Jump to ratings and reviews
Rate this book

Oh, My Baby Blue

Rate this book
Karier Kayla Natasha sebagai motivator remaja sedang menanjak. Dan, sedikiiit lagi, akan ada peluang tampil di acara talk show bergengsi bersama presenter ternama. Namun, Kayla tiba-tiba hamil. Dia sih pengin punya anak, tapi ya nggak harus sekarang juga. Waktunya nggak tepat. Kesibukannya sedang menggila. Bahkan ketika dia berusaha menampilkan citra perempuan tangguh yang tetap aktif selama kehamilan, morning sickness keparat menghajarnya sampai muntah-muntah dan ambruk di atas panggung. Segala rencana dan harapan Kayla ambyar di depan mata. Segala motivasi yang pernah dia sampaikan menguap begitu saja. Dan Kayla tidak tahu lagi, dengan cara apa dia mampu bangkit dari keterpurukan ini...

"Penggambaran fenomena motivator berlatar sarjana psikologi yang satire dan penuh humor, Oh, My Baby Blue mengajak kita menertawakan diri sendiri."
-Dr. Setiawati Intan Savitri M.Si, Dosen & Peneliti Psikologi, Founder Narrative Writing Therapy

394 pages, Paperback

Published November 10, 2021

17 people are currently reading
205 people want to read

About the author

Achi TM

28 books25 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
43 (22%)
4 stars
107 (55%)
3 stars
37 (19%)
2 stars
4 (2%)
1 star
1 (<1%)
Displaying 1 - 30 of 67 reviews
Profile Image for Liliyana Halim.
311 reviews243 followers
February 23, 2023
Selesaiiiii! Dan sukaaa 🤩🤩🤩. Novel ini boleh loh dibaca sama yang belum nikah, sudah nikah, maupun yang lagi mau punya anak karena banyak sekali yang bisa dipetik dari novel ini. Masih suka cara berceritanya, lucu, manis, hangat, page turner dan bikin emosi naik turun 🤭 apalagi kena Kayla dikit-dikit privasi, terus me time nya itu loh 🙈 dan kalau menurutku terkadang Kayla antara siap dan nggak siap menjadi ibu 🙈 ini hanya menurut aku yang baca ya 🙃. Untung Sam baikkkkk banget, kata orang jaman now suamiable 🤭 yang pasti dia dapat mengontrol dan menyalurkan emosinya dengan baik ditambah bagian dia yang tungguin Mamah 🥺 kan jarang banget ada mantu begitu. Aku suka Mamahnya Kayla, waktu di deskripsikan kayak mamaku 🤭.
.
Novel ini bercerita tentang Kayla Natasha karirnya sebagai motivator remaja sedang menanjak, sedikit lagi akan ada peluang tampil di acara talk show bergengsi bersama presenter ternama. Namun, Kayla tiba-tiba hamil. Selain itu juga ada cerita tentang perjuangan Kayla selama masa kehamilan, setelah melahirkan juga mengurus anaknya sampai pengalaman melewati baby blues yang nyaris postpartum depression. Juga ada tentang berteman tulus saja, tak usa pakai geng-gengan hanya demi eksistensi dan pengakuan. ‘Mendapatkan teman yang baik dan tidak menuntutmu macam-macam ternyata juga salah satu obat depresi’. (Hal 372). Pokoknya baca deh ini nambah-nambah ilmu 😉. Akhir kata mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan 🙏🏼☺️.
.
“Ujian setiap manusia berbeda-beda. Kebahagiaan setiap manusia juga berbeda-beda. Boleh jadi orang yang kamu pikir menderita, ternyata hidupnya lebih bahagia dan tenang karena rasa syukurnya pada Allah. Menikmati apa yang diberikan Allah kepada kamu. Harta sedikit, harta banyak, karier bagus, karier macet, kamu harus nikmati. Apa yang terjadi detik ini, napas ini, dinikmati. Itu, kan yang dulu Kayla ajarkan juga ke Mamah?” (Hal 249).
.
“Kayla, dengarkan Mamah. Setelah menjadi seorang ibu, kita mungkin akan kehilangan banyak hal, kesehatan, profesi, uang, dan teman-teman, tapi kita akan selalu mendapatkan banyak hal. Yaitu melihat anak-anak tumbuh dengan sehat. Anak-anak tidak tumbuh dua kali, Kayla.” (Hal 377).
Profile Image for Hestia Istiviani.
1,043 reviews1,972 followers
December 26, 2021
Ada Kay & Sam yg sudah menanti memiliki buah hati sejak menikah. Namun apa daya, mereka akhirnya berserah. Hingga tragedi pingsannya Kay di tengah sesi seminar menunjukkan bahwa ia tengah hamil 3 minggu. Mereka sih senang, tapi kan Kay sedang berada di puncak karir sbg motivator remaja...

Oh, My Baby Blue yg semula bisa memberikanku penghiburan karena "cranky" kerjaan akhir tahun, malah berubah menjadi sebuah bacaan yg menambah pengetahuan. Novel ini bukan sekadar membahas tntg perubahan keseharian sepasang suami-istri, melainkan merekam pengalaman hidup perempuan dari masa kehamilan hingga persalinan. Sesuatu yg belum (& bahkan tdk akan) aku alami.

Stress yg dialami Kay sudah dimunculkan sejak awal. Trisemester pertama hanya tirah baring karena mual yg tiada henti. Menyebabkan tawaran "manggung" dialihkan kepada rivalnya. Dg hanya bertumpu pd penghasilan Sam semata, Kay menahan banyak luapan emosi.

Dua per tiga novel ini terasa sungguh menyebalkan untukku karena...konfliknya sangat dekat & memang ada di sekitar kita. Misalnya saja perdebatan "menjadi ibu sempurna baru bisa ditasbihkan bila menjalani prosesi lahiran per vaginum."

Akan tetapi 1/3 sisanya dibungkus dg sangat apik. Penulisnya menghadirkan apa yg selama ini belum banyak dibahas: baby blues & postpartum depression (PPD). Bagaimana orang sekitar sebaiknya merespon gejala & apa yg bisa dilakukan u/ suportif terhadap sang ibu baru. Favoritku: ketika Kay & Sam berkunjung bertemu psikiater bersama--sebuah adegan yg harusnya dinormalisasi.

Oh, My Baby Blue mengajarkanku tntg Do's & Dont's jika bertemu kerabat yg hamil & baru melahirkan. Yah, kalau pun nggak bisa berkata yg baik-baik, kita punya pilihan u/ diam atau mendoakan kesehatan keluarganya. Daripada asal "njeplak" seperti Bu Tedjo 😂
Profile Image for Puty.
Author 5 books1,406 followers
November 9, 2021
Bagaimana rasanya nyaris berada di puncak karir namun harus 'terguling' karena hamil? Selamat datang di dunia Kayla, seorang motivator media sosial yang hidupnya terbalik jumpalitan setelah menjadi seorang ibu. Beruntung Kayla memiliki Sam (kependekan dari Samadi...), suami yang begitu mencintai dia dan juga buah hati mereka sejak dalam kandungan.

Sebetulnya saya mau cerita lebih banyak tapi takut jadi spoiler. Saya pribadi menikmati buku ini dan cerita dari awal sampai akhir. Awalnya saya cukup ragu, saya kan ibu-ibu pembaca Metropop yang ingin santai dan 'kabur sejenak' dari rutinitas, apa nggak stress baca buku tentang ibu yang kena baby blues? Ternyata seru, ceritanya mengalir alami dan kocak. Relatable? Banget.

Novel ini dengan baik meramu segala isu yang sering menghadapi ibu-ibu modern di zaman sekarang; insecurity perubahan bentuk tubuh, masalah finansial dan keluarga seperti soal sandwich generation, sulitnya transisi dari seseorang yang bekerja aktif kemudian harus bergulat dengan rutinitas yang menjemukan, dinamika bertetangga, mental health, dan tentunya media sosial.

