bacaan yg bukan dari platform itu.

Ceritanya bagus. Tentang 3 bersaudara, Wendy, Nessa, dan Hansen yg mencoba memperbaiki kembali ikatan keluarga yang renggang sejak kepergian Ibunya karena sakit.
Ceritanya tentang kekeluargaan yg dikit2 nyebut nama makanan dan terus aja makan kayak lagi wisata kuliner tanpa henti. sampai mikir apa pada ngga sakit perut ya makan melulu dan Nessa gakpapa tuh langsung makan yg entahlah apakah bisa disebut aman utk lambungnya Jujur malah penasaran makanan Pontianak ini kayak apa sih. Cuma taunya Choi Pan doang 🤣

Pas baca, ngerasa ada beberapa bagian yg agak2 plot hole Tapi entah gimana penulisnya tetap bisa mempertahankan jalannya cerita sampai selesai, seolah diterabas gitu aja, mengabaikan kalau sempat ada bagian yg aneh.

Terus yg aku bingungkan mungkin cuma kepenulisan, "loe". Menurutku bisa aja ditulis "lo". Entahlah ini emang typo editan atau aturan penulisannya emang gitu.

Untuk resolving isu mental health Nessa, eksekusinya cukup rapih dan apik. Penceritaannya smooth dan ngalir, tentunya bisa diterima secara logika. Juga background story Wendy dan Hansen yg ditulis dgn apik jadi alasan logis kenapa mereka menjauh dari keluarga.
Overall, ceritanya cukup menghibur dengan tema kekeluargaan yg unik dan dibumbui makanan khas Pontianak. Salute.
Profile Image for Kezia Margaret.
8 reviews
June 24, 2025
Hangat..
Satu kata yang mewakili buku ini. 
Alur cerita dimulai dengan kebimbangan 2 kakak beradik yang mendapatkan kabar bahwa saudara perempuannya masuk rumah sakit di kampung halamannya. Wendy dan Hansen memiliki pekerjaan yang sulit untuk ditinggalkan, selain itu kenangan masa lalu membuat mereka enggan kembali ke kampung halamannya. Namun, akhirnya mereka melangkah kembali ke kampung halaman. Tidak hanya untuk merawat saudara yang jatuh sakit, namun juga menyelesaikan segala luka yang selama ini ditutup. 

Novel 208 halaman ini tidak memiliki banyak konflik dramatis. Konflik yang digambarkan tidak kompleks, seputar kebimbangan harus memilih pekerjaan atauz keluarga, dan juga luka di masa lalu akibat ditinggal seorang Mama secara mendadak. Namun tidak mengurangi kehangatan yang diberikan.

Penulis menyematkan judul dengan berbagai jenis makanan yang kebanyakan khas dari Kalimantan Barat. Hal ini seolah menggambarkan bahwa makanan menjadi salah satu hal yang selalu dirindukan dari kampung halaman, dan menjadi elemen penyatu individu.

Saya sudah lama tidak membaca novel bertemakan keluarga. Rasanya sangat menyenangkan, dan menghangatkan. Mengingatkan saya kembali bahwa keluarga adalah tempat untuk kita berpulang.

Yuk baca buku ini!
Dijamin langsung kangen dengan keluarga.
Profile Image for Meownikkk~.
92 reviews2 followers
November 30, 2021
Sangat heartwarming!!
Kisahnya sederhana tapi ngena juga. Suka banget banget dengan berbagai makanan yang dihadirkan di sini sebab aku ngga pernah tau beberapa di antaranya dan abis search gugel, jadi penginnn:'))
Yang rada mengganggu di sini menurutku karakternya Putri, sih. Kayak, apa ya, judes juteknya terlalu dibuat-buat supaya pembaca nge-ship dia sama Wendy. Jujur, kalau si Putri bagiannya cuma di awal aja kayanya nggak bakal ngaruh banyak ke cerita.
Profile Image for Hapudin.
287 reviews7 followers
Read
October 22, 2021
Resensi lengkapnya ada di link:
https://bukuhapudin.blogspot.com/2021...

Secara keseluruhan, novel ini ingin mengingatkan pembaca jika keluarga adalah hal penting. Sesibuk apa pun, kita harus bisa membagi waktu untuk bertemu atau menghubungi keluarga. Karena ketika kita kehilangan kesempatan dekat dengan keluarga, yang tersisa hanya rasa penyesalan.
Profile Image for pidaalandrian.
364 reviews5 followers
December 6, 2021
Rate 4.5

Mataku sampe bengkak loh baca buku ini..
Membaca buku ini tuh menyadarkan kita akan banyak hal tentang sebuah arti keluarga yg sebenarnya.

Bahwa sesibuk apapun kita, tetap kluarga lebih penting dr segala-galanya. Sebelum semuanya berakhir dgn penyesalan..


Next semoga bs kesampaian buat nulis review lengkapnya di blogku yaa
Profile Image for Zaa.
20 reviews1 follower
January 13, 2022
Nggak tau mau bilang apa. Intinya suka banget sama Wuddan bersaudara. Beneran iri sama rasa persaudaraan mereka. Dari ketawa karena tingkah Hansen sampe nangis tersedu-sedu karena terharu juga sedih :'( beneran cerita yang heartwarming❤
Sangat kurekomendasikan.
Profile Image for Isthi.
31 reviews1 follower
January 15, 2022
Novel ini menceritakan momen sederhana, makan bersama orang yang kita sayang dengan makna yang dalam. Banyak banget gambaran makanan yang belum aku tau, banyak juga bahasa-bahasa yang aku baru tau.
Profile Image for Sucia.
28 reviews324 followers
July 3, 2025
Baca ini membuatku jadi ingin ke Pontianak cuma pengin makan :""")) Whyyy *menangis dipojokkan*

Aku nggak ada ekspektasi apa-apa baca buku ini, karena hanya sekadar selingan. Dan ketika baca waw! Ternyata ceritanya tentang tiga saudara kandung yang telah ditinggal pergi ayah dan ibunya. Aku suka banget karena karakter dari ketiga tokoh ini digambarkan secara jelas oleh penulis. Begitu juga konflik yang ada di masing-masing tokoh membuat suasana makin complicated. Tapi maknanya dapat! Makna terkait keluarga, apa ini efek aku suka dengan novel bertema keluarga?

Tapi ciri khas dari buku ini adalah judul setiap bab adalah nama makanan khas pontianak meskipun disisipi kalimat lain, jadi hm.. agak panjang. Dan kurangnya itu aku masih bingung masa lalu Putri dan Wendy dan beberapa hal yang agak kurang dijelaskan. Masih membuatku bertanya-tanya........ Overall aku suka, banyak maknanya dan juga aku merasakan suasana "sepi, sunyi, yang menyakitkan" ditinggal pergi salah satu anggota keluarga.
Displaying 1 - 13 of 13 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.