What do you think?
Rate this book


394 pages, Paperback
Published November 10, 2021
"Mamah benar, aku harus bersyukur apalagi di luar sana banyak yang sudah sepuluh tahun tidak punya anak."
"Ssst... Jangan menjadikan keadaan orang lain sebagai kadar bersyukur kita," ucap Mamah dengan lembut.
Dia membelai rambutku pelan-pelan.
"Ujian setiap manusia berbeda-beda. Kebahagiaan setiap manusia juga berbeda-beda. Boleh jadi orang yang kamu pikir menderita, ternyata hidupnya lebih bahagia dan tenang karena rasa syukurnya pada Allah. Menikmati apa yang diberikan Allah kepada kamu. Harta sedikit, harta banyak, karier bagus, karier macet, kamu harus nikmati. Apa yang terjadi detik ini, napas ini, dinikmati. Itu, kan yang dulu Kayla ajarkan juga ke Mamah?"
Aku tertawa kecil seraya mengangguk. Dulu aku pernah menasihati Mamah soal itu saat Mamah stres karena penyakit strok Bapak tinku Sekarang nasihat itu malah kembali lagi kepadaku.
Hal. 248-249