Tentu dari sisi karakter dan penceritaan ada yang dibuat dramatis dan berkesan komikal, namun tidak sampai mengganggu. Cukup banyak bagian yang bikin tertawa dan trenyuh, namun secara keseluruhan sosok Kayla memang seperti diciptakan untuk membuka rasa empati pembaca terhadap ibu dan bagaimana mereka menghadapi 'motherhood'. Cocok bagi Buibu yang ingin nostalgia atau Manteman yang ingin metropop romantis - realistis versi pasangan suami istri yang sudah menikah.
Profile Image for myutokki ✶꩜ .ᐟ.
85 reviews12 followers
March 5, 2024
guys, to everyone that read my review, i do apologize if i’ll write it in my native language.

AKU SUKA BUKA INIIIIII, seru, tidak cringe yang menye2 gitu mc nya, romansa based on real life, kehidupan pre-whilst-, and after birth. jujur, setelah baca ini aku sedikit ke-trigger dan takut hamil HUHUHU. aku berangan angan apakah kelak ketika aku hamil, akan sepusing yang dialami Kay… apakah suamiku nanti bisa mengerti keadaanku… takut sekali.

namun, dari buku ini aku juga belajar, kita memang sangat sangat perlu supportive partner and a good mental health. every aspects in this life related to our mental. take care of yourself first after that you can take care of others.
Profile Image for Bivisyani Questibrilia.
Author 1 book23 followers
August 20, 2023
Aku belum pernah menikah maupun hamil, apalagi melahirkan. Aku belum pernah merasakan karir harus terenggut karena akan punya anak. Aku juga belum pernah membaca karya Achi TM sebelumnya. Kupaparkan semua informasi ini di awal, jadi kalian bisa menentukan mau lanjut baca review ini atau tidak. Jika kalian lebih memilih membaca dari orang yang sudah pernah mengalami hal serupa dengan tokoh utama kita di buku ini, atau yang sudah terbiasa dengan karya dari penulisnya, mungkin sekarang saat yang baik untuk scroll ke bawah.

Pada dasarnya, pendapatku tentang buku ini didominasi oleh Kayla dan kepribadiannya. Geregetan aku bacanya, sampe pengen aku guncang badannya dan teriakin, "Woy! Sadar woy!" Ini terlepas dari baby blues yang ia alami—karena udah ngerasa kayak gini dari dia belum sadar dia hamil.

Katanya usia Kayla 27 tahun, tapi kenapa tingkah lakunya layaknya anak SMA atau kuliahan saja yaa? Padahal kalau dilihat di awal, kesannya dia sudah memiliki karir yang cukup stabil dan sudah agak lama dijalani, tapi seperti tidak paham profesionalisme dan batas antara mana yang personal dan mana yang profesional. Motivasi kerjanya yang cetek—"ingin kaya dan terkenal"—dan rasa iri berlebihan terhadap Anggita—bahkan hingga ke kehidupan pribadinya—kayak yang masih SD aja deh. Saat aku membaca buku ini (dan menulis review ini), usiaku 30 tahun, terpaut hanya 3 tahun lho dari Kayla ini. Tapi bahkan seingatku saat usiaku segitu pun aku tidak se-kekanak-kanakan Kayla. Apalagi dia sudah menikah dan hamil adalah sesuatu yang sudah bertahun-tahun ia usahakan dengan suaminya. Kenapa tingkahnya kayak orang yang kecolongan hamil? Heran. Kudu banget deh pokoknya jadi pusat perhatian. Nggak bisa terima kritik.

Ngomong-ngomong soal usaha hamil, bingung banget 100% kenapa Kayla kayak orang yang nggak belajar tentang kehamilan, menyusui dan mengurus anak selama dia hamil. Entah kenapa juga kesannya kehamilan dia (yang harusnya berjalan kurang lebih 9 bulan) jadi terkesan cuma berjalan 1-2 bulan aja, tau-tau udah lahiran gitu kaget belom belajar buat ujian. Sembilan bulan itu waktu yang cukup lama yaa, dan dari yang terbaca, kesannya selama 9 bulan itu Kayla udah nggak bisa bekerja lagi—jadi dia make waktunya buat apa? Kenapa kayak yang gapernah baca-baca tentang proses yang sedang dia alami dan persiapan untuk nanti setelah anaknya lahiran? Malah baru Google pas udah kejadian. Gimana sih? Aku yang belum pernah hamil aja tau lebih banyak tentang bayi daripada Kayla setelah ngelahirin Blue lho!

Mengingat seperti inilah kepribadian dan tingkah laku Kayla selama 90% isi buku, rasanya akhir cerita yang terlalu syahdu agak maksa. Memang sih, ada kejadian yang sangat mengerikan dan memukul batin Kayla, tapi apakah itu aja cukup untuk menyadarkan dia bahwa prioritas dia selama ini perlu dievaluasi? Dan apakah itu cukup untuk memaafkan tingkah laku Adrian yang selama ini kurang ajar padanya? Rasanya agak sulit untuk menerimanya. Yang pasti, tidak akan berakhir semulus itu.

Itu soal Kayla sebagai seorang karakter yang sangat tidak aku sukai. Sekarang kita beralih ke penulisan cerita ini.

Keseluruhan penulisan buku ini menurutku masih bagus. Penceritaan-nya masih luwes, bahasanya nggak kaku dan aneh, masih sangat realistis dan bisa diterima dengan baik—meskipun kadang jokes-nya agak maksa.

Yang cukup menggangguku adalah alur waktunya yang tidak jelas, jadinya—seperti yang aku sampaikan di atas tadi—terkesan seolah Kayla hamil hanya dalam kurun waktu 1-2 bulan, 3-4 lah maksimal. Lagi-lagi akan kukatakan: 9 bulan itu lama, nggak mungkin waktu Kayla tersita hanya untuk hal-hal sesedikit itu. Kemana dia selama 9 bulan? Kenapa dia tidak mempersiapkan diri untuk kelahiran bayinya? Aneh betul.

Selain itu, meskipun aku juga orang Muslim, aku merasa agak terganggu dengan indoktrinasi Islam dalam buku ini. Aku mengerti pentingnya mensyukuri yang kita miliki dan berserah diri pada Yang Maha Kuasa, tapi menurutku hal-hal ini terlalu banyak disebut dalam buku ini. Kadang ada bagian-bagian yang menurutku tidak perlu diikutsertakan dalam cerita karena tidak menambah apapun—contohnya ketika dalam suatu kejadian Sam membisikkan shalawat ke ubun-ubun Kayla (Kenapa? Apa gunanya untuk kelanjutan cerita?). Dan kenapa juga kesannya semua orang yang baik dalam hidup Kayla adalah orang-orang Muslim dengan tingkat iman yang sama dengannya (atau bahkan lebih tinggi)? Alangkah menariknya jika Karen adalah wanita non-Muslim yang membagikan kebaikan kepadanya di saat ia butuhkan saja? Ceritanya jadi tidak terlalu terasa seperti indoktrinasi Islam.

Terakhir, dan ini sebetulnya hal minor, menurutku mencoba mengakhiri semua bab (kecuali satu, iya aku menghitungnya) dengan kalimat "Oh my [isi barang apapun di sini]" itu cheesy/norak banget. Lagi-lagi, gunanya apa sih melakukan itu? Nggak ngaruh apa-apa ke cerita, nggak ngaruh apa-apa juga ke asosiasi pembaca sama judul buku. Malah menurunkan kualitas ceritanya, apapun yang baru saja terjadi di bab tersebut—membuat ceritanya jadi terasa lebih 'murah' dan 'ringan' dibanding seharusnya, terutama ketika kejadian yang super serius baru saja terjadi. Alhasil, kesannya sekarang semua cerita yang dipikirkan sebelumnya itu untuk menyocokkan ke 1 kalimat terakhir itu. Aku membayangkan penulisnya berpikir: "Apa nih yang bisa jadi melengkapi kalimat 'Oh my...' itu kalo ceritanya kayak gini?" Bikin geregetan.

Kesimpulannya, aku bisa menyelesaikan buku ini. Apakah aku menikmatinya? Nggak juga, keseringan pengen cepet selesai aja biar nggak perlu dibaca lagi. Bikin nyantol di hati? Tentu tidak, karena bikin penasaran buat baca halaman selanjutnya aja nggak. Apakah akan aku rekomendasikan? Melihat rating-nya yang cukup bagus dari pembaca lain, nggak ada salahnya kalau kamu mau coba, tapi aku pribadi akan langsung menjual buku ini setelah ini. Menurutku, buku ini cocok untuk rata-rata orang Indonesia yang mindset-nya masih sangat ketimuran atau Indonesia banget, yang belum terpapar banyak media yang membahas isu serupa di luar negeri dan/atau yang masih nyaman dengan struktur keluarga tradisional—istri harus nurut sama suami, ayah yang bekerja dan ibu di rumah. Karena buku ini tidak menggebrak apapun, menurutku, bahkan masih sangat mendukup stereotype. Silahkan dibaca jika ingin mencoba.
Profile Image for Amaya.
760 reviews58 followers
August 8, 2022
Oke, judulnya menyirat sekaligus menyuratkan isi buku ini. Kuakui, baca prahara dan konflik seputar rumah tangga bukan hal pertama bagiku, plus menyatakan pendapat soal PPD juga bukan porsiku karena belum merasakan (bukan ngerasain PPD-nya, jangan sampai, deh) gimana susahnya berumah tangga. Ini murni apa yang aku rasain sewaktu baca buku ini. Greget, ngakak, lalu nangis sesenggukan.

Pertama, aku sukaaa banget sama cara nulisnya Mbak Achi ini, ngalir terus nggak kaku. Kedua, buku ini memang mengangkat tema ibu yang terkena baby blues (hampir post-partum depression), hal yang dipikir aja bakal berat banget dan bikin pembaca siap2 banjir air mata. Yah, well, aku emang nangis, tapi cerita ini dibawain dengan humor2 ringan; bikin ironis sekaligus ketawa di satu waktu. Pokoknya, aku sempat merasa ragu, masa iya Kay kena baby blues?

Ketiga, oh no! Sam ini tipe suami yang gimana ya, boleh disebut idaman? Idaman karena dia menuntun istrinya (plus dia juga ngelakuin tuntunannya) buat selalu dekat sama Allah. Berasa ditampar bolak-balik sebagai muslim pas baca ini nih, sama cara Sam meredakan kegundahannya. Keempat, masih soal Sam, dia tuh apa ya, ganteng2 agak gesrek gitu. Dan salute-nya nggak emosi padahal Kay udah lempar kata2 nyakitin (even aku cewek, tetap sakit hati kalo dikatain begitu), emang nyalurinnya lewat bikin kopi, tapi tetep respek nggak main tangan atau main bentak. Bagian Kay nangis2 habis muntah terus Sam malah pergi, balik2 bawa galon terus istrinya disuruh minggir itu, ya Allah, aku ngakak seketika. Duh, Sam, komposisi humormu ini terbuat sari apa, sih? 🤣

Kelima, aku jadi inget film "Kim Ji-young, Born 1982". Kalau di film (atau bukunya) penggambaran agak gelap, di sini dibawa ngakak terus. But, both heroine punya privilese sosok suami yang pengertian. Asli, ya, nggak bisa mikir gimana kalau mereka jalani ini sama orang yang bukan Sam atau Dae-hyun. Berat banget harus nerima semua komentar miring plus keenggakterimaan orang soal gimana gaya hidupnya, gimana cara dia merawat bayi. Fyuh, andai Kay punya penguat yang nggak banyak nuntut dia.

Keenam (duh banyak banget), aku memperhatikan bagian Kayla yang berkali-kali menekankan pentingnya privasi walaupun sudah menikah—punya hubungan. Yah, bahkan yang belum berumah tangga dan masih tinggal dengan orang tua (atau saudara), pun kadang masih risi kalau privasinya diganggu. Hmm, kayaknya sudah cukup aku bercuap-cuap karena intinya buku ini bagus. Kesadaran mental yang nggak dipandang sebelah mata, maupun sosok Sam yang sama sekali nggak mengalihkan pandangan dari istrinya setelah tahu kondisi Kay nggak baik-baik aja, pergi ke psikiater bareng tanpa takut dibilang gila. Sampai ada di satu bagian yang miris banget, Kayla nyeletuk waktu tetangganya minta saran gimana harus menghadapi perilaku anaknya yang aneh (sikap rebel khas remaja). Ibunya menolak sarannya ke psikiater karena menganggap anaknya nggak gila. Miris karena, "Orang yang punya duit enggan berobat karena takut dianggap gila, padahal aku yang nggak ada uang kepengin banget bisa sembuh."

Another buku dengan 5 bintang sepanjang tahun ini, sih. Keren, kocak, greget, sedih, dan tentu saja aku bahagia habis baca buku ini. Pencinta MetroPop seputar rumah tangga, terutama dengan heroine mengalami baby blues, direkomendasikan baca buku ini (bukan sebagai rujukan, ya, kalau mengalami harus tetap konsultasi sama ahli). Sama sekali nggak bikin depressing karena dibawakan dengan nuansa ringan dan (agak) light.
Profile Image for Fitri.
207 reviews
January 21, 2023
Bagus banget!

Oh, My Baby Blue bercerita tentang kehidupan Kayla yang jungkir balik sejak ia mengetahui bahwa ia hamil. Setelah menanti selama 5 tahun, Kayla dan Sam tentu sangat menantikan kehamilan ini, tapi di sisi lain, Kayla tinggal selangkah lagi menuju ke puncak karirnya.

Isu yang dibawa cukup banyak dan serius. Mulai dari postpartum depression, mental health, body image, ekonomi keluarga, sampai isu pertemanan. Tapi ditulisnya nggak dengan gaya yang serius kok. Agak lucu, tapi jujur aku ketawanya setengah-setengah karena miris juga.

Membaca buku ini bikin aku banyak-banyak bersyukur dengan apa yang aku punya dan jadi sedikit lebih tahu tentang apa yang dialami ibu-ibu mulai dari hamil, melahirkan sampai mengurus anaknya. Pastinya ini bukan template (karena kadang aku gemes sama Kayla yang katanya lulusan psikologi tapi kok tujuan hidupnya materi banget
Profile Image for Laura Yuwi.
216 reviews16 followers
November 30, 2022
"Datangnya pikiran dan perasaan negatif itu tidak mungkin bisa kita tolak. Tinggal bagaimana kita sebagai manusia bisa melatih hal-hal negatif tadi menjadi hal positif. Mungkin pikiran tidak akan langsung bisa positif, tapi kita bisa melakukan kegiatan² positif yang akan mengubur pikiran serta perasaan negatif, seperti olahraga misalnya."

"Menjadi ibu itu sebuah pengorbanan, Kayla. Dari mulai kamu hamil, melahirkan, sampai membesarkan dia hingga mandiri, kamu akan kehilangan banyak waktu bersenang-senang dan mengesampingkan seluruh ego kamu."

Pertama kali baca Novel karya Achi TM tuh yg judulnya Belok Kiri Langsing dan emang suka sama Novel tsb. Jadi gak heran kalo bacaan yang ini juga sama menariknya. No! Novel ini LEBIH bagus dan menarik untuk dibaca karena mengandung banyak sekali pesan bermakna dan pembelajaran.

Mempunyai tema cerita slice of life (dan konflik ceritanya tuh kayak udah umum di sekitar kita, bahkan aku pun pernah ngalemin. Bikin aku jadi nostalgia gimana sengsaranya pas hamil di trimester 1, mual muntah juga dan baby blues). Alur buku ini juga lancar. Aku suka bagaimana cerita dalam buku ini dimulai, dan betapa lucu dan sederhana karakternya. Ceritanya juga informatif (ttg masa kehamilan apa yg boleh dan gak boleh, tentang melahirkan caesar, setelah melahirkan, dunia per-ASI-an, dll). Aku sangat menikmatinya dari awal sampe ending cerita ini. Aku dapat pelajaran tentang perjuangan seorang suami, istri dan ibu, tentang kegagalan, perpisahan (seperti ditinggal teman), dan self love. Ceritanya tuh hits me right in my feelings (beneran loh).

Oh apakah aku sudah bilang bahwa Sam adalah suami idaman?! Sam dan Kayla tuh pasutri yang sweet dan lucu. Dan aku udah bilang belom karakter yang paling aku benci disini siapa?! Of course, Adrian (manager Kayla). Geram banget pas baca part Adrian.

Overall , it was a fun read for me. Recommended guyss. Dijamin gak bakal bosen deh bacanya.
Profile Image for Rossa Imaniar.
221 reviews5 followers
October 30, 2024
“Ujian setiap manusia berbeda-beda. Kebahagiaan setiap manusia juga berbeda-beda. Boleh jadi orang yang kamu pikir menderita, ternyata hidupnya lebih bahagia dan tenang karena rasa syukurnya pada Allah. Menikmati apa yang diberikan Allah kepada kamu. Harta sedikit, harta banyak, karier bagus, karier macet, kamu harus nikmati. Apa yang terjadi detik ini, napas ini, dinikmati.”

“Dengan cara senantiasa menghadirkan Allah dalam setiap perbuatan yang kita lakukan sekarang. Saat ini. Dalam setiap hela napas ini. Pikiran tidak mengembara ke masa lalu yang mungkin bisa menimbulkan penyesalan akan takdir Allah. Tidak mengembara ke masa depan agar tidak berangan-angan terlalu jauh. Sehingga tidak cemas dan takut dengan kehidupan.”

“Berbahagialah, lakukan hal yang membuatmu senang, dan bergairah untuk terus hidup. Isi energi positifmu.”

“Setelah menjadi seorang ibu, kita mungkin akan kehilangan banyak hal, keséhatan, profesi, uang, teman-teman, tapi kita akan selalu mendapatkan banyak hal. Yaitu melihat anak-anak tumbuh dengan sehat. Anak-anak tidak tumbuh dua kali.”

4.5/5 🌟 untuk novel ‘Oh, My Baby Blue’. Topik yang diangkat sangat menarik. Mengangkat tentang keséhatan mental wanita—lebih tepatnya calon ibu atau ibu yang baru memiliki anak alias new mom. Benar-benar komplit di novel ini. Banyak sekali pelajaran atau nasihat yang kita bisa ambil untuk diterapkan di dunia nyata.

Mungkin.. memang aku belum pernah hamil dan memiliki anak sendiri. Tapi dengan mengikuti kisah Kayla, bagaimana dia menjadi seorang istri, menjadi calon ibu yang akhirnya menjadi new mom. Aku bisa tahu bagaimana perjuangan seorang ibu untuk tetap kuat dan bertahan dalam berbagai kondisi.

Saat baca, rasanya aku juga ikut jungkir balik dengan dunia Kayla. Bayangkan saja, di saat karier dia sedang bagus-bagusnya, dia harus dihadapakan dengan kehamilannya. Empat tahun pernikahan, Kayla dan Sam menunggu momen ini. Namun, dengan kehamilannya yang rewel, tentu saja hal itu tidak bisa mendukung kariernya, sehingga membuat Kayla frustasi. Membuat Kayla dilema, dia ingin hamil tapi di sisi lain dia juga nggak mau kehilangan kariernya.

Masa- masa yang dilalui Kayla ketika hamil dan pasca melahirkan begitu berat. Tidak mudah baginya untuk tetap mempertahankan kewarasannya. Ujian yang diberikan Allah buat Kayla dan Sam benar-benar luar biasa.

Kehilangan karier, harus menghadapi orang-orang toxic, pikiran negatif yang selalu muncul, membuat Kayla hampir diambang putus asa. Nggak bayangin dech ya jika ada di posisi Kayla. Untung suami Kayla selalu ada untuk membantu dan mendukung Kayla di setiap kondisi.

Novel ini, kalau bisa wajib dibaca semua wanita. Biar mereka tahu bahwa setiap wanita memiliki garis hidup yang berbeda-beda, sehingga perjuangan untuk bertahan hidup pun juga berbeda. Dengan membaca novel ini, kita para wanita bisa mendukung satu sama lain dan tidak menjatuhkan.

Tidak ada lagi yang julid, atau memojokkan wanita lain. Apa pun pilihan hidup yang diambil, atau bagaimana pun perjuangan yang dilakukan, kita tidak layak untuk menghakimi hidup mereka. Karena banyak banget selama ini, di kehidupan sehari-hari, yang justru menjatuhkan wanita adalah mereka sendiri sesama wanita. Miris bukan?

Dari pengalaman hidup Kayla di novel ini, kita belajar untuk mengharagai pilihan orang lain, menghargai kepemilikan orang lain. Yang artinya, kita harus tahu batas privasi orang lain. Satu lagi yang paling penting, jangan sampai kita mudah menghakimi orang lain. Karena kita tidak tahu bagaimana perjuangan mereka, kita tidak tahu bagaiman kondisi mental mereka. Kadang mulut kita ini dengan mudahnya mengomentari hidup orang lain.

Jadi mulai sekarang, kita sama-sama belajar untuk berhenti ikut campur dengan kehidupan orang lain tanpa izin. Belajar untuk lebih menghargai pilihan hidup orang lain. Ya memang tidak mudah, tapi mari kita usahakan agar satu sama lain, tidak terluka..
#selfreminder
Profile Image for Aulia Putri.
117 reviews41 followers
January 5, 2024
Keypoints:
- Peran menjadi ibu tidak akan berkurang artinya meski melakukan persalinan secara caesar.
- Membanding-bandingkan pengalaman kehamilan dan persalinan satu ibu dengan yang lain itu tidak baik karena tiap ibu beda-beda kondisi fisiknya
- Mempelajari cara merawat anak adalah tanggungjawab bersama. Bukan hanya dibebankan kepada ibu saja.
- Hargai dan hormati batasan privasi seseorang meski sudah menikah. Selalu izin lebih dulu sebelum melewati batasan orang
- Biasakan untuk tidak berkomentar negatif seperti mom shaming & baby shaming soal bentuk tubuh ibu dan berat bayi orang
- Jika merasa kondisi mental sedang tidak baik, cari pelampiasan emosi yang aman. Seperti bicara dengan orang terpercaya.
- Normalisasi pergi ke psikolog ketika mental sedang tidak baik-baik saja
- Berhati-hatilah dalam memilih lingkungan pertemanan. Kualitas pertemanan menentukan kualitas pikiran dan pandanganmu.
- Jangan mudah berpikiran negatif & berprasangka buruk terhadap orang lain dan peristiwa yang sedang terjadi dalam hidupmu.
- Apa yang sudah ditakdirkan untukmu, akan ada untukmu. Jika tidak ditakdirkan untukmu, maka ia akan melewatkanmu

Review lengkapnya menyusul yaaa 😁
Profile Image for Mawa.
172 reviews4 followers
August 18, 2023
Aku suka banget.
Buku ini ngasih gambaran tentang oh my god, punya anak gak segampang membalikkan telapak tangan.
Kay dan Sam sudah 4thn menikah, dan belum memiliki keturunan.
Kay hamil di saat puncak karirnya.
Kehamilannya yg tidak mudah mengharuskan dia bed rest, akhirnya karir yg dia bangub runtuh. Apartemen, mobil hilang.
Sam kehilangan pekerjaan.
Berpindah ke lingkungan baru, dihadapkan dg tetangga2 julid. Emosi naik turun yg sulit dikendalikan. Stres berkepanjangan, rasa iri pada Anggita, Kay kehilangan dirinya dan hampir lepas kendali terhadap anaknya sendiri.
Kay, menurutku, lebih dari kena baby blues dan PPD.
Dan Kay pelan2 menyadari itu.
Sam, aku manifesting banget punya pasangan kayak Sam. Memang gak ada yg sempurna. Tapi Sam tetap ada di samping Kay, mendampingi dg sabar walaupu sekali2 dia juga ada salah, itu wajar.
Aku ngerti bgt perasaan Kay yg paling sakit adl pas tau manager dan sahabatnya kerja buat Anggita, gak cukup itu, Sam pun jadi kameraman Anggita. Itu nyesek bgt aku jg sakiiit hati.
Tapi kehidupan terus berjalan, untunglah ada momen2 yg bikin Kay sadar dan pelan2 bangkit.

Sebagai calon ibu nantinya, aku belajar banyak dari Kay.
Profile Image for wulan.
247 reviews7 followers
July 19, 2022
bagus banget?? 😭😭 ngga banyak sih yang bisa aku omongin di sini, intinya cerita ini mengangkat tema baby blues, postpartum depression, yang terjadi kepada ibu yang baru melahirkan.

cerita ini realistis sekali menurutku, selain PPD, juga ada tentang persahabatan, kehidupan rumah tangga, dan banyak lagi. juga tentang kita yang membandingkan diri sendiri dengan orang lain.. itu ngga akan membuat kita merasa lebih baik, bahkan membuat kita iri dengki pada pencapaian orang lain. lebih baik fokus kepada diri sendiri bukan?
Profile Image for Lisra Yenny.
96 reviews1 follower
November 28, 2023
Aaaaa Seperti biasa kak Achi sukses bikin pembaca gregetan sama si tokoh utama. Aku g berhenti ngedumel sama apapun yg dilakukan Kayla. Masak iya sebagai seorang motivator, S1 Psikologi pula, g siap ngadepin rumah tangga. Mulai dari komunikasi suami istri, kehamilan, komunikasi sama keluarga mertua, komunikasi sama tetangga dll. Kayla g siap sama sekali. Komunikasi Kayla sama Sam pun menurut ku g sopan, walopun setelahnya dia manja² manis minta maaf. Seperti nya bukan hanya karena kehamilan yg mendadak bikin kariernya tersendat tapi memang aslinya Kayla tipikal yg gitu. Beruntung nyaaa Sam suami modelan yg suaaabbaaaar nya berlimpah ruah. Namun tetep keterpurukan Kayla yg kemudian dia berusaha bangkit dari PPD dan baby blues nya sampai kemudian mau mulai sibuk nulis lagi menjadi semangat buat aku. masak Kayla aja bisa, Aku g ..yeeeay
Profile Image for Ra..
123 reviews14 followers
March 30, 2023
⭐ 4,5/5!! Baca buku ini bener2 menambah wawasan terkait hamil, melahirkan, baby blues, dan PPD atau postpartum depression. Selain itu juga disisipkan beberapa ilmu psikologi 💙 Aku suka sekali dgn gaya penulisannya yg ringan dan mudah dimengerti 😍
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book272 followers
May 30, 2022
Kayla seorang motivator remaja yang sedang naik daun. Tawaran untuk melakukan seminar dan promosi buku mengalir. Harapan Kayla menjadi seorang wanita karir sukses, kaya dan terkenal semakin nyata. Dia mampu mengalahkan saingannya untuk mendapatkan kesempatan tour bersama seorang presenter terkenal. Sampai kemudian dia pingsan di tengah acara seminar.

Ternyata Kayla hamil. Bukan hanya itu, pada trisemester pertama, dia mengalami muntah, lemas, hingga flek yang mengharuskannya bed rest. Satu per satu jalan karirnya meredup. Kayla juga ditinggalkan olèh manajer dan sahabatnya. Seakan belum cukup kejatuhannya, Sam - suami Kayla - di-PHK oleh perusahaan. Kayla dan Sam harus menjual apartemen dan mobil lalu pindah ke pinggiran kota.

Saat melahirkan, Kayla terpaksa menerima untuk melahirkan via caesar karena mata minus dan ambeiennya. Pasca melahirkan, Kayla masih mengalami kesulitan mengkondisikan dirinya pada perubahan yang dialami tubuhnya. Belum lagi tuduhan dari ibu-ibu kompleks yang dialamatkan padanya. Kayla mengalami baby blues dan nyaris depresi. Poor Kayla...

Membaca pengalaman Kayla membuat saya akan jatuh iba bercampur kesal kepada Kayla. Bukan salah Kayla jika dia punya mimpi besar dan menjadi frustasi ketika impiannya berantakan. Apalagi dia melihat saingannya makin bersinar, sementara dirinya semakin terpuruk. Kayla hanya punya Sam dan mamanya (yang hanya hadir sesekali) sebagai support system-nya. Itupun kepada keduanya, Kayla masih menyimpan keraguan. Meski Kayla punya latar belakang pendidikan psikologi, dia tetap butuh bantuan tenaga profesional.

Menariknya, kisah Kayla dikemas dengan unsur komedi dan sentuhan rohani. Ini yang saya sukai dari karya mbak Achi TM, pesan moralnya masih bisa didapatkan tanpa kesan menggurui.
Profile Image for Lulu Khodijah.
440 reviews10 followers
May 27, 2022
Udah kebayang bakal kocak dan seru seperti novel sebelum2nya. Pas dibaca...😅 Awalnya tuh kek ngeluh mulu gitu hidupnya. Ikutan capek wkwkwk. Beneran yang menderita berkali-kali gitu lho.

Ada 22 bab (baca di gramdig). Baru bab ke-16 mulai seru. Which is.....jauh amat yak mau kelar baru seru hahaha. Yg aku suka tuh dia "ngajarin" ttg baby blues dan serba serbi persalinan dengan mudah.

Ada beberapa kalimat yg bikin nyesss di bab2 akhir pas Kayla mulai bangkit. Lop deh bagian itu.
Profile Image for Natsume Natsuki.
110 reviews22 followers
June 12, 2022
Kalau boleh jujur, aku agak kesel sama semua tokoh di buku ini. Pasangan Kayla dan Sam gak punya persiapan matang untuk calon anak mereka padahal udah 5 tahun menikah, Ibu Kayla yang kadang kalau ngomong suka nyakitin hati, Adrian yang kalau ngomong gak liat situasi dan pemaksa, serta kebiasaan Sam yang suka ngelanggar privasi istrinya.

Entah kenapa aku susah untuk suka buku ini dan gemes banget sama semua karakter di buku ini.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Autumn.
56 reviews
November 9, 2024
Ternyata baby blues semenyeramkan itu yaa :" belum pernah ngerasain tp buku ini bikin nangis semaleman
Profile Image for a.
91 reviews1 follower
July 7, 2023
BAGUS BANGET SIH KATA AKU YA, IKUT STRES DAN TEGANG BACANYA.

menceritakan tentang kayla, perempuan yang sudah menikah 5 tahun dan mendadak hamil di saat karirnya sebagai motivator sedang di puncaknya. kayla mual mual selama awal kehamilan, sampe harus bedrest yang membuat dia gabisa jadi motivator yg mengisi berbagai acara lagi. manager dan asistennya sampe pindah kerja ke anggita--yang kayla anggap saingannya. karirnya merosot banget, suaminya, sam, di-phk, sampe harus jual apartemen dan tinggal di rumah yg udah dibeli tapi di kabupaten tangerang.

pas lahiran, kayla baby blues. merasa kesepian karna ngga ada yg nengokin, mamahnya harus ngejaga bapak tirinya, kakak tiri toxic, tetangga toxic, kakak ipar omongan tajem, dan teman khayalan yg dateng--BAHKAN AWALNYA GUE KIRA MEREKA TEMEN ASLI--bahkan memengaruhi kayla buat membunuh blue (anaknya). TAPI UNTUNG SUAMINYA MAU BERPARTISIPASI DALAM PENGASUHAN BLUE JADI DIA NGGA SENDIRIIII

gue greget dan capek banget bacanya jujur karna kayla ini sensi banget, pikirannya selalu negatif, sering salah ambil langkah, belom lagi omongan orang di sekitarnya yang nyakitin, TETANGGANYA APALAGI ASTAGHFIRULLAH TETANGGA KAGA ADA ADAB PENGEN GUE TONJOK SATU SATU, kecuali bu susi <3

di buku ini kita diajak buat ngeliat gimana kayla merasakan stresnya hamil, melahirkan, dan mengasuh newborn di saat kayla lagi menikmati karirnya. sampe akhirnya gimana proses dia mulai mencari cara buat berdamai dengan semua ini.

bagus banget sih, makanya seperti yg udah kita ketahui dan tertulis juga di buku ini, Rasulullah mengucapkan "ibumu, ibumu, ibumu, baru bapakmu" karna tugas ibu tuh berat bangeeett. mereka harus berdamai dengan segala perubahan, munculnya sesuatu di perut, bertumbuh besar, dikeluarkan, dan kayak mendadak ada sesosok bayi yg harus dirawat dan dibesarkan dengan penuh tanggung jawab karna nantinya dia akan bertumbuh jadi manusia dewasa. banyak hal yang harus dikorbankan dan banyak ketakutan.

belom lagi berbagai stereotype dari masyarakat kita terhadap perempuan. dan gue sampe saat ini masih mempertanyakan, kenapa pandangan masyarakat tuh ibu harus mengurus anak full time, seakan akan pengasuhan diserahkan semuanya ke ibu, kalo ada salah dikit, yg disalahin ibunya. bayi kurus ibunya disalahin, lahiran caesar dibilang belom sempurna jadi ibu, dsb. sedangkan kalo bapaknya bantu ngasuh dikit aja, langsung dipuja puja. padahal mengasuh dan merawat anak itu kan tugas berdua? bukan cuma ibu. kalo adanya cuma ovum doang, gaada sperma, kan ngga bakalan jadi anak. jadi kalo udah ada anak, harusnya keduanya turut berperan dong?????????? dan jangan cuma memuji bapak bapak yang mau mengurus anak, pujilah lebih sering ibu ibu karna mereka berkorban sangat besar.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Nur Rokhmani.
256 reviews6 followers
May 24, 2022
🤱 Oh My Baby Blue 🤱
🧚‍♀️ @achi_tm
📚 392 halaman
🔖 @bukugpu @fiksigpu
🌟🌟🌟🌟🌟

Oh My Baby Blue!
👶 Blue Bagaskara, nama yang akhirnya diberikan oleh kedua orang tuanya. Bayi yang lahir saat Kayla, ibunya, selangkah lagi akan menggapai impiannya. Jadi motivator terkenal, cantik, dan kaya raya. Apalagi, iaberkesempatan manggung dengan presenter terkenal! Wow! Tapi, harapan tinggal harapan, karena langkah terakhir itu tak pernah ia jalani. Kehamilan Blue menghajarnya dengan morning sickness, mual muntah, dan semua itu membuatnya begitu terpuruk.

💩 Oh My Baby Blue, berhasil membawakan kisah ini dengan satire yang pas, humor yang kena, dan tentu saja nilai-nilai yang bermakna. Penggambaran tentang baby blues dan segala penyebabnya yang terkadang tak disadari dalam kisah ini menyadarkan. Tentang baby blues yang bisa berkembang menjadi Post-Partum Depression yang bisa melahap semua harapan dan menumbuhsuburkan keputus asaan.

🤱 Kisah ini juga hadir seolah mengajak kita, terutama para ibu muda, ibu baru, menertawakan diri kita sendiri. Dengan ke tidak santuyan, kebaperan yang maksimal, sungguh momen-momen itu akan jadi momen dan kenangan yang sangat berharga.

👪 ah, ya. Satu lagi hal yang aku highlight dalam kisah ini adalah tentang kehadiran keluarga terdekat yang bisa menjadi obat dari segala perasaan tak nyaman ketika menjadi ibu baru. Kehadiran suami, orang tua, saudara terdekat, juga tetangga, yang suportif dan bisa menjaga perasaan si ibu dari mulut dan sikapnya. Aduh, ini bener-bener deh, mengingatkan sekali. Support system yg baik akan juga membawa sang ibu melewati fase ini dengan baik.

Salah memilih support system, atau sikap kurang tepat dari support system kita, bisa berdampak luar biasa. Seperti tetangga Kayla yang duh, toxic banget. Tetapi beruntung, Kayla punya suami yang sangat supportif.

Pilihlah teman yang baik, dan jadilah teman yang baik. Bersikaplah dengan baik pada ibu. Karena nanti kita juga akan jadi ibu, atau harus mendampingi ibu.

Aduh, serius, baca buku ini aku jadi diajak nostalgia dengan kenangan waktu aku hamil Anum. Juga diajak bersyukur karena aku memiliki support system yang luar biasa. Mama, Papa, Mertua, Suami, saudara kandung, ipar, semua syukurlah bisa mendukung pilihan pengasuhan yang kuterapkan. Oiya, kesiapan menjadi ibu juga penting. Kesiapan menjadi orang tua bukan hanya kesiapan finansial, tetapi juga kesiapan ilmu, mental, dan ruhiah. Rajin baca, cari ilmu dari sumber yang terpercaya, kredibel, dan bikin nyaman. Semangat Buibu🥰🥰🥰

Kayaknya, sebelum para calon ibu baca buku ini, ada baiknya malah calon bapak dulu yang baca ini. Biar siap kalau kalau harus menghadapi mood swing yang luar biasa pas istrinya hamil, melahirkan, atau menyusui.
Ganbatte!!!
Profile Image for Syaira Muzayyana.
8 reviews
December 13, 2025
Such a good book, lagi 💕 Buku yang menurutku, sangat cocok untuk dibaca baik perempuan maupun laki-laki (sempat terbesit bahwa buku ini diperuntukkan untuk perempuan saja, ternyata tidak)
Menghabiskan bab 1-16 dalam waktu 12 hari, tapi dari bab 17-22 (selesai) dalam 1 hari 🙌 bukan karena kurang bagus atau pace-nya yang lambat atau cerita yang membosankan, tapi dari bab 1-16 itu rasanya ikutan kelimpungan, resah, gelisah, dan kurang nyaman dengan kisah Kayla, tokoh utama, seorang calon ibu yang lagi naik-naiknya dalam berkarir, tiba-tiba mendapati dirinya hamil. Entah kabar baik atau buruk, karena sepanjang kehamilannya harus rela melepas karirnya untuk sementara karena kondisinya yang tidak memungkinkan, serta ujiannya yang bertubi-tubi. Masuk bab 17, Alhamdulillah akhirnya ada titik terang, Kayla mulai sadar kondisi mentalnya sedang tidak baik-baik saja dan akhirnya saya juga mulai menikmati jalan cerita selanjutnya.
Salah satu pelajaran yang bisa bisa ku ambil, konsep hidup stoikisme dalam posisi Kayla, ataupun kondisi tak terduga lainnya sangat diperlukan, karena ketenangan batin menjadi salah satu kunci terhindar dari gangguan mental.
Pelajaran lain yang ku dapatkan ada pada kutipan berikut
"Mamah benar, aku harus bersyukur apalagi di luar sana banyak yang sudah sepuluh tahun tidak punya anak."
"Ssst... Jangan menjadikan keadaan orang lain sebagai kadar bersyukur kita," ucap Mamah dengan lembut.
Dia membelai rambutku pelan-pelan.
"Ujian setiap manusia berbeda-beda. Kebahagiaan setiap manusia juga berbeda-beda. Boleh jadi orang yang kamu pikir menderita, ternyata hidupnya lebih bahagia dan tenang karena rasa syukurnya pada Allah. Menikmati apa yang diberikan Allah kepada kamu. Harta sedikit, harta banyak, karier bagus, karier macet, kamu harus nikmati. Apa yang terjadi detik ini, napas ini, dinikmati. Itu, kan yang dulu Kayla ajarkan juga ke Mamah?"
Aku tertawa kecil seraya mengangguk. Dulu aku pernah menasihati Mamah soal itu saat Mamah stres karena penyakit strok Bapak tinku Sekarang nasihat itu malah kembali lagi kepadaku.
Hal. 248-249

Masya Allah, hal yang jarang orang sadari, saat mendapat ujian, menjadikan orang lain jadi bahan bersyukur. Mungkin niat kita baik supaya kita selalu merasa bersyukur, padahal benar, ujian setiap orang beda-beda dan kenikmatan orang juga pastinya beda-beda.
Profile Image for Azfa.
297 reviews2 followers
October 25, 2022
📖 dibaca melalui @gramediadigital

~~~
Novel ini mengisahkan tentang Kayla seorang wanita lulusan S-1 Psikologi. Ia menikah dengan Sam, teman kuliahnya. Berawal dari pekerjaannya sebagai guru BK, Kayla mulai menuliskan seluruh cerita tentang curahan hati para remaja dan solusi yang ia berikan hingga terbitlah bukunya dan sejak itu ia mulai dikenal sebagai motivator remaja.

Saat karirnya sebagai motivator remaja semakin melejit, Kayla dinyatakan hamil. Meski kabar ini telah lama dinantikan oleh Kayla dan suami, bagi Kayla kehamilannya tetap mengejutkan dan kehamilannya itu membuatnya harus bed rest. Karena keadaannya itu, sang manajer memutuskan untuk menggantikan posisi Kayla dengan orang lain, belum sampai disitu ujian lain datang menimpa suaminya, hingga Kayla melahirkan ia masih saja harus menghadapi ujian lain diantaranya omongan orang-orang yang tak mengenakkan. Lantas bagaimanakah Kayla jadinya?
~~~

Wah tulisannya ketika dibaca sangat mengalir seperti karya lainnya Achi TM, tapi penuh kejutan. Sepanjang membaca rasanya dibuat kesal, kasian tapi juga tertawa. Ada banyak isu yg dikemas penulis dalam kisah Kayla ini mulai dari stereotip tentang anak yg dipanggil dan menemui guru BK sebagai 'anak bermasalah', insecurity, masalah ekonomi, hubungan pertemanan dan sosial, kesehatan mental, hingga dinamika hidup berumah tangga yg harus dialami seorang perempuan mulai dari hamil, pasca melahirkan hingga PPD yang kayla alami.

Gambaram sosok suami yang tidak sempurna namun tetap berupaya menjadi support system patut untuk ditiru para lelaki di mana pun. Ada banyak pelajaran yg bisa didapatkan dengan membaca novel ini seperti pentingnya menjaga lisan kepada siapapun, terlebih kepada ibu hamil/menyusui. Bukan sekedar agar tidak menyakiti orang lain tapi juga agar kelak perkataan yg kita lontarkan tidak berbalik menjadi senjata yg menyerang kita.

Selain itu melalui kisah Kayla, memberitahukan kepada pembaca bahwa semua orang bisa terkena depresi, bahkan lulusan Psikologi sekali pun. Ini menjadi pelajaran bahwa ketika memutuskan menikah dan memiliki anak, siapa pun, ada luka traumatik yg harus kita terima dengan damai, kemudian mengupayakan untuk sembuh. 🌻

Recommended deh 🤍

#jejak_sibuku
Profile Image for ama ૮ • ﻌ - ა.
128 reviews14 followers
September 17, 2023
buku ini mengangkat isu utama baby blues atau lebih tepatnya postpartum depression, topik yang lagi hangat-hangatnya jadi diskursus di berbagai media. makanya kata aku, semua orang harus baca buku ini!! perempuan calon ibu, calon bapak, ibu-ibu, bapak-bapak yang sudah atau akan punya anak, seseorang yang punya teman yang sedang hamil, atau bahkan remaja (karena ini bisa masuk jadi sex edu!!) pokoknya semua orang harus baca ini!!

berkisah tentang kayla, seorang motivator remaja yang di tengah perjalanan menunju puncak karirnya, tiba-tiba hamil. bukan yang tidak diduga karena ia dan suaminya, sam --samadi-- sudah menantikan anak selama lima tahun usia pernikahannya. namun ternyata kehadiran sebuah nyawa di rahimnya membuat ia merelakan banyak hal, mulai dari karir yang ia damba-dambakan, pertemanan, dan bahkan apartmen! kehilangan karir berarti kehilangan pemasukan, apalagi ia harus membantu ibunya yang sedang merawat ayah tirinya yang terkena strok. yah, singkatnya hidup lagi ruwet-ruwetnya, tapi hormon semakin memperrumit segalanya. kayla terkena postpartum depression.

----

seperti yang aku bilang di atas, buku ini menurutku cukup untuk mengedukasi masyarakat awam bahwa baby blues dan postpartum depression memang ada. buku ini dengan cukup grafis menjelaskan struggle dari melahirkan dan menyusui (pssst, this book scared me to the death), karena itulah ibu hamil membutuhkan support dari sebanyak mungkin pihak yang terlibat dalam kehidupannya, bukannya nge-judge seenak jidat. aku jadi ingin memeluk setiap ibu, apalagi ibu yang baru pertama kali menjadi ibu. pokoknya perlu digarisbawahi kalau ibu yang melahirkan melalui operasi caesar bukan berarti tidak menjadi ibu sepenuhnya!!

buku ini juga mengangkat isu body image dan insecurity pada ibu hamil yang kehilangan bodi langsingnya karena hamil dan menyusui. buku ini menjabarkan tuntutnan-tuntutan yang dibebankan pada ibu oleh masyarakat kita. menurut aku masyarakat sudah seharusnya berhenti untuk menilai dan mengkritik (yang tidak membangun) pada ibu, karena setiap ibu pasti sudah berusaha dengan semaksimal mungkin. sekali lagi, peluk hangat untuk para ibu!

Profile Image for RA Cendani.
87 reviews4 followers
January 1, 2024
"Jangan melihatku sempurna, sesungguhnya aku penuh cela." - Hal 303 🥺

INGAT SEORANG IBU ITU JUGA MANUSIA :")

Sebetulnya, sepanjang baca buku ini pembawaan gaya penyampaiannya bikin kita ketawa. Tapi kalau udah selesai baca, kita bakalan sadar dan merenungkan bahwa menjadi ibu itu memang gak mudah. Banyak serbakaget dalam menerima perubahan yang terjadi bahkan harus siap menghadapi kondisi tidak terduga yang menyangkut ketenangan bayi dan dirinya sendiri. Itu aku jadi terharu.

Ibu rela bertarung nyawa untuk bayinya, mengikuti banyak tuntutan dalam menjaga proses kehamilan, meredam rasa sakit proses melahirkan, bahkan ketika pasca melahirkan pun masih harus beradaptasi dengan perubahan kondisi tubuh dan emosi negatif yang kerap bagaikan dikerumuni oleh ribuan nyamuk. Jadi, harus siap siaga nih ditepuk-tepuk. Demi menjaga kewarasan sang ibu dan bayinya pun jadi tetap aman nih.

Bahkan nih ya jadi ibu tuh sebadan-badannya yang melekat dalam diri aja udah bukan hak miliknya lagi. Makanya, seringkali mungkin kita dengar adakalanya seorang ibu mengalami krisis identitas. Ada fase-fase serba kaget dengan segala hal yang dialami sampai dia ngerasa gak mampu lagi mengenali jati dirinya.

Nah, itu yang dialami oleh tokoh utama dalam buku ini bernama Kayla. Seorang motivator remaja yang nyaris naik daun tapi mendadak mendapatkan peran baru sebagai seorang ibu.

Buku ini memberi gambaran emosi dan peristiwa apa yang dirasakan oleh perempuan yang pertama kali menjadi sosok ibu. Dari proses kehamilan, lahiran, dan pasca lahiran itu diceritakan. Bahkan disuguhkan bagaimana diskriminasi kebiasaan masyarakat yang suka bandingin lahiran secara normal/cesar, serangan baby blues yang bisa menjadi postpartum depression, dan sampai melewati mulut para tetangga yang paling ini-itu. 🌝

Untung saja, ada Sam (suami Kayla) yang menurutku disini perannya ngademin sih. Tipe suami yang sigap, pengertian, mau diajak kerjasama meski dia pun juga masih belajar menjadi sosok Ayah. Nah, kalau marah, paling minum "kopi kemarahan". 😂

Aku suka juga ilmu psikologi di buku ini✨
Profile Image for Hadissa Primanda.
256 reviews3 followers
August 2, 2024
sebuah bacaan yang sangat relatable untuk para ibu; jadi teringat lagi perjuangan hamil, melahirkan, menghadapi new born, perjuangan menyusui, hingga pelan-pelan bisa adjust dan menjalani peran sebagai ibu dengan lebih waras.

ditulis dengan baik dan sepertinya dari pengalaman pribadi juga ya jadi informasinya gak nanggung dan ikutan mumet dengan kehidupan Kayla.

masalah-masalah lain yang bikin kepala ibu-ibu panas: komunikasi sama pasangan, masalah finansial, omongan orang-orang terdekat, kurangnya support, kehidupan bertetangga dll terasa sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.

buku ini juga dibumbui dengan doktrin-doktrin Islami: terutama dari suami si Kayla yang kayaknya ikhwan-ikhwan banget namun somehow aku merasa terlalu naif (?) kayak waktu Kayla hamil dan kehilangan pekerjaan, suaminya bilang harus percaya rezeki datangnya dari Allah tapi gak ada solusi dari dia datang dari Allah-nya itu lewat jalur mana, sementara gajinya cuma 3,5 juta sementara mereka harus bayar cicilan apartemen 4 jt, cicilan mobil, rumah, biaya RS dll. 🥲

belum lagi saat istrinya depresi dan minta ke psikiater suaminya menyarankan ruqiyah Alquran dulu - gak salah sih cuma bentuk ikhtiar kan harus dari segala sisi ya. (untungnya akhirnya mereka ke psikiater) - which is good karena menormalisasi ngobrol dg psikiater demi kewarasan si ibu.

trus aku juga greget sama komunikasi pasangan ini yang kayaknya solid tapi minus di hal-hal urgent kayak persiapan persalinan, pasca melahirkan, bahkan nama anak aja bisa berdebat mulu sampai anaknya umur 3 bulan. 🙃

ya tapi intinya seru baca buku ini, jadi menyadarkan bahwa masalah dan perjuangan seorang ibu dan rumah tangga orang tu beda-beda, sehingga baiknya kita lebih bisa menghargai dan menghindari komentar-komentar yang seringnya menyakiti daripada membangun.
Profile Image for sesamesyrup.
58 reviews
November 26, 2025
⭐3,7/5

Ngga pengen bikin review panjang-panjang, intinya tema dan topik yang ada di novel ini bener-bener menarik banget. Berkisah tentang kehidupan pasutri yang tiba-tiba dikaruniai seorang anak tanpa rencana sama sekali di kala si ibu, Kayla, yang sedang berada di puncak karirnya, serta bagaimana perjuangan mereka dalam menghadapi ketidaksiapan mental maupun finansial ketika bayi tersebut lahir baik, terutama baby blues & postpartum depression yang dialami Kayla.

Satu hal yang ingin aku bahas & soroti dari novel ini, yaitu sifat & sikap Kayla selama mengandung hingga menjadi ibu baru bagi Blue Bagas. Telah ku pahami bahwa aku memang belum mengalami kedua hal tersebut—mengandung dan melahirkan—tapi menurutku banyak (tidak semua) perilaku Kayla di novel ini bener-bener dibuat 'terlalu' berlebihan. Perubahan mood/perasaan ibu yang drastis di masa kehamilan sampai menyusui memang wajar terjadi, juga perubahan kebiasaan yang tadinya rajin menjadi malas, doyan nasi menjadi mual, dan lain-lain, tapi sifat Kayla yang kekanakan, mudah berburuk sangka, keras kepalanya, dan tindakan lain yang dilakukan dengan berlebihan dan impulsif itu terjadi secara terus-menerus hingga rasanya kurang masuk akal. Selebihnya oke-oke aja termasuk bagaimana Sam menghadapi istrinya yang begitu, tetangga-tetangga tukang gosip (Geng Gong), dan tokoh lain beserta sifatnya masing-masing yang wajar-wajar aja dan ngga aneh, apalagi kalau mereka ada di dunia nyata.

Sebagai tambahan, kalimat "oh, my..." di tiap akhir bab terasa agak dipaksakan keberadaannya, rasanya seakan bisa mengurangi esensi dari tiap kejadian yang baru saja diceritakan di masing-masing bab tersebut. Akan tetapi selain daripada itu, ku akui novel ini menyenangkan untuk dibaca karena gaya bahasa yang digunakan sangat luwes & humornya juga tepat sasaran. Tidak salah lagi ini semua berkat kelihaian sang penulis yang jam terbangnya memang sudah tinggi, jadi hal itu ngga usah diragukan lagi.
Profile Image for Lyra Books.
39 reviews1 follower
May 14, 2022
Secara keseluruhan novel ini bagus, hanya ada beberapa hal yg bikin aku bingung dan merasa "ko gini sih!"

Pertama, alur cerita di awal2 bab yang maju mundur bikin bingung, bikin harus bolak balik halaman. Padahal di akhir bab alurnya maju aja seperti biasa. Kedua, tokoh utama Kayla Natasha ini kayaknya salah satu tokoh utama yg menurutku tidak seperti tokoh2 utama lain di cerita fiksi. Sosoknya jauh dari sempurna. Malah yang sempurna menurutku adalah suaminya Kayla, SAM. Menurutku, penggambaran Sam lumayan sempurna yang di kehidupan sehari-hari kita gak banyak orang seperti itu. Tahu, Mau dan Mampu melakukan pekerjaan utama sbg pencari nafkah, ngurusin bayi, ngurusin urusan rumah tangga bahkan sampai ngurus istrinya. OMG this is amazing!

Mereka pasangan yg katanya sudah menanti anak selama 4 tahun. Kayaknya Kayla ga benar2 dari hati menginginkan anak, bahkan kayaknya belum siap. Mungkin Krn dorongan emosi dan tekanan lingkungan sekitar aja. Memang sih ga bisa judge kenapa dia bisa baby blues. Tapi rasanya sebagai perempuan yg benar2 ingin punya anak, ketika punya bayi beneran naluri keibuannya masih kurang. Bayi udh 3 bulan belum pernah, takut gantiin popok, pup nya. Apalagi dia motivator, sarjana psikologi. Meskipun lagi sakit semestinya dia belajar, ketika melihat Sam gantiin popok baby nya. Terus lagi Kayla cerita tentang baby blues sama Bu Firli yg jelas2 tukang ghibah. Aneh banget. Yang paling sedih sih waktu mereka berdua, Sam dan Kayla menjadikan google sebagai rujukan utama. OMG! Kayak mereka benar benar sekolah di Akademi Google. Poor you!

Tapi diluar hal itu novel ini bagus kok, 4/5*
Profile Image for aria.
6 reviews
August 3, 2024
Disclaimer: belum pernah hamil, belum pernah melahirkan, belum menjadi ibu, ga pernah ngerasain/liat baby blues, ga pernah ngerasain/liat post partum depression.
ngl, page turner tapi lebih kaya ngerasa ini ada plot hole dan penasaran bakalan dijelasin apa engga. Isinya sebenernya sangat insightful buat aku yg belum pernah hamil dan turunannya. Tapi gimana ya? Background karakternya tuh kaya kurang. Aku bukan lulusan psikologi, tau sih ga semua orang 'selesai' dengan dirinya sendiri walau udah menikah. Faktor ekonomi emang jadi salah satu masalah utama disini, tapi setinggi tingginya ilmu, ngga nyepelein juga ga sih? Mana sebelumnya 'untreated', jadi harusnya ga pernah ngonsumsi obat. Kok disini main asal konsumsi obat???
Jujur, sampe bingung ini yang bikin apakah authornya yang sudah menikah/melahirkan? Karena sampe mikir ini teenlit kah tapi rating dibelakang bukunya 17+. Ternyata authornya udah menikah, punya anak 4. Dan ternyata setelah aku baca lagi authornya mengalami baby blues sampe post partum depression. Jadi mari kita abaikan konten baby blues-PPD karena ternyata sudah ada masukan dari psikolog walau kerasa ganjellll banget.
Karakter MC nya menurutku ??? banget. Entah aku emang tipe yg tidak peduli orang apa tapi karakternya berisik banget. Kaya terlalu mikirin semua orang??? Tau dinamik relationship itu beda-beda, tapi ini beneran 'berat' ke cewe nya. Sebenernya gak masalah, cuma hubungan yang ada dinovel ini sangat tidak seimbang, kukira akan ada karakter developmentnya diakhir...
This entire review has been hidden because of spoilers.
Displaying 1 - 30 of 67 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